cover
Contact Name
Septy
Contact Email
jurnalkesehatanyatsi@gmail.com
Phone
+6221-55725974
Journal Mail Official
jurnalkesehatanyatsi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Aria Santika No. 40A Margasari - Kec. Karawaci - Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20869266     EISSN : 2654587X     DOI : 10.37048
Core Subject : Health,
Kesehatan Masyarakat dan lingkungan Pendidikan dan Promosi Kesehatan Manajemen Kesehatan Pencegahan Penyakit Kebidanan dan Perawatan Anak dan Maternitas Kesehatan dan Perilaku Sosial Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat) Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Komunitas, Gerontik, Jiwa
Articles 156 Documents
PROGRAM GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT DI KOTA MEDAN TAHUN 2020 Fitriani Pramita Gurning; Marlina Yusnita Nasution; Lilis Ananda; Fenny Dwi Arini
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) merupakan programKementerian Kesehatan yang melibatkan lintas sektor dan komponen masyarakat. Kegiatan GeMaCerMat upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta perubahan perilaku masyarakatdalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar,meliputi obat bebas untuk swamedikasi, maupun obat keras yang diperoleh dengan resep dokter.Data riskesdas tahun 2013 menunjukan bahwa 35,2% rumah tangga menyimpan obat untukswamedikasi. Merujuk dari 35,2% rumah tangga yang menyimpan obat, 35,7% diantaranyamenyimpan obat keras, dan 27,8% di antaranya menyimpan antibiotik dan 86,1% antibiotiktersebut diperoleh tanpa resep. Keadaan ini menunjukan bahwa swamedikasi belum dilaksanakansecara tepat. Tujuan penelitian untuk menganalisis program GeMa CerMat di Kota Medan.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriftif denganmenggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan data Dinas Kesehatan KotaMedan capaian indikator di wilayah Kota Medan pada tahun 2019 adalah sebesar 60,6% dengantarget sebesar 60%, dimana pada tahun sebelumnya capaian indikatornya adalah 5,13% dengantarget sebesar 55%. Kesimpulannya capaian indikator Program GeMa CerMat di wilayah KotaMedan pada tahun 2020 target capaian sebesar 45% tetapi untuk Kota Medan tidak bisa tercapaisesuai target dikarenakan terjadinya pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa terlaksananya programGeMa CerMat.Kata kunci: GeMa CerMat, Swamedikasi, Obat
DETERMINAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SISWA SMK KESEHATAN ANNISA 3 BOGOR Istiqomatunnisa
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri atau yang biasa disebut SADARI dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker lebih dini, untuk prognosis yang lebih baik. Hal ini akan menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara sampai 20%, sayangnya wanita yang melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri masih rendah. Tujuan penelitian ini mempelajari dan menjelaskan hubungan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan sumber informasi, interaksi teman sebaya dan umur responden dengan SADARI siswi SMK Kesehatan Annisa 3 Bogor Tahun 2016. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Analisis data dengan univariat, bivariat, multivariat. Proporsi pemeriksaan Payudara sendiri (SADARI) siswi SMK sebanyak 33,8 %. Hasil analisis multivariat, didapatkan faktor yang berhubungan dengan SADARI adalah pengetahuan (p=0,001; OR=7,324) dan interaksi teman sebaya (p=0,027; OR=6,719) sedangkan variabel keterpaparan sumber informasi sebagai variabel confounding. Pengetahuan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan SADARI. Rekomendasi, meningkatkan kerjasama lintas sektoral dari berbagai pihak untuk dapat memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat terutama siswa SMK dengan cara penyuluhan melalui media massa yang dapat dilihat dan dibaca oleh masyarakat seperti televisi, radio, koran majalah dan lain lain sehingga dapat meningkatkan perilaku Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
IMPLEMENTASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN TAHUN 2020 Fitriani Pramita Gurning; Rahmia Yunita Sari S; Rizky Widya Astuti; Ummu Balqis Munfaridah Sinambela
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan, Angka stunting di Kota Medan yaitu sebesar 491 dengan persentase 17,4% pada tahun 2019. Sedangkan angka stunting di Kota Medan pada tahun 2020 yaitu sebesar 393 dengan persentase 0,71%. 491 kasus balita stunting yang tersebar di 25 Kecamatan dan 104 kelurahan. Kasus tertinggi, berada di Kecamatan Medan Deli yakni sebanyak 101 kasus dan Kelurahan Titi Papan merupakan kelurahan dengan kasus tertinggi sebanyak 82 kasus. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriftif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi. Di wilayah Kota Medan capaian STBM diketahui sebesar 36,04 % sedangkan capaian target nasional sebesar 68,06%. Salah satu faktor penyebab tidak tercapainya target capaian STBM yaitu dikarenakan keadaan sanitasi yang kurang baik mempengaruhi kesehatan tumbuh kembang anak yang dapat mengakibatkan diare sehingga mempengaruhi gizi anak.
KEBIJAKAN PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI KOTA MEDAN TAHUN 2020 Fitriani Pramita Gurning; Laili Komariah Siagian; Ika Wiranti; Shinta Devi; Wahyulinar Atika
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, dimana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan, biasanya dengan pemberian vaksin. Vaksinasi tidak hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah saja, tetapi juga dalam jangka panjang untuk mengeliminasi bahkan mengeradikasi (memusnahkan/ menghilangkan) penyakit itu sendiri. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data deskriptif dengan teknik pengumpulan data melakukan studi kepustakaan (literature review). Menurut Dinas Kesehatan Kota Medan dalam pelaksanaan vaksinasi dilakukan dua tahap. Untuk tahap pertama Pemko Medan menerima 20.000 vaksin covid-19, dimana untuk tahap pertama di prioritaskan kepada tenaga kesehatan hingga bertahap ke masyarakat. Tahap kedua, Pemko Medan menerima 96.000 vaksin covid-19, vaksinasi tahap kedua ini juga diperuntukkan bagi petugas pelayanan publik termasuk aparatur sipil negara (ASN), dan lain sebagainya. Perundang-undangan tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 dalam Perpres No. 99 Tahun 2020.
LITERATURE REVIEW : PENGARUH MENGUNYAH XYLITOL TERHADAP PH SALIVA DAN RASA HAUS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT Aldy Fauzi; Zahrah Maulidia Septimar; H.A.Y.G Wibisono
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi dan insiden penyakit ginjal yang meningkat. Tujuan: Untuk meninjau pengaruh mengunyah perman karet xylitol terhadap pH saliva dan rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Metode: Literature Review ini menggunakan Systematic Literature Review dengan menelaah beberapa jurnal penelitian yang terkait. Hasil: Penulis membahas kekuatan dan kelemahan jurnal ini menggunakan analisa SWOT yaitu Strenghts terdapat pengaruh yang efektif mengunyah permen karet xylitol untuk peningkatan pH saliva dan mengurangi rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Weaknesses belum dilakukan penelitian langsung oleh peneliti hanya mereview penelitian-penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Opportunities dapat melakukan promosi kesehatan seperti manfaat mengunyah permen karet xylitol karena pasien dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa tidak mengetahui. Threats pencarian Literature Review sulit dicari hanya beberapa penelitian sebelumnya yang ada baik di Indonesia maupun luar negeri. Kesimpulan: Dari 12 jurnal dan artikel yang diterbitkan sesuai dengan kriteria inklusi mulai dari tahun 2013 hingga tahun 2019 menunjukkan hasil yang sama yaitu terdapat pengaruh yang efektif dalam mengunyah permen karet xylitol terhadap peningkatan pH saliva dan mengurangi rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA DI SMP ISLAM AYATRA Ayu Pratiwi; Safitri Lestari
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja usia 10-19 tahun sekitar 1,2 milliar, dengan total populasi remaja di dunia yaitu 16% UNICEF, (2016). Remaja merupakan individu yang berusia 10 sampai 19 tahun WHO World Health Organization, (2017)Remaja merupakan individu yang berusia 10 sampai 19 tahun WHO World Health Organization, (2017) Prevalensi remaja usia 10-19 tahun sekitar 1,2 milliar. Berdasarkan jenis kelamin remaja usia 15-19 tahun di Tangerang, (2020) terdapat 168.272 juta berjenis laki-laki dan 163.548 juta perempuan. Pola asuh orangtua berpengaruh terhadap kematangan emosi remaja karena orangtua sebagai lembaga pertama bagi anak dan tempat belajar. Hasil wawancara dengan pihak sekolah di SMP Islam Ayatra masih terdapat anak yang sering berkelahi didalam sekolah maupun diluar sekolah.Tujuan peneliti ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kematangan emosi remaja. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 211 responden. Teknik yang digunakan untuk pengambilan data adalah simple random sampling dengan menggunakan lembar kuesioner. Sampel penelitian dilakukan diSMP Islam Ayatra Hasil penelitianAnalisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat yaitu uji chi-square dan menghasilkan nilai p-value = (0,047 ≤ 0,05) (OR=1.845) maka dinyatakan ada hubungan pola asuh orangtua dengan kematangan emosi remaja. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pola asuh orangtua dengan kematangan emosi remaja.
STUDY LITERATURE REVIEW : PENGARUH EFEKTIVITAS TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Vivie Aprilya Alhawari; Ayu Pratiwi
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Lansia yang mengalami depresi sebesar 15,9%, lansia usia 65-74 tahun sebesar 23,2%, dan usia di atas 75 tahun sebesar 33,7% penderita depresi dan hanya 9% dari penderita depresi di Indonesia yang minum obat atu menjalani pengobatakan medis, maka diperlukan intervensi untuk menurunkan tingkat depresi dengan memberikan kegiatan positif dan interaksi sosial seperti Terapi Aktivitas Kelompok. Tujuan Penelitian : Mengetahui efektifitas terapi aktivitas kelompok yang di lakukan oleh peneliti sebelumnya dan gambaran depresi ada lansia. Metode Penelitian : Tradisional literature review, yang didapatkan dari sebuah jurnal, yakni mengkaji, meninjau secara kritis penegtahuan, gagasan, serta temuan yang terdapat dari literature. Hasil Penelitian : Terapi aktivitas kelompok yang di lakukan oleh peneliti sebelumnya sangat efektif untuk menurunkan tingkat depresi pada lansia terlihat pada hasil pre-test dan post test, yang dilakuan di panti yang berbeda-beda di Indonesia. Kesimpulan: Terdapat penurunan tingkat depresi pada lansia setelah pemberian terapi aktivitas kelompok dari hasil pre-test dan post test, tigkat depresi di pengaruhi berbagai macam faktor yang sangat mempengaruhi tingkat depresi pada lansia.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERATURAN EMOSIONAL TERHADAP CENDERUNG PERILAKU BULLYING PADA KELOMPOK REMAJA DI SMP 3 SEMPARUK Nining Sriningsih; Enggi Bachrudin
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Perilaku Bullying sangat berpengaruh terhadap psikologis anak remaja disebabkan dengan adanya tindakan verbal dan non verbal, salah satunya remaja akan mengalami banyak perubahan, baik dari segi fisik, kognitif, sosial, dan emosional dapat membantu meningkatkan kesehatan, membantu mengatasi distress psikologis dengan melakukan suatu tindakan regulasi emosi. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Regulasi Emosi Terhadap Kecenderungan Perilaku Bullying Pada Kelompok Teman Sebaya Anak Remaja di SMPN 3 Semparuk, Tahun 2020. Desain penelitian: Dalam penelitian ini digunakan oleh peneliti quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan The One Grup Pretest-Posttest Design. Desain ini digunakan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dan hasilnya dapat diketahui lebih akurat karena membandingkan dengan sebelum diberikan. Hasil penelitiain : diketahuai dari nilai Z pada variabel pengetahuan adalah -5,987, dan nilai signifikasi 0,000. Karena nilai sig. 0,000 < 0,05 maka dapat di simpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil kecenderungan perilaku bullying sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai regulasi emosi, maka ada pengaruh pendidikan kesehatan regulasi emosi terhadap kecenderungan perilaku bullying pada kelompok teman sebaya anak remaja di SMPN 3 Semparuk” (Sig 0,000 < 0,05). Kesimpulan dan saran : berdasarkan uji analisis Wilcoxon Signed Rank Test ada pengaruh pendidikan kesehatan regulasi emosi terhadap kecenderungan perilaku bullying pada kelompok teman sebaya anak remaja di SMPN 3 Semparuk”.
GAMBARAN PENYAKIT JANTUNG BERDASARKAN DEMOGRAFI DAN PENGGUNAAN OBAT Nur Hasanah; Fadly Putajaya; Lela Kania; Nur Wulan Adi Ismaya; Nanda Nurul Aini
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jantung merupakan salah satu organ yang penting dalam tubuh manusia.Dengan adanya kelainan fungsi organ jantung maka bisa menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian nomor 1 secara global dan merupakan penyakit tidak menular. Faktor resiko terserang penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia, pola hidup yang tidak sehat, perokok berat, stress dan riwayat penyakit dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran pasien penderita penyakit jantung di Rumah Sakit X di kota Tangerang Selatan periode 2015 sampai 2019 berdasarkan usai, jenis kelamin dan obat yang sering diresepkan oleh dokter untuk pasien penderita penyakit jantung. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif, menggunakan sumber data sekunder di peroleh dari data rekam medis, dan lembar resep. Jumlah sample 477 pasien dari jumlah total populasi 10.623 pasien, hasil penelitian menunjukan jenis kelamin pada laki-laki (72%), usia terbanyak diatas 65 tahun atau manula (48%), obat yang sering diresepkan dokter adalah Clopidog rel dan Bisoprolol. Dari data tersebut dapat disimpulkan dengan pola hidup sehat bisa menjaga kesehatan tubuh terlebih jantung, dan memperpanjang usia produktif seseorang.
Analisis Stunting Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Dalam Aspek Sosial Budaya : Systematic Review kiki sulaningsi; Nur Alam Fajar
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i1.187

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Periode emas dimulai sejak dalam kandungan ibu sampai usia anak dua tahun “seribu hari pertama kehidupan”, keadaan dimana tubuh anak tidak sesuai dengan standar usianya menjadi salah satu tanda buruknya tumbuh kembang anak yang berasal dari akumulatif faktor kesehatan yang buruk sebelum dan dua tahun setelah kelahiran. Prevalensi stunting Indonesia dalam lima tahun terakhir masih jauh dari target yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia, dan termasuk lima tertinggi kasusnya di dunia. Kerangka konseptual WHO perihal stunting menyatakan ada faktor sosial budaya sebagai salah satu faktor penyebabnya. Tujuan tinjauan sistematik ini untuk merangkum penelitian-penelitian sebelumnya yang memberikan gambaran umum terkait menggunakan aspek budaya terhadap insiden stunting pada 1000 HPK Metode : Penulisan menggunakan panduan PRISMA dengan menggunakan tiga sumber data yang berasal dari ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “stunting”, “budaya”, ”1000 HPK”. Hasil : Tinjauan dari tujuh jurnal yang sudah dipilih mengemukakan budaya mempunyai dampak pada fase pencegahan stunting, jika dalam usia dua tahun menunjukkan tanda stunting maka diperlukan suplementasi tambahan lainnya. Kesimpulan : persepsi makan mempunyai nilai budaya serta sosial, pemanfaatan budaya pada status gizi di 1000 HPK akan lebih mudah diterima masyarakat sehingga mempunyai dampak terhadap pencegahan stunting. Kata kunci: stunting, budaya, 1000 HPK ABSTRACT Background: The golden period starts from the mother's womb until the child is two years old "the first thousand days of life", a condition where the child's body does not match the aged standard is one of the signs of poor child development and development which comes from the accumulative factors of poor health before and after two years after birth. The prevalence of stunting in Indonesia in the last five years is still far from the target set by the world health organization and is among the five highest cases in the world. The WHO conceptual framework regarding stunting states that sociocultural factors are contributing factors. The purpose of this systematic review is to summarize previous studies which provide an overview regarding using cultural aspects of stunting incidents in 1000 HPK Methods: Writing uses the PRISMA guide using three data sources originating from ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar using the keyword "stunting" ”, “culture”, ”1000 HPK”. Results: A review of the seven journals that have been selected suggests that culture has an impact on the stunting prevention phase, if at the age of two they show signs of stunting, another additional supplementation is needed. Conclusion: the perception of eating has cultural and social values, and the use of culture on nutritional status at 1000 HPK will be more easily accepted by the community so, it will have an impact on stunting prevention. Keywords: stunting, culture, 1000 days of life

Page 6 of 16 | Total Record : 156