cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus" : 20 Documents clear
OPTIMASI GLISEROL SEBAGAI HUMECTANT DAN HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DALAM FORMULA GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L.) Febby Arini Fadella Widhiardani; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.86

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan pada ekstrak umbi wortel (Daucus carota L.). Gel ekstrak wortel berpotensi sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan kulit akibat paparan radikal bebas berlebih. Formula gel yang diharapkan dapat diperoleh melalui proses optimasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai konsentrasi optimum dari HPMC sebagai gelling agent dan gliserol sebagai humektan berdasarkan sifat fisik berupa viskositas, daya sebar, daya lekat dan nilai pH serta aktivitas antioksidannya, menggunakan desain percobaan D-optimal. Percobaan menunjukkan bahwa formula optimum gel dengan HPMC 2,3% dan gliserol 7,7%. Hasil respon dari percobaan uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji pH dengan rerata standar deviasi berurutan yaitu 4860±815,495 cPs; 5,59±0,19917 cm; 22,06±8,07062 detik; 5,129±0,02627. Nilai IC50 dari gel formula optimum adalah 100,594 μg/mL membuktikan bahwa adanya aktivitas antioksidan pada gel ekstrak tersebut.
PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU REMAJA PUTRI TERHADAP SWAMEDIKASI NYERI HAID (DISMENORE) DI SMA NEGERI 3 KOTA CILEGON PROVINSI BANTEN Berliana Cahya Permata; Lilla Prapdhani Agni Hajma
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.94

Abstract

Dismenore adalah nyeri yang dirasakan saat menstruasi dan banyak mengganggu kegiatan sehari‐hari. Sebanyak (65%) wanita di Indonesia mengalami dismenore primer. Pengobatan dismenore yang tidak sesuai dapat mengakibatkan munculnya permasalahan yang lebih parah seperti rasa nyeri yang dialami tidak kunjung sembuh hingga munculnya penyakit baru karena efek samping obat yang digunakan. Penanganan nyeri haid (dismenore) dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri dalam melakukan tindakan swamedikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku serta hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan perilaku remaja putri terhadap swamedikasi nyeri haid (dismenore) di SMA Negeri 3 Cilegon Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner penelitian, sampel yang digunakan sebanyak 243 responden yang merupakan remaja putri SMA Negeri 3 Kota Cilegon yang berusia 15‐18 tahun, sudah pernah mengalami dismenore serta melakukan swamedikasi dismenore dalam 6 bulan terakhir, bersedia mengisi kuesioner, dan menandatangani informed consent. Hasil penelitian menunjukkan remaja putri SMA Negeri 3 Kota Cilegon memiliki tingkat pengetahuan cukup rata-rata ± SD (65,39 ± 14,43), sikap cukup rata-rata ± SD (69,73 ± 10,56) dan perilaku kurang rata-rata ± SD (67,21 ± 13,56) terhadap swamedikasi nyeri haid (dismenore). Dilakukan uji korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan perilaku dengan masing‐masing nilai p value sebesar 0,000. Nilai signifikansi 0,000 menunjukkan arah hubungan yang positif artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja putri SMA Negeri 3 Kota Cilegon terhadap swamedikasi nyeri haid (dismenore) maka sikap dan perilakunya juga akan semakin tinggi, begitupun sebaliknya.
FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP PERLINDUNGAN UVA Nurul Wijayanti; Riza Maulana
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.102

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan tanaman dengan kandungan flavonoid total dan fenolik tinggi. Flavonoid dan fenolik diduga memiliki potensi sebagai pelindung UVA dalam sediaan tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kersen terhadap evaluasi sifat fisik sediaan krim tabir dan melihat pengaruh antara variasi konsentrasi ekstrak terhadap nilai UVA Protection Factor (UVA-PF) secara in vitro. Penentuan parameter UVA-PF in vitro berdasarkan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Diffey-Robson dan paparan UVA menggunakan solar simulator, PD-UV lamp. Fotostabilitas krim ekstrak etanol daun kersen diamati pada sebelum dan sesudah paparan sinar UVA. Hasil penelitian menunjukkan semua formula krim secara organoleptik berwarna kecoklatan dengan bau khas daun, bentuk semisolid dan homogen. Semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik pH dan daya lekat. Formula 1 dan formula 2 tidak memenuhi kriteria keberterimaan viskositas serta formula 3 tidak memenuhi keberterimaan daya sebar sediaan topikal. Nilai UVA Protection Factor (UVA-PF) sebelum iradiasi didapatkan untuk formula 1 (1,18), formula 2 (1,18), dan formula 3 (1,24). Nilai UVA-PF setelah iradiasi didapatkan untuk formula 1 (1,22), formula 2 (1,28), dan formula 3 (1,33). Berdasarkan klasifikasi sistem Boots star hasil untuk formula 1, 2, dan 3 memiliki tingkat perlindungan ultra terhadap sinar UVA. Pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap evaluasi sifat fisik dan nilai UVA-PF diuji dengan metode analisis statistik menggunakan SPSS dengan metode Kruskal-Wallis pada uji UVA-PF sebelum iradiasi, daya lekat, viskositas, dan pH serta metode one-way ANOVA pada uji UVA-PF sesudah iradiasi dan daya sebar. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai UVA-PF sebelum dan sesudah iradiasi serta terhadap nilai daya lekat. Hasil juga menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap nilai viskositas, pH, dan daya sebar.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Swartz) TERHADAP BAKTERI Staphyloccocus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dan BIOAUTOGRAFINYA Dolita Khurfia Janna; Maryati Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.106

Abstract

Penyakit infeksi kulit merupakan salah satu penyakit menular, baik melalui kontak langsung maupun tidak. Infeksi kulit dapat disebabkan oleh bakteri antara lain seperti Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun labu siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa, serta mengidentifikasi senyawa aktif yang berperan terhadap aktivitas tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Konsentrasi ekstrak untuk pengujian yakni 1, 2, 4, 8, 16 mg/sumuran. Senyawa dalam ekstrak diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil uji menunjukkan adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu siam terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Pada konsentrasi 16 mg/sumuran ekstrak daun labu siam menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 12,5±0,0 mm dan 10,66±0,28 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji KLT menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, saponin. Hasil uji bioautografi tidak menunjukkan adanya zona hambat pertumbuhan bakteri.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. MOEWARDI TAHUN 2021 Refi Andriyani; Tista Ayu Fortuna
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.108

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang keberadaannya dapat menimbulkan risiko terhadap penyakit komplikasi lainnya. Diabetes mellitus seringkali menjadi salah satu penyakit komplikasi yang umum diderita oleh pasien. Tingginya kasus hipertensi tiap tahunnya serta dampak dari hipertensi dengan diabetes mellitus sehingga memungkinkan penggunaan obat yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan mengetahui keberhasilan terapi pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental dengan analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan data dari rekam medis pasien. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi pasien rawat jalan usia diatas 40 tahun yang didiagnosis hipertensi dengan diabetes mellitus, serta pasien dengan data rekam medis yang lengkap. Sedangkan kriteria eksklusi meliputi pasien hipertensi dengan komorbid penyakit jantung, serta pasien dengan data rekam medis yang tidak lengkap. Diperoleh data sebanyak 147 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi tahun 2021 didapatkan hasil sebesar 93,88% tepat dan 6,12% tidak tepat. Ketepatan penggunaan obat meliputi tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100% dan tepat dosis 93,88%. Regimen terapi antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu terapi antihipertensi tunggal sejumlah 84 pasien (45,40%), sedangkan terapi antihipertensi kombinasi sejumlah 101 pasien (54,60%). Candesartan merupakan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan oleh 33 pasien (17,84%). Sementara itu, kombinasi amlodipin dengan candesartan adalah obat antihipertensi kombinasi yang paling banyak digunakan oleh 35 pasien (18,92%). Berdasarkan keberhasilan terapi antihipertensi hasilnya menunjukkan bahwa 89 pasien (60,54%) memiliki tekanan darah terkontrol, sedangkan 58 pasien (39,46%) memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol.
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DENGAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI RUMAH SAKIT DR. MOEWARDI Sifwa Aulia Jumhani; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.111

Abstract

Kepatuhan adalah perilaku seseorang sejauh mana dapat mengikuti pengobatan, diet, atau gaya hidup sehat berdasarkan anjuran yang telah disepakati dengan pelayanan kesehatan. Kepatuhan dalam pengobatan hipertensi sangat dibutuhkan guna menunjang keberhasilan terapi. Tujuan studi ini guna mencari tahu korelasi kepatuhan pemakaian obat dengan keberhasilan terapi antihipertensi pada pasien geriatri di RSUD dr. Moewardi. Populasi di studi ini ialah pasien pada poli geriatri di RSUD dr. Moewardi yang mengidap hipertensi. Sampel pada penelitian ini yaitu pasien geriatri dengan kriteria usia lebih dari 60 tahun, terdiagnosa hipertensi, dan telah mengonsumni obat antihipertensi selama 1 bulan sebanyak 55 pasien. Studi ini ialah penelitian deskriptif dengan metode non eksperimental. Metode yang dipakai ialah cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Instrumen yang dipakai di studi ini ialah kuesioner MMAS-8 yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan Fisher’s exact test memakai SPSS versi 25. Hasil penelitian ini, tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sebesar 70,9% responden patuh. Tingkat keberhasilan terapi antihipertensi didapat 69,1% responden berhasil terapi. Hasil uji Fisher’s exact menunjukkan bahwa dari 2 variabel memperoleh signifikan sebesar 0,022 dan ­Odds Ratio sebesar 4,982. Kesimpulannya ada korelasi kepatuhan penggunaan obat dengan keberhasilan terapi dan pasien yang patuh memiliki peluang 3,729 kali lipat dari pasien yang tidak patuh untuk mencapai keberhasilan terapi.
OPTIMASI KOMBINASI HPMC DAN HEC DALAM SPRAY WAJAH EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Mentari Serlya Hidayah; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.114

Abstract

Bunga rosella berpotensi memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung flavonoid, fenolik, tanin, kuersetin, β-karoten, dan vitamin C. Kandungan utama antioksidan pada bunga rosella terdapat pada komponen utama senyawa polifenol yaitu antosianin yang berasal dari pigmen warna merah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kombinasi konsentrasi optimum gelling agent HPMC dan HEC terhadap sifat fisik dan aktivitas antioksidan formula optimum dalam spray wajah ekstrak bunga rosella. Optimasi gelling agent menggunakan metode simplex lattice design dengan software Design Expert-13 berdasarkan respon pH, viskositas, diameter pola penyemprotan, pump delivery, dan daya lekat. Spray wajah ekstrak bunga rosella terdiri dari 5 formula dengan variasi konsentrasi gelling agent HPMC dan HEC. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Hasil formula optimum kombinasi gelling agent HPMC dan HEC dalam spray wajah ekstrak bunga rosella yaitu pada konsentrasi HPMC 0,6669% dan HEC 0,5831% dengan hasil konfirmasi dari respon verifikasi menunjukkan berada dalam rentang prediksi 95% PI serta tidak ada perbedaan signifikan antara respon verifikasi dengan respon prediksi pada respon pH, diameter pola penyemprotan, dan daya lekat serta ada perbedaan signifikan pada respon viskositas dan pump delivery. Aktivitas antioksidan spray wajah ekstrak bunga rosella menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 59,56 ppm.
AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP MODEL NEWCASTLE DISEASE Sania Nur Azizah; Azis Saifudin
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.116

Abstract

Bahan alam, baik sebagai senyawa murni atau ekstrak dari tanaman memberikan peluang sebagai agen antivirus. Bawang putih merupakan tanaman herba yang dikonsumsi di seluruh dunia yang memiliki kandungan senyawa aktif di dalamnya yang telah diteliti memiliki aktivitas farmakologi seperti antibakteri, antivirus, antijamur, antiprotozoal, antioksidan, antiinflamasi, antikanker. Senyawa aktif dalam bawang putih yang dilaporkan berperan besar sebagai antivirus yaitu ajoene, alisin, alil metil thiosulfinat, dan metil alil thiosulfinat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antivirus ekstrak etanol bawang putih terhadap model Newcastle Disease. Uji antivirus dilakukan dengan media telur ayam berembrio (TAB) usia 9-12 hari yang diinokulasi virus aktif ND La Sota dan ekstrak etanol bawang putih dengan variasi konsentrasi 1 µg/mL, 10 µg/mL, dan 100 µg/mL dengan metode in ovo. Validitas uji didasarkan atas hidupnya virus yang tampak adanya kejernihan pada larutan kultur pasca perlakuan. Aktivitas antivirus dievaluasi menggunakan uji hemaglutinasi dengan bahan uji cairan alantois yang sudah dipanen untuk mendapatkan titer virus yang digunakan untuk menghitung persen penghambatan virus. Hasil menunjukkan bahwa tidak adanya aktivitas antivirus pada ekstrak dengan variasi konsentrasi 1 µg/mL, 10 µg/mL, dan 100 µg/mL dengan persen penghambatan virus ketiga seri konsentrasi 0%.
AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) PADA MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI PEPTON 10% Nita Ratna Wati; Arini Fadhilah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.119

Abstract

Demam adalah gejala penyakit dimana suhu tubuh meningkat. Obat dalam kelompok antipiretik digunakan untuk mengobati demam dan menurunkan suhu tubuh. Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) adalah salah satu tanaman yang memiliki sifat antipiretik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antipiretik dari beberapa varian dosis ekstrak etanol daun kemangi terhadap mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini digunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. kelompok 1 dan 2 masing-masing sebagai kontrol positif dan negatif, tiga kelompok lainnya diberikan ekstrak etanol daun kemangi dengan konsentrasi yang bervariasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi kemudian ekstrak dibagi menjadi tiga konsentrasi yaitu 32,5, 65 dan 130 mg/KgBB mencit. Sebagai kontrol positif digunakan paracetamol dan kontrol negatif digunakan Na CMC. Pada percobaan ini, suhu inti tubuh mencit dinaikkan dengan pemberian pepton 10% secara oral. Selanjutnya mencit diberi paracetamol, Na CMC atau ekstrak etanol daun kemangi sesuai dengan kelompoknya secara peroral. Kemudian suhu mencit diukur pada rektal setiap 30 menit hingga menit ke-240. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki efek antipiretik pada ketiga dosis dan dosis 130 mg/KgBB setara dengan paracetamol.
FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Staphylococcus epidermidis Widya Diniawati; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.124

Abstract

Jerawat berasal dari peningkatan produksi minyak di kulit, peradangan, dan pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus epidermidis. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui aktivitas antibakteri masker gel peel off daun pandan wangi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis serta mengetahui karakteristik dan sifat fisikokimia masker gel peel off ekstrak daun pandan wangi dengan berbagai konsentrasi ekstrak selama 4 minggu penyimpanan. Ekstraksi daun pandan wangi menggunakan metode maserasi dengan etanol-etil asetat (1:1 v/v). Sediaan diuji sifat fisik meliputi organoleptis (warna, bau, dan homogenitas), daya sebar, daya lekat, pH, dan kecepatan mengering. Ekstrak dan sediaan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak daun pandan wangi yang diformulasikan menjadi masker gel peel off adalah 5% (F1), 10% (F2),15% (F3), dan 20% (F4).Pengaruh konsentrasi ektrak terhadap aktivitas antibakteri dan sifat fisikokimia dapat diketahui menggunakan one way ANOVA dan untuk mengetahui stabilitas masker gel peel off dilakukan uji T-berpasangan pada minggu ke-1 dan minggu ke-4. Hasil menunjukkan semakin besar konsentrasi ekstrak daun pandan wangi menyebabkan peningkatan aktivitas antibakteri, daya lekat, kecepatan mengering, serta penurunan daya sebar dan pH.Masker gel peel off stabil selama 4 minggu penyimpanan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20