cover
Contact Name
Istiqomah Dwi Andari
Contact Email
istyandari44@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.siklus@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Politeknik Harapan Bersama, Jl Mataram No 9 Pesurungan Lor Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
ISSN : 20896778     EISSN : 25495054     DOI : https://doi.org/10.30591/
Core Subject : Health,
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal (JRMP) is a periodical scientific journal with registrated number ISSN 2089-6778 (print), 2549- 5054 (online). Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama and managed by Program Studi Kebidanan Politeknik Harapan Bersama which is published two times a year (January and June). The SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal accept research articles which includes Health sciences, midwifery, nursing, public health, Social Sciences who related to midwifery.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MULTIPARA TENTANG KONTRASEPSI IUD DI DESA SIDAHARJA WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATIBOGOR Amalia Kusumawat; Joko Kurnianto; Desy Fitrianingsih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v4i2.279

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) mempunyai tujuan untuk menjarangkan kehamilan dengan menggunakanmetode kontrasepsi. Dalam hal ini Konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan keluargaberencana dan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan Karaketristik dan TingkatPengetahuan Akseptor KB di Desa Sidaharja Wilayah Kerja Puskesmas Jatibogor.. Jenis penelitian adalahdiskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Sidaharja WilayahKerja Puskesmas Jatibogor. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan teknik purposesampling menggunakan wawancara. Hasil penelitian adalah Akseptor IUD terbanyak pada Umur 35 tahun 47Responden (94,0%), berpendidikan SD dan SMP 36 responden (72,0%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) 34responden (68,0%), paritas multipara 50 responden (100%), tingkat pengetahuan cukup 37 responden (74,0%),dan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 37 responden (74.0%), yang berpengetahuan kurang sebanyak 9responden (18.0%), dan yang baik sebanyak 4 responden (8.0%). Disarankan bagi petugas pemberi pelayananKontrasepsi (Dokter Bidan) perlu meningkatkan pengetahuan tentang KB AKDR bagi calon akseptor KBbaru dan pasangannya, yang dapat dilakukan melalui pemberian informasi secara lengkap tentang KB AKDRpada saat konsultasi pertama sebelum memutuskan memilih salah satu alat kontrasepsi tertentu.Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Multipara Akseptor KB
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN CARA MENERAN YANG BENAR DENGAN TERJADINYA RUPTUR PERINIUM PADA IBU BERSALIN DI BPM NY. M SLEROK KOTA TEGAL Tantri Hermawati; Edi Sucipto; Istiqomah Dwi Andari
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v4i2.305

Abstract

Persalinan adalah suatu proses fisiologis, diharapkan ibu melahirkan secara normal. Namun apabila pada waktuhamil tidak dijaga dan proses persalinan tidak dikelola dengan baik, maka dapat mengalami komplikasi selamakehamilan, persalinan, masa nifas, bahkan dapat menyebabkan kematian. Pengelolaan yang baik selama prosespersalinan akan dapat meminimalkan terjadinya ruptur perineum. Pengetahuan ibu bersalin terhadap carameneran yang benar sangatlah penting, karena dengan mengetahui cara meneran yang benar ibu bisa mengetahuidan mengerti saat menghadapi persalinan.Rancangan dan jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, jenis data ada 2yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner serta data sekunderdata yang diambil dari laporan bulanan BPM NY.M Slerok Kota Tegal, sedangkan jumlah sampel yangdigunakan adalah 41 responden. Tehnik sampling dilakukan dengan purposive sampling yaitu pengambilansampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atausifat - sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil uji chi square setelah di ujikan kepada 41 responden adalah terlihatbahwa X² hitung 4.260 dan p value 0.119, berdasarkan level signifikan 0.05 dengan df=2 maka nilai X² tabeladalah 5,991, hal ini menunjukkan bahwa X² hitung lebih kecil dari X² tabel (4.260 5.991) dan p value lebihkecil dari α (0.119 0.05) yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak artinya tidak ada hubungan antara carameneran yang benar dengan terjadinya ruptur perinium.Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Ruptur perinium
TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA PREMENOPAUSE TENTANG MENOPAUSE DI DESA MARGASARI KECAMATAN MARGASARI KABUPATEN TEGAL Umriaty Umriaty; Nora Rahmanindar; Ratna Setyo Ningsih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v4i2.280

Abstract

Pada masa menopause akan mengalami gangguan fisik, seksual, sosial, dan gangguan psikologis, danada juga wanita tanpa mengalami berbagai keluhan fisik, psikologis, dan sosial. Perbedaan ini dipengaruhioleh berat ringannya stress yang dialami wanita dalam menghadapi dan mengatasi menopause sebagaiakibat penilaiannya terhadap menopause. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif.Populasi dalam peneletian ini adalah seluruh ibu menopause pada bulan Oktober di desa Margasari KecamatanMargasari Kabupaten Tegal yaitu ada 254 orang. Besar sampel yang diambil hanya 20% yaitu sebanyak 50orang dan teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling yaitu teknik pengambilan sampelberdasarkan gugusan wilayah yang mewakili. Data primer diperoleh dari kuesioner dengan analisisunivariat.Hasil penelitian menujukkan bahwa karakteristik ibu Menopause sebagian besar berumur 40-55 tahun(100,0%), berpendidikan Tidak Sekolah (34,0%) dan bekerja sebagai IRT dan Buruh(26,0%). Tingkatpengetahuan ibu Pramenopause berdasarkan umur yang berpengetahuan baik berada pada kelompok umur 40-55tahun (74,0%), berpendidikan Tidak sekolah (64,0%) dan bekerja sebagai Buruh (69,2%).Kata kunci : Ibu premenopuase, Menopause
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI MENGENAI ASI EKSKLUSIF DENGAN PENERAPAN BREASTFEEDING FATHER DI KELURAHAN PESURUNGAN LOR KECAMATAN MARGADANA TAHUN 2015 Novi Anding Suciati; Meyliya Qudriani; Umi Baroroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v4i2.306

Abstract

ASI merupakan satu-satunya makanan yang sempurna dan terbaik bagi bayi karena mengandung unsur-unsurgizi yang dibutuhkan oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi guna mencapai pertumbuhan danperkembangan bayi yang optimal. Pemberian ASI eksklusif bukan hanya situasional namun juga merupakan isuglobal. Rancangan dan jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan deskriptif, jenis data ada 2 yaitu dataprimer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui pengisian lembar kuesioner serta data sekunderdengan kajian terhadap sumber atau reverensi yang relevan, sedangkan jumlah sampel yang digunakan adalah 33responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memliki tingkat pengetahuanrendah tentang ASI Eksklusif yaitu 21 responden (64%), pengetahuan suami mengenai konsep ASI Eksklusifsebagian besar memiliki pengetahuan rendah yaitu 18 responden (55%), pengetahuan suami mengenai perawatanpayudara sebagian 30 (70%) besar memiliki pengetahuan rendah, pengetahuan suami mengenai nutrisi ibumenyusui sebagian besar 18 responden (55%) memiliki pengetahuan rendah. Tidak terdapat hubungan antaratingkat pengetahuan suamimengenai ASI eksklusif dengan penerapan breastfeeding father. Hasil uji statistikdengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan P value 0,275 ≥ α0,05, ini berarti Ho gagal ditolak.Kata kunci : Pengetahuan Suami, Dukungan, ASI Eksklusif
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI MENGENAI ASI EKSKLUSIF DENGAN PENERAPAN BREASTFEEDING FATHER DI KELURAHAN PESURUNGAN LOR KECAMATAN MARGADANA TAHUN 2015 Novi Anding Suciati; Meyliya Qudriani; Umi Baroroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v4i2.306

Abstract

ASI merupakan satu-satunya makanan yang sempurna dan terbaik bagi bayi karena mengandung unsur-unsurgizi yang dibutuhkan oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi guna mencapai pertumbuhan danperkembangan bayi yang optimal. Pemberian ASI eksklusif bukan hanya situasional namun juga merupakan isuglobal. Rancangan dan jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan deskriptif, jenis data ada 2 yaitu dataprimer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui pengisian lembar kuesioner serta data sekunderdengan kajian terhadap sumber atau reverensi yang relevan, sedangkan jumlah sampel yang digunakan adalah 33responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memliki tingkat pengetahuanrendah tentang ASI Eksklusif yaitu 21 responden (64%), pengetahuan suami mengenai konsep ASI Eksklusifsebagian besar memiliki pengetahuan rendah yaitu 18 responden (55%), pengetahuan suami mengenai perawatanpayudara sebagian 30 (70%) besar memiliki pengetahuan rendah, pengetahuan suami mengenai nutrisi ibumenyusui sebagian besar 18 responden (55%) memiliki pengetahuan rendah. Tidak terdapat hubungan antaratingkat pengetahuan suamimengenai ASI eksklusif dengan penerapan breastfeeding father. Hasil uji statistikdengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan P value 0,275 ≥ α0,05, ini berarti Ho gagal ditolak.Kata kunci : Pengetahuan Suami, Dukungan, ASI Eksklusif
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASFIKSIA PADA MENIT KE-5 DI RSU KARDINAH TEGAL (Studi Kasus Bayi Asfiksia Lahir oleh Bidan) Ulfatul Latifah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v4i2.281

Abstract

AKB di kota Tegal tiap tahun meningkat dan asfiksia sebagai penyebab utama setelah BBLR. Kejadian asfiksiadi RS Kardinah Tegal 2013, 32 (2,8%), meninggal sebab asfiksia 11 (43,3%). Persalinan spontan ibu denganatau tanpa penyulit persalinan , tindakan vakum, penanganan bayi asfiksia dilakukan oleh bidan, konsultasiSpOG dan SpA dilakukan bila ada permasalahan. SpOG menangani persalinan SC, SpA menangani kasusrujukan. Tujuan penelitian adalah membuktikan persalinan dengan penyulit sebagai faktor risiko kejadianasfiksia di RS Kardinah.Metode yang digunakan adalah penelitian observasional, rancangan kasus kontrol.Kelompok kasus: 30 bayi asfiksia pada menit 5 dan kelompok kontrol : 30 bayi tidak asfiksia pada menit 5akibat resusitasi bayi asfiksia (menit 1). Pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan datasecara wawancara, observasi dan rekam medik RS. Analisis data : bivariat (uji chi Square), multivariat (regresilogistik berganda). Hasil Analisis bivariat: sebagai faktor risiko kejadian asfiksia adalah, terbukti: ketubanpecah dini (p:0,01), preeklampsia (p:0,020), partus lama (P:0,020), masa kerja bidan (p:0,0001) dan tidakterbukti: IUGR (p:0,246), kehamilan ganda (p:0,246) status kerja bidan (p:0,569). Analisis multivariat: sebagaifaktor risiko kejadian asfiksia: preeklampsia (OR=4,7), dan masa kerja bidan (OR=8,2). Kesimpulan nyavariabel yang terbukti sebagai faktor risiko kejadian asfiksia adalah: preeklampsia (OR=4,7), dan masa kerjabidan (OR=8,2).Kata Kunci: Asfiksia, faktor risiko

Page 1 of 1 | Total Record : 6