cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2022): November" : 20 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI COMMON COLD PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN NGAWI Jihan Putri Dyawara; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.99

Abstract

Common cold merupakan suatu penyakit gangguan pernafasan yang diawali dengan terjadinya batuk, hidung tersumbat, bersin-bersin, nyeri pada tenggorokan, demam ringan serta sakit kepala. Common cold dapat diterapi dengan cara swamedikasi. Swamedikasi yang baik dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi pada common cold. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain Cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ngawi, Jawa Timur. Jumlah responden penelitian adalah 100 orang. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Ngawi yang pernah melakukan swamedikasi common cold berusia 18 tahun–60 tahun dan tidak memiliki profesi sebagai tenaga kesehatan. Sumber data pada penelitian adalah kuesioner yang disebar menggunakan Google form yang sudah diuji kelayakannya dengan uji validiatas dan reliabilitas. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi linier melalui perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini pada pengetahuan mengenai swamedikasi common cold, terdapat 14% tingkat pengetahuan rendah, 30% tingkat pengetahuantinggi dan 56% responden dengan tingkat pengetahuan tinggi. Pada perilaku, 27% tingkat perilaku cukup, dan 73% responden memiliki perilaku yang baik. Berdasarkan hasil uji hipotesis, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi common cold pada masyarakat Kecamatan Ngawi, Jawa Timur (p<0,001).
AKTIVITAS ANTIOBESITAS KOMBINASI TEPUNG UMBI SUWEG (Amorphophallus paeoniifolius) DAN EKSTRAK ETANOL DAUN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lamk.) PADA MODEL TIKUS OBESITAS Fathimah Muyassaroh; Muhtadi Muhtadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.125

Abstract

Obesitas merupakan kondisi terjadi kelebihan simpanan lemak di jaringan adiposa yang disebabkan ketidakseimbangan antara energi masuk dibandingkan kebutuhannya. Umbi Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) termasuk salah satu tanaman berpotensi sebagai antiobesitas yang masih jarang diketahui. Kandungan glukomanan pada umbi suweg dapat menurunkan berat badan. Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antiobesitas. Senyawa tanin dan flavonoid pada daun jati belanda diketahui dapat membantu menurunkan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kombinasi tepung umbi suweg dan ekstrak etanol daun jati belanda memiliki aktivitas antiobesitas lebih baik dibandingkan tepung umbi suweg. Pengujian dilakukan dengan 6 kelompok perlakuan yang terdiri atas 5 ekor tikus galur Wistar yang diinduksi pakan tinggi karbohidrat. Kelompok perlakuan terbagi menjadi kontrol negatif, kontrol positif (Orlistat dosis 8 mg/kgBB) dan kelompok dosis ekstrak dengan dosis berbeda yaitu umbi suweg 50 mg/kgBB, kombinasi ekstrak umbi suweg dan daun jati belanda (50+62,5; 50+125; 50+250) mg/kgBB. Indeks Lee > 0,3 diukur untuk melihat pengaruh induk diet tinggi karbohidrat dan pemberian ekstrak. Data diuji statistik menggunakan One Way Anova dengan tingkat kepercayaan < 0,05 dan dilanjutkan dengan Post Hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi tepung umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) dan ekstrak etanol daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) memliki aktivitas antiobesitas yang sama dengan tepung umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) saja.
FORMULASI KRIM TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK ETANOL HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) DAN SENG OKSIDA Rahma Prasdinar Anggraini; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.127

Abstract

Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi, kulit kusam dan kerusakan kulit lainnya. Sinar ultra violet A (320-400 nm) berperan dalam proses tanning, sinar ultraviolet B (280-320 nm) dapat menyebabkan sunburn . Upaya perlindungan kulit salah satunya dengan penggunaan tabir surya. Tanaman krokot mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai tabir surya dengan mekanisme kimia dan antioksidan. Seng oksida berperan sebagai tabir surya fisik. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk melihat sifat fisik, potensi tabir surya secara in-vitro (nilai SPF persentase eritema dan pigmentasi) serta sifat antioksidan pada krim ekstrak etanol herba krokot yang dikombinasi dengan seng oksida pada kelima formula. Sifat fisik yang dihasilkan semua formula rata-rata memenuhi persyaratan. Nilai SPF pada formula 1, 2, 3, 4, 5 secara berturut-turut adalah 11,38; 12,71; 16,92; 8,10; dan 8,53. Persentase eritema dan pigmentasi secara berurutan adalah 8,35 & 19,08; 6,99 & 13,43; 3,19 & 8,20; 20,94 & 40,37; dan 12,90 & 24,81. Aktivitas antioksidan (µg/mL) ekstrak, krim formula 1, 2, 3, dan 5 adalah 123,01; 249,97; 203,21; 172,70; dan 160,30.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) DAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Shigella flexneri Rizkina Elistya Febriani; Rima Munawaroh
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.134

Abstract

Infeksi termasuk dalam masalah kesehatan yang umum di negara maju ataupun negara berkembang seperti di Indonesia karena jumlah penyakit dan kematian yang relatif tinggi. Bakteri merupakan penyebab utama infeksi, bakteri dibedakan menjadi bakteri gram positif dan gram negatif, salah satu bakteri gram negatif yaitu bakteri Escherichia coli dan Shigella flexneri. Daun sirih merah dan jeruk nipis diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi kombinasi kedua ekstrak tanaman tersebut sebagai agen antibakteri pada bakteri Escherichia coli dan Shigella flexneri. Daun sirih merah diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96% sedangkan buah jeruk nipis diperas dan diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella flexneri dengan loading ekstrak 10, 5, 2,5, dan 1,25 mg/disk. Antibiotik ciprofloxacin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 100% digunakan sebagai kontrol negatif. Ekstrak daun sirih merah dan perasan jeruk nipis dapat menghambat kedua bakteri tersebut. Kombinasi ekstrak daun sirih merah dan ekstrak perasan jeruk nipis dengan perbandingan konsentrasi 5: 1,25, 2,5:2,5, dan 1,25:5 mg/disk menghasilkan diameter zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella flexneri lebih kecil dibandingkan dengan penambahan uji ekstrak tunggal. Hasil KLT Bioautografi menunjukkan senyawa aktif dalam sirih merah adalah flavonoid dan flavonol sedangkan yang dari jeruk nipis adalah flavonoid dan flavonol.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP PENGOBATAN DI PUSKESMAS AIR BINTUNAN KOTA BENGKULU TAHUN 2021 Riska Hanifah Fitriani; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.135

Abstract

Hipertensi merupakan merupakan terapi yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan untuk mengontrol tekanan darah dan menurunkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatan di puskesmas Air Bintunan Kota Bengkulu tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional dengan pendekatan deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi yang datang berobat di poli rawat jalan di Puskesmas Air Bintunan Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu berjumlah 105 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga kategori kepatuhan masyarakat minum obat hipertensi yaitu kepatuhan tinggi sebanyak 17,46%, kepatuhan sedang sebanyak 55,56%, dan kepatuhan rendah sebanyak 26,98%, dan tiga variabel demografi responden yang terdiri dari usia, pendidikan, dan lama menderita hipertensi memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat sedangkan tiga variabel lainnya yaitu jenis kelamin, pekerjaan, dan kepemilikan asuransi tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat hipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERTERIMAAN VAKSINASI COVID-19 OLEH MASYARAKAT KOTA SURAKARTA TAHUN 2022 Rr Maydita Hikmiah Hanifah; Ambar Yunita Nugraheni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.136

Abstract

Tingginya penularan virus Covid-19 di Indonesia telah mempengaruhi beberapa kebijakan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, salah satunya yaitu dengan pemberian vaksinasi Covid-19 secara masal. Ketercapaian target vaksinasi di Indonesia belum terpenuhi, sehingga perlu adanya evaluasi faktor keberterimaan vaksinasi Covid-19 agar masyarakat menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberterimaan vaksin pada masyarakat di Kota Surakarta tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling dan accidental sampling di Kota Surakarta dengan kriteria inklusi: masyarakat berusia minimal 20 tahun, sudah menerima vaksin, dapat mengoperasikan gadget dan bersedia mengisi kuesioner. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas maka dinyatakan valid dan reliabel. Data dianalisis secara univariat, bivariat (Uji Chi-Square) dan multivariat (Uji Regresi Logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 400 responden memiliki pengetahuan baik (57,77±15,28) dan sikap positif (74,67±8,58). Faktor yang mempengaruhi keberterimaan vaksinasi Covid-19 yaitu agama (p= 0,000; OR=5,376), tingkat pendidikan (p= 0,000; OR=4,729), pengetahuan (p= 0,006; OR= 2,038), responden pernah mengalami Covid-19 (p= 0,005; OR= 0,518), dan memiliki penyakit kronis (p= 0,009; OR= 2,089).
TINGKAT KEPUASAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP KONSELING APOTEKER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA Mutiara Annisa Fitri; Lilla Prapdhani Agni Hajma
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.137

Abstract

Konseling apoteker merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seorang apoteker dengan tujuan memberikan pemahaman yang benar mengenai obat yang diterima pasien. Pasien hipertensi merupakan salah satu pasien yang perlu diberikan konseling oleh apoteker karena tergolong pasien yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Pandemi Covid-19 menciptakan tantangan dalam pelaksanaan konseling apoteker dengan adanya pemberlakuan protokol kesehatan di puskesmas, yang berpontensi menyebabkan pelaksanaan konseling oleh apoteker tidak optimal, sehingga pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan turunnya kepuasan pasien terhadap konseling apoteker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien hipertensi terhadap konseling apoteker pada masa pandemi Covid-19 di puskesmas wilayah kerja Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat non-eksperimental menggunakan penelitian deskriptif dengan metode survei dan menggunakan instrumen kuesioner, yang dilakukan di Puskesmas Gambirsari, Puskesmas Banyuanyar, dan Puskesmas Gilingan Kota Surakarta pada bulan April sampai bulan Juni 2022. Dalam penelitian ini sampel/responden berjumlah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien hipertensi terhadap konseling apoteker pada masa pandemi Covid-19 di puskesmas wilayah kerja Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta adalah 80% pasien merasa sangat puas dan 20% pasien merasa puas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan dalam pelaksanaan konseling ada pada dimensi fasilitas berwujud. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien hipertensi merasa sangat puas terhadap konseling apoteker pada masa pandemi Covid-19 di puskesmas wilayah kerja Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.
UJI AKTIVITAS ANTIVIRUS FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL KULIT JERUK PURUT (Citrus hystrix) DENGAN MODEL NEWCASTLE DISEASE Audina Putri Pratiwi; Azis Saifudin
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.138

Abstract

Jeruk purut merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat tumbuh dengan mudah di wilayah Indonesia. Senyawa yang terdapat di dalam jeruk purut sangat beragam. Limonine merupakan senyawa yang dipercaya memiliki aktivitas antivirus dari jeruk purut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antivirus fraksi etil asetat ekstrak metanol jeruk purut terhadap virus Newcastle. Jeruk purut diekstraksi dengan metode maserasi dan difraksinasi cair-cair. Hasil fraksinasi kemudian diinokulasikan kedalam telur ayam berembrio (TAB) berumur 9-11 hari dan diinkubasi selama 3 hari. Terdapat 3 seri konsentrasi dalam penelitian ini yaitu, 1 µg/mL, 10 µg/mL dan 100 µg/mL. Selama proses inkubasi, dilakukan pengecekan untuk melihat kematian embrio. Metode yang digunakan dalam melihat aktivitas antivirus dalam penelitian ini adalah uji hemaglutinasi. Hasil uji hemaglutinasi menunjukkan adanya aktivitas antivirus dari fraksi etil asetat ekstrak metanol jeruk purut dengan ditandai menurunnya jumlah titer virus pada pemberian senyawa dengan konsentrasi yang meningkat. Kelompok konsentrasi senyawa yang memiliki efek antivirus yang baik adalah 10 µg/mL dan 100 µg/mL dengan persentase penghambatan 99,93%.
UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK METANOL BUAH KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M.Smith) TERHADAP RESPON IMUN NON-SPESIFIK PADA MENCIT DENGAN METODE CARBON CLEARANCE Nafik Hafiz Pratama; Arini Fadhilah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.139

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Smith) merupakan bagian dari keluarga Zingiberaceae. Secara empiris, kecombrang digunakan sebagai bahan pangan dan pengobatan karena mngandung banyak senyawa bioaktif, yang salah satunya memiliki aktivitas farmakologi sebagai imunomodulator. Penelitian ini dilakukan untuk menetapkan pengaruh pemberian ekstrak metanol buah kecombrang terhadap respon imun non- spesifik dengan metode carbon clearance. Sediaan uji berupa ekstrak metanol buah kecombrang yang diberikan secara oral terhadap mencit jantan galur Swiss dengan dosis 25, 50, dan 100 mg/KgBB selama 7 hari dan diukur nilai % transmitannya pada hari ke-8. Hasil dari uji carbon clearance memperlihatkan bahwa ekstrak metanol buah kecombrang dengan dosis 25, 50, dan 100 mg/KgBB terbukti memiliki efek imunostimulan sedang dengan nilai indeks fagositosis sebesar 1,003; 1,090; 1,190. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah kecombrang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK ETANOL TANAMAN PARIJOTO (Medinilla speciosa) SERTA AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL KANKER SERVIKS HELA Adha Qudsiya Dewi Lutfiani; Muhammad Da'i
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.140

Abstract

Tanaman parijoto mempunyai banyak khasiat untuk tubuh manusia. Satu di antaranya sebagai agen antikanker. Tujuan penelitian ini guna mengetahui berapa kadar flavonoid dan fenolik serta aktivitas sitotoksik yang terjadi pada ekstrak etanol tanaman parijoto terhadap sel kanker serviks HeLa. Digunakan bagian daun dan buah dari tanaman parijoto. Daun dan buah parijoto dimaserasi selama 2 hari dalam pelarut etanol 95% lalu dipekatkan hingga terbentuk ekstrak kental. Senyawa yang terkandung di ekstrak etanol daun dan buah parijoto dianalisis menggunakan kromatografi lapis tipis. Hasil KLT membuktikan dimana ekstrak daun dan buah parijoto didapati senyawa flavonoid dan fenolik. Penetapan kadar flavonoid dan fenolik diuji dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Kadar flavonoid dan fenolik pada ekstrak etanol daun parijoto adalah 56,62 mg QE/g sampel dan 159,61 mg GAE/g sampel. Pada uji sitotoksik dengan menggunakan metode MTT assay, diperoleh ekstrak etanol daun dan buah parijoto mempunyai aktivitas sitotoksik moderat dengan IC50 masing-masing 457,08 µg/mL dan 363,07 µg/mL.

Page 1 of 2 | Total Record : 20