cover
Contact Name
Masda Surti Simatupang
Contact Email
jurnal.dialektika@uki.ac.id
Phone
+6282244341592
Journal Mail Official
jurnal.dialektika@uki.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia, Gedung AB Jln. Mayjend Sutoyo no. 2, Cawang Jakarta 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA
ISSN : 23382635     EISSN : 27981371     DOI : https://doi.org/10.33541/dia.v9i1
FOCUS AND SCOPE Journal of Dialektika is a professional, double-blind peer-reviewed international journal devoted to promoting scholarly knowledge and exchanging academic research and professional findings on all aspects of English such as English literature, second or foreign language (ESL/EFL) learning, including translation studies. To this end, Dialektika publishes theoretical and empirical studies in the form of original research, research reviews, case studies, conceptual frameworks, and innovative educational and social ideas with both regional and global perspectives. Dialektika has a clear preference for manuscripts with a solid theoretical foundation and tangible educational and research implications. We, therefore, invite original submissions from around the world that fit within this aim. Authors are encouraged to submit complete, unpublished, original, and full-length articles that are not under review elsewhere. The online version of the journal is free to access and download.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2020): JUNI" : 6 Documents clear
ASPEK SEMANTIK DALAM MENGUNGKAP MAKNA Bena Yusuf Pelawi
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 7 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v7i1.4770

Abstract

Kegiatan penerjemahan serta kontribusi para penerjemah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui karya-karya terjemahan yang baik. Karya terjemahan yang baik dapat dihasilkan oleh penerjemah yang memiiki pemahaman dan penguasaan aspek-aspek linguistik yang baik. Dengan memahami dan menguasai aspek-aspek linguistik, khususnya aspek semantik dengan baik, penerjemah dapat menghasilkan karya terjemahan yang memiliki makna yang sepadan dengan teks sumbernya. Makna - makna yang mungkin muncul dari sebuah teks diantaranya: makna leksikal, makna gramatikal, makna kontekstual atau situasional, makna tekstual, makna sosio-kultural dan makna idiomatik. Sehingga, jika seorang penerjemah dapat menangkap makna - makna yang muncul dari suatu teks bahasa sumber, maka seorang penerjemah dapat menyampaikan makna - makna tersebut dengan baik ke dalam bahasa sasaran.
NILAI-NILAI SOSIAL DAN KEARIFAN LOKAL DALAM ANDUNG MANDAILING TAPANULI SELATAN (DOKUMENTASI DAN TERJEMAHAN KE DALAM BAHASA INGGRIS) Siti Norma Nasution
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 7 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v7i1.4771

Abstract

Artikel ini dibuat berdasarkan penelitian yang berjudul “Nilai-Nilai Sosial Dan Kearifan Lokal Dalam Andung Mandailing Tapanuli Selatan (Dokumentasi dan Terjemahan Ke Dalam Bahasa Inggris)” yang dilakukan di kota Medan dan di kampung halaman etnis Mandailing yaitu di Sipirok dan Padang Lawas. Dalam penelitian ini yang akan diteliti adalah bahasa Andung Mandailing yang dipakai oleh para gadis yang akan melaksanakan perkawinan. Bahasa Andung penting untuk dideskripsikan dan didokumentasi karena mengandung nilai-nilai sosial yang luhur dan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan agar tidak punah digerus zaman. Penelitian kepustakaan memanfaatkan bahan-bahan yang sudah dicetak oleh para penulis lokal dan akademis. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah akan mendokumentasi dan mendeskripsikan bahasa Andung dalam bahasa Inggris. Hal ini dilakukan agar generasi muda merasa peduli dan memberikan perhatian pada tradisi dan budayanya. Target yang akan dicapai adalah model atau strategi untuk usaha revitalisasi agar tidak terancam punah. Metode pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara para tokoh Mandailing. Tujuan khusus untuk menghasilkan konsep dan ideologi yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk mengantisipasi pengaruh buruk dari negara asing yang bertentangan dengan prinsip hidup kita.
HIBRIDITAS DAN AMBIVALENSI TOKOH JOHAN KNEVEL DALAM RAMPOKAN JAWA KARYA PETER VAN DONGEN Teguh Prasetyo
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 7 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v7i1.4772

Abstract

Belanda atau Indo Belanda dalam konvensi sejarah tentang revolusi Indonesia selalu digambarkan sebagai pihak kolonial yang memandang rendah masyarakat asli Indonesia, atau yang saat itu sering disebut Pribumi atau Bumiputera. Namun, beberapa sejarah kontemporer mulai membuka sedikit perspektif baru bahwa relasi antara Belanda dan Pribumi ini tidak selalu kontras hitam-putih. Novel grafis Rampokan Jawa karya Peter van Dongen muncul dengan narasi baru yang menentang dikotomi hitam-putih antara kaum Belanda, Indo- Belanda, dan Pribumi tersebut. Melalui tokoh Johan Knevel, ruang identitas abu-abu antara Belanda, Indo, dan Pribumi dihadirkan. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan dipaparkan kajian identitas yang abu-abu tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian di tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan pascakolonialisme. Konsep-konsep identitas hibrid, mimikri, dan ambivalensi akan digunakan menjadi pisau analisis. Dari analisis yang dilakukan diperlihatkan bahwa tokoh Johan Knevel memiliki identitas hibrid dan ambivalensi yang menunjukkan bahwa relasi Belanda, Indo, dan Pribumi tidak kontras dan hitam-putih layaknya narasi dalam sejarah konvensional.
DISCUSSION OF VICTORIAN UTILITARIANISM IN PITT’S THE STRING OF PEARLS OR THE FIEND OF FLEET STREET Anton Sutandio
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 7 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v7i1.4773

Abstract

Artikel ini membahas sebuah melodrama karya George Dibdin Pitt berjudul The String of Pearls or The Fiend of Fleet Street (1847) dengan fokus pada kritik konsep utilitarianisme dari Jeremy Bentham dan pengikutnya, John Stuart Mill yang terefleksikan lewat karya sastra ini. Ditulis di pertengahan abad ke-19, kisah tragis Sweeney Todd tidak pernah habis dibahas karena muatan kritik sosialnya yang sangat mengena dan masih relevan di masa kontemporer ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian menunjukkan bagaimana melodrama ini merefleksikan sekaligus mengkritik konsep filosofis dominan saat itu dan ide-ide fundamental dari zaman Victoria di Inggris. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa karya ini berhasil mengkontestasi konsep utilitarianisme sebagai filsafat etika di satu sisi dan filsafat politik di sisi lain lewat dua karakter utamanya. Disimpulkan juga bahwa modernitas zaman Victoria di Inggris ternyata merefleksikan nilai-nilai paradoks yang ditunjukkan lewat masyarakatnya dan apa yang terjadi pada masa itu. Zaman tersebut, yang kelihatannya seperti zaman “Gilded Age” menunjukkan ketidakseimbangan perkembangan antara kemajuan industri serta teknologi dan kemakmuran masyarakatnya.
SUBALTERNITY ISSUES IN STEVE MCQUEEN’S MOVIE 12-YEARS A SLAVE Felia Aditya S. Meliala; Mike Wijaya Saragih
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 7 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v7i1.4774

Abstract

This paper aims to show the form of subalternity which occurs in the movie 12 Years a Slave (2013), a biopic of a slave and his life in the times of racism and slaves in America in the year 1841. Being a black person during that time was extremely difficult as they were treated as slaves and were sold freely and legally. This movie depicts the life of Solomon Northup, a kidnapped black freeman who was then sold as a slave to pick cotton. With slavery as its background, this movie shows a lot of graphic torture scenes which depict the cruelty with which white people tortured black people. To find the subalternity experienced by Solomon, the author will analyze the movie’s narrative and cinematography. Furthermore, this research will be based on Gayatri Spivak’s (1985) theory which discusses the voiceless and oppressed groups. The result of this research shows that in the movie 12 Years a Slave, subalternity is constantly found in Solomon’s life. Subalternity is reflected through Solomon’s experience as a part of the oppressed group whose lives are controlled by white people (the oppressor), whose voices are absent and who could only fight with hope and thoughts.
UNDERSTANDING FLASH FICTION BY THE SIX-WORD STORY: “FOR SALE: BABY SHOES, NEVER WORN” Frederik Agnar Widjaja
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 7 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v7i1.4775

Abstract

Literary work never limits itself to any type or idea. Discussing fiction, sometimes we do not mention flash fiction: a type of very short story, even only a few words, but can contain so many interpretations according to each reader. This study shows the history, elements, and characteristics of flash fiction as a type of prose. For Sale: Baby Shoes, Never Worn is one of the well-known flash fiction stories. Although generally attributed to Ernest Hemingway, the link to him is unsubstantiated. We can analyze this six-word story into every two words of each sentence: the meaning of “For Sale”, “Baby Shoes”, and “Never Worn”. In this way, we can have many interpretations for each word and also the meaning as a whole.

Page 1 of 1 | Total Record : 6