cover
Contact Name
Fatma Wati
Contact Email
sajaratununiflor1980@gmail.com
Phone
+6281337006311
Journal Mail Official
sajaratununiflor1980@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Paupire, Kab. Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 85311
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
SAJARATUN : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Published by Universitas Flores
ISSN : -     EISSN : 28098293     DOI : https://doi.org/10.37478/sajaratun
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sajaratun ini dulu diterbitkan pertama kali bulan Mei 2016 dengan nama Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah UNIFLOR dan diterbitkan 2 kali setahun dalam bulan Mei dan November. Sekarang akan diterbitkan dengan nama SAJARATUN dan terbit pada bulan Juni dan Desember.
Articles 115 Documents
REPRESENTASI SPIRIT SOLIDARITAS DALAM BUDAYA SIDA LAKI (Analisis Kualitatif pada Masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai) Sarlin, Florentina Mardiana; Anita, Anita; Dhiki, Katarina
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4384

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana spirit solidaritas dalam budaya Sida Laki pada masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. 2) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap Sida Laki?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui spirit solidaritas dalam budaya Sida Laki pada masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese kabupaten Manggarai. 2) Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Sida Laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Makna budaya Sida Laki sebagai salah satu cara untuk membina hubungan kekeluargaan dimana budaya Sida Laki bukan hanya mempersoalkan materi yang diberikan dari keluarga anak wina kepada keluarga anak rona tetapi juga memaknai sebagai tanda pemersatu dan kekerabatan antara anak wina dan anak rona. Budaya Sida Laki merupakan sebuah bentuk pemberian berkat dan rejeki dari pihak anak wina untuk anak rona. Sida Laki dapat membantu dan meringankan urusan adat anak rona. Masyarakat Desa Paka memiliki persepsi yang positif dan negatif mengenai budaya Sida Laki. Bagi masyarakat, budaya Sida Laki dapat menciptakan nilai spirit solidaritas pada masyarakat Desa Paka. Namun ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa Sida Laki menjadi beban tersendiri bagi pihak anak wina jika permintaan Sida Laki sangat besar.
TRADISI PERKAWINAN ADAT NGGAE FAI PADA MASYARAKAT DI DESA PAUTOLA KECAMATAN KEO TENGAH KABUPATEN NAGEKEO Tao, Ferdinando De Carlos; Djandon, Maria Gorety; Dhiki, Katarina
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4389

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses ataupun tahapan-tahapan dalam tradisi perkawinan adat di Desa Pautola Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo 2) Faktor-faktor apa saja yang membuat perkawinan adat di Desa Pautola Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo masih bertahan hingga saat ini ?, Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Mengetahui proses ataupun tahapan-tahapan dalam tradisi perkawinan adat di Desa Pautola Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo. 2) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang membuat perkawinan bisa bertahan hingga saat ini. Penelitian mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Masyarakat Desa Pautola dengan jumlah informan sebanyak satu orang mosalaki (kepala ada), satu orang tokoh masyarakat dan satu orang masyarakat adat sebagai tokoh pendukung ). Pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Reduksi Data (data pencarian), 2) Display Data (penyajian data), Verifikasi (penarikan kesimpulan). Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi perkawinan adat nggae fai merupakan suatu trdisi yang sudah dilakukan oleh nenek moyang sejak dahulu dan diwariskan kepada generasi-generasi sekarang dan masih dipertahankan hingga saat ini karena dalam tradisi ini tidak boleh dilanggar dan harus sesuai dengan tahapan-tahapanya jika dilanggar maka kita akan menerima konsekuensinya seperti jadi buah bibir warga setempat.
HISTORIOGRAFI DESA TEKA IKU DALAM REKAM JEJAK POTRET LAWATAN SEJARAH DAN KEMAH ILMIAH MAHASISWA SEJARAH FKIP UNIVERSITAS FLORES Dentis, Yosef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4566

Abstract

Penelitian ini membahas tentang rekam jejak potret perjalanan aktivitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dalam Kemah Ilmiah dan Lawatan Sejarah ,Historiografi Dinamika Kehidupan Masyarakat Desa Teka Iku Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka. Masyarakat nusantara adalah bentukan masyarakat atau hasil pembentukan melalui proses waktu panjang yang telah ditempuh oleh semua kelompok masyarakat menurut jenis dan intensitas pengaruh berlainan. Konsep masyarakat Indonesia tumbuh dari suatu proses perjalanan masa yang panjang oleh betukan sejarah,k keanekaragaman dan keseragaman tradisi, serta modernisasi untuk sampai pada keadaan seperti sekarang ini. Tentang hal itu, kajian tentang masyarakat Indonesia sudah banyak dilakukan oleh para ilmuwan, termasuk ilmuwan sosial.Pada masa konolial iala memperoleh pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan penduduk pribumi untuk berbagai kepentingan pemerintah jajahan, sedangkan dalam masa mengisi kemerdekaan ini bertujuan untuk meningkatkan persatuan dan mendukung pembangunan melalui modernisasi masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mendeksripsikan perilaku manusia dan identitas lingkungan yang secara factual dan jelas. Pengumpulan data melalui Teknik wawancara, dokumentesi, observasi . hasil penelitian menunjukan bahwa kebudayaan sebagai sesuatu yang sangat urgen dan nyata komunikasi masyarakat yang membentuk kepribadian kebudayaan yang selalu membawa pada perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan kehidupan zaman dalam sejarah perjalanan manusia.
PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI I NANGAPANDA Mete, Yuliana Yenita
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4568

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan supervisi di SMA Negeri 1 Nangapanda, dan mengetahui bagaimana kinerja guru setelah diadakan supervisi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat beberapa masalah dalam melaksanakan supervisi di sekolah, sehingga sangat diperlukan sekali supervisi untuk meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah SMA Negeri 1 mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja guru dalam mengelola pembelajaran di sekolah, oleh karena itu sangat diperlukan sekali prinsip dan pendekatan agar dapat melakukan supervisi dengan baik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MELALUI DISKUSI KELOMPOK KERJA GURU ( KKG ) Jariyah, Ainun
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4569

Abstract

Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan Pakem yang memungkinkan bisa mengembangkan kreativiats, motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran adalah dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Apakah kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat ditingkatkan melalui diskusi Kelompok Kerja Guru. Apakah kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat ditingkatkan melalui diskusi Kelompok Kerja Guru. Metode penitian menggunakan model penelitian PTK, hasil penelitian analisis dan pembahasan siklus I dan siklus II tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, ada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru (KKG).
ANALISIS TINDAKAN KEDISIPLINAN TERHADAP SISWA (STUDI KASUS SISWA MA ALMUTTAQIN ENDE-FLORES-NTT) Gago, Jumila
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4570

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Tindakan sekolah dalam penerapan kedisplinan di MA Almuttaqin Ende-Flores-NTT. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif sedangkan metode yang digunakan deskriptif melalui tehnik observasi wawancara. Keabsahan data digunakan tehnik trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap guru dalam melakukan kedisplinan kepada siswa telah menerapkan kebiasaan kedisiplinan pada semua warga sekolah. Namun dalam proses pelaksanaan di temukan adanya Tindakan kekerasan dalam mendisiplinkan siswa yang bermasalah. Tindakan sekolah dalam penerapan kedisiplinan menunjukan bahwa sekolah telah tegas mendisiplinkan siswa menggunakan kekerasan, sekolah menyetujui Tindakan ini terjadi karena telah disetujui oleh semua warga sekolah termasuk orang tua siswa. Dampak dari kedispinan menggunakan kekerasan di sekolah menunjukan bahwa adanya dampak positif, ini dibuktikan banyak siswa memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
MEMBENTUK NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DENGAN MENGGALI KEARIFAN LOKAL WATU RAJO DESA NDUNGGA KECAMATAN ENDE TENGAH KABUPATEN ENDE We'u, Gregorius; Ga'a, Alfonsus
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4641

Abstract

Peran teknologi informasi dan komunikasi pada era globalisasi saat ini tidak dapat dipungkiri telah menggeser peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya, khususnya dalam hal pembentukan karakter. Kebiasaan orang tua zaman dahulu mendongengkan cerita rakyat menjelang tidur anak, diakui atau tidak semakin ditinggalkan. Sementara instrumen canggih yang bernama internet begitu banyak menawarkan berbagai informasi, pengetahuan, dan budaya tanpa adanya filter. Internet dan televisi terposisikan sebagai guru, namun tanpa memiliki rasio dan rasa. Anak bebas memilih yang baik atau pun yang buruk tanpa pujian, dorongan, atau pun ancaman dan hukuman. Kondisi ini patut diduga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap lunturnya standar moral yang berakar pada nilai-nilai lokal. Dalam kondisi demikian, sekolah diharapkan menjadi tempat menggantungkan harapan untuk membentuk karakter anak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Kearifan lokal yang dimiliki oleh berbagai kelompok masyarakat dapat digali kembali melalui cerita rakyat sebagai materi pembelajaran di sekolah. Sebagai bentuk sastra lisan, cerita rakyat memuat pesan-pesan moral yang baik, yang dapat menjadi perantara untuk memahami nilai-nilai kearifan lokal kelompok masyarakat tertentu. Pentingnya peran guru adalah mencelupkan anak dalam cerita-cerita tradisional, sebagai penutur cerita, dan memilih materi cerita sesuai dengan kriteria, yang mencakup: nilai-nilai moral, dan nilai pesan. Tidak kalah penting dari itu adalah peran guru dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal melalui keteladanan dalam kehidupan nyata.
KEBIJAKAN MODERNISASI RAJA CHULALONGKORN (RAMA V) DAN DAMPAKNYA BAGI NEGARA THAILAND Sulaiman, Hasti
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 10 No 1 (2025): SAJARATUN: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v10i1.6111

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan yang dilakukan oleh raja Chulalongkorn terhdap negara Thailand, Faktor Pendorong Raja Chulalongkorn untuk Mengadopsi Kebijakan Modernisasi, . Dampak kebijakan Modernisasi Raja Chulalongkorn Terhadap Transformasi Sosial dan Politik Negara (Siam) Thailand. Metode penelitian dalm artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh Raja Chulalongkorn adalah awal pada pertengahan tahun 1880-an ia mulai secara bertahap menempatkan adminisator yang kompeten dan terpercaya, yang memungkinkannya untuk melaksanakan reformasi besar-besaran secara lebih efektif. Puncaknya adalah pembentukan 12 kementerian. Salah satu pencapaiannya yang paling terkenal adalah penghapusan perbudakan secara bertahap. Reformasi Administrasi dan Pemerintahan: Ia merombak sistem administrasi feodal yang lama dengan model pemerintahan sentral yang lebih moderen dan efisien. Sistem hukum tradisional digantikan dengan sistem hukum yang lebih moderen, terinspirasi oleh model Barat. Pengadilan-pengadilan baru didirikan, dan undang-undang baru diberlakukan, pembangunan Infrastruktur: Pemerintahannya mendorong pembangunan infrastruktur vital seperti jaringan kereta api pertama, jalan raya, layanan pos dan telegraf, serta rumah sakit dan sekolah moderen. Pembangunan ini sangat penting untuk integrasi nasional dan pertumbuhan ekonomi, reformasi Pendidikan: Raja Chulalongkorn sangat kebijakan modernisasi adalah Ancaman Kolonialisme Eropa, Pendidikan Barat dan Keterbukaan menekankan pentingnya pendidikan. Ia mendirikan sekolah-sekolah moderen, termasuk sekolah untuk anak perempuan dan sekolah kejuruan. Ia juga mengirim banyak pelajar Siam untuk menuntut ilmu di Eropa. Upaya ini melahirkan generasi baru pejabat dan intelektual yang terdidik, reformasi Keuangan dan Fisikal: Sistem perpajakan direformasi untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi korupsi. Sebuah sistem anggaran nasional diperkenalkan, modernisasi Militer: Angkatan bersenjata dimodernisasi dengan pelatihan dan persenjataan model Barat untuk memperkuat pertahanan negara. Faktor-faktor yang pendorong Raja Chulalongkorn mengadopsi Pemikiran dan kebijakan diplomasi yang cerdas. Dampa kebijakan Raja Chulalongkor adalah dampak sosial dan politik.
PERAN LEMBAGA ADAT DU’A MO’AN WATU PITU-MAHE UDEK RANG HUBIN DESA TEKA IKU MAUMERE (MAKNA REKONTRUKSI SEJARAH) Dentis, Yosef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 10 No 1 (2025): SAJARATUN: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v10i1.6155

Abstract

Penelitian ini membahas peran Lembaga Adat Du’a Moan Watu Pitu serta konsep Mahe Udek Rang Hubin dalam kehidupan masyarakat desa Teka Iku Maumere, sebagai upaya merekonstruksi sejarah dan identitas budaya lokal. Lembaga ini memegang fungsi sentral dalam menjaga nilai-nilai tradisi, hukum adat, serta relasi sosial antarwarega, terutama dalam kontek ritus, pewarisan tanah, dan struktur kekuasaan lokal. Konsep Mahe Udek Rang Hubin dipahami sebagai simbol keterikatan kekerabatan, pengabdian, dan tangunggjawab kolektif antar komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil studi menunjukan bahwa rekonstruksi sejarah melalui praktik adat dan narasi lisan menjadi sarana penting dalam memperkuat jati diri masyarakat serta melestarikan kearifan lokal yang terancam oleh perubahan zaman. Dengan demikian, peran Lembaga Adat dan Simbolisme budaya lokal menjadi fondasi dalam merawat kesinambungan sejarah dan identitas masyarakat desa Teka Iku.  
Merekam Ingatan, Menyuarakan Sejarah: Efektivitas Media Audio Visual sebagai Alat Publikasi di Museum Pleret Haryanto, Aswin
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 2 (2025): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v11i2.7097

Abstract

Kemajuan teknologi informasi mendorong lembaga kebudayaan, termasuk museum, untuk bertransformasi dari fungsi tradisionalnya sebagai tempat penyimpanan artefak menjadi pusat penyebaran pengetahuan yang interaktif dan responsif terhadap perkembangan media. Penelitian ini bertujuan menelaah sejauh mana efektivitas penggunaan media audio visual sebagai sarana publikasi di Museum Pleret, Yogyakarta, dalam memperkuat peran edukatif serta partisipasi masyarakat terhadap museum. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola dan pengunjung, serta analisis terhadap konten audio visual yang dihasilkan oleh pihak museum. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan media audio visual mampu meningkatkan ketertarikan publik terhadap koleksi serta narasi sejarah yang diangkat Museum Pleret. Media ini dapat mengubah penyajian sejarah yang bersifat statis menjadi pengalaman visual dan auditif yang lebih interaktif, sehingga memperluas jangkauan komunikasi sekaligus memperdalam pemahaman pengunjung terhadap konteks sejarah lokal. Meski demikian, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis seperti mutu produksi, ketepatan informasi sejarah, dan konsistensi strategi publikasi digital. Oleh karena itu, penggunaan media audio visual di Museum Pleret dapat dikatakan efektif apabila diterapkan dalam kerangka komunikasi budaya yang berkesinambungan dan berlandaskan riset sejarah yang kredibel.

Page 11 of 12 | Total Record : 115