cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 284 Documents
ANALISIS KANDUNGAN HIDROKUINON PADA PRODUK KRIM MALAM YANG BEREDAR DI ONLINE MARKET PLACE DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV Muthia Alimah Fissilmi Kaaffah; Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1097

Abstract

Hidrokuinon merupakan senyawa turunan fenol yang sering digunakan dalam produk krim kecantikan untuk mencerahkan kulit dengan menghambat aktivitas enzim tyrosinase, sehingga menyebabkan terganggunya proses konversi L-3,4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) menjadi melanin. Sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 23 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, penggunaan hidrokuinon sebagai bahan pemutih telah dilarang dan hanya diperbolehkan untuk pewarnaan kuku dengan konsentrasi maksimal 0,02%, sedangkan pemanfaatan hidrokuinon dalam krim pemutih wajah sudah tidak diizinkan sejak tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan hidrokuinon pada krim malam yang beredar di online marketplace dan mengevaluasi pemenuhannya terhadap standar keamanan kosmetik. Lima sampel krim malam diperoleh melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode spektrofotometri UV setelah terlebih dahulu dilakukan validasi metode terhadap parameter linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi, akurasi dan presisi. Hasil validasi menunjukkan linearitas yang baik dengan koefisien relasi (r) sebesar 0,9941 dan persamaan regresi Y = 0,0508x – 0,7628. Batas deteksi dan batas kuantifikasi masing-masing diperoleh 0,997 ppm dan 3,325 ppm. Akurasi yang diukur menggunakan parameter % recovery menunjukkan nilai sebesar 90,683%-109,406% pada berbagai variasi. Presisi dihitung menggunakan %RSD menunjukkan hasil sebesar 0,583%-1,215%. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa 4 dari 5 sampel mengalami perubahan warna menjadi hitam, yang mengindikasikan keberadaan hidrokuinon. Penetapan kadar hidrokuinon dilakukan pada lima sampel dan menunjukkan kadar sebesar 4,621%; 3,683%; 3,635%; 4,378% dan 3,550%. Hal ini menunjukkan adanya kandungan hidrokuinon dalam krim malam yang beredar di online marketplace sehingga tidak memenuhi standar keamanan kosmetik dan dapat menimbulkan risiko bagi konsumen.
KAJIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT Abdillah Sufi Abdi; Endang Setyowati; Ulviani Yulia Husna
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1025

Abstract

Prevalensi hipertensi pada pasien geriatri tergolong tinggi dan sering disertai penyakit penyerta yang meningkatkan risiko interaksi obat antihipertensi. Kondisi ini berpotensi mengurangi efektivitas terapi serta meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi obat antihipertensi pada pasien geriatri yang ada di instalasi rawat jalan selama periode September hingga November 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif serta teknik purposive sampling, melibatkan 144 pasien sebagai sampel penelitian. Kriteria inklusi penelitian ini mencakup pasien rawat jalan yang terdiagnosis hipertensi serta memiliki data rekam medis yang lengkap. Pasien geriatri dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan usia, baik laki-laki maupun perempuan, yang mendapatkan terapi anti hipertensi serta memiliki penyakit penyerta. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 144 pasien, kelompok usia yang paling banyak mengalami hipertensi adalah lanjut usia (60–74 tahun) dengan jumlah 118 pasien (81,9%). Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan, yaitu 91 pasien (63,2%), sedangkan penyakit penyerta yang paling sering ditemukan adalah stroke iskemik dengan jumlah 51 kasus (16,9%). Analisis terhadap 144 pasien dilakukan menggunakan sumber referensi Drugs.com, Medscape, dan Stockley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 127 pasien (88,2%) memiliki potensi mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahannya, interaksi obat kategori moderate merupakan yang paling dominan dengan 407 kasus (92,5%), diikuti oleh interaksi mayor sebanyak 29 kasus (6,6%) dan interaksi minor sebanyak 4 kasus (0,9%). Berdasarkan mekanismenya, interaksi obat farmakodinamik merupakan jenis yang paling sering ditemukan, yaitu sebanyak 417 kasus (94,7%), sedangkan interaksi farmakokinetik tercatat sebanyak 23 kasus (5,3%).
IMPLEMENTASI SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWODADI TAHUN 2024 Salsabilla Aurelia Fitya Mardiyanti; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.411

Abstract

Keberhasilan penyimpanan dan distribusi obat sangat bergantung pada sistem yang dirancang dengan baik dan manajemen yang efektif. Evaluasi sistem penyimpanan penting untuk dilakukan agar persediaan obat cukup, memastikan kondisi penyimpanan yang tepat, meminimalkan kerugian, menjaga catatan inventaris yang akurat, menjaga stabilitas penyimpanan, mengoptimalkan sumber daya transportasi, mencegah pencurian dan penipuan, memberikan informasi yang akurat mengenai kebutuhan obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di gudang sentral dan instalasi farmasi (rawat inap dan rawat jalan) Rumah Sakit Islam Purwodadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan acuan Permenkes No 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Pengumpulan data didapat dari pengamatan langsung dan wawancara. Selanjutnya data yang sudah didapat dihitung persentasenya dan dilakukan pengelompokan tingkat keberhasilan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat di Rumah Sakit Islam Purwodadi di gudang sentral  dan Instalasi farmasi (rawat jalan dan rawat inap) menunjukan nilai 94% dalam kategori  baik. Ada beberapa hal yang perlu perbaikan di gudang sentral terkait dengan saluran AC yang bocor, jendela yang tidak menggunakan teralis, sehingga dapat berpotensi terjadi kerusakan obat dan pencurian yang dapat terjadi.
AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) TERHADAP RESPON IMUN NON SPESIFIK PADA MENCIT DENGAN METODE CARBON CLEARANCE Tanti Azizah Sujono; Zuhratul Husna
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.954

Abstract

Ketepeng cina (Cassia alata L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, flavonoid, asam krisofanat, senyawa glikosida, dan aloeemodina yang diduga berkhasiat sebagai imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas imunomodulator ekstrak etanol daun ketepeng cina (EEDKC)  berdasarkan respons imun nonspesifik dengan metode carbon clearance. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian post test with control group design. Sejumlah 24 ekor mencit jantan galur Swiss dibagi ke dalam 6 kelompok, yakni kelompok I (kontrol negatif CMC-Na 0,5%), kelompok II (kontrol positif levamisol 2,5 mg/kgBB), kelompok III (kontrol positif metilprednisolon 40 mg/kgBB), serta kelompok IV, V, dan VI yang diberi perlakuan EEDKC dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Pada penelitian ini,  aktivitas imunomodulator terhadap respons imun nonspesifik dievaluasi berdasarkan parameter indeks fagositosis dan indeks organ limfoid. Hasil uji carbon clearance kelompok perlakuan EEDKC dosis 50 dan 100 mg/kgBB menunjukkan indeks fagositosis (k) sebesar 1,49 dan 1,47 (termasuk dalam kategori imunostimulan sedang (moderate) yakni memiliki k sebesar 1,3-1,5), sedangkan EEDKC dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek imunostimulan kategori kuat dengan nilai k>1,5 yakni 1,54. Hasil uji indeks organ limfoid menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan pada indeks hati, limpa, dan timus setelah perlakuan EEDKC selama 7 hari. Meskipun indeks organ limfoid tidak mengalami peningkatan dibandingkan dengan kelompok kontrol, EEDKC disimpulkan memiliki efek imunostimulan karena dapat meningkatkan indeks fagositosis >1,3.