cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): Mei" : 20 Documents clear
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH DESA SINANGGUL KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA TAHUN 2021 Dhia Syifa Syauqi Adi; Ambar Yunita Nugraheni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.87

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menjadikan pandemi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Covid-19 pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China pada desember 2019 dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Jumlah pasien terpapar Covid-19 yang dilaporkan harian oleh WHO belum menunjukkan pemutusan rantai penularan virus Covid-19 oleh perilaku pencegahan saja. Diperlukan intervensi lain seperti vaksinasi untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Pengetahuan, sikap, dan faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh pemerintah terhadap pencegahan penularan wabah virus corona ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan juga faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di wilayah Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara tahun 2021. Metode penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data statistik yang digunakan adalah chi-square dengan kemaknaan 0,1%. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang tergolong baik terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Terdapat beberapa faktor yang menjadi pengaruh dalam pengetahuan responden mengenai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 antara lain pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin dan tidak terdapat faktor yang mempengaruhi sikap responden dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
MODIFIKASI DAN KARAKTERISASI PATI JAGUNG (Zea mays, [L]) DAN XANTHAN GUM DENGAN CROSSLINKING AGENT ASAM SITRAT Septian Rizki Pratama; Suprapto Suprapto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.103

Abstract

Pati jagung adalah eksipien yang telah banyak digunakan dalam pembuatan sediaan tablet sebagai filler, binder dan disintegrant. Pati memiliki dua komponen yaitu amilosa dan amilopektin. Kedua molekul tersebut berperan terhadap sifat fisik dan kimia pada pati yang berpengaruh pada tingkat pembengkakan granula pati. Pati alami mengandung banyak amilosa sehingga bersifat kering, kurangnya daya lekat, dan cenderung menyerap banyak air. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi pati dan xanthan gum (XG) dengan crosslinking agent asam sitrat untuk memperbaiki kekurangan pada sifat fungsional pati agar aplikasinya lebih luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian XG terhadap pembentukan kopolimer crosslinking dan karakterisasinya. Penelitian ini menggunakan XG dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% dengan asam sitrat, dan kontrol positif (XG 5% tanpa asam sitrat). Kopolimer crosslinking hasil modifikasi dikarakterisasi meliputi uji FTIR, daya mengembang (swelling), kecepatan alir dan sudut diam. Hasil modifikasi pati jagung menunjukan adanya pembentukan crosslink pada formula 1, 2, dan 3 ditandai dengan terbentuknya gugus C=O (ester) dengan uji FTIR pada peak 1713,94 cm-1, 1714,38 cm-1, dan 1714,63 cm-1. Hasil analisis menunjukan nilai swelling power yang semakin besar, kecepatan alir yang semakin meningkat yaitu 6,52 g/detik, 9,90 g/detik dan 11,62 g/detik dan sudut diam yang semakin tinggi 23,934°, 24,564°, dan 26,543°.
LITERATURE REVIEW EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TOCILIZUMAB PADA PASIEN COVID-19 Livia Purwati; Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.109

Abstract

SARS-Cov-2 merupakan virus baru yang mulai diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, Hubei, Tiongkok. Penyebaran virus ini tergolong cepat dengan gejala awal berupa batuk, demam, sesak, dan lainnya hingga dapat menjadi sindrom distress pernapasan akut. Pasien yang mengalami komplikasi Covid-19 diketahui memiliki korelasi dengan badai sitokin, yaitu ketika terjadi kesalahan komunikasi pada tubuh sehingga sitokin yang dihasilkan terlalu berlebihan dan menyebabkan kematian pada organ tubuh. Tenaga medis mulai menggunakan anti IL-6 seperti tocilizumab dalam mengatasi maupun mencegah badai sitokin tersebut. Literature review ini merangkum hasil dari penelitian yang telah diterbitkan untuk melihat keefektifan penggunaan tocilizumab. Berdasarkan penelitian yang terhimpun, tocilizumab merupakan obat yang berpotensi untuk menyembuhkan pasien dengan Covid-19. Angka kesembuhan setelah pemberian tocilizumab cukup tinggi, yang diiringi juga dengan peningkatan klinis serta penurunan biomarker inflamasi. Review ini juga menemukan bahwa mortalitas pada tocilizumab yang dibandingkan dengan terapi lain tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Pemberian tocilizumab perlu dipertimbangkan kembali karena adanya efek samping yang sering muncul seperti kenaikan enzim hepatik dan infeksi sekunder.
UJI AKTIVITAS ANTIPROLIFERATIF DAN INDUKSI APOPTOSIS EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP SEL MCF-7 Laras Cahaya Sukma; Muhammad Da'i
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.110

Abstract

Kemangi merupakan tumbuhan yang banyak digunakan masyarakat serta memiliki aktivitas sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antikanker kemangi dalam hal menghambat pertumbuhan serta menginduksi kematian secara terprogram sel MCF-7. Daun kemangi berupa serbuk dimaserasi dengan pelarut etanol kemudian dihilangkan pelarutnya dengan menggunakan rotary evaporator. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan metode MTT, didapatkan nilai IC50 ekstrak etanol daun kemangi sebesar 174,46 µg/mL. Kadar yang digunakan dalam uji antiproliferatif adalah di bawah nilai IC50 yaitu 150 dan 75 µg/mL. Uji antiproliferatif dilakukan dengan metode MTT. Sel diinkubasi pada waktu yang berbeda-beda yaitu 24; 48; 72 jam. Hasil uji didapatkan adanya aktivitas penghambatan pertumbuhan sel oleh ekstrak etanol daun kemangi terhadap sel MCF-7 dengan nilai doubling time yaitu 530,61 jam pada sampel kadar 150 µg/mL; 147,88 jam pada sampel kadar 75 µg/mL; 125,58 jam pada kontrol sel. Selanjutnya dilakukan uji induksi apoptosis dengan kadar ekstrak etanol kemangi yang digunakan sebesar IC50. Metode yang digunakan adalah metode double staining. Setelah dipapari sampel, sel diberi reagen campuran Etidium Bromida-Akridin Oranye dan diamati di bawah mikroskop fluorescent. Hasil uji menunjukkan adanya aktivitas induksi kematian sel MCF-7 secara terprogram oleh ekstrak etanol daun kemangi yang ditandai dengan sel yang berfluoresensi berwarna oranye serta kondisi sel yang tidak utuh.
EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI 5 PUSKESMAS KOTA CIREBON MENURUT PERMENKES NOMOR 74 TAHUN 2016 Maulyta Aidha Tsalsabilla; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.113

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu yang bertujuan mengenali, mencegah dan menangani masalah obat serta masalah kesehatan dengan apoteker sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya di Puskesmas. Apoteker menggunakan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di 5 Puskesmas Kota Cirebon menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di 5 Puskesmas wilayah Kota Cirebon pada 3-8 Januari 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian 5 Puskesmas di Kota Cirebon mencapai 88,13% secara keseluruhan yang meliputi aspek pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis kakai sebesar 90,65%, aspek pelayanan farmasi klinik sebesar 72,53%, aspek sumber daya kefarmasian sebesar 89,34% dan aspek pengendalian mutu pelayanan kefarmasian sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa 5 Puskesmas di Kota Cirebon telah melaksanakan Standar Pelayanan Kefarmasian menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 dan perlu memaksimalkan pelayanan kefarmasian terutama aspek pelayanan farmasi klinik pada indikator monitoring efek samping obat (MESO) dan pemantauan terapi obat (PTO).
REVIEW : AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DARI TANAMAN KAPULAGA (Amomum compactum) Muhammad Irfan; Haryoto Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.117

Abstract

Tanaman kapulaga (Amomum compactum) adalah tanaman empon-emponan yang banyak digunakan atau dikonsumsi oleh sebagian banyak masyarakat terutama di Indonesia sebagai bumbu dapur atau sebagai pengobatan tradisional. Tanaman kapulaga terdapat senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Tujuan dari studi literature ini untuk mengkaji informasi terkait dari aktivitas farmakologi dan kandungan senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga. Metode yang digunakan adalah dengan penelusuran artikel nasional atau internasional dengan menggunakan data base Google scholar, pubmed, dan scientdirect. Kata kunci yang digunakan adalah Amomum compactum, dan flavonoid. Selanjutnya kriteria inklusi yang dipakai adalah literature primer yang sudah dipublikasi dengan rentang tahun 2012-2022 dengan membahas aktivitas farmakologi dan kadar senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga. Kriteria eksklusi adalah artikel yang membahas tentang aktivitas farmakologi dan kadar senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga yang dipublikasi sebelum tahun 2012 dan tidak dapat diakses secara menyeluruh atau full text. Studi literatur ini menunjukkan tanaman kapulaga memiliki potensi sebagai antibakteri, antioksidan, antidiabetes, sitotoksik, antiinflamasi, dan antikarsinogenik.
UJI ANTI VIRUS SENYAWA ETIL 4-(3,5-DIMETILFENIL)-6-METIL-2-OKSO-1,2,3,4-TETRAHIDROPIRIMIDIN-5-KARBOKSILAT DENGAN MODEL NEWCASTLE DISEASE Muhammad Reza Fatkhurohman; Azis Saifudin
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.120

Abstract

Penemuan senyawa baru penuntun antivirus diperlukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit-penyakit baru yang disebabkan oleh virus varian baru. Dihidropirimidinon (DHMPs) dengan gugus inti cincin pirimidin, dilambangkan sebagai senyawa Biginelli dengan aktivitas farmakologis yang memiliki efektivitas tinggi. Aktivitas yang dimiliki diantaranya antibakteri, antivirus, antitumor, antiinflamasi dan antioksidan. Newcastle Disease adalah virus yang termasuk dalam famili paramyxoviridae, genus Para-myxovirus. Pada manusia, virus ini menyebabkan suatu peradangan konjungtiva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana aktivitas antivirus senyawa Etil 4-(3,5-dimetilfenil)-6-metil-2-okso-1,2,3,4-tetrahidropirimidin-5-karboksilat. Penelitian ini menggunakan telur ayam KUB berusia 9-11 hari. Penelitian ini menggunakan ruang allantonis yang berisi cairan alantonis yang terus diproduksi seiring perkembangan embrio. Pengamatan penghambatan virus menggunakan uji Hemaglutinasi. Perhitungan persentase penghambatan didapatkan pada kelompok kontrol menunjukkan hasil 0%, pada kelompok 1 (1 µg/mL) adalah 0%, kelompok 2 (10 µg/mL) 92,3% dan kelompok 3 (100 µg/mL) adalah 99,6%. Data yang didapat menunjukkan hasil yang linear, peningkatan pemberian konsentrasi senyawa menyebabkan peningkatan persen penghambatan yang tinggi pula.
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS BERAS MERAH (Oryza nivara) DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS DIABETES Putri Aeni Yuhdi; Arini Fadhillah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.123

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia karena kelainan kerja insulin, sekresi insulin atau kedua hal tersebut. Menurut Riskesdas, prevalensi diabetes melitus tahun 2013 sampai 2018 meningkat dari 6,9% menjadi 8,5% berdasarkan pengukuran kadar glukosa darah. Salah satu faktor risiko dari penyakit diabetes melitus khususnya tipe 2 disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat terutama pola makan. Salah satu komponen makanan yang baik untuk dikonsumsi pasien diabetes mellitus adalah serat. Beras merah merupakan karbohidrat dengan kandungan serat yang tinggi. Pemberian beras merah dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus. Literatur review ini disusun dengan melakukan pencarian artikel pada database Google Scholar menggunakan kata kunci untuk pencarian artikel bahasa Indonesia yaitu “beras merah” DAN “antidiabetes” DAN “tikus” ditampilkan artikel sebanyak 301 artikel, sedangkan pencarian artikel dengan kata kunci “red rice” AND “antidiabetic” AND “rat” ditampilkan artikel sebanyak 224 artikel. Kriteria inklusi pada literature review ini yaitu rentang tahun publikasi artikel 2011-2021 yang membahas uji in vivo tikus dengan aktivitas penurunan kadar glukosa darah berbagai sediaan beras merah dan artikel tersebut free full text. Setelah dilakukan skrining, didapatkan 8 artikel. Hasil analisis didapatkan bahwa beras merah dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes dengan berbagai bentuk seperti kecambah, ekstrak etanol, dan pelet beras merah. Kandungan beras merah yang bermanfaat sebagai antidiabetes diantaranya serat, flavonoid (antosianin), γ-oryzanol, protein, dan amilosa.
SURVEI PENGGUNAAN INTERNET UNTUK PENCARIAN INFORMASI OBAT DAN PENGOBATAN DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2018 Elok Fajar Arisanti; Mariska Sri Harlianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.126

Abstract

Sebanyak 73,7% dari populasi di Indonesia merupakan pengguna internet, hal tersebut berpengaruh besar terhadap penggunaan internet di masyarakat. Di zaman modern ini, internet adalah media yang memudahkan pencarian informasi. Lebih dari 50% perilaku penggunaan internet dimanfaatkan untuk mencari informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penggunaan internet dalam pencarian informasi obat dan pengobatan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2018. Penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif. Penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner berupa 12 pertanyaan terbuka dengan bentuk check list dan isian singkat terkait penggunaan internet untuk pencarian informasi obat dan pengobatan yang diisi secara online melalui google form oleh responden. Responden yang terlibat dalam penelitian ini yaitu sebanyak 261 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2018 yang bersedia berpartisipasi dengan mengisi kuesioner online dan pernah mengakses internet untuk pencarian informasi obat dan pengobatan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan non probability sampling dengan quota sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden dan dianalisis secara univariat dengan bantuan MS excel dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat-obatan yang paling banyak dicari adalah analgesik (13,7%) dengan informasi terbanyak yang dicari adalah mengenai nama atau kandungan obat (21%), sedangkan informasi pengobatan yang paling banyak dicari adalah pengobatan untuk nyeri (20,2%). Berbagai informasi tersebut paling banyak dicari melalui search engine google (97,1%), menggunakan platform website (71,5%) dengan situs website www.halodoc.com (44%). Manfaat yang paling banyak dirasakan oleh mahasiswa dalam pencarian informasi obat dan pengobatan di internet adalah dapat mendapatkan informasi obat dan pengobatan sebelum datang ke apotek maupun dokter atau bahkan tanpa perlu datang ke dokter.
LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI Jessica Sastry Ajeng; Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.128

Abstract

Berdasarkan penelitian, keluarga dari Amaranthus spp. dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Begitu pula, penelitian mengenai ekstrak Amaranthus tricolor sebagai antibakteri telah banyak dilakukan, baik sebagai ekstrak murni atau dengan senyawa lainnya. Aktivitas antimikroba yang dimilikinya disebabkan oleh adanya fitokonstituen berupa tanin, steroid, dan flavonoid. Sebagai pengembangan dan spesifikasi terhadap Amaranthus tricolor maka, literature review ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan aktivitas antibakteri pada ekstrak Amaranthus tricolor (L), mengenai aktivitas ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, jenis bakteri yang mampu dihambat, dan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri. Penulisan literature review ini dengan melakukan pencarian jurnal melalui database Google Scholar dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan yaitu “Amaranthus tricolor” AND “antibacterial”, Antibacterial AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), Antibacterial efficacy AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), (“Bayam merah” OR “Amaranthus tricolor”) AND Antibakteri, Antibakteri AND (Bayam Merah OR Amaranthus tricolor). Kriteria inklusi meliputi studi tentang antibakteri, jurnal tentang penelitian bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, tahun publikasi jurnal antara 2015-2021, jurnal dalam bentuk free full text menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia. Dari literature review dapat disimpulkan bahwa, ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) memiliki efektifitas yang baik sebagai antibakteri. Bakteri yang paling baik kepekaannya terhadap ektrak Amaranthus tricolor yaitu bakteri E.coli.

Page 1 of 2 | Total Record : 20