cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
umpakarsitekturupgris@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : -
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan It is a journal containing material related to the field of architecture and the environment in which the architectural building is located (the built environment), both on a micro (interior), meso (building) to macro (area/city) scale.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2022): Maret" : 10 Documents clear
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL RUANG DOSEN FAKULTAS TEKNIK DAN INFORMATIKA
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.15924

Abstract

AbstrakKota Semarang memiliki iklim tropis dengan pola musim penghujan dan kemarau. Rata – rata suhu tahunan di Kota Semarang sebesar 28˚C. Suhu tertinggi yang pernah terjadi di Kota Semarang adalah 39˚C. Kenyamanan termal merupakan salah satu hal penting untuk memberikan kenyamanan pada manusia. Kegiatan produktifitas di dalam ruangan tentu memerlukan suhu yang nyaman.Ruang Dosen berfungsi sebagai ruang kerja bagi dosen yang dilengkapi dengan meja kerja dan kursi kerja untuk masing – masing dosen. Salah satu hal penting yang dibutuhkan dalam memaksimalkan kinerja dosen yaitu kenyamanan termal di dalam ruangan.Penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif dengan metode deskriptif dan evaluatif. Penelitian menggunaka aplikasi CBE Thermal Comfort Tool dengan hasil hasil pengukuran Ruang Dosen FTI yang direkam setiap 10 menit dari pukul 06:00 – 18.00 WIB dapat kita lihat temperatur rata-rata di dalam ruangan yaitu 27,325 ˚C dan rata-rata kelembaban yaitu 59 %RH. Suhu dan kelembaban tertinggi pada pukul 06:00- 07:00 WIB yaitu suhu 28,2 ˚C, kelembaban 62,6 %RH.Kata Kunci: kenyamanan termal, ruang dosen, PMV  AbstractThe city of Semarang has a tropical climate with rainy and dry season patterns. The average annual temperature in Semarang is 28˚C. The highest temperature that has ever occurred in the city of Semarang is 39 C. Thermal comfort is one of the important things to provide comfort to humans. Productivity activities in the room certainly require a comfortable temperature.The Lecturer Room functions as a workspace for lecturers which is equipped with work desks and chairs for each lecturer. One of the important things needed to maximize lecturer performance is thermal comfort in the room.In this study, the authors used quantitative methods with descriptive and evaluative methods. Research using the CBE Thermal Comfort Tool application with the results of measurements of the FTI Lecturer Room recorded every 10 minutes from 06:00 - 18:00 WIB we can see the average temperature in the room is 27.325˚C and the average humidity is 59% RH. The highest temperature and humidity at 06: 00-07: 00 WIB, namely temperature 28.2 ˚C, humidity 62.6% RH.Keywords: Thermal Comfort, Lecture Room, PMV
ANALISIS SANITASI PASAR IKAN REJOMULYO BERMUTU HIGIENIS Aan Fatahudin; Velma Nindita
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.15922

Abstract

AbstrakKota Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Kota ini memiliki wilayah laut dengan pantai sepanjang kurang lebih 36,63 km. Sayangnya pengelolaan potensi perikanan ini belum optimal karena terdapat beberapa hambatan, salah satu hambatan yang terjadi yaitu di Pasar ikan Rejomulyo lama Semarang atau yang sering disebut Pasar Kobong . Pasar ikan Rejomulyo menjadi pusat grosir ikan di wilayah Semarang, namun sayangnya kondisi pasar sangat memprihatikan mulai dari tempat pelelangan, lapak, sanitasi, drainase maupun pengelolaan limbah. Sanitasi merupakan peran penting untuk mendukung kehigienisan kondisi pasar maupun kualitas ikan yang dijual. Dalam hal ini diharapkan pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi bangunan pasar yang sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan No 519/MENKES/SK/VI/2018, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bidang perikanan.Kata kunci : Pasar Ikan, Higienis, Sanitasi. AbstractSemarang City is one of the cities in Indonesia which has great potential in the fisheries sector. This city has a sea area with beaches along approximately 36.63 km. Unfortunately the management of this fishery potential is not optimal because there are several obstacles, one of the obstacles that occurs is the Rejomulyo Lama Fish Market in Semarang or the Kobong Market. The Rejomulyo fish market has become a fish wholesale center in the Semarang area, but unfortunately the market conditions are very concerning starting from the auction site, stalls, sanitation, drainage and waste management. Sanitation plays an important role in supporting the hygiene of market conditions and the quality of fish sold. In this case, it is hoped that the government can pay more attention to market building conditions in accordance with Minister of Health Regulation No 519/MENKES/SK/VI/2018, to increase economic growth in the fisheries sector.Key word : Fish Market, Hygiene, Sanitation.
Optimalisasi Penataan Sprinkler Pada Gedung A Kampus 4 Universitas PGRI Semarang Muhammad Widhiarseno; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.15921

Abstract

AbstrakBencana kebakaran yang merenggut korban baik material ataupun nyawa telah menjadi perhatian publik akhir – akhir ini. Salah satu persyaratan yang harus diperhatikan dalam perencanaan keandalan bangunan gedung adalaha sistem proteksi terhadap bahaya kebakaran. Sistem sprinkler menjadi satu dari beberapa penanggulangan awal apabila terjadi kebakaran. Untuk itu penataan sprinkler harus sesuai dengan standard dan peraturan yang telah ditetapkan. Analisis ini dapat menjadi acuan maupun perbaikan terkait system sprinkler pada gedung A kampus 4 Universitas PGRI Semarang.Kata Kunci: Kebakaran, Sprinkler, Standar AbstractThe fire disaster become a public concern lately, the victims of this kind disaster casualties the human victims and the material of the building itself. One of the requirements that must be considered while planning of the building reliability is the fire protection system. This study discussed the sprinkle system at Universitas PGRI Semarang. The sprinkle system is one of the first countermeasures when the fire disaster happen. Because of that, the sprinkle arrangement must be corresponding with the set of standards and regulations. This study may became a reference or improvement suggestions related to the sprinkle system at the “A” building of 4th Campus Universitas PGRI Semarang.Key Word: Fire, Sprinkler, Standart
ANALISIS POLA SIRKULASI BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG Evo Elvaro Readyson; Ratri Septina Saraswati
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.15926

Abstract

ABSTRACTAir transportation is one part of the transportation sector that has shown very rapid development. Progress in the transportation sector has changed the image and pattern of economic development, population mobility, and national development. To overcome this, a plan is needed to increase its needs to support today's and future activities, this needs to be done. Airport development planning is required to have a large capacity, so that it requires planning of air traffic activities and to calculate the increasing number of passengers in the long run, public transportation that requires development funds and limited space for development areas. With this limitation, the quality of service for transportation must be improved. To increase the number of passengers, aircraft is needed and the need to increase the number of passengers. Some things that became the discussion at Semarang Ahmad Yani International Airport are: (1) increasing passenger capacity, (2) Improving Space Needs, (3) increasing circulation and (4) making this airport suitable for use as a venue for Hajj embarkation. The points above are then analyzed to become material or a reference for the future. Keywords: Air Transportation, Space Needs, Space Circulation
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG BACA PERPUSTAKAN UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Siti Diahayu Wulandari; Kurnia Widiastuti
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.15925

Abstract

AbstrakKenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan Universitas PGRI Semarang adalah salah satu faktor terpenting dalam suatu perancangan. Kenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan dapat menunjang pengguna perpustakan dan dapat meningkatkan niat baca dikalangan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan evaluatif. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun dan memaparkan data tentang kondisi eksisting. Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi data penelitian yang diperoleh dari pengukuran dilapangan. Data yang dihasilkan berupa angk-angka hasil pengamatan secara langsung dilapangan. Setelah data terkumpul kemudian data hasil pengukuran yang selanjutnya dibandingkan dengan standar dan kriteria yang ada dan hasil data yang didapat dianalisis untuk mengetahui sejauh mana tingkat kenyamanan termal pada Rung Baca Perpustakaan.Hasil identifikasi temperatur dan kelembaban pada Ruang Baca Perpustakaan, pengukuran pertama dilakukan pada tanggal 18 desember 2019 dengan 2 alat, alat pertama medapatkan suhu rata-rata 29,5ᵒC, alat kedua mendapatkan suhu rata-rata 29,7ᵒC, kelembaban alat pertama 55,7 dan alat kedua 55,5. Untuk pengukuran pada tanggal 19 desember 2019 mendapatkan suhu rata-rata 28,5ᵒC pada alat pertama dan 27,9ᵒC pada alat kedua, kelemaban pada alat pertama 55,5 dan 55,9 untuk alat kedua. Data tersebut menunjukkan Ruangan berada dizona tidak nyaman karena kurangnya pendingin ruangan/AC di dalam Ruang Baca Perpustakaan.Kata Kunci: Kenyamanan termal, Ruang perpustakaan. AbstractThermal comfort in the reading room of the PGRI University Library is one of the most important factors in a design. Supporting thermal in the library reading room can support library users and can increase reading intentions among students. The purpose of this study is thermal research in the library reading room.This research uses quantitative with descriptive and evaluative methods.  Descriptive method was used in the initial research to collect and present data on existing conditions. Evaluative methods are used to evaluative research data obtained from field measurements. The data generated consists of numbers directly observed in the field. After the data is collect then the measurement results are there compared with the existing standarts are criteria and the results of the data obtained are analyzed to obtain information about the level of thermal ease in the library reading room.The results of measurement of temperature and humandity in the library reading room, the fist measurement was carried out on december 8,2019 with 2 tools, the first tool obtained an average temperature of 29.5ᵒC, the first tool received an average temperature of 29.7ᵒC, the humandity of the first tool 55.7 and the second tool 55.5. for measurement on december 19, 2019 get an average temperature of 28.5ᵒC in the first tool and 27.9ᵒC in the first tool, humandity in the first tool 55.5 and 55.9 for the second tool. The data shows the closed room in the room is uncomfort table because it avoids the room inside/AC in the library reading room.Keywords: Thermal comfort,library room
Analisis Kenyamanan Termal pada Ruang Baca Perpustakaan Universitas PGRI Semarang Wulandari, Siti Diahayu; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.19650

Abstract

Kenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan Universitas PGRI Semarang adalah salah satu faktor terpenting dalam suatu perancangan. Kenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan dapat menunjang pengguna perpustakan dan dapat meningkatkan niat baca dikalangan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan evaluatif. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun dan memaparkan data tentang kondisi eksisting. Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi data penelitian yang diperoleh dari pengukuran dilapangan. Data yang dihasilkan berupa angk-angka hasil pengamatan secara langsung dilapangan. Setelah data terkumpul kemudian data hasil pengukuran yang selanjutnya dibandingkan dengan standar dan kriteria yang ada dan hasil data yang didapat dianalisis untuk mengetahui sejauh mana tingkat kenyamanan termal pada Rung Baca Perpustakaan.Hasil identifikasi temperatur dan kelembaban pada Ruang Baca Perpustakaan, pengukuran pertama dilakukan pada tanggal 18 desember 2019 dengan 2 alat, alat pertama medapatkan suhu rata-rata 29,5ᵒC, alat kedua mendapatkan suhu rata-rata 29,7ᵒC, kelembaban alat pertama 55,7 dan alat kedua 55,5. Untuk pengukuran pada tanggal 19 desember 2019 mendapatkan suhu rata-rata 28,5ᵒC pada alat pertama dan 27,9ᵒC pada alat kedua, kelemaban pada alat pertama 55,5 dan 55,9 untuk alat kedua. Data tersebut menunjukkan Ruangan berada dizona tidak nyaman karena kurangnya pendingin ruangan/AC di dalam Ruang Baca Perpustakaan. Thermal comfort in the reading room of the PGRI University Library is one of the most important factors in a design. Supporting thermal in the library reading room can support library users and can increase reading intentions among students. The purpose of this study is thermal research in the library reading room.This research uses quantitative with descriptive and evaluative methods.  Descriptive method was used in the initial research to collect and present data on existing conditions. Evaluative methods are used to evaluative research data obtained from field measurements. The data generated consists of numbers directly observed in the field. After the data is collect then the measurement results are there compared with the existing standarts are criteria and the results of the data obtained are analyzed to obtain information about the level of thermal ease in the library reading room.The results of measurement of temperature and humandity in the library reading room, the fist measurement was carried out on december 8,2019 with 2 tools, the first tool obtained an average temperature of 29.5ᵒC, the first tool received an average temperature of 29.7ᵒC, the humandity of the first tool 55.7 and the second tool 55.5. for measurement on december 19, 2019 get an average temperature of 28.5ᵒC in the first tool and 27.9ᵒC in the first tool, humandity in the first tool 55.5 and 55.9 for the second tool. The data shows the closed room in the room is uncomfort table because it avoids the room inside/AC in the library reading room.
Analisis Aksesbilitas dan Fasilitas Difabel di Masjid At-Taqwa Bandung Wahyudi, Lulut Tri; Wibawa, Baju Arie
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.19655

Abstract

Sarana dan fasilitas difabel berperan penting dalam desain teknis, bahkan menjadi syarat Permen PU dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan  gedung. Penelitian ini akan menganalisis aksesbilitas dan fasilitas difabel pada masjid At-taqwa Bandung. Penelitian ini dilakukan secara berkala yaitu pada waktu sholat  dhuhur,  asar,  dan sholat jum’at, dengan metode wawancara dan observasi lapangan dan dilakukan mulai dari pengamatan langsung di lapangan, dengan menganalisis aksesbilitas difabel, terutama akses  masuk ke dalam masjid, sangat diperlukan ramp untuk difabel agar difabel mudah dalam mengakses masjid. Dari semua penelitian pada sarana dan fasilitas difabel masih ada yang belum memenuhi syarat Permen PU dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan gedung, yaitu tidak ada area parkir khusus difabel, tidak ada ramp untuk akses difabel, tidak ada tempat wudhu khusus difabel, tidak ada toilet khusus difabel serta ukuran tangga yang tidak sesuai persyaratan. Sehingga penyandang disabilitas tidak dapat mengakses masjid At- taqwa.Kata Kunci : Aksesbilitas dan Falitas Difabel Disability facilities and facilities play an important role in technical design, and even become a requirement for Permen PU and Public Housing  number 14/PRT/M/2017 regarding  the ease of building. This study will analyze the accessibility and disabled facilities at the At- taqwa mosque in Bandung. This research is conducted periodically, namely during the midday prayer, asar, and Friday prayers, with interviews and field observations and starting from direct observation in the field, by analyzing the accessibility of the disabled, especially access to enter the mosque, it is very necessary to ramp diffable so that the diffable can  easily  access the mosque. Of all the studies on disability facilities and facilities, there are still those who do not meet the requirements of the Minister of Public Works and Public Housing number 14/PRT/M/2017 on the ease of building, that is, there is no special parking area for disabled people, there is no ramp for disabled access, there is no place special ablution for the disabled, there is no special toilet with disabilities and the size of the stairs that does not fit the requirements. So people with disabilities cannot access the At-taqwa mosque.
Analisis Sirkulasi Penumpang Kapal Laut (TPKL) Tanjung Mas Semarang Prasyetyo, Adi Widi; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.19656

Abstract

The Passengership Terminal is the main part of the sub Port system which serves to accommodate the activities of passenger transport processes from  one sea transportation system to another. As a result of its function as the activity-area of the passenger transferal process, making the passenger  terminal have many high circulation needs facilities. The activities what’s happen inside the terminal is mainly affected by people and stuff. The Passengership Terminal Port of Tanjung Mas Semarang were among the international terminals in central Java worked well service and accommodate various passenger activities.  Discomport in activities, and uncertainly of the flow of grooves often arises as a result of unitended circulation pattern in Passengership Terminal. Planning a proper circulation in the Passenger Terminal requires studies of the element of circulation such as attainment, circulation pattern, circulation ways, and the circulation of space. Therefore, we have raised the topic for further consideration of the circulation of the Passengership Terminal Port of Tanjung Mas Semarang for margin
Penerapan Cat Reflektif Surya Sebagai Material Ramah Lingkungan Puspitaningtyas, Corry; Rahman, Akbar Taufik; Amrullah, Watsiq Daffa; Aziz, Slamet Nur
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.20156

Abstract

Pemanasan global menjadi permasalahan penting di dunia karena meningkatnya suhu bumi. Perkembangan bangunan merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar   terjadinya pemanasan global hal lainnya disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari berupa gelombang Panjang (infra merah) di dalam bangunan. Hal ini terlihat pada penggunaan material bangunan yang berasal dari sumber daya tak terbarukan, atau material tidak ramah lingkungan. Pemilihan material yang tepat terutama pada atap bangunan sangat berpengaruh dalam mengatasi pemanasan global. Cat pelapis dapat membantu mengurangi pemantulan sinar matahari dalam bangunan.Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kondisi temperatur udara dan dampak lain pada bangunan Balai Warga Plewan III, Siwalan, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah setelah pengaplikasian Cat Reflektif Surya (Cat Be Cool) sebagai material yang dipilih. Dan menganalisis material apakah tergolong material ramah lingkungan yang dilihat dari before after penggunaanya sebagai langkah pengurangan emisi dalam meningkatnya pemanasan global. Adapun tahapan yang dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui analisa studi lapangan yang kemudian hasilnya diaplikasikan pada studi kasus.
Analisis Aksesibilitas Ruang Terbuka Publik di Jogging Track Undip Awaliah, Shinta Gustika; Wibawa, Baju Arie
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.19652

Abstract

Jogging Track Universitas Diponegoro merupakan sebuah taman terbuka publik yang berlokasi di sekitar aliran sungai Kali Krengseng, tepatnya di Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, di bagian muka kampus dekat pintu masuk utama Universitas Diponegoro. Dibangun pada tahun 2020 dengan tujuan pemanfaatan area sekitar aliran sungai menjadi area terbuka publik yang bisa dimanfaatkan untuk area berkumpul, olahraga dan pertunjukan seni yang dapat digunakan oleh semua pihak baik mahasiswa maupun masyarakat umum secara gratis. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah Jogging Track Undip memenuhi standar aksesibilitas, dengan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Hasil penelitian akan menentukan apakah Jogging Track Undip sesuai atau tidak sesuai untuk dapat dikatakan sebagai taman yang aksesibel dan bagaimanakah rancangan yang tepat untuk memperbaiki aksesibilitas yang ada pada Jogging Track Undip agar dapat memenuhi standar kemudahan aksesibilitas yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 14/PRT/M/2017.Kata kunci: ruang terbuka publik, aksesibilitas, penyandang disabilitas Diponegoro University Jogging Track is a public space located around the Krengseng River, precisely on Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, at the front of the campus near the main entrance of Diponegoro University. It was built in 2020 with the goal of utilising the area around the river into a public open space that can be used for gathering areas, sports and art performances which can be used by all parties, both students and the general public for free. Therefore, it is necessary to conduct research to find out whether the Undip Jogging Track meets accessibility standards, based on the Regulation of the Minister of Public Works number 14/PRT/M/2017 concerning Building Facilities Requirements. The results of the research will determine whether the Undip Jogging Track is suitable or not suitable to be considered as an accessible park and how the right design is to improve the existing accessibility of the Undip Jogging Track so that it can meet the accessibility standards set by the Minister of Public Works Regulation number 14/PRT/M/2017.

Page 1 of 1 | Total Record : 10