cover
Contact Name
Septy
Contact Email
jurnalkesehatanyatsi@gmail.com
Phone
+6221-55725974
Journal Mail Official
jurnalkesehatanyatsi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Aria Santika No. 40A Margasari - Kec. Karawaci - Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20869266     EISSN : 2654587X     DOI : 10.37048
Core Subject : Health,
Kesehatan Masyarakat dan lingkungan Pendidikan dan Promosi Kesehatan Manajemen Kesehatan Pencegahan Penyakit Kebidanan dan Perawatan Anak dan Maternitas Kesehatan dan Perilaku Sosial Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat) Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Komunitas, Gerontik, Jiwa
Articles 156 Documents
Perbedaan Pengetahuan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Dengan Menggunakan Media Video Dan Infografis Nika Fadhilah; Dwirani Amelia; Nova Yulianti
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i2.163

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian dan jenis kanker yang lebih banyak terjadi pada wanita adalah kanker payudara. Indonesia menempati urutan kelima atas tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara di dunia (6% dari semua kanker yang didiagnosis; 522.000 orang). Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan remaja putri terkait deteksi dini kanker payudara dengan cara SADARI. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI dengan melakukan promosi kesehatan dengan menggunakan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang periksa payudara sendiri (SADARI) dengan menggunakan media video dan infografis pada siswi kelas XI SMK Yastrif tahun 2022. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian Quasi Exsperiment dengan Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan data primer. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan 2 cara yaitu untuk cara pengambilan sampel menggunakan tenik Nonprobability sampling yaitu Purposive sampling. Sedangkan untuk menentukan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 63 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu dengan nilai cronbach alpha 0,821 yang artinya kuesioner sangat reliabel. Hasil Penelitian : Dari hasil analisis data terdapat perbedaan pengetahuan tentang SADARI sebelum dan sesudah diberikan intervensi media video dan infografis dengan nilai p <0,05.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Pemberian Informed Consent Pada Pasien Pra Operasi Latifah Maulina; Yuni Susilowati; Muhammad Martono Diel
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i2.164

Abstract

Pendahuluan: World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pravalensi kecemasan pasien pra operatif mencapai 60-90% atau sebanyak 534 juta jiwa (WHO, 2019). Di Indonesia, angka kecemasan mencapai 11,6% dari populasi orang dewasa. Pravalensi kecemasan pada pasien pra operasi sekitar 75-90%. Kebanyakan orang akan merasa cemas ketika divonis harus menjalani operasi. Memberikan penjelasan kepada pasien dalam melakukan tindakan medik bertujuan mengurangi ketakutan dan kecemasan pasien. Untuk mengurangi kecemasan maka diperlukan informasi dan penjelasan sebelum operasi, berupa informed consent. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pemberian informed consent pada pasien pra operasi. Metode Penelitian: Penelitian quasi eksperimental dengan rancangan pra and post test without control. Jumlah sampel adalah 105 pasien pra operasi diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebelum diberikan informed consent sebagian besar pasien pra operasi merasakan cemas berat (73,3%),. Sesudah diberikan informed consent sebagian besar pasien pra operasi merasakan cemas sedang (87,6%). Hasil analisis bivariat ditemukan adanya perbedaan tingkat kecemasan pada pasien pra operasi sebelum dan sesudah pemberian informed consent (p value : 0,000). Kesimpulan: Ada hubungan antara pemberian imunisasi dasar lengkap dengan status gizi pada anak usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Citangkil II Kota Cilegon Tahun 2022.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Kepuasan Pasien Dalam Pemenuhan Kebutuhan Personal Hygiene Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Tahun 2022: caring perawat dengan kepuasan pasien Palupi, Abdillah Kurnia; Susilowati, Yuni; Muhammad Martono Diel
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i2.165

Abstract

Personal hygiene merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, apabila pasien merasa tidak terpuaskan menunjukkan bahwa perawat mengabaikan personal hygiene pasien dan hal tersebut dapat berpengaruh pada peningkatan kesehatan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pemenuhan kebutuhan personal hygiene. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan studi cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 112 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan pasien di Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagian besar menganggap perilaku caring perawat sudah baik (70,5%) dan sebagian besar merasa puas terhadap pemenuhan kebutuhan personal hygiene yang dilakukan perawat (60,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan pemenuhan kebutuhan personal hygiene pada pasien di Rumah Sakit Kanker Dharmais Tahun 2022 (p value: 0,000). Kesimpulan: Dalam upaya meningkatkan mutu asuhan keperawatan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan personal hygiene, agar dilakukan sesuai SOP dengan memperhatikan perilaku dan sikap caring agar dapat menimbulkan kepuasan pada pasien.
Analisis Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Pengisian Buku Kia Pada Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi di Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2020 Liza Andriani; Mega Ade Nugrahmi
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan program KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutupelayana KIA secara efektif dan efisien. Pemantapan pelayanan KIA dewasa ini diutamakanpada kegiatan pokok di mana salah satunya adalah peningkatan deteksi dini faktor risiko dankomplikasi kebidanan dan neonatus oleh tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam melakukan pengisianbuku KIA pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Jenis Penelitian yang di gunakan adalahanalitik, dan variabel independen yaitu tingkat pengetahuan, sikap, motivasi dan beban kerja, danvariabel dependen yaitu kinerja bidan. Populasi dalam penelitian sebanyk 37 respoden danteknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, pengambilan data penelitiandilakukan dengan angket menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitianmembuktikan bahwa kinerja bidan dalam pengisian buku KIA memiliki kinerja tidak baik(62,2%), tingkat pengetahuan tinggi (51,4%), sikap kurang baik (51,4%), motivasi yang baik(67,6%) dan beban kerja ringan (83,8%). Hasil analisis multivariate ditemukan bahwa factoryang paling berhubungan dengan kinerja bidan dalam pengisian buku KIA adalah variabel sikap.Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa bidan akan memiliki kinerja yang baikdalam pengisian buku KIA apabila didasari oleh tingkat pengetahuan yang tinggi, sikap yangpositif, memiliki motivasi tinggi, serta didukung oleh sarana yang lengkap. Kata kunci: Buku KIA, faktor kinerja, bidan puskesmas
Penerapan Metode Sbabs Dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat Yuliza Anggraini; Liza Andriani
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs meskipun dilapanganmenunjukkan kemajuan yang masih lambat. Strategi Nasional Kebijaka STBM ( Sanitasi TotalBerbasis Masyarakat) mengacu pada strategi percepatan yang bertujuan untuk mengejar targetSDGs. Tujuan penyelenggaraan program ini adalah untuk mewujudkan perilaku masyarakat yanghigienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yangsetinggi-tingginya. STMB merupakan pendekatan yang dilakukan oleh berbagai Negara dalamrangka perubahan perilaku pedesaan yang diterapkan secara luas untuk mengakhiri buang air besarsembarangan dan masalah ini terkait kesehatan. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS)merupakan salah satu pilar yang terdapat didalam STMB dalam pencegahan stunting. Stop Buang Air Besar Sembarangan merupakan program sanitasi total berbasis masyarakat yangmembudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasislingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat merubah perilaku untuk tidak melakukanaktivitas buang air besar sembarangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas metodeSBABS dalam mencegah stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas AirBangis Kabupaten Pasaman Barat. Metode: penelitian menggunakan desain Kohor Retrospektif.Kelompok SBABS sebagai penerima program dengan kelompok Non SBABS yang tidakmenerima program. Kelompok wilayah SBABS yaitu jorong Silawai Tengah dan kelompokwilayah non SBABS adalah Kampung Padang Utara. Hasil penelitian menunjukkan proporsibaduta stunting pada kelompok SBABS 15,3%, dengan tinggi badan normal 91,3% dan status gizibaik (92,7%). Terdapat hubungan antara tinggi badan balita pada kelompok SBABS dengan NONSBABS dengan p-value 0.012 namun tidak ada hubungan antara status gizi balita kelompokSBABS dengan NON SBABS dengan p-value 0.374Kesimpulan: metode SBABS efektif menurunkan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulanpada wilayah kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.
Pengaruh Pemberian Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Putri Agustianingrum; Siti Cholifah S. Chasanah; Rina Puspita Sari
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah penderita hipertensi diharuskan mengkonsumsi rutin obatantihipertensi untuk menurunkan angka tekanan darah tetapi masih banyak penderita yang tidakpatuh, secara non famakologi yaitu dengan mengkonsumsi pisang ambon. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pisang ambon terhadap penurunan tekanan darahpada penderita hipertensi di Perumahan Villa Balaraja Rt 010 Rw 005. Metode penelitian inimenggunakan quasi-experiment design dengan rancangan nonequivalent control group design.Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi berjumlah 70 responden. Sampelpenelitian sebanyak 45 responden yang terdiri dari 2 kelompok yaitu 30 kelompok intervensi dan15 kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan cara mengukurtekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Hasil analisa data menggunakan uji WilcoxonSigned Ranks Test menghasilkan nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalahada pengaruh pemberian pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah pada penderitahipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Pisang Ambon, Tekanan Darah
Kejadian Stunting Pada Anak Usia Prasekolah (35 Tahun) Berdasarkan Status Sosial Ekonomi Dan Penyakit Infeksi Abdul Rokhman; Qorriuyu Nana
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standardeviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO yang bermula pada proses tumbuh kembangjanin dalam kandungan sampai usia 2 tahun dengan efek jangka pendek maupun jangka panjang.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status sosial ekonomidan penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia prasekolah di KecamatanSugihwaras Kabupaten Bojonegoro.Metode Penelitian: penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan Kohortretrospektif. Penelitian dilakukan pada bulan februari-Maret 2020. Sampel diambil dengan teknikrandom sampling. Sampel sebanyak 36 anak stunting usia prasekolah. Data dianalisis dengan ujiregresi logistik.Hasil Penelitian: menunjukkan ada hubungan status sosial ekonomi (P=0,000) dengan kejadianstunting. ada hubungan penyakit infeksi (P=0,000) dengan kejadian stunting. Namun pada ujiregresi logistik didapatkan ada hubungan status sosial ekonomi (p=0,012) dan tidak ada hubunganpenyakit infeksi (p=0,071) dengan kejadian stunting.Kesimpulan dan Saran: Anak usia prasekolah dengan status sosial ekonomi kelas menengahkebawah 30.549 kali lebih besar berisiko mengalami stunting dibandingkan dengan anak usiaprasekolah dengan status sosial ekonomi kelas atas. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikaninformasi tambahan untuk mengubah pola fikir keluarga mengenai kejadian stunting.Kata Kunci : Status sosial ekonomi, penyakit infeksi, anak prasekolah, stunting
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Dipuskesmas Periuk Jaya Tahun 2020 Ida Faridah; Yati Afiyanti; M Hasan Basri
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:. Dari hasil keluhan di kotak saran Puskesmas Periuk Jaya tahun 2019mengungkapkan bahwa masih ada keluhan terhada sikap petugas yang tidak memuaskan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan kualitas pelayanan puskesmasdengan kepuasan pasien di puskesmas Periuk Jaya.Metode Penelitian. Desain penelitian ini adalah analisis korelasi dengan pendekatan crosssectional. Populasi pasien yang berkunjung ke puskesmas Periuk Jaya sebanyak 422 orang.Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling dengan sampel 205 responden. Variabelindependen kulitas pelayanan puskesmas dan variabel dependen kepuasan pasien . Carapengumpulan data dengan kuesioner. Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring dantabulating dan uji statistik menggunakan Chi-Square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan pasien yang berkunjung ke Puskesmas Periuk Jaya dengankualitas pelayanan yang diberikan petugas kesehatan adalah kurang sebanyak 6,8%, cukupsebanyak 22,9%, baik sebanyak 41,9%, sangat baik 28,4% dan kepuasaan terhadap pelayananpetugas kesehatan adalah tidak puas sebanyak 14,1% dan puas sebanyak 85,9%. Hasil analisabivariate dengan uji Chi-Square diperoleh p value sebesar 0,000 < 0,05.Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara kualitas pelayanan Puskesmas dengan kepuasanpasien.Kata Kunci : Kualiatas Pelayanan, Kepuasan pasien.
Penggunaan Computerized Cognitive Behavioural Therapy (Ccbt) Pada Pasien Depresi Tiveni Elisabhet
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kemajuan Industri pada era teknologi saat ini sangat mempengaruhi aspekkehidupan tanpa terkecuali di bidang kesehatan khususnya di lingkup keperawatan. Keperawatandituntut untuk lebih inovatif dalam merawat pasien. Computerized Cognitive Therapy (CCBT)merupakan salah satu program berbasis computerisasi untuk merawat pasien dengan depresi.Metode: Penelitian ini menggunakan literarature review yang berfokus pada ComputerizedCognitive Therapy (CCBT). Literatur review ini terdiri dari sembilan jurnal internasional melaluiOnline database (ScienceDirect, Clinical Key, Elsevier dari tahun 2015-2020). Hasil: PenggunaanCCBT menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan pada pasien depresi terutama dalammemperbaiki suasana hati dan dalam perilaku verbal pasien. Kesimpulan: CCBT menjadikanproses pendampingan perawatan tidak terbatas oleh ruang dan waktu dan CCBT menjadi salahsatu alternatif perawatan tambahan untuk perbaikan gejala depresi. Kata Kunci : Depression, Cognitive Behavioural Therapy of Depression, Internet CognitiveBehaviour Therapy (ICBT)
Hubungan Peran Keluarga Sebagai Pengawas Menelan Obat (Pmo) Dan Persepsi Pasien Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Tbc Di Puskemas Deket Kabupaten Lamongan Tahun 2020 Arifal Aris; Dian Nurafifah; Novi Sagita
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction : Penyakit Tuberkulosis (TBC) paru merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalahkesehatan didunia. Problem : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran keluarga sebagaiPengawas Menelan Obat (PMO) dan persepsi paisen dengan kepatuhan minum obat penderita TBC diPuskesmas Deket Lamongan. Design : Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi populasi adalahseluruh pasien yang berobat di poli TBC sebanyak 25 penderita menggunakan teknik Total samplingpenggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank (Rho). Analysis :Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa responden yang memiliki peran keluargasebagai pengawas menelan obat (PMO) kurang dengan kepatuhan minum obat tidak patuh sebanyak 20responden (80%) dan memiliki peran sebagai pengawas menelan obat (PMO) kurang dengan kepatuhan minumobat patuh sebanyak 1 responden (40%). Menunjukkan bahwa responden yang memiliki persepsi kurang dengankepatuhan minum obat tidak patuh sebanyak 18 responden (72%) dan memiliki persepsi kurang dengankepatuhan minum obat patuh sebanyak 1 responden (4%). Dengan nilai =0,01 diperoleh nilai p=0,000 artinyaada hubungan antara peran keluarga sebagai pengawas menelan obat dengan kepatuhan minum obat penderitaTBC di Puskesmas Deket Lamongan. Nilai  =0,05 diperoleh nilai p=0,017 artinya tidak ada hubungan antarapersepsi pasien dengan kepatuhan minum obat penderita TBC di Puskesmas Deket Lamongan. Diharapkanpenderita Tuberkulosis (TBC) dan keluarga penderita Tuberkulosis (TBC) dapat memahami pentingnya perankeluarga dalam kepatuhan minum obat penderita Tuberkulosis (TBC) dan pentingnya persepsi pasien yangpostif dapat mempengaruhi keberhasilan dalam kepatuhan minum obat. Discussion : Untuk mengatasi masalahpasien tuberkulosis terutama dalam kepatuhan minum obat, salah satunya dengan peran keluarga sebagaipengawas menelan obat

Page 5 of 16 | Total Record : 156