cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 281 Documents
THE INFLUENCE OF PARENTAL KNOWLEDGE ON SELF-MEDICATION OF DIARRHEA IN CHILDREN IN BAKI SUB-DISTRICT Hidayah Karuniawati; Nafik Laili Mukarrohmah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.1007

Abstract

Despite the high prevalence of diarrhea in Indonesia, inappropriate self-medication practices among parents remain common, including irrational antibiotic use and delayed medical consultation. This study aims to analyze the association between parental knowledge and self-medication for diarrhea in children in the Baki sub-district, Sukoharjo district, and to analyze the sociodemographic correlation between knowledge and practice of diarrhea self-medication. This study used a cross-sectional design to assess parental knowledge and self-medication practices at a single point in time using a structured and validated questionnaire, which consisted of sociodemographics, knowledge, and practice. The inclusion criteria were conducting self-medication for diarrhea, reading, writing, communicating, and being willing to be respondents. The exclusion criteria were health workers. Spearman's rank correlation was used to analyze the correlation between age, education level, and income to knowledge and practice. Chi-Square was used to analyze the association of sociodemographics (gender, occupation, marital status) with knowledge and practice. During the study, the questionnaires were distributed to 384 parents who had self-medicated diarrhea in their children. The average knowledge and practice scores were 83.76 ± 12.15 and 78.78 ± 8.86, respectively. Analysis with Spearman-Rank Correlation found that education level is significantly correlated to knowledge and practice (P value < 0.05), with a positive correlation. Occupation was significantly associated with knowledge (p value 0.036).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa Vita Fadilah Khairani; Maryati Maryati; Juwita Rahmawati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1010

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya L.) diketahui mengandung senyawa dengan efek antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya terhadap bakteri S. aureus  dan P. aeruginosa, serta untuk menentukan jenis senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi daun pepaya dengan pelarut etanol 96%. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan konsentrasi ekstrak 10, 8, 6, 4, dan 2 mg/disk dengan metode difusi cakram. Kontrol positif pada uji adalah antibiotik Ampicillin 10 µg dan Ciprofloxacin 5 µg, masing-masing untuk bakteri S. aureus  dan P. aeruginosa. Hasil uji dalam konsentrasi 10,8,6,4, dan 2 mg/disk tidak menunjukkan zona hambat pada bakteri P. aeruginosa, sedangkan pada bakteri S. aureus  terbentuk zona hambat irradikal pada konsentrasi ekstrak 6, 4, dan 2 mg/disk dengan ukuran berturut-turut sebesar 8,33 mm; 7,17 mm; dan 8 mm. Analisis senyawa dilakukan dengan uji KLT menunjukkan senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin pada ekstrak etanol daun pepaya.
IDENTIFIKASI CEMARAN BAKTERI E. coli PADA SUSU SAPI SEGAR DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Mira Shofiah; Febri Wulandari
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.1011

Abstract

Susu sapi segar rentan mengalami cemaran mikroorganisme, termasuk E. coli  . Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cemaran E. coli   pada susu sapi segar di lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta menggunakan metode Most Probable Number (MPN), uji IMViC, dan evaluasi fisika kimia. Hasil menunjukkan tiga dari lima sampel mengandung Coliform dengan nilai MPN 3–460 MPN/mL, namun seluruh sampel negatif E. coli   dan diduga mengandung Citrobacter. Seluruh sampel tidak memenuhi syarat uji alkohol, empat sampel tidak memenuhi syarat uji didih, sedangkan pH masih normal (6,3–6,8). Hasil penelitian menunjukkan susu sapi segar belum memenuhi persyaratan SNI 3141.1:2011 sehingga diperlukan peningkatan higiene dan sanitasi untuk menjaga kualitas dan keamanan susu.
FORMULATION AND STABILITY EVALUATION OF TRANSFEROSOMAL GEL CONTAINING PHOSPHATIDYLCHOLINE AS A VESICLE-FORMING COMPONENT AND TWEEN 80 AS A SURFACRANT Yola Desnera Putri; Linda Suci Ramdianti; Deby Tristiyanti; Adit Andriyannto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1014

Abstract

Gel transfersom merupakan sediaan semipadat yang mengandung vesikel transfersom dengan kemampuan meningkatkan penetrasi ke dalam kulit sehingga berpotensi digunakan sebagai sistem penghantaran transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi stabilitas basis gel transfersom menggunakan fosfatidilkolin sebagai komponen pembentuk vesikel dan Tween 80 sebagai surfaktan untuk meningkatkan elastisitas vesikel. Penelitian ini difokuskan pada formulasi basis gel transfersom tanpa penambahan zat aktif, sehingga evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisik dan stabilitas sediaan. Karakterisasi awal meliputi uji organoleptik, pengukuran pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta analisis ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Seluruh parameter evaluasi dilakukan pada penyimpanan suhu 25 °C dan 40 °C selama 4 minggu. Selain itu, uji stabilitas dipercepat dilakukan hingga minggu ke-12 menggunakan climatic chamber pada suhu 40 °C ± 2 °C dan kelembapan relatif 75% ± 5%, dengan parameter yang diamati meliputi organoleptik, pH, dan ukuran partikel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama penyimpanan tidak terjadi perubahan warna, bentuk, maupun bau sediaan. Nilai pH berada pada rentang 6–7 dan masih sesuai dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ukuran partikel rata-rata dan indeks polidispersitas pada minggu ke-4 masing-masing sebesar 229,4 nm dan 0,687, kemudian menurun pada minggu ke-12 menjadi 172,2 nm dan 0,476. Tidak ditemukan adanya aglomerasi selama penyimpanan, yang menunjukkan kestabilan fisik sediaan yang baik. Secara keseluruhan, formulasi basis gel transfersom yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu fisik dan stabilitas, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sistem pembawa transdermal dengan penambahan zat aktif pada penelitian selanjutnya.
EUGENOL MENGHAMBAT MOTILITAS Salmonella Typhi: STUDI IN VITRO DAN IN SILICO Ratna Yuliani; Aqila Maiquina; Broto Santoso
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1017

Abstract

Motilitas merupakan salah satu faktor virulensi bakteri yang berperan penting dalam menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, motilitas bakteri perlu dihambat untuk menurunkan virulensinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antimotilitas eugenol terhadap motilitas swimming dan swaming Salmonella enterica serovar Typhi (S. Typhi) secara in vitro dan in silico. Aktivitas antibakteri eugenol diuji terhadap S. Typhi menggunakan metode mikrodilusi cair. Hasil dari uji tersebut digunakan untuk menentukan konsentrasi eugenol untuk uji antimotilitas. Aktivitas antimotilitas eugenol diuji terhadap motilitas swimming dan swarming menggunakan media Luria Bertani yang mengandung agar berturut-turut sebanyak 0,3 dan 0,5%. Uji in silico dilakukan menggunakan perangkat lunak SeeSAR (12.1.0) dan PyRx (1.0) dan aplikasi daring yaitu PSICHIC, Boltz2, DiffDock, Gnina, dan Smina (Tamarind-bio). Pada uji tersebut beberapa protein yang terlibat dalam motilitas digunakan sebagai protein target. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eugenol mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. Typhi dengan konsentrasi hambat minimum sebesar 1 mg/mL dan konsentrasi bunuh minimum sebesar lebih dari 1 mg/mL. Eugenol pada konsentrasi 0,5 dan 1 mg/mL mampu menghambat motilitas swimming dan swarming S. Typhi sebesar 100%. Hasil uji in silico menunjukkan bahwa eugenol diduga berikatan lebih kuat terhadap protein MotA dan menunjukkan aktivitas antagonis. Oleh karena itu, eugenol kemungkinan dapat digunakan sebagai agen antivirulen terhadap S. Typhi dan terapi kombinasi dengan antibiotik. .
TINJAUAN SISTEMATIS: POTENSI TANAMAN OBAT INDONESIA DAN SENYAWA BIOAKTIFNYA SEBAGAI AGEN GASTROPROTEKTIF DALAM PENCEGAHAN DAN TERAPI TUKAK LAMBUNG Yola Rizky Amalia; Arifah Sri Wahyuni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1020

Abstract

Tukak lambung merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang masih menjadi masalah kesehatan global akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti asam lambung, pepsin, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan stres oksidatif dengan faktor pertahanan mukosa lambung. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi dengan berbagai tanaman obat yang berpotensi sebagai agen gastroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis potensi tanaman obat Indonesia dan senyawa bioaktifnya dalam pencegahan dan terapi tukak lambung. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli yang diterbitkan pada tahun 2020–2026 dan membahas aktivitas gastroprotektif tanaman obat. Sebanyak 22 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis, terdiri atas 12 studi utama farmakologis dan 10 studi pendukung terkait mekanisme serta kandungan senyawa bioaktif. Hasil telaah menunjukkan bahwa beberapa tanaman seperti Aloe vera, Moringa oleifera, Zingiber officinale, Centella asiatica, Curcuma domestica, Tamarindus indica, Peronema canescens, Passiflora foetida, dan Syzygium polyanthum memiliki efek gastroprotektif melalui penurunan indeks ulkus, perbaikan histopatologi, penekanan mediator inflamasi, peningkatan sekresi mukus, serta aktivitas antioksidan. Mekanisme yang dominan meliputi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antisekretori, dan sitoprotektif mukosa lambung. Jahe dan kunyit juga menunjukkan manfaat klinis pada manusia, sehingga memiliki potensi translasi yang tinggi. Kesimpulannya, tanaman obat Indonesia memiliki potensi besar sebagai terapi komplementer tukak lambung, namun masih diperlukan standardisasi, uji toksisitas, serta uji klinik skala besar untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
Aktivitas Peredaman Radikal Bebas DPPH Ekstrak dan Fraksi Daun Knema pallens W.J.deWilde Hifdzur Rashif Rija&#039;i; La Ode Rijai; Arman Rusman
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1043

Abstract

Knema pallens W.J.deWilde, yang secara lokal dikenal dengan nama Penggugut, merupakan tumbuhan endemik Kalimantan yang termasuk ke dalam famili Myristicaceae. Spesies ini umumnya ditemukan di ekosistem hutan dataran rendah, wilayah berpasir, serta kawasan hutan bakau. Meskipun memiliki potensi hayati yang khas, kajian ilmiah mengenai aktivitas bioaktif dari spesies ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase rendemen, profil fitokimia, serta aktivitas peredaman radikal bebas secara kuantitatif dari ekstrak dan fraksi daun Knema pallens. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol, dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Uji aktivitas antiradikal dilakukan dengan metode peredaman radikal DPPH (2,2-difenil-2-pikrilhidrazil) yang dinyatakan dalam nilai Inhibitory Concentration 50% (IC₅₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh dari fraksi n-heksana sebesar 28,9%, diikuti oleh fraksi n-butanol (9,8%), ekstrak metanol (8,04%), dan fraksi etil asetat (7,83%). Skrining fitokimia mengindikasikan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, serta steroid/triterpenoid dalam ekstrak dan fraksi yang diuji. Hasil uji aktivitas antiradikal menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 50,426 ppm (ekstrak metanol), 80,863 ppm (fraksi n-heksana), dan 40,981 ppm (fraksi etil asetat). Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas peredaman radikal paling kuat dengan nilai IC₅₀ terkecil. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun Knema pallens memiliki potensi antiradikal yang tergolong kuat hingga sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa daun Knema pallens berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber agen antioksidan alami yang prospektif dalam bidang farmasi dan kesehatan.
OPTIMASI CO-PROCESSED LAKTOSA-AMILUM-HPMC DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN UNTUK FORMULASI TABLET VITAMIN C KEMPA LANGSUNG Fatma Halda Thufaila; Suprapto Suprapto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.1046

Abstract

Vitamin C bersifat higroskopis sehingga rentan terhadap kelembapan dan panas, maka formulasi tablet dipilih menggunakan metode kempa langsung yang memerlukan eksipien dengan sifat alir dan kompresibilitas baik. Penelitian ini bertujuan memperoleh eksipien co-processed  campuran laktosa dan amilum yang optimum serta memenuhi persyaratan sifat fisik granul dan aplikasinya pada tablet vitamin C. Formula co-processed dirancang menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13 metode Simplex Lattice Design dengan variasi rasio laktosa dan amilum pada delapan formula. Evaluasi granul meliputi kecepatan alir, sudut diam, kompresibilitas, dan rasio Hausner, sedangkan evaluasi tablet meliputi kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil penelitian menunjukkan formula optimum pada rasio laktosa dan amilum 38:42 mg dengan nilai desirability 0,720. Kombinasi modifikasi laktosa, amilum, dan HPMC melalui metode pregelatinasi dan co-processed  memengaruhi sifat fisik granul dan sifat fisika-kimia tablet vitamin C, yaitu meningkatkan kecepatan alir, rasio Hausner, dan kekerasan tablet, serta menurunkan kerapuhan dan waktu hancur. Hasil uji tablet berturut-turut menunjukkan kekerasan 5,69; 8,24; 6,62 kg, kerapuhan 0,006; 0,004; 0,005%, dan waktu hancur 3,25; 5,16; 10,13 detik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DI SURAKARTA Tista Ayu Fortuna; Fitriani Rizki Ainun
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1058

Abstract

Salah satu upaya penanganan pada kasus diabetes mellitus (DM) adalah dengan rutin melakukan kontrol kadar gula darah.Hasil pemeriksaan kadar gula darah pasien merupakan salah satu penentu pengobatan yang akan diterima. Kontrol gula darah yang baik, dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Komplikasi pada pasien diabetes, akan berdampak pada ekonomi dan penurunan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik terapi dan faktor yang memengaruhi kontrol kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Studi ini dilakukan dengan menggunakandesain penelitian cross-sectional. Data diambil dari rekam medik dan pemberian kuesioner medication adherence reportscale (MARS-5) pada 350 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien DM berusia dewasa ≥ 18 tahun, pasien dengan rekam medik lengkap dan melakukan pemeriksaan guladarah 3 bulan berturut-turut, sedangkan kriteria eksklusinya adalah pasien yang tidak bersedia menjadi responden dan tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau non verbal. Data diolah dengan menggunakan uji chi-square, dilanjutkan dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan gambaran terapi yang banyak diterima pasien berupainsulin glargin + aspart sebanyak 95 pasien (27,1%). Faktor yang memengaruhi kadar gula darah pasien meliputi pendidikan (p-value = 0,012); jumlah obat (p-value = 0,023;) dan kepatuhan (p-value = 0,000).
COOKIES TINGGI SERAT DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea): RESPONS GLUKOSA POST PRANDIAL PADA TIKUS WISTAR Nandifa Azzahra Salsabila; Berlian Putri Nur Winda; Nadya Putri Adisty; Elsya Bella Putri; Arifah Sri Wahyuni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1061

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun di Indonesia. Pola konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar glukosa darah. Inovasi pangan fungsional yang dapat membantu mengontrol kadar glukosa diperlukan bagi penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, kandungan proksimat, serta efek cookies berbasis tepung kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dan tepung bunga telang (Clitoria ternatea) terhadap kadar glukosa darah post prandial (GDPP). Metode penelitian meliputi skrining fitokimia, formulasi cookies, analisis proksimat, serta uji respon kadar GDPP pada tikus putih jantan galur Wistar. Sebanyak 15 tikus dibagi kedalam 3 kelompok secara acak (kontrol positif, kontrol negatif, dan perlakuan). Kelompok perlakuan diberikan cookies 6,25 g/kgBB, sedangkan kontrol positif diberikan suspensi acarbose 10 mg/KgBB. Pemeriksaan kadar glukosa dilakukan pada waktu baseline (12 jam setelah puasa), 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil skrining fitokimia menunjukkan tepung kulit pisang kepok dan bunga telang positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan polifenol. Hasil analisis proksimat pada formula cookies kombinasi (F1) menunjukkan kadar serat sebesar 8,30%, protein 10,73%, lemak 21,48%, kadar air 22,22%, kadar abu 12,03%, dan karbohidrat total 28,29%. Profil kadar GDPP menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kelompok perlakuan mulai menit ke-60 hingga menit ke-120 setelah diinduksi glukosa 4g/kgBB. Rata-rata kadar glukosa kelompok perlakuan (97,6±12,6 mg/dL) lebih rendah dibandingkan kontrol positif (102,6±8,6 mg/dL) pada menit ke-120. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar GDPP berdasarkan waktu pengamatan (F = 45,992; p < 0,001) serta interaksi signifikan antara waktu dan kelompok perlakuan (F = 3,311; p = 0,032). Cookies berbasis kulit pisang kepok dan bunga telang berpotensi dikembangkan sebagai makanan selingan tinggi serat yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus.