cover
Contact Name
Istiqomah Dwi Andari
Contact Email
istyandari44@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.siklus@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Politeknik Harapan Bersama, Jl Mataram No 9 Pesurungan Lor Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
ISSN : 20896778     EISSN : 25495054     DOI : https://doi.org/10.30591/
Core Subject : Health,
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal (JRMP) is a periodical scientific journal with registrated number ISSN 2089-6778 (print), 2549- 5054 (online). Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama and managed by Program Studi Kebidanan Politeknik Harapan Bersama which is published two times a year (January and June). The SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal accept research articles which includes Health sciences, midwifery, nursing, public health, Social Sciences who related to midwifery.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 9 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA DUKUHWARU WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL TAHUN 2015 Tri Ayu Agustina
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.303

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Hubungan antara pengetahuan dengan pemberian asi eksklusif di desa dukuhwaru Wilayah kerja Puskesmas Dukuhwaru Kabupaten tegal tahun 2015 ? “. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan pemberian asi eksklusif di desa dukuhwaru tahun 2015, Penelitian menggunakan jenis studi analitik dengan pendekatan cross sectional, penarikan sampelnya yaitu “subyek penelitian” yaitu subyek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti sebanyak 95 ibu menyusui. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan pengetahuan (X2 hitung = 16,654 X2 tabel = 5,591), dengan pemberian ASI Eksklusif Sehingga disarankan untuk tenaga kesehatan kususnya bidan agar senantiasa meningkatkan pelayanan sayang bayi. Kata kunci : Pengetahuan, ASI, eksklusif
GAMBARAN SIKAP WANITA USIA SUBUH TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI DESA PEKAUMAN KULON KECAMATAN DUKUHTURI TAHUN 2015 Oktavia Dwi Kartika; Dedi Susanto; Novi Anding Suciati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.299

Abstract

Kanker payudara adalah suatu penyakit yang disebabkan karena adanya pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330 orang. Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)  dapat mendeteksi secara dini adanya benjolan abnormal pada payudara dan mendeteksi kanker payudara secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri di desa Pekauman Kulon. Penelitian ini dilakukan menggunakan penelitian deskriptif kepada 93 wanita usia subur di desa Pekauman Kulon dengan mewawancarai responden. Hasil penelitian menunjukan sikap wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri di desa Pekauman Kulon adalah sikap positif 69,9% dan wanita dengan sikap negatif ada 30,1%. Berdasarkan pendidikan  sikap positif yang terbanyak (100%) pada kelompok pendidikan Perguruan Tinggi, berdasarkan umur sikap positif  yang terbanyak (100%) pada kelompok umur 20-35 tahun, berdasarkan pekerjaan sikap positif yang terbanyak (100%) pada kelompok PNS dan Pedagang. Penyebarluasan informasi tentang pemeriksan payudara sendiri terus dilakukan agar sikap wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri tetap baik. Kata kunci: Wanita, usia, subur, payudara
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT (MgSO4) PADA KASUS PRE EKLAMPSIA DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014 Fitri Rahmawati; Ida Baroroh; Masyunah Masyunah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.300

Abstract

Preeklampsia merupakan penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) yang mendominasi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk menjadi penyebab terbesar kematian ibu Kabupaten Pekalongan tahun 2012. Tujuan penanganan pada preeklampsia adalah mencegah kejang, perdarahan intrakranial, mencegah gangguan fungsi organ vital, dan melahirkan bayi sehat. Pencegahan kejang dalam preeklampsia dengan pemberikan obat anti kejang yaitu magnesium sulfat (MgSo4). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia  di Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh Bidan Praktik Mandiri di Kabupaten Pekalongan tahun 2013 sebanyak 186 bidan. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden melalui tehnik porporsional random sample. Instrumen menggunakan kuesioner dengan uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia  (ρ=0,000, rs 0,426). Bidan diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian magnesium sulfat (MgSO4) sebelum merujuk pada preeklampsia untuk dapat memberikannya sebelum merujuk sebagai upaya stabilisasi pasien dengan preeklampsia. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Praktik,Magnesium Sulfat, Pre Eklampsia 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT (MgSO4) PADA KASUS PRE EKLAMPSIA DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014 Fitri Rahmawati; Ida Baroroh; Masyunah Masyunah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.300

Abstract

Preeklampsia merupakan penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) yang mendominasi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk menjadi penyebab terbesar kematian ibu Kabupaten Pekalongan tahun 2012. Tujuan penanganan pada preeklampsia adalah mencegah kejang, perdarahan intrakranial, mencegah gangguan fungsi organ vital, dan melahirkan bayi sehat. Pencegahan kejang dalam preeklampsia dengan pemberikan obat anti kejang yaitu magnesium sulfat (MgSo4). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia  di Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh Bidan Praktik Mandiri di Kabupaten Pekalongan tahun 2013 sebanyak 186 bidan. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden melalui tehnik porporsional random sample. Instrumen menggunakan kuesioner dengan uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia  (ρ=0,000, rs 0,426). Bidan diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian magnesium sulfat (MgSO4) sebelum merujuk pada preeklampsia untuk dapat memberikannya sebelum merujuk sebagai upaya stabilisasi pasien dengan preeklampsia. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Praktik,Magnesium Sulfat, Pre Eklampsia 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VII TENTANG PERUBAHAN FISIK DENGAN SIKAP PADA MASA PUBERTAS DI SMP N 19 KOTA TEGAL TAHUN 2015 Siti Khusnul Khotimah; Edy Sucipto; Meyliya Qudriani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.301

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Perlu akan adanya pengertian, bimbingan dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya, agar terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, tidak merasa gelisah dan cemas dalam menghadapi berbagai perubahan fisik yang terjadi pada remaja. Penelitian inii bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri kelas VII tentang perubahan fisik dengan sikap pada masa pubertas di SMP N 19 Kota Tegal Tahun 2015. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dan jenis penelitian berupa analitik dengan analisa univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII di SMP N 19 Kota Tegal Tahun 2015 yaitu 146 siswi, dan sampel yang digunakan yaitu 60 responden  dengan teknik  Propotionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian analisa univariat didapatkan karakteristik terbesar responden berusia 13 tahun (70%), karakteristik status ekonomi pendapatan UMR ( Rp.1.206.000) sebanyak (43,3%), sedangkan tingkat pengetahuan baik (71,7%) dan sikap positif (75%). Hasil analisa bivariat dengan uji Chi Square dengan dk= 2 dan taraf signifikansi 5% menunjukan bahwa X2 hitung X2 tabel (51,704 5,99) dan nilai korelasi p value 0,00 α= 0,05 yaitu Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri dengan sikap terhadap perubahan fisik masa pubertas. Kata Kunci   : Pengetahuan, Sikap, Perubahan Fisik, Pubertas 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VII TENTANG PERUBAHAN FISIK DENGAN SIKAP PADA MASA PUBERTAS DI SMP N 19 KOTA TEGAL TAHUN 2015 Siti Khusnul Khotimah; Edy Sucipto; Meyliya Qudriani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.301

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Perlu akan adanya pengertian, bimbingan dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya, agar terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, tidak merasa gelisah dan cemas dalam menghadapi berbagai perubahan fisik yang terjadi pada remaja. Penelitian inii bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri kelas VII tentang perubahan fisik dengan sikap pada masa pubertas di SMP N 19 Kota Tegal Tahun 2015. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dan jenis penelitian berupa analitik dengan analisa univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII di SMP N 19 Kota Tegal Tahun 2015 yaitu 146 siswi, dan sampel yang digunakan yaitu 60 responden  dengan teknik  Propotionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian analisa univariat didapatkan karakteristik terbesar responden berusia 13 tahun (70%), karakteristik status ekonomi pendapatan UMR ( Rp.1.206.000) sebanyak (43,3%), sedangkan tingkat pengetahuan baik (71,7%) dan sikap positif (75%). Hasil analisa bivariat dengan uji Chi Square dengan dk= 2 dan taraf signifikansi 5% menunjukan bahwa X2 hitung X2 tabel (51,704 5,99) dan nilai korelasi p value 0,00 α= 0,05 yaitu Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri dengan sikap terhadap perubahan fisik masa pubertas. Kata Kunci   : Pengetahuan, Sikap, Perubahan Fisik, Pubertas 
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI TASK SKILL DENGAN KINERJA BIDAN LULUSAN POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA MENURUT PERSEPSI PENGGUNA JASA DI PKM DAN BPM KOTA DAN KABUPATEN TEGAL Ulfatul Latifah; Ulfatul Latifah; Umriaty Umriaty; Umriaty Umriaty; Indah Siloka Dina
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.297

Abstract

Fenomena globalisasi mengakibatkan adanya pasar bebas yang salah satunya berimbas pada tuntutan pemenuhan tenaga kebidanan. Para pengguna jasa yang membutuhkan lulusan kebidanan saat ini lebih selektif dalam merekrut tenaga karena menginginkan peningkatan mutu pelayanan di institusinya masing-masing. Hal ini dilakukan karena masyarakat saat ini sudah menginginkan pelayanan yang nyaman, cepat dan akurat serta memuaskan.  Jenis penelitian ini adalah survai analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Hasil survai dilakukan analisis dengan kendall’s tau. Hasil penghitungan uji hubungan dengan analisis uji hubungan Kendall’s Tau menunjukkan nilai p = 0.000. Jadi dapat disimpulkan ada hubungan antara task skill bidan lulusan dengan kinerja bidan lulusan Politeknik Harapan Bersama. Saran dalam penelitian ini yaitu mengoptimalkan kerjasama dengan sesama bidan sehingga bagi lulusan yang mempunyai kompetensi dan kinerja yang sudah baik dapat memberikan pelayanan yang berkualitas. Kata Kunci  : Task Skill, Kinerja, Lulusan
ANALISIS MODEL PEMILIHAN KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA TUWEL TAHUN 2014 Iroma Maulida; Ratih Sakti Prastiwi; Aminatul Maula
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.302

Abstract

Setiap akseptor memiliki pertimbangan yang berbeda dalam menilai dan memilih jenis kontrasepsi mana yang akan digunakan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi pada akseptor di desa Tuwel pada tahun 2014. Sampel yang diambil sebanyak 114 responden dengan pengumpulan data  menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan  untuk mendapatkan model faktor pemilihan kontrasepsi adalah  analisis regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan dari variabel umur, jumlah anak, siklus haid maka faktor yang masuk ke dalam model adalah jumlah anak (ρ= 0.022, OR= 12.000, 95%CI= 1.422;101.251) dan efek samping  (ρ= 0.997, OR= 0.000, 95%CI = 0.000) . Dari model terpilih setelah dilakukan uji interaksi menunjukkan kedua variabel tidak memiliki cukup bukti untuk menunjukkan  adanya interaksi antara jumlah anak dan efek samping terhadap pemilihan kontrasepsi, Sedangkan dari hasil uji confounding factor menunjukkan efek samping merupakan factor pengganggu yang mempengaruhi hubungan antara jumlah anak dan pemilihan kontrasepsi pada akseptor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor dengan anak ≤ 2 dan pernah mengalami efek samping dalam menggunakan kontrasepsi maka akan cenderung memilih kontrasepsi non hormonal dibandingkan memilih kontrasepsi hormonal Kata Kunci: Model, Kontrasepsi, PUS
PERILAKU SEKSUAL DAN PERSEPSI PEMAKAIAN KONDOM PADA LAKI-LAKI PENGGUNA NAPZA STIMULAN DI KOTA SEMARANG Ratna Dewi Handayani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i1.298

Abstract

Penelitian penularan IMS dan HIV/AIDS melalui hubungan seksual pada pengguna napza suntik yang dilakukan oleh Pusat penelitan Unika Atmajaya menjelaskan bahwa penasun menyadari menggunakan kondom saat berhubungan seksual merupakan pencegahan terbaik, tetapi penggunaan kondom secara konsisten baru mencapai 19-40% dan dilakukan hanya pada pasangan komersial, sedangkan pada pasangan tetap tidak dilakukan. Pada penelitian ini subyek penelitian dikhususkan pada pengguna napza stimulan mengingat efek yang ditimbulkan salah satunya adalah peningkatan gairah seksual dan perilaku seksual bebas, tujuan penelitian mengetahui perilaku seksual dan persepsi pemakaian kondom pada laki-laki pengguna napza stimulan  di kota Semarang.   Penelitian dilaksanakan dengan metode kuantitatif-explanatory research pendekatan cross sectional kepada seluruh pengguna napza stimulan yang ada dikota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan 43 orang responden pengguna shabu-sabu dan extacy dimana 36 diantaranya hanya menggunakan extacy saja.  Mereka melakukan kegiatan seksual dalam satu bulan terakhir; dengan pekerja seks komersial 90.7%, pasangan kasual 74.4% dan padangan tetap 34,9%. Pada upaya pencegahan IMS mereka menggunakan kondom secara konsisten 55.8%, dan tidak menggunakan kondom secara konsisten sebanyak 44.2%. Analisis bivariat penelitian bermakna pada persepsi manfaat dan persepsi kemampuan diri. Sedangkan penelitian tidak bermakna pada persepsi kerentanan dan persepsi keparahan  Analisis multivariat memperlihatkan tidak adannya pengaruh variabel independen kepada variabel dependen. Kata Kunci: Perilaku, Seksual, Persepsi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9