cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus" : 20 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium) DAN PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL Alifiyah Sugihartini; Maryati Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.77

Abstract

Tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) merupakan familia Myrtaceae yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman hias. Uji fitokimia daun berwarna merah Syzygium myrtifolium pada penelitian Haryati et al. (2015) menunjukkan adanya kandungan fenolik, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, steroid, dan saponin. Beberapa senyawa tersebut mengindikasikan adanya aktivitas antioksidan, sehingga perlu dilakukan uji antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar fenol total ekstrak etanol daun merah pucuk merah. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), sedangkan penetapan kadar fenol total dilakukan dengan metode folin-ciocalteu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun merah pucuk merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 2,195 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak tersebut sangat kuat karena adanya beberapa kandungan senyawa, salah satunya fenol yang dapat meredam radikal DPPH. Hasil penetapan kadar fenol total ekstrak etanol daun merah pucuk merah adalah 371,833 ± 1,818 mg GAE/g ekstrak. Kadar fenol total tersebut menunjukkan bahwa tiap gram ekstrak setara dengan 371,833 mg asam galat.  
UJI STABILITAS FISIK DAN KIMIA SEDIAAN RACIKAN PULVERES NEVIRAPINE Asyhar Masyhuda; Anita Sukmawati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.89

Abstract

Proses peracikan obat masih banyak dilakukan di rumah sakit terutama untuk pasien anak-anak dan lansia. Peran seorang apoteker diperlukan untuk menjamin keamanan dan khasiat racikan obat. Obat racikan rentan akan kesalahan dan ketidaktelitian. Evaluasi secara fisika maupun kimia dinilai perlu untuk mengevaluasi stabilitas sediaan racikan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas racikan pulveres nevirapin. Nevirapin dipilih karena termasuk salah satu antiretroviral yang sering diresepkan oleh dokter. Racikan pulveres nevirapin yang disimpan pada suhu ruang (25°C) dan lemari pendingin (4°C) kemudian diuji terhadap perubahan kadar, pH, dan organoleptis (warna dan bau) setiap interval hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Alat yang digunakan adalah spektrofotometer UV GENESYS 10UV untuk mengukur absorbansi dengan panjang gelombang 300 nm. Hasil pengamatan organoleptis terhadap warna dan bau racikan pulveres nevirapin tidak ditemukan adanya perubahan dari awal pengamatan yaitu tetap berwarna putih dan tidak berbau. Hasil dari uji kadar dan pH menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada perolehan kadar dan pH nevirapin pada setiap interval hari pengamatan selama 28 hari baik pada suhu 25°C maupun 4°C (sig.2-tailed>0,05). Berdasarkan hasil pengujian tersebut, racikan pulveres nevirapin stabil selama 28 hari pada suhu penyimpanan 25°C dan 4°C sehingga hasil ini sesuai dengan ketentuan beyond use date untuk sediaan nonaqueous formulation.   
UJI AKTIVITAS ANTIPROLIFERATIF DAN INDUKSI APOPTOSIS EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.) TERHADAP SEL MCF-7 Inanda Damantia; Muhammad Da’i
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.90

Abstract

Rimpang lengkuas telah diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas antikanker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji adanya aktivitas antikanker ekstrak etanol lengkuas dengan menghambat pertumbuhan sel kanker, menekan proliferasi sel kanker, dan memacu apoptosis sel kanker. Ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) diperoleh dari proses ekstraksi serbuk rimpang lengkuas menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji sitotoksik dilakukan dengan metode MTT assay dan menggunakan 5 kadar seri konsentrasi, yaitu 500; 250; 125; 62,5; dan 31,25 μg/mL. Hasil uji sitotoksik menunjukkan nilai IC50 sebesar 706,75 μg/mL. Pengamatan pada penghambatan pertumbuhan sel melalui kinetika proliferasi sel dilakukan dengan uji antiproliferatif pada jam ke-24, 48, dan 72. Metode yang digunakan pada uji antiproliferatif adalah doubling time. Hasil doubling time menunjukkan pada konsentrasi sampel tertinggi yaitu 500 μg/mL sebesar 104, 516 jam dan kontrol sel sebesar 2936,11 jam. Pengamatan pada apoptosis sel dengan metode double staining dilakukan dengan pengecatan sel menggunakan akridin oranye-etidium bromide. Hasil pengamatan menunjukkan pada sel yang mendapat perlakuan dengan ekstrak etanol rimpang lengkuas memiliki warna yang seragam dan morfologi sel tidak jauh berbeda dengan kontrol sel. Sehingga diketahui pada penelitian ini ekstrak etanol rimpang lengkuas tidak dapat menghambat pertumbuhan sel dan tidak dapat memacu proses apoptosis sel.  
AKTIVITAS ANTIOBESITAS TEPUNG UMBI SUWEG (Amorphophallus paeoniifolius) PADA MODEL TIKUS OBESITAS Gafrila Fani Eka Saputri; Muhtadi Muhtadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.92

Abstract

Obesitas terjadi apabila jaringan lemak pada tubuh meningkat akibat pemberian nutrisi dan energi yang digunakan tidak seimbang. Beberapa tahun yang lalu, angka kejadian obesitas ini meningkat dan menyebabkan beberapa penyakit serius. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan alternatif terapi antiobesitas dengan efek samping yang lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antiobesitas tepung umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) pada model tikus obesitas galur Wistar yang diinduksi obesitas menggunakan makanan tinggi lemak dan fruktosa 15% selama 21 hari. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Sebanyak 25 tikus wistar jantan dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif (orlistat 15,6 mg/kgBB), kontrol negatif (PGS 1%), dan 3 dosis tepung umbi suweg yaitu 25, 50, dan 100 mg/kgBB selama 14 hari secara per oral. Parameter uji yang diamati adalah berat badan tikus dan panjang badan tikus selama 14 hari yang digunakan untuk menghitung nilai Index Lee. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tepung umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) dengan berbagai dosis 25, 50 dan 100 mg/KgBB tidak memiliki aktivitas antiobesitas karena tidak ada perbedaan yang signifikan antara hari ke 21 dengan nilai sig. 0,053 dan hari ke 36 dengan nilai sig. 0,022 pada semua kelompok dengan nilai signifikasi p>0,05.  
AKTIVITAS ANTIOBESITAS KOMBINASI EKSTRAK DARI UMBI PORANG (Amorphopallus muelleri) DAN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia) PADA MODEL TIKUS OBESITAS Muhammad Zaini Fahmi; Muhtadi Muhtadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.95

Abstract

Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidak seimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu lama .Obesitas, dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat-obatan. Obat-obatan berasal dari bahan sintetik (kimia) dan bahan tradisional (herbal). Salah satu obat herbal yang umum digunakan untuk obesitas adalah umbi porang dan tanaman jati belanda. Tujuan penelitian ini adalah. membuktikan pengaruh pemberian kombinasi ekstrak umbi porang dengan ekstrak daun jati belanda memiliki aktivitas anti-obesitas pada model tikus obesitas. Induksi obesitas dilakukan melalui pemberian pakan lemak tinggi selama 21 hari pada semua kelompok. Terjadinya kondisi obesitas pada hewan uji dinilai dari nilai Indeks Lee ˃ 0,3. Uji efek antiobesitas dilakukan selama 14 hari pada tikus model obesitas. Efek antiobesitas dinilai dari indeks Lee dan penurunan berat badan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 6 kelompok hewan uji, terdiri dari kelompok negatif, positif dan 4 perlakuan kelompok hewan uji. Penurunan berat badan terjadi pada kelompok II, IV, V, dan VI, pada kelompok I dan III terjadi peningkatan berat badan.  Hasil rata-rata indeks Lee kelompok I, II, III, IV,V,VI berturut-turut adalah  0,31± 0,02; 0,29 ± 0,01; 0,29 ± 0,01; 0,29 ± 0,01; dan 0,30 ± 0,01. Data dianalisis menggunakan uji One way ANOVA menunjukkan pada hari ke-14 memperoleh nilai signifikansi 0,038 (p<0,05) yang artinya memiliki perbedaan bermakna pada masing-masing perlakuan.  
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK KOMBINASI DOKSORUBISIN DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP SEL MCF-7 Zulfa Nur Hanifah; Muhammad Da’i
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.96

Abstract

Doksorubisin merupakan antibiotik antrasiklin yang dianggap efektif sebagai salah satu agen kemoterapi antikanker dan banyak digunakan. Penggunaan doksorubisin sebagai agen kemoterapi dapat digunakan baik sebagai agen tunggal maupun kombinasi. Namun, penggunaan doksorubisin pada terapi kanker ternyata memberikan beberapa efek samping. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) mempunyai efek sitotoksik terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 sebesar 176,37 μg/mL. Kombinasi antara doksorubisin dan ekstrak tanaman telah terbukti memiliki potensi dalam meningkatkan efektivitas ekstrak dan sensitivitasnya terhadap sel MCF-7. Metode yang digunakan pada uji sitotoksisitas dan uji kombinasi adalah metode MTT-assay. Pada penelitian ini didapatkan nilai IC50 doksorubisin dan ekstrak etanol daun kemangi secara berturut-turut sebesar 3,58 µg/mL dan 721,36 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi dalam penelitian ini tidak memiliki aktivitas sitotoksik. Kombinasi ekstrak etanol daun kemangi dan doksorubisin menunjukkan efek sinergisme kuat terhadap sel MCF-7 dengan nilai indeks kombinasi sebesar 0,121 pada konsentrasi optimal ekstrak-doksorubisin 360 μg/mL – 1 μg/mL(1/2 IC50 – 1/4 IC50) dan memiliki indeks kombinasi tertinggi 0,663 pada konsentrasi ekstrak-doksorubisin 90 μg/mL – 1 μg/mL (1/8 IC50 – 1/4 IC50). Hal ini menujukkan bahwa kombinasi doksorubisin dan ekstrak etanol daun kemangi memiliki potensi untuk dijadikan agen kokemoterapi.  
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI INSTALASI FARMASI RSUD IR SOEKARNO KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2022 Irfan Azizi Amrullah; Lilla Prapdhani Agni Hajma
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.98

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan di bidang kesehatan dianggap penting di suatu pelayanan kesehatan karena merupakan salah satu wujud dan bentuk tanggung jawab untuk turut serta dalam tugas meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Salah satu indikator yang dapat digunakan menilai mutu pelayanan adalah dengan pengukuran kepuasan pasien pada suatu pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo dan dimensi yang mempengaruhi kepuasan pasien pada pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Ir Soekarno. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan studi Cross-sectional. responden yang berpartisipasi pada penelitian ini sejumlah 130 orang. Pengambilan data dilakukan dalam rentang waktu Juni – Juli 2022. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengukuran kepuasan pasien dinilai dari 5 dimensi yaitu ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati, dan bukti langsung. Data dianalis dengan menggunakan SPSS versi 25. Hasil pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien pada pelayanan kefarmasian di RSUD Ir Soekarno adalah 77,6% puas dan 22,4% tidak puas. Berdasarkan hasil perhitungan rerata pada setiap dimensi, dimensi ketanggapan dan empati sudah memenuhi harapan dari pasien. Pada uji regresi linier, beberapa dimensi ditemukan berpengaruh terhadap kepuasan pasien diantaranya ketanggapan (p=0,003), empati (p<0,001), dan bukti langsung (p=0,031). dari penelitian ini dapat dilihat bahwa   ketanggapan, empati, dan bukti langsung dari petugas mempengaruhi kepuasan pasien pada pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi rawat jalan RSUD Ir Soekarno.  
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL Muhammad Fathurrahman Amin; Ambar Yunita Nugraheni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.100

Abstract

Obat tradisional secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan, salah satu pilihan alternatif pengobatan yang efektif dan relatif aman. Mahasiswa merupakan kaum cendekiawan dan mempunyai tingkat pengetahuan yang lebih luas jika dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan melihat perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta terhadap penggunaan obat tradisional. Metode pada penelitian ini adalah metode non eksperimental dengan descriptive comparative. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 139 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 kelompok, 80 mahasiswa kesehatan dan 59 mahasiswa non kesehatan. Alat ukur yang digunakan yaitu kuisioner google form. Data dianalisis dengan uji T-Test dan uji Mann-Withney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dan non kesehatan masuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 78,33 dan 76,08. Sikap kedua kelompok sama-sama memiliki sikap postif dengan nilai rata-rata 22,05 dan 20,18. Perilaku kedua kelompok sama-sama memiliki perilaku baik dengan nilai rata-rata 18,187 dan 17,525. Hasil analisis dengan uji Mann-Withney menunjukkan tingkat pengetahuan antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan tidak terdapat perbedaan (p= 0,768). Sikap berdasarkan uji Independent-Samples T Test menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok (p= 0,001). Berdasarkan uji Mann-Withney juga tidak menunjukkan perbedaan antar kelompok (p= 0,108).  
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL HERBA GELANG BIASA (Portulaca oleracea L.) DENGAN METODE DPPH, FRAP, DAN CUPRAC Tri Aprilianingtyas; Haryoto Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.101

Abstract

Tanaman gelang biasa (Portulaca oleracea L.) atau yang sering disebut Krokot memiliki aktivitas farmakologis sebagai antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang mampu membersihkan, menghilangkan, dan menangkal radikal bebas atau pembentukan senyawa oksigen reaktif dalam tubuh. Senyawa kimia yang terkandung pada tanaman gelang biasa (Portulaca oleracea L.) yakni flavonoid yang merupakan senyawa bioaktif utama yang terkandung pada tanaman gelang biasa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengukur potensi antioksidan yang terkandung dalam ekstrak etanol herba gelang biasa (Portulaca oleracea L.). Metode yang digunakan untuk menganalisis nilai antioksidan yakni DPPH (2,2- Diphenyl-1-picrylhydrazyl), FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), dan CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity). Hasil dari penelitian yang dilakukan yakni Pengukuran TPC (Total Phenolic Content) sebesar 179,66 mg GAE/g ekstrak. Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, FRAP, dan CUPRAC didapatkan nilai IC50 berturut-turut 88,08; 297,99; dan -309,06 µg/mL dengan baku pembanding Vitamin E. Intensitas kekuatan antioksidan dari ekstrak etanol herba gelang biasa (Portulaca oleracea L.) yakni sangat kuat.  
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) SEBAGAI ANTIDIABETES Alya Abida; Arini Fadhilah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.104

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau insulin yang diproduksi tidak dapat digunakan secara efektif oleh tubuh. Hiperglikemia atau glukosa darah yang tinggi merupakan efek utama pada diabetes yang tidak terkontrol dan dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan serius pada saraf dan pembuluh darah. Pada tahun 2015 Indonesia menempati peringkat 7 sebagai negara penyandang diabetes mellitus terbanyak di dunia, dan diperkirakan akan naik ke peringkat 6 pada tahun 2040. Saat ini tanaman obat banyak digunakan oleh masyarakat dan pada saat yang sama banyak masyarakat berasumsi penggunaan tanaman obat atau obat tradisional relatif lebih aman daripada obat sintetis. Beras berpigmen memiliki potensi aktivitas antioksidan karena kandungan senyawa bioaktif yang tinggi. Beras hitam mengandung pigmen antosianin yang termasuk komponen flavonoid, yaitu turunan polifenol. Beberapa penelitian yang dilakukan secara in vitro, in vivo dan klinis pada manusia menunjukkan antosianin dalam beras hitam mempunyai efek antidiabetes. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beras hitam (Oryza sativa L. indica) sebagai antidiabetes. Studi literatur ini bersumber dari artikel yang ditelusuri melalui database Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci “black rice and antidiabetic” serta kata kunci sekunder “beras hitam sebagai penurun kadar gula darah pada tikus” dan “beras hitam sebagai penurun kadar gula darah pada mencit”. Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel yang dipublikasi pada tahun 2011 – 2021 membahas uji in vivo beras hitam, dan dapat diunduh full text. Dari hasil tersebut didapatkan 7 artikel yang memenuhi kriteria dan digunakan sebagai tinjauan. Berdasarkan hasil analisis dari 7 artikel tersebut didapatkan bahwa beras hitam memiliki efektivitas sebagai antidiabetes dengan beberapa mekanisme.  

Page 1 of 2 | Total Record : 20