cover
Contact Name
Yoga Priastomo
Contact Email
yogapriastomo@uny.ac.id
Phone
+62274-586168115
Journal Mail Official
elemen@uny.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Elemen Kimia
ISSN : -     EISSN : 3032448     DOI : 10.21831
Jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Kimia, Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang kimia dan terapannya, dua kali dalam setahun pada April dan Oktober. Ruang lingkup jurnal ini meliputi seluruh bidang kimia dan aplikasinya, termasuk kimia teoritis, studi kimia lingkungan, anorganik, organik, kimia fisika, kimia analitik dan biokimia.
Articles 116 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN PEMLASTIS DBP (DIBUTYLPHTHALATE) TERHADAP KONDUKTIVITAS MEMBRAN SELULOSA ASETAT-LITHIUM Nur Syarifah Sukarno; Endang Widjajanti,LFX Endang Widjajanti,LFX
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 No 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemlastisdibutylphthalate terhadap konduktivitas membran elektrolit selulosa asetat denganlithium. Subjek penelitian ini adalah selulosa asetat dari daun pandan laut, danobjeknya adalah konduktivitas. Selulosa hasil isolasi daun pandan laut diasetilasimenggunakan asam asetat anhidrida, asam asetat glasial, dan katalis H2SO4.Membran elektrolit selulosa asetat-lithium dibuat dengan metode casting larutanpolimer. Konduktivitas ditentukan menggunakan Elkahfi 100. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa konduktivitas membran selulosa asetat-lithium optimumpada konsentrasi DBP 25% yaitu sebesar 2,42x10-2 S cm-1.
PURIFIKASI SILIKA DARI PASIR VULKANIK GUNUNG MERAPI SEBAGAI BAHAN BAKU SEL FOTOVOLTAIK Larasti Yogantari; Sulistyani Sulistyani
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, No 3, Edisi 3 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungansilika dan kemampuan larutan asam (H2SO4, HCl, aqua regia)dan larutan basa (NaOH) sebagai agen leaching pada purifikasipasir vulkanik Gunung Merapi serta mengetahui kondisioptimum purifikasi secara leaching guna memperoleh silikapada pasir vulkanik Gunung Merapi.Pasir vulkanik gunung Merapi diayak ukuran 60 mesh,lalu dicuci dengan akuades sebanyak 5 kali dan dikeringkandalam oven bersuhu 110oC selama 1 jam lalu didinginkan.Setelah itu dilakukan karaterisasi menggunakan XRD dan XRF.Pasir digerus dengan menggunakan ball mill selama 30 menit.Setelah itu pasir direndam dengan menggunakan larutan asam(H2SO4, HCl, aqua regia) dan larutan basa (NaOH). Setelahdirendam dengan larutan asam dan basa lalu dicuci denganakuades dan dilakukan karakterisasi menggunakan XRF.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir vulkanikGunung Merapi (pasir Sungai Gendol, pasir Sungai Kuning,pasir Sungai Opak) mengandung unsure dominan hampir 50%silika dalam mineral bentuk albite. Tiga matriks tertinggi yangmengalami penurunan impuritas yaitu aluminium (dari 17,83%menjadi 14,96%), magnesium (dari 2,69% menjadi 1,18%) danfosfor (dari 0,76% menjadi 0,45%), sehingga kondisi optimumsecara leaching pasir Sungai Gendol sebagai salah satu pasirvulkanik Gunung Merapi yaitu dengan menggunakan pelarutHCl 6 M. Larutan NaOH tidak menurunkan impuritas pada pasirvulkanik Gunung Merapi.
PEMANFAATAN MINYAK BIJI KARET (Hevea brasiliensis) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL PADA VARIASI SUHU TRANSESTERIFIKASI DAN RASIO (METANOL/MINYAK) PADA WAKTU 120 MENIT Ismu Rohmah Rusmaningtyas; Endang Dwi Siswani
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) massa jenis, viskositas dan gugus fungsi IR dariminyak biji karet, 2) massa jenis, viskositas, titik tuang, titik nyala, kalor pembakaran dan gugus fungsi IRdari biodiesel, 3) kesesuaian karakter biodiesel dengan SNI 7182: 2012. Subjek dalam penelitian iniadalah biji karet yang berasal dari PTPN IX Semarang, Jawa Tengah. Objek dalam penelitian ini adalahbiodiesel dari hasil reaksi transesterifikasi minyak biji karet. Metode yang digunakan dalam pengambilanminyak adalah pengepresan. Jenis katalis yang digunakan pada penelitian ini adalah KOH 1% b/b danlama pengadukan 120 menit. Jenis alkohol yang digunakan pada transesterifikasi adalah metanol. Variasisuhu yang digunakan adalah 45, 65, dan 85 oC untuk biodiesel B1, B2, dan B3 dengan rasio mol metanol:minyak adalah 4: 1, dan dengan rasio mol metanol: minyak adalah 8: 1 untuk biodiesel B4, B5, dan B6.Biodiesel yang diperoleh dianalisis dengan FTIR dan uji parameternya meliputi massa jenis, viskositas,kalor pembakaran, titik tuang, dan titik nyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter minyak bijikaret mempunyai massa jenis dan viskositas sebesar 907,9 kg/m3 dan 33,5740 cSt. Gugus fungsi yangterdapat pada minyak biji karet dan biodiesel yaitu C=O karbonil ester, C-O ester, C-H alkana, C-Halifatik dan –CH3. Karakter biodiesel B1, B2, B3, B4, B5, dan B6 meliputi massa jenis beturut-turut adalah887,37; 880,1; 898,67; 902,7; 897,9; dan 886,9333 kg/m3, viskositas berturut-turut sebesar 21,1135;19,8651; 16,3189; 16,7291; 19,7945; dan 20,7268 cSt, kalor pembakaran berturut-turut sebesar9420,3125; 8838,2115; 9458,48; 9821,6535; 9068,65; dan 9215,28 kal/g, titik tuang berturut-turut sebesar9, -3, 3, 0, 6, dan 0 oC, serta titik nyala berturut-turut sebesar 210, 204, 196, 208, 198, dan 184 oC.Biodiesel B1, B2 dan B6 memiliki nilai massa jenis yang sesuai dengan SNI 7182:2012. Biodiesel B1, B2,B3, B4, B5 dan B6 memiliki nilai viskositas dan kalor pembakaran yang belum sesuai dengan standar,namun memiliki nilai titik tuang dan titik nyala yang sesuai dengan SNI 7182:2012. Berdasarkan hasilpenelitian, biodiesel yang paling baik adalah biodiesel B1 yaitu pada suhu 45oC dengan rasiometanol/minyak yaitu 4/1.Kata kunci : Minyak Biji Karet, Kondisi Transesterifikasi, Karakter Biodiesel.
APLIKASI HIDROKSIDA LOGAM KROMIUM HASIL ELEKTROKOAGULASI LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING UNTUK PEWARNA GELASIR KERAMIK Hema Laksita Hapsari; Regina Tutik Padmaningrum
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pembakaran dan massa hidroksida logamkromium hasil elektrokoagulasi terhadap warna gelasir keramik. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitukarakterisasi sifat fisika dan kimia limbah cair elektroplating dengan AAS, elektrokoagulasi limbah elektroplating,karakterisasi endapan dengan XRF dan penggelasiran keramik. Hasil penenelitian ini menunjukkan bahwa kadarlogam kromium dalam limbah cair elektroplating yaitu 0,5480 dan kandungan kadar logam kromium dalamendapan hidroksida hasil elektrokoagulasi kurang dari 0,01%. Suhu pembakaran dan massa hidroksida logamkromium hasil elektrokoagulasi mempengaruhi warna gelasir keramik yang dihasilkan. Semakin tinggi suhupembakaran dan semakin banyak massa hidroksida logam kromium yang digunakan mempunyai warnayang semakin gelap, warna hijau yang dihasilkan semakin tua, dan nilai ΔE* yang dihasilkan semakinrendah.Kata kunci: elektrokoagulasi, hidroksida logam, suhu pembakaran, massa, gelasir keramik.
UJI AKTIVITAS FOTOKATALIS SENYAWA Ca1-xCoxTiO3 PADA PROSES DEGRADASI METILEN BIRU DENGAN SINAR UV DAN SINAR TAMPAK Yuzzaini Dwi Kurniawati; A.K Prodjosantoso A.K Prodjosantoso; Cahyorini Kusumawardani
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 5 (2016): Volume 5, No 5 Edisi 5 Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fotokalis senyawaCa1-xCoxTiO3 dengan menggunakan sinar UV dan sinar tampak pada prosesdegradasi metilen biru.Senyawa Ca1-xCoxTiO3 (x = 0,025) diuji aktivitasnya dengan menggunakanmetode spektoskopi menggunakan lampu UV Evaco 20 watt sebagai sumber sinarUV dan lampu mercury 100 watt sebagai sumber sinar tampak pada variasi t = 5,10, 20, 30, 50, 80 dan 120 menit.Hasil analisis data menunjukkan bahwa senyawa Ca1-xCoxTiO3 dapatdigunakan sebagai fotokatalis pada reaksi fotodegradasi metilen biru denganmenggunakan sumber sinar UV dan sinar tampak. Metilen biru terdegradasi sebesar83,76% pada sinar UV, sedangkan pada sinar tampak sebesar 80,03%. Kinetikareaksi degradasi metilen biru mengikuti reaksi orde dua. Laju reaksi fotodegradasimetilen biru di bawah sinar UV sebesar 0,41533 ppm.menit-1, sedangkan laju reaksifotodegradasi metilen biru di bawah sinar tampak sebesar 0,35293 ppm.menit-1.Sinar UV mempunyai pengaruh sedikit lebih aktif dari sinar tampak pada prosesfotodegradasi metilen biru menggunakan senyawa Ca1-xCoxTiO3
PENGARUH PENAMBAHAN ION LOGAM K+ (DALAM BENTUK SENYAWA KHPO4) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN Muftiatul Rahmawati; Eddy Sulistyowati
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan ion logam K+ dalambentuk senyawa KHPO4 terhadap aktivitas enzim tripsin. Sebelumnya ditentukan kondisioptimum enzim tripsin meliputi pH, suhu, waktu inkubasi, dan konsentrasi substrat. Subjekpenelitian ini adalah aktivitas enzim tripsin dengan objek berupa aktivitas enzim tripsindengan penambahan ion logam K+ dalam bentuk senyawa KHPO4 dalam berbagai variasikonsentrasi, yaitu 0,01 M; 0,03 M; 0,05 M; 0,07 M; dan 0,09 M. Kadar protein ditentukanmenggunakan metode Lowry. Aktivitas enzim tripsin ditentukan dengan metode Anson.Penentuan aktivitas enzim tripsin dengan substrat kasein dilakukan pada kondisi optimum.Data yang diperoleh adalah aktivitas enzim tripsin dalam satuan mg/mL/menit. Analisis datayang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sehingga dapat diketahui peran ion logamberupa aktivator atau inhibitor. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein enzim tripsinsebesar 0,074 mg/mL. Kondisi optimum enzim tripsin pada pH 8, suhu 37°C, waktuinkubasi 20 menit, dan konsentrasi substrat 10 mg/mL. Aktivitas enzim tripsin sebesar0,00312 mg/mL/menit. Aktivitas enzim tripsin dengan penambahan ion logam K+ padakonsentrasi 0,01 M; 0,03 M; 0,05 M; 0,07 M; dan 0,09 M dan suhu 37°C berturut-turutsebesar 0,00320; 0,00337; 0,00360; 0,00375 mg/mL; dan 0,00427 mg/mL/menit. Dengandemikian, penambahan ion logam K+ dalam bentuk senyawa KHPO4 bersifat aktivatorterhadap aktivitas enzim tripsin pada kondisi optimum.Kata Kunci: aktivitas enzim tripsin, ion logam K+, KHPO4.
STUDI KINETIKA PELINDIAN CAMPURAN NATRIUM ZIRKONAT, NATRIUM SILIKAT MENGGUNAKAN AIR BERDASARKAN SHRINKING CORE MODEL Annisa Widyastuti; I Made Sukarna; Mochamad Setyadji
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum variasi suhu dan waktu terhadap kadar Siterlarut hasil pelindian campuran natrium zirkonat (Na2ZrO3) dan natrium silikat (Na2SiO3), menentukanpengendali laju reaksi, menentukan nilai konstanta kecepatan reaksi (k) dan energi aktivasi (Ea) berdasarkanshrinking core model (SCM). Metode pelindian dilakukan menggunakan pelarut air dan dianalisis denganSpektroskopi Serapan Atom (SSA). Pendekatan melalui grafik fungsi polinomial dilakukan untuk menentukan nilaioptimum. Hasil analisa SSA menunjukkan bahwa konsentrasi Si dalam leburan sebesar 3132 ppm (b/b) dan nilaioptimum konsentrasi Si terlarut berada pada suhu 95°C, waktu 68 menit. Rezim yang mengontrol reaksi adalahkontrol difusi liquid film (liquid film diffusion control mechanism) dengan persamaan ∝ = ???????????????????????????????????????????? = ????????????.Hubungan antara suhu (T) dengan konstanta kecepatan reaksi (k) adalah ln k = 2798/T – 0,1776 dengan nilai kpada suhu 55 °C, 75 °C dan 95 °C berturut-turut sebesar 0,0002; 0,0005 dan 0,0008 serta energi aktivasi (Ea) =23,262 kJ/molK.Kata kunci: silika, pelindian, shrinking core model.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guava L.) sebagai Antioksidan Minyak Kelapa Krengseng The Utilization of Guava Leaf Extract (Psidium guava L.) as Antioxidant of Coconut Oil Krengseng ayu sulung ariati ayu sulung ariati; eddy sulistyowati eddy sulistyowati
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrakdaun jambu biji (Psidium guava L.) sebagai antioksidan terhadap proses oksidasipada minyak kelapa krengseng dengan variasi konsentrasi dan lama inkubasi.Senyawa antioksidan dalam daun jambu biji diperoleh dengan caraekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Subjek dalampenelitian ini adalah ekstrak daun jambu biji. Sedangkan objek dalam penelitianini adalah aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji. Identifikasi senyawaantioksidan menggunakan metode kromatografi kertas dengan fase gerak BAW(4 : 1 : 5, lapisan atas), kemudian diuapi dengan amonia dan disemprot dengancampuran kalium sianida 1% dan feriklorida 2% (1:1). Uji aktivitas anti-oksidandilakukan menggunakan metode tiosianat yang dinyatakan sebagai persentasepenghambat oksidasi terhadap kontrol. Ion fero (Fe2+) yang dihasilkan dari oksidasioksigen tunggal membentuk ion feri (Fe3+) yang bereaksi dengan amoniumtiosianat (NH4SCN) membentuk kompleks berwarna feritiosianat ([Fe(SCN)6]3-).Senyawa kompleks tersebut dibaca dengan menggunakan spektrofotometer UVVispada panjang gelombang 490 nm. Konsentrasi ekstrak daun jambu biji yangdigunakan adalah 0,01%; 0,05%; dan 0,1%, sedangkan konsentrasi tanin sebagaipembanding adalah 0,05%.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji mengandungsenyawa polifenol tanin. Aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa pada inkubasihari ke enam ekstrak daun jambu biji mempunyai persentase penghambatan yangbesar terhadap oksidasi minyak kelapa krengseng. Persentase penghambatankonsentrasi ekstrak daun jambu biji 0,01%; 0,05%; dan 0,1% berturut-turutsebesar 74,03%, 68,49%, dan 69,40%. Sedangkan persen penghambatan kontrolyang berupa tanin 0,05% adalah sebesar 50,68%.Kata kunci: daun jambu biji, antioksidan, minyak kelapa krengsengAbstractThis research aims to determine the effect of guava leaf extract (Psidiumguajava L.) as an antioxidant in the oxidation process of coconut oil krengsengwith variation of concentration and incubation.Antioxidant compound in guava leaf is known by extraction usingmaceration method by ethanol. Subjects in this study is an extract of guava leaves.2While the object in this research is the antioxidant activity of guava leaf extract.Identification of antioxidant compounds using paper chromatography with themobile phase BAW (4: 1 : 5, upper layer) and then steamed with ammonia andsprayed with a mixture of potassium cyanide 1% and ferrichlorida 2% (1: 1).Antioxidant activity test conducted using thiocyanate method and expressed as apercentage of oxidation inhibitors compared to control. Ferrous ion (Fe2+) whichwas produced by the oxidation of singlet oxygen, form ferric ion (Fe3+) that reactwith ammonium thiocyanate (NH4SCN) to form a colored complex feritiocyanate([Fe(SCN)6]3-). This complex compound is read by using a UV-Vis spectrophotometerat a wavelength 490 nm. Concentration of guava leaf extract was a0.01%; 0.05%; and 0.1%, whereas the tannin concentration as the comparison was0.05%.The results showed that guava leaf extract contains compounds calledpolyphenols and tannins. The antioxidant activity showed that on the sixth day ofincubation guava leaf extract has a large inhibition percentage of the oxidation ofcoconut oil krengseng. The percentage inhibition of guava leaf extract in 0.01%;0.05%; and 0.1% concentration are 74.03%, 68.49% and 69.40% respectively.While the percent inhibition of control in the form of 0.05% tannins is 50.68%.Keyword: guava leaf, antioxidant, coconut oil krengseng
EFEKTIVITAS JENIS KOAGULAN DAN DOSIS KOAGULAN TEHADAP PENURUNAN KADAR KROMIUM LIMBAH PEYAMAKAN KULIT Muhammad Rizki Romadhon; Sunarto Sunarto
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah: 1) Menentukan koagulanterefektif untuk mengkoagulasi ion logam kromium; 2)Menentukan pH koagulan terefektif untuk mengkoagulasi ionlogam kromium; dan 3) Menentukan dosis koagulan terefektifuntuk mengkoagulasi ion logam kromium.Penelitian dilakukandengan mencampurkan larutan koagulan dengan sampel limbahkromium. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian iniialah jenis koagulan, pH, dan dosis koagulan. Koagulan yangdigunakan aluminium sulfat, besi(II) sulfat dan poly aluminiumklorida (PAC). Pada penentuan koagulan terefektif, pH diaturberturut-turut untuk aluminium sulfat, PAC, dan besi(II) sulfatialah 6, 8, dan 10. pH tersebut didapatkan berdasarkan studipustaka. Selanjutnya, koagulan terefektif ditentukan pHterefektif koagulasi. Variasi pH yang digunakan ialah 8, 9, dan10. Terakhir, koagulan terefektif dan pH terefektif ditentukandosis koagulan terefektif dalam koagulasi. Variasi dosiskoagulan yang digunakan ialah 250 ppm, 300 ppm, 350 ppm,400 ppm, 450 ppm, dan 500 ppm. Efektivitas koagulasi padapenentuan koagulan terefektif ialah: aluminium sulfat 96,87%;PAC 98,37%; dan besi(II) sulfat 99,4%. Besi(II) sulfatmerupakan koagulan terefektif. Efektivitas koagulasi padapenentuan pH terefektif besi(II) sulfat ialah: pH 8 90,42%; pH 997,47%; dan pH 10 96,61%. Efektivitas koagulasi padapenentuan dosis koagulan terefektif besi(II) sulfat ialah: 250ppm95,58%; 300 ppm 96,49%; 350 ppm 97,22%; 400 ppm 97,95%;450 ppm 100%; dan 500 ppm 100%.
SINTESIS NANOPARTIKEL PbS MELALUI METODE SOL-GEL DENGAN EDTA SEBAGAI CAPPING AGENT Bintang Tanjung Sari; Cahyorini Kusumawardani
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelituan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan EDTA terhadap ukuran partikel dan karakter elektronik pada material PbS. Nanopartikel PbS EDTA disintesis dengan metode sol-gel dengan prekusor Pb(CH3COOH)2 sebagai sumber Pb dan (NH4)2S sebagai sumber S serta EDTA sebagai capping agent. Konsentrasi EDTA yang digunakan adalah: 0 mmol; 0,1 mmol; 0,2 mmol; 0,5 mmol dan 1 mmol. Proses sol-gel dilakukan dengan mengaduk setiltrimetil amonium bromida (CTAB), natrium dodesil sulfat (SDS) dan EDTA sampai homogen, kemudian ke dalam campuran ditambahkan Pb(CH3COOH)2 dan (NH4)2S dan diaduk selama 5 menit untuk menghasilkan endapan PbS yang berwarna hitam. Endapan disaring dan dioven pada suhu 120oC selama 3 jam. Pola XRD menunjukkan bahwa struktur PbS adalah kubik, dengan ukuran partikel masing-masing sampel adalah 8,99 nm; 2,36 nm; 12,7889 nm; 12,5650 nm dan 21,8003 nm. Sedangkan hasil karakterisasi dengan UV-Vis menghasilkan nilai energi celah pita untuk PbS/EDTA masing-masing sampel adalah 3,2 eV; 3,3 eV; 2,8 eV; 2,8 eV dan 2,3 eV.Kata kunci: nanopartikel, sel surya, EDTA, capping agent

Page 6 of 12 | Total Record : 116