cover
Contact Name
Muhardi
Contact Email
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian UNTAD, Jalan Soekarno Hatta No. KM. 9, Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibidang pertanian, khususnya teknik pertanian (agroteknologi) dan agribisnis. Jurnal diterbitkan secara online (E-Jurnal) dengan terbit 6 edisi selama setahun. Jurnal ini juga sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian dari ringkasan skripsi mahasiswa strata satu dan dari berbagai hasil penelitian lainnya yang belum pernah dipublikasi pada berkala yang lain sebelumnya.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 5 (2024): Oktober" : 29 Documents clear
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) N, Yulia Khairunnisa; Kadekoh, Idrianto; Made, Usman
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2060

Abstract

Mung beans are a plant belonging to the legume family (Fabaceae) and have many benefits in daily life as a source of food with high vegetable protein. One of the problems in increasing the growth and yield of mung bean plants is low soil fertility. Increasing soil fertility can be done through the application of inorganic and organic fertilizers. This research aims to examine the effect of NPK and liquid organic fertilizer (POC) on the growth and yield of mung bean plants. The research was carried out in Loru Village Land, Biromaru District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province. The research period starts from January to April 2022. This research used a factorial Randomized Block Design consisting of two factors. The first factor is NPK Fertilizer with 3 levels, namely N0= Without NPK, N1= 150 kg/ha, N2= 300 kg/ha. The second factor is the Ecofarming POC doses consisting of three levels, namely: without fertilizer, E1= 3.5 l/ha, E2= 7 l/ha. Each treatment was repeated 3 times to obtain 27 plot units. The results showed that there was an interaction between NPK and POC on the number of leaves, giving 7 l/ha POC without NPK produced the highest number of leaves. Application of 150 kg/ha NPK independently produced the highest number of seeds per pod, yield per plot and yield per hectare of mung bean. POC Eco farming 7 l/ha independently produces the highest number of leaves, number of pods in clusters, number of seeds per pod, yield per plot, and yield per hectare of green bean plants.
EFEKTIVITAS BAKTERI Bacillus sp. TERHADAP Pectobacterium carotovorum PENYEBAB PENYAKIT BUSUK LUNAK PADA TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L.) Naslia, Naslia; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2116

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk menentukan Efektifitas Bacillus sp. yang tepat untuk mampu mengendalikan bakteri Pectobacterium Carotovorum. Penelitian ini di lakasanakan di Laboratorium Penyakit Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, dan di Screen House Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, Pelaksanakan penelitian ini dimulai pada bulan Desember 2022 sampai selesai. Desain penilitian yang digunakan yaitu sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT (Beda nyata Terkecil) dengan 4 perlakuaan B0 = Konsetrasi Bacillus sp 10-3 cfu/ml, B1= Konsetrasi Bacillus sp 10-5 cfu/ml, B2= Konsentrasi Bacillus sp 10-7 cfu/ml, dan B3= Konsentrasi Bacillus sp 10-9 cfu/ml. Dengan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Angka yang diikuti notasi huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT 5%. Variabel pengamatan meliputi keparahan penyakit, tinggi tanaman sawi, dan banyak daun tanaman sawi. Keparahan penyakit Menunjukkan presentase penyakit tertinggi terdapat pada konsentrasi 10⁻⁹ dengan persentase 11.75%, Sedangkan keparahan penyakit yang terendah terdapat pada konsentrasi 10⁻ᶾ dengan persentase 1.00. Diketahui bahwa persentase semua jenis perlakuaan memiliki keparahan penyakit serangan cukup rendah. Hal ini menandakan bahwa penggunan Konsentrasi Bacillus sp. Mampu menekan keparahan Pectobacterium carotovorum. Presentase tinggi daun sawi menunjukkan rata-rata tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuaan konsentrasi 10⁻ᶾ dengan nilai rata-rata 17.63 cm. Sedangkan nilai rata-rata tinggi tanaman terendah terdapat pada konsentrasi 10⁻⁹ dengan nilai rata-rata 11.93 cm dan Presentase jumlah daun menunjukkan rata-rata jumlah daun terbanyak terdapat pada perlakuaan 10⁻ᶾ dan 10⁻⁵ dengan nilai rata-rata 5.75. Sedangkan jumlah daun yang paling sedikit menunjukkan nilai rata-rata terdapat pada perlakuaan 10⁻⁷ dengan nilai rata-rata 4.00. dan presentase.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) PADA PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN EM4 Muksinanto, Satrio; Rauf, Abdul; Jeki, Jeki
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk kendang dan konsentrasi EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut. Penelitian dilaksanakan di Desa Pusungi, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una pada bulan September sampai November 2021. Berdasarkan data BPS, roduksi Jagung di Sulawesi Tengah pada tahun 2015 sebesar 13.123 ton dengan luas panen 32.503 ha dengan tiga Kabupaten sebagai centra produksi, yaitu Sigi, Parigi Moutong dan Tojo Una-Una. Adapun Produksi Jagung tahun 2010 dan 2013 masing-masing 162.306 ton dan 139.265 ton dengan luas panen 42.747 dan 34.174 ha. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola factorial. Faktor pertama pertama yaitu berbagai jenis pupuk kendang, terdiri 3 taraf P1 = Pupuk kendang ayam, P2 = pupuk kendang kambing, P3 = pupuk kendang sapi, dan factor kedua yaitu M0 = 0 ml/liter, M1 = 15 ml/liter (21 liter/ha), M2 = 30 ml/liter (40 liter/ha). Hasil penelitian menujukkan pemberian pupuk kandang kambing disertai konsentrasi EM4 sebanyak 15 ml.1-1 cenderung lebih baik pengaruhnya di tandai dengan tongkol yang Panjang dan besar sehingga lebih berat.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA KOPI DESA LONU KECAMATAN BUNOBOGU KABUPATEN BUOL Rosidi, Hairul; Tomy, Jhon; Alaihi, Moh Alfit A.
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2307

Abstract

Agrowisata Kebun Kopi harus membuat dan merumuskan strategi pengembangan yang kompeten dan tepat untuk keberlangsungan usaha sebagai salah satu upaya menarik perhatian konsumen. Sehingga potensi agrowisata Agrowisata Kebun Kopi dapat dikembangkan semaksimal mungkin dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik usaha, pemerintah, masyarakat sekitar, serta wisatawan yang dapat menikmati keindahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan pada Agrowisata Kebun Kopi di Desa Lonu Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol. (2) Menganalisis strategi pengembangan Agrowisata Kebun Kopi di Desa Lonu Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol. Jumlah responden yang diwawancarai sebanyak 6 orang responden dipilih dari pihak- pihak internal dan eksternal. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil analisis menunjukan bahwa posisi pada sel VI (jaga dan pertahankan) dalam matriks Internal – eksternal (IE) dan pemetaan faktor internal dan eksternal pada diagram matrik berada di kuadran I. Hal ini menunjukan bahwa kondisi Agrowisata Kebun Kopi berada pada posisi hold and maintain dan strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi S-O. Strategi yang dihasilkan yaitu (1) Melakukan kerja sama dengan pemerintah dan warga setempat di sekitar lokasi usaha untuk menjaga dan merawat infrastruktur jalan serta lalu lintasnya agar memudahkan konsumen yang akan berkunjung ke Agrowisata Kebun Kopi.. (2) Meluaskan area tanaman Kopi untuk pengembangan Agrowisata.
PENGARUH PUPUK ORGANIK PADAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L). Nindrawati, Nindrawati; Nursangadji, Muhd.
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara pupuk organik padat dan pupuk organik cair yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau, serta mengetahui interaksi antara perbandingan pupuk organik padat dan pupuk organik cair yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Telah dilaksanakan di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Desa Labuan donggulu, Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung dari tanggal 27 Desember 2020 sampai 26 Maret 2021. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dua faktor, dengan 3 kali kelompok. Kemudian setiap satuan percobaan menggunakan 3 tanaman, sehingga terdapat 81 unit percobaan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk organik padat (D) terdiri dari 3 taraf yaitu D1= 500 gram/bedeng, D2= 1000 gram/bedeng, D3= 1500 gram/bedeng. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1= 5 ml/liter, k2= 10 ml/liter dan k3= 15 ml/liter. Penelitian ini menggunakan uji BNJ 0,05 menunjukkan bahwa pada pupuk organik padat D2 1000 gram/bedeng nyata lebih tinggi di bandingkan dengan perlakuan D1 500 gram/bedeng dan D3 1500 gram/bedeng. Sedangkan pada kosentrasi pupuk organik cair pada uji BNJ 0,05 maka K2 10 ml/liter dan K3 15 ml/liter lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan K1 5 ml/liter pada pertumbuhan tanaman kacang hijau. Pupuk organik cair dan pupuk organik padat sangat berpengaruh pada semua pengamatan, sehingga menghasilkan tanaman kacang hijau yang baik.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA KACANG GOYANG PADA INDUSTRI SAL-HAN DI KOTA PALU Angri, Angri; Kalaba, Yulianti; Chansa Arfah, Siti Yuliaty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan nilai profitabilitaas usaha kacang goyang pada industri Sal-Han di Kota Palu. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari sampai April 2022. Penentuan responden dilakukan dengan sengaja (purposive). Jumlah responden yang diambil sebanyak 5 orang ermasuk 1 pimpinan dan 4 lainnya sebagai tenaga kerja. Alat analisis yang digunakan analisis pendapatan dan analisis profitabilitas. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa rata-ratapendapatann yang diperoleh industri Sal-Han usaha kacanag goyang selama 6 bulan sebesar Rp. 6.124.016. Hasil analisis profitabilitas menunjukkan bahwa kemampuan dalam investasi yang dikeluarkan untuk menghasilkan keuntungan sangat baik yang ditunjukkan dengan nilai GPM (Gross Profit Margin) dan NPM (Net Profit Magin) sebesar 106,12% dan 95,78%.
PENGARUH INTERVAL PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Wahyuni, Fista; Anshar, Muhammad
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2314

Abstract

Selada merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. produksi selada di Indonesia masih tergolong rendah sehingga belum memenuhi kebutuhan selada nasional. Pemberian air merupakan salah satu faktor penting untuk dilakukan, dimana air berfungsi sebagai pereaksi dalam proses fotosintesis dan berbagai proses hidrolisis, serta untuk menjaga turginitas tanaman, dengan demikian perlu adanya penelitian untuk meningkatkan hasil selada dengan pemberian air yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian air yang lebih baik bagi pertumbuhan tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah kaca Fakultas Pertanian, yang berlangsung bulan Agustus sampai dengan bulan September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dikelompokan berdasarkan tinggi tanaman yaitu kelompok I (rendah), Kelompok II (sedang), Kelompok III (sedang), Kelompok IV (tinggi) dengan perlakuan interval pemberian air secara langsung pada media tanam, yaitu A1 (Penyiraman 1 hari sekali), A2 (Penyiraman 2 hari sekali), A3 (Penyiraman 3 hari sekali), dan A4 (Penyiraman 4 hari sekali), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga menghasilkan 16 unit percobaan, setiap unit percobaan diwakili oleh 4 tanaman, sehingga secara keseluruhan digunakan 64 tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis keragaman atau uji F pada taraf α=0,05. dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf α=0,05. Hasil penelitian interval pemberian air terhadap pertumbuhan tanaman selada dapat disimpulkan menunjukan bahwa interval pemberian air berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot segar tajuk tanaman. Perlakuan pemberian air 1 hari sekali dengan kondisi kapasitas lapang menghasilkan tinggi tanaman dan bobot segar tajuk tanaman selada yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan penyiraman 2, 3, dan 4 hari sekali.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA AYAMA POTONG PEDAGING “PAK LAMANDONG” DI DESA PONGGERANG KECAMATAN DAMPELAS KABUPATEN DONGGALA Nurdiana, Nurdiana; Muis, Abdul; Erny, Erny
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2315

Abstract

Peternakan merupakan subsector dari pertanian yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani. Ayam ras pedaging atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama ayam potong pedaging adalah merupakan jenis ras unggul hasil dari persilangan, perkawinan, antara aya ras White Cornish dari inggris dengan ayam betina dari ras Plyymouth rock 12 dari Amerika. Keunggulan ayam ras pedaging/ayam potong adalah siklus produksi yang singkat yaitu dalam waktu 4-6 minngu sudah dapat dipanen dengan bobot 1,5-1,56 kg/ekor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) pendapatan yang diterima dari usaha ayam potong Pak lamandong, 2) kelayakan usaha ayam potong pedaging Pak lamandong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret samapai Mei 2022. Penentuan responden dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan jumlah responden 2 yang terdiri atas 1 pimpinan, 1 orang karyawan. Data dianalisis dengan : (1) pendapatan, (2) R/C ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pendapatan usaha ayam potong Pak Lamandong selama 4 bulan adalah sebesar Rp. 239.431.536,8 (2) analisis R/C ratio untuk usaha ayam potong Pak Lamandong sebesar 1,6.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA KELAPA KUPAS DI KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Tjanu, Ahmad N.; Damayanti, Lien; Nurdin, Muh. Fahruddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan Usaha Kelapa Kupas di Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ampibabo pada bulan Februari sampai April 2022. Penentuan lokasi dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan daerah pertama di Kabupaten Parigi Moutong yang melakukan usaha kelapa kupas serta memiliki luas lahan komoditas yang cukup besar. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan Stratified Random Sampling yakni mengambil sampel pada populasi yang mempunyai unsur berstrata secara proporsional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 42 Responden. Data yang digunakan dalam penelitian berasal dari data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil Analisis menunjukan bahwa rata-rata pendapatan responden kelapa kupas di Kecamatan Ampibabo dalam satu kali produksi sebesar Rp.780.324 /5.224 Buah/Produksi atau setara dengan nilai konversi Rp. 149 /Buah pada tingkat harga Rp. 2.300/Buah.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT UNGU (Zea mays var ceratina kulesh) Manusama, Andre Latang; Lapanjang, Iskandar M.; madauna, Ihcwan S,
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang lebih baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ungu. Penelitian dilaksanakan di Jalan Padat Karya, Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Juni 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor perlakuan yaitu pupuk organik cair dengan 5 taraf perlakuan yaitu tanpa POC (kontrol), 4 ml POC/liter air, 6 ml POC/liter air, 8 ml POC/ liter air, 10 ml POC/liter air. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 25 satuan percobaan. Jarak tanam yang digunakan 80cm x 50cm dengan luas petak 300 cm X 320 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis 10 ml/l air memberikan pengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ungu yaitu pada semua parameter yaitu, tinggi tamanan, jumlah daun, jumlah tongkol perumpun, diameter tongkol, berat tongkol tanpa kelobot , berat tongkol berkelobot, produksi per petak dan produksi ton/ha.

Page 1 of 3 | Total Record : 29


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 5 (2025): Oktober Vol 13 No 4 (2025): Agustus Vol 13 No 3 (2025): JUNI Vol 13 No 2 (2025): April Vol 13 No 1 (2025): Februari Vol 12 No 6 (2024): Desember Vol 12 No 5 (2024): Oktober Vol 12 No 4 (2024): Agustus Vol 12 No 3 (2024): Juni Vol 12 No 2 (2024): April Vol 12 No 1 (2024): Februari Vol 11 No 6 (2023): December Vol 11 No 5 (2023): Oktober Vol 11 No 4 (2023): Agustus Vol 11 No 3 (2023): Juni Vol 11 No 2 (2023): April Vol 11 No 1 (2023): Februari Vol 10 No 6 (2022): Desember Vol 10 No 5 (2022): Oktober Vol 10 No 4 (2022): Agustus Vol 10 No 3 (2022): Juni Vol 10 No 2 (2022): April Vol 10 No 1 (2022): Februari Vol 9 No 6 (2021): Desember Vol 9 No 5 (2021): Oktober Vol 9 No 4 (2021): Agustus Vol 9 No 3 (2021): Juni Vol 9 No 2 (2021): April Vol 9 No 1 (2021): Februari Vol 8 No 6 (2020): Desember Vol 8 No 5 (2020): Oktober Vol 8 No 4 (2020): Agustus Vol 8 No 3 (2020): Juni Vol 8 No 2 (2020): April Vol 8 No 1 (2020): Februari Vol 7 No 6 (2019): Desember Vol 7 No 5 (2019): Oktober Vol 7 No 4 (2019): Agustus Vol 7 No 3 (2019): Juni Vol 7 No 2 (2019): April Vol 7 No 1 (2019): Februari Vol 6 No 6 (2018): Desember Vol 6 No 5 (2018): Oktober Vol 6 No 3 (2018): Juni Vol 6 No 2 (2018): April Vol 6 No 1 (2018): Februari Vol 5 No 6 (2017): Desember Vol 5 No 5 (2017): Oktober Vol 5 No 4 (2017): Agustus Vol 5 No 3 (2017): Juni Vol 5 No 2 (2017): April Vol 5 No 1 (2017): Februari Vol 4 No 6 (2016): Desember Vol 4 No 5 (2016): Oktober Vol 4 No 4 (2016): Agustus Vol 4 No 3 (2016): Juni Vol 3 No 6 (2015): Desember Vol 3 No 5 (2015): Oktober Vol 3 No 4 (2015): Agustus More Issue