cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 262 Documents
HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS TERHADAP KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI BEDAH SESAR DI RUMAH SAKIT KOTA SURAKARTA Putri, Farashinta Shafira; Harlianti, Mariska Sri
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.734

Abstract

Sectio Caesarea atau bedah sesar adalah tindakan untuk melahirkan bayi dalam keadaan utuh dengan cara proses insisi dinding rahim. Dalam pelaksanaan operasi sesar pemberian antibiotik profilaksis menjadi titik kritis, antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan 30 – 60 menit sebelum insisi. Pemberian ini dilakukan dalam rangka mencegah kejadian infeksi luka operasi (ILO). ILO merupakan kejadian infeksi yang dapat terjadi di area sekitar atau lebih luas pada lokasi pembedahan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis terhadap kejadian ILO pada pasien bedah sesar di RS Kota Surakarta periode Januari – Desember 2024. Rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis dipetakan menggunakan metode gyssens. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan metode analitik observasional. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pasien menerima antibiotik profilaksis sebelum pelaksanaan operasi sesar dengan data medik yang lengkap. Untuk pasien yang memiliki infeksi sebelum pelaksanaan operasi dieksklusikan dari penelitian ini. Terdapat 295 pasien yang melaksanakan operasi sesar di RS Kota Surakarta Surakarta pada tahun 2024, 268 pasien di antaranya dijadikan sebagai sampel pada penelitian ini. Sebanyak 115 pasien (42,91%) menerima antibiotik rasional, dengan sisanya 153 pasien (57,09%) pasien menerima antibiotik tidak rasional. Penggunaan antibiotik tidak rasional termasuk pada kategori IVA sebanyak 94 pasien (35,07%), kategori IVB sebanyak 94 pasien (35,07%), kategori IIIA sebanyak 1 pasien (0,37%), kategori IIA 61 pasien (22,76%), kategori IIB sebanyak 1 pasien (0,37%), dan kategori I sebanyak 91 pasien (33,96%). Analisis statistik menggunakan fisher exact test mendapatkan p-value sebesar 0,571 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap kejadian ILO.
OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN NANOEMULGEL EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus aureus Dwi Anggraini, Adinda; Wikantyasning, Erindyah Retno
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.737

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik, tanin, dan saponin yang ampuh sebagai antibakteri. Penggunaan daun bidara bidara dapat dimanfaatkan menjadi sediaan gel untuk membantu mengatasi jerawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui formula sediaan nanoemulgel dari ekstrak etanol daun bidara yang optimal serta memiliki aktivitas antibakteri. Optimasi dilakukan dengan mengkombinasikan surfaktan dan kosurfaktan menggunakan Design Expert (DE) versi 13 metode Simplex Lattice Design (SLD). Pengujian antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus menggunakan metode sumuran. Hasil formula optimal nanoemulsi yang dikembangkan menjadi nanoemulgel diperoleh pada tween 80 dengan konsentrasi 53,473% dan PEG 400 sebesar 26,527% dengan hasil nilai desirability sebesar 0,867.  Hasil uji aktivitas antibakteri nanoemulgel ekstrak etanol daun bidara pada bakteri Propionibacterium acnes menghasilkan zona hambat sebesar 16,8 mm ± 1,2 dengan kategori kuat dan Staphylococcus aureus sebesar 23,5 mm ± 2,6 dengan kategori sangat kuat.
POTENSI SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG MAREME (Glochidion arborescens Blume.) TERHADAP SEL MCF-7 Sekarsari, Devina; Haryoto, Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.695

Abstract

Kementerian Kesehatan melaporkan prevalensi kanker meningkat dalam lima tahun terakhir. Agen kemoterapi sistemik seperti 5-fluorouracil, trastuzumab, cyclophosphamide, doxorubicin, dan tamoxifen digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Namun, antikanker ini memiliki efek samping merugikan seperti toksisitas jantung, kegagalan sumsum tulang, trombositopenia, dan mukositis. Penggunaan obat baru yang  lebih efektif dan minim efek samping, di antaranya adalah obat herbal tradisional, yang merupakan bahan alami untuk mencegah perkembangan dan progresivitas kanker. Berdasarkan penelitian sebelumnya dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan, antidiare, antiinflamasi dan antelmintik pada genus Glochidion. Genus ini memiliki potensi dalam berbagai aktivitas sehingga perlu dilakukan penyelidikan lain mengenai uji toksisitas terhadap kanker. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi sitotoksik ekstrak  etanol daun dan kulit batang Mareme (Glochidion arborescens Blume.) terhadap sel MCF-7 serta menghitung persen sel hidup ekstrak etanol daun dan kulit batang mareme terhadap sel MCF-7. Sampel dimaserasi dengan etanol 96%. Pengujian sitotoksik menggunakan metode MTT Assay dengan seri konsentrasi 800, 700, dan 600 μg/mL. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun dan kulit batang Mareme tidak memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7. Daun dan kulit batang memiliki persen sel hidup 35,55% dan 13,81% terhadap sel MCF-7.
SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Rossida , Salsabilla Aulya; Indrayudha, Peni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.747

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculate Ness) merupakan tanaman yang terkenal dengan beragam khasiat farmakologi sebagai antibakteri dengan kandungan senyawa metabolit yaitu flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli (gram negatif) dan Staphylococcus aureus (gram positif). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Penelitian ini menggunakan beberapa konsentrasi ekstrak etanol 96% daun sambiloto (80%, 40%, dan 20% b/v) dan fraksi daun sambiloto (20%, 10%, dan 5%) serta kontrol positif ciprofloxacin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun sambiloto mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid yang dapat memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Sedangkan hasil dari fraksi heksan, etil asetat, dan air terdapat tannin, saponin, dan terpenoid. Diameter hambat yang dihasilkan pada pengujian ekstrak etanol 96% dan fraksi daun sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu 4,6 mm pada konsentrasi 80% dan 4,3 mm pada konsentrasi 40%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi daun sambiloto tidak memiliki daya hambat terhadap E.coli dan S.aureus.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP Bacillus cereus DAN Shigella sonnei SERTA BIOAUTOGRAFINYA Hidayah, Ariesta Adriena Putri; Hidayatullah, Muhammad Haqqi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.700

Abstract

Penyakit diare merupakan permasalahan yang utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti bakteri Bacillus cereus dan Shigella sonnei. Daun kersen memiliki potensi sebagai antibakteri, sehingga bisa mencegah penyakit diare. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta golongan senyawa aktif ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.)  terhadap bakteri Bacillus cereus dan Shigella sonnei. Ekstrak diperoleh dari hasil maserasi dengan etanol 70% kemudian dibuat seri konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode difusi disk digunakan untuk uji aktivitas antibakteri dengan kontrol positif yaitu siprofloksasin sedangkan kontrol negatif menggunakan DMSO. Seri konsentrasi 100% memiliki aktivitas antibakteri yang paling kuat  terhadap bakteri Bacillus cereus dan Shigella sonnei dengan zona hambat 10,0 mm dan 9,6 mm. Identifikasi golongan senyawa daun kersen menggunakan metode KLT dengan fase diam silika gel GF254 dan kloroform : metanol (9:1 v/v) sebagai fase gerak. Hasil identifikasi senyawa dalam ekstrak etanol daun kersen merupakan flavonoid, alkaloid, tanin, steroid. Hasil bioautografi menunjukkan senyawa flavonoid dalam ekstrak etanol daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap Bacillus cereus, sedangkan senyawa tanin dalam ekstrak etanol daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella sonnei.  
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MODUL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP COVID-19 DI DESA JANGLOT KECAMATAN BATUTERNO Nurmalita, Nabela; Karuniawati, Hidayah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.729

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengan penyebaran cepat dan berdampak global. Belum adanyaedukasi langsung, serta pentingnya solusi edukatif menjadi alasan penelitian ini dilakukan. Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi menggunakan modul terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalampencegahan Covid-19. Metode kuantitatif digunakan dengan desain pre-eksperimen one-group pretest- posttest. Sebanyak 89 responden dipilih melalui tehnik  purposive sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien dengan usia 18–70 tahun, mampu membaca dan menulis, serta tidak berlatar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berhubungan dengan kesehatan. Intervensi dilakukan melalui WhatsApp menggunakan modul mengenai Covid-19. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Instrumen penelitian berupa kuisioner pengetahuan menggunakan skala likert, sedangkan untuk sikap dan pengetahuan menggunakan skalai guttman.  Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga variabel setelah edukasi (p-value = 0,000). Edukasi menggunakan modul terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakatterhadap pencegahan Covid-19.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN ETIL ASETAT DAUN KERSEN TERHADAP Pseudomonas aureuginosa DAN Staphylococcus aureus Azizah, Putri Salma; Hidayatullah, Muhammad Haqqi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.781

Abstract

Infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat yang masih belum bisa diatasi dengan tuntas. Infeksi dapat disebabkan oleh beberapa bakteri salah satunya yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak etanol 70% dan etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) dalam menghambat aktivitas bakteri dan juga untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dalam ekstrak etanol dan etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) yang memiliki sifat sebagai antibakteri. Ekstrak didapatkan dari hasil maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% etil asetat. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri yaitu menggunakan metode sumuran (well diffusion) dengan menggunakan konsentrasi 80%, 40%, dan 20%, disk antibiotik ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil uji aktivitas dianalisis dengan menggunakan uji One way anova kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun kersen (Muntingia calabura L) memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan dengan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol 70% dan etil asetat daun kersen positif mengandung senyawa kimia flavonoid, tannin, triterpenoid, polifenol, dan saponin.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus aureus Devayana, Destria; Maryati, Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.782

Abstract

Infeksi merupakan masalah kesehatan yang menjadi penyebab tingginya angka kematian. Infeksi umumnya disebabkan oleh mikroorganisme salah satunya adalah bakteri. Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang sering menjadi penyebab terjadinya infeksi pada manusia. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun talas terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus serta mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung didalamnya. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol 96% menggunakan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode  difusi disk. Seri konsentrasi sampel yang digunakan meliputi 10 mg/disk, 8 mg/disk, 5 mg/disk, dan 2 mg/disk. Ampisilin digunakan sebagai kontrol positif pada uji terhadap bakteri Staphylococcus aureus sedangkan pada Pseudomonas aeruginosa menggunakan ciprofloxacin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun talas pada Staphylococcus aureus membentuk zona hambat maksimum pada konsentrasi 10 mg/disk sebesar 8,25 ± 0,50 mm, sedangkan terhadap Pseudomonas aeruginosa hanya sebesar 6,75 ± 0,29  mm pada konsentrasi yang sama. Hasil uji KLT ekstrak etanol daun talas menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, fenol, dan steroid yang dinilai memiliki potensi menghambat pertumbuhan bakteri.
OPTIMASI CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT DAN GLISERIN SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK NANAS (Ananas comosus) Sasabilla, Lutfiana Deka; Setyadi, Gunawan
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.784

Abstract

Nanas (Ananas comosus) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antioksidan flavonoid yang mampu menangkal radikal bebas. Ekstrak buah nanas diformulasikan menjadi gel antioksidan agar mudah menyerap pada kulit dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai konsentrasi optimum carbopol dan gliserin sehingga dapat memenuhi standar sifat fisik sediaan gel ekstrak nanas berdasarkan parameter daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH menggunakan metode d-optimal design dengan software Design Expert versi 13. Selain itu, tujuan dari penelitian ini untuk menentukan persentase antioksidan pada gel ekstrak buah nanas. Penelitian ini menggunakan sembilan variasi formula sediaan gel ekstrak nanas dengan perbandingan konsentrasi karbopol dan gliserin. Setelah itu dilakukan uji karakter fisik gel ekstrak nanas dan penentuan formula prediksi optimum. Formula prediksi optimum yang telah didapatkan kemudian diverifikasi untuk membandingkan nilai prediksi dengan hasil penelitian. Formula optimum didapatkan perbandingan dengan konsentrasi carbopol 1,5% dan gliserin 14,5%. Nilai IC50 dari  formula gel ekstrak nanas adalah 99,10 µg/mL yang membuktikan bahwa adanya aktivitas antioksidan dengan kategori sedang.
DIRECT BENEFIT PELAKSANAAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19 DI PUSKESMAS BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO YAHUN 2020-2022 Harlianti, Mariska Sri; Audy Prabandari, Deswintara
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.785

Abstract

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga akhir tahun 2022 di kabupaten Sukoharjo mencapai 22.168 kasus dengan angka kesembuhan (RR) sebesar 92,56% dan angka kematian (CFR) sebesar 7,38%. Untuk mengatasi adanya lonjakan kejadian, pemerintah melakukan program vaksinasi sebagai langkah strategis dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Terdapat kontroversi terkait vaksinasi Covid-19, salah satu yang sering dihadapi adalah keraguan masyarakat terhadap efektivitas dan keamanan vaksin Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung direct benefit dari program vaksinasi Covid-19 dengan mengukur selisih biaya obat tatalaksana Covid-19 pada periode sebelum dan setelah vaksinasi. Studi ini merupakan studi observasional dengan analisis deskriptif kuantitaif dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan teknik purposivesampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi, yaitu pasien terkonfirmasi Covid-19 yang memiliki data rekam medis dan biaya pengobatan yang lengkap. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 574 responden yang terbagi menjadi 4 periode. Hasil penelitian menunjukkan nilai direct benefit dari nilai ekonomis antara periode 0 – 1, 1 – 2, serta 2 – 3 bernilai masing-masing Rp 282.417,-, (-) Rp 4.117.560,-, dan (-) Rp 23.072.349,-. Nilai negatif pada periode 1 – 2 dan 2 – 3 menunjukkan bahwa biaya pengobatan Covid-19 pada periode setelah vaksinasi lebih besar dibandingkan sebelum vaksinasi. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 dan penggunaan antivirus dengan biaya lebih besar (favipiravir) pada periode 3. Tetapi pada periode 0 – 1 dan 2 – 3 terdapat penurunan kasus masing-masing sebesar 54% dan 50%. Baik dari nilai ekonomis dan aspek klinis, program vaksinasi Covid-19 termasuk dalam kategori cost-beneficial dalam meningkatkan kekebalan tubuh.