cover
Contact Name
Fatma Wati
Contact Email
sajaratununiflor1980@gmail.com
Phone
+6281337006311
Journal Mail Official
sajaratununiflor1980@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Paupire, Kab. Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 85311
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
SAJARATUN : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Published by Universitas Flores
ISSN : -     EISSN : 28098293     DOI : https://doi.org/10.37478/sajaratun
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sajaratun ini dulu diterbitkan pertama kali bulan Mei 2016 dengan nama Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah UNIFLOR dan diterbitkan 2 kali setahun dalam bulan Mei dan November. Sekarang akan diterbitkan dengan nama SAJARATUN dan terbit pada bulan Juni dan Desember.
Articles 107 Documents
SEJARAH PENDIDIKAN SEKOLAH ATAS KATOLIK SYURADIKARA DALAM PERSPEKTIF KARYA MISI SVD Ola Tei, Martin De Porres; Roe, Yosef Tomi; Kusi, josef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6 No 1 (2021): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v6i1.3827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Sejarah Pendidikan Sekolah Menengah Atas Katolik Syuradikara Dalam Perspektif Karya Misi SVD. Dengan demikian masalah yang ditelaah adalah (1) bagaimana Sejarah Pendidikan Sekolah Menengah Atas Katolik Syuradikara Dalam Perspektif Karya Misi SVD dan (2) apa tujuan misionaris SVD membangun Sekolah Menengah Atas Katolik Syuradikara? Adapun tujuan penelitian ini ialah mengetahui Sejarah Pendidikan Sekolah Menengah Atas Katolik Syuradikara Dalam Perspektif Karya Misi SVD dan mengetahui tujuan misionaris SVD membangun Sekolah Menengah Atas Katolik Syuradikara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik dasar dan lanjutan kedua metode ini ialah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori gerak siklus sejarah. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Sejarah Pendidikan Sekolah Menengah Atas Katolik Syuradikara umumnya berupa pembangunan gedung Syuradikara, peresmian Sekolah Menengah Atas Katolik Syuradikara, dan visi, misi, serta tujuan sekolah. (2) Tujuan misionaris SVD membangun Sekolah Menengah Atas Katolik Syuradikara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa (generasi muda) manusia Nusa Tenggara Timur dalam konteks misi Ad Gentes yang artinya tanggung jawab Gereja terhadap keselamatan bangsa-bangsa, dan menggalang dialog melalui catur matra dialog profetis dengan agama lain, budaya lain, orang kecil, dan lingkungan hidup atau alam ciptaan dengan keempat dimensi hakiki yang menjadi prioritas SVD yakni: kerasulan kitab suci, animasi misi, keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan.
RITUAL PEMBERIAN NAMA ANAK (PI’I WAU’NG ) PADA KLAN TENU DI DESA LANAMAI KECAMATAN RIUNG BARAT KABUPATEN NGADA Minu, Theresia; Djandon, Maria Gorety; Bego, Karolus Charlaes
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6 No 1 (2021): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v6i1.3830

Abstract

Permasalahan yang diangakat dalam penelitian ini adalah:(1) Bagaimana proses pelaksanaan ritual pemberian nama anak ( Pi’i Wa’ung) pada klan Tenu di Desa Lanamai Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada, (2)Apa makna dari ritual Pemberian nama (pi’i wa’ung) Pada klan Tenu Di Desa Lanamai Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada. Untuk membahas masalah diatas peneliti mengunakan teori Interaksionisme Simbolik yang dikemukakan oleh George Simmle. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data-data berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari para narasumber serta perilaku yang diamati yang diarahkan pada latar beakang seutuhnya. Subyek penelitian, peneliti memilih enam orang informan yaitu empat orang tokoh masyarakat dan satu orang tokoh adat sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data ini ada tiga yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data diantaranya: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Ritual pemberian nama anak masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat pada klan Tenu. (2) dari kalangan generasi mudah kurang peduli terhadap ritual pemberian nama anak. Aspirasi masyarakat Desa lanamai akhirnya mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah Kabupaten Ngada. Hasil akhir studi ini menyimpulkan bahwa Desa Lanamai mengalami perkembangan antara lain dalam bidang sosial, dan bidang budaya
ASAL USUL SUKU TADO DI DESA NGAMPANG MAS KECAMATAN BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Ena, Ermenilda
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6 No 1 (2021): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v6i1.3834

Abstract

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana asal usul suku Tado di Desa Ngampang Mas Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur 2) bagaimana peran suku Tado di Desa Ngampang Mas Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Tujuan dalam peneliti 1) untuk mengetahui asal usul suku Tado di Desa Ngamapang Mas Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur 2) untuk mengetahui peran suku Tado di desa Ngampang Mas Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang digagaskan oleh Ibnu Khaldun tentang kehidupan masyarakat yang mengalami tiga fase yaitu lahir berkembang dan mati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 informan dan informan pendukung sebanyak 3 orang. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini 1) reduksi data, 2) pemaparan data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: nenek moyang suku Tado berasal dari sebuah Mano Sawu lalu pindah ke kampung Tado (poco tado) Kampung Tado. Pada waktu itu nenek moyang suku Tado mendirikan sebuah kampung yang bernama kampung Tado. Seiring berjalannya waktu dalam kehidupannya kemudian terjadi gempa bumi yang besar- besaran (Popo Sebang) di samabar petir (paki le pasat). Dengan adanya musibah ini akhirnya nenek moyang semua mulai berpencar ke kampung yang lain. Sehingga nenek moyang suku tado pindah ke kampung Purak dan membuat rumah adat baru (Mbaru Gendang) di Purak. Suku Tado juga memiliki peran penting untuk memimpin masyarakat dalam acara adat, memimpin masyarakat dalam sengketa atau konflik, dan memimpin dan memotivasi kaum mudah di desa Ngampang Mas
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN TAMAN BACAAN PLEY PUSTAKA DESA NDETUNDORA II KECAMATAN ENDE KABUPATEN ENDE Bunga, Yohana
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6 No 1 (2021): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v6i1.3837

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Persepsi Masyarakat Terhadap Layanan Taman Bacaan Pley Pustaka Di Desa Ndetundora II Kecamatan Ende Kabupaten Ende. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap layanan Taman Bacaan Pley Pustaka di desa Ndetundora II Kecamatan Ende Kabupaten Ende. Peneliti menggunakan teori pendidikan Informal yang di gagas oleh Combs Pendidikan nonformal merupakan setiap aktivitas terorganisasi secara sistematis di luar persekolahan yang mapan, dicoba secara mandiri ataupun ialah bagian penting dari aktivitas yang lebih luas, yang terencana dicoba buat melayani peserta didik tertentu di dalam tujuan belajarnya. Pendidikan nonformal yang mana sangat dipengaruhi oleh keluarga serta lingkungan warga sangat mempengaruhi terhadap pembuatan perilaku serta sikap seseorang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, subjek dalam penelitian ini yaitu 1 pengganti pengelola TBM Pley Pustaka, 4 masyarakat, 1 kepala Desa, dan 1 Kaur Desa. Sedangkan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Pemaparan data, 4) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taman Bacaan Masyarakat Pley Pustaka serius dalam mendidik anak bangsa dengan cara sederhana menyiapkan berbagai literatur atau bahan pustaka bagi anak-anak yang membutuhkan sumber bahan bacaan serta memberikan pelayanan yang baik untuk para pengunjung. Selain ketersedian bahan pustka terdapat juga fasilitas yang mendukung kegiatan membaca di Taman Bacaan Masyarakat yang masih sangat sederhana seperti ruangan khusus, persediaan kursi dan meja serta lemari sebagai tempat untuk menyimpan buku. Peneliti menyimpulkan bahwa dengan kesederhanaan fasilitas dan keterbatasan tetapi semangat terus berkobar dari pengelola dalam pelayanan kepada anak-anak untuk tetap membaca dan berkunjung ke Taman Bacaan Masyarakat Pley Pustaka.
SEJARAH GEREJA KATOLIK ST. MARIA IMACULATA NDONA ( 2010-2020) Pati, Yulius; Roe, Yosef Tomi; Bego, Karolus Charlaes
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6 No 1 (2021): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v6i1.3838

Abstract

Permasalahan pokok yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana sejarah berdiri gereja St. Maria Imaculata Ndona dan perkembangan gereja St. Maria Imaculata Ndona tahun 2010-2020. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui sejarah gereja St. Maria Imaculata Ndona dan perkembangan dari tahun 2010-2020. Penelitian yang dilakukan menggunakan teori gerak siklus sejarah, penggagas Ibnu Kaldun. Dalam penulisan karya ilmiah ini peneliti menggunakan metode sejarah (historical methods). Metode ini mencakup empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interprestasi dan historiografi. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan sumber primer berupa arsip paroki dan sekunder yaitu berupa buku, jurnal dokumentasi dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Sejarah gereja Katolik St. Maria Imaculata Ndona berawal tepat pada tanggal 27 April 1914 pada saat Mgr. Petrus Noyen, SVD tiba di Ende. Ada berjuta harapan dari sang misionaris SVD ini saat tiba di kota Ende. Harapan tersebut yakni untuk bisa mendirikan pusat misi kepulauan Sunda Kecil dan sekaligus menjadi tempat Residen Prefek Apostolik. Pada tanggal 29 April 1914 sejak pagi hingga tengah hari Mgr. Petrus Noyen, SVD berkuda bersama Controleur Hens dan Gezaghebber Van Suchtelen mencari suatu tempat sebagai pusat misi kepulauan Sunda Kecil, hingga pada tahun 1915 dibangunlah stasi Ndona yang saat ini dikenal dengan Gereja St.Maria Imaculata Ndona.
PERAN GURU PROFESIONAL SEBAGAI FASILITATOR DAN KOMUNIKATOR DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PADA SMPN SATAP RATENGGOJI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS FLORES Jariyah, Ainun; Navi, Lusia Herlina; Nona, Hadijah
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 2 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i2.5125

Abstract

Sebagai aspek kemanusiaan dalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk berperan sebagai fasilitator, sesuai dengan kreasi kurikulum baru. Selain mampu menemukan dan memanfaatkan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mereka, guru juga diharapkan berperan sebagai mentor. Kedudukan guru sebagai fasilitator dapat dikenali dari lima tanda. Segala sumber belajar disediakan oleh yang pertama, fasilitas belajar disediakan oleh yang kedua, mitra ditindaklanjuti oleh yang ketiga, tanggung jawab mengajar dilaksanakan oleh yang keempat, dan peserta didik disediakan oleh yang kelima dengan tidak bertindak sembarangan. Meski belum mencapai hasil terbaik, guru pada umumnya berusaha berperan sebagai fasilitator. Memperjelas peran guru sebagai fasilitator kegiatan belajar mengajar adalah tujuan dari esai ini.
IDENTIFIKASI MENJADI GURU PROFESIONAL DI ERA MODERN Mbia Wea, Veronika P. Sinta; Owa, Maria Fransiska; Jimin, Renata L.B
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 2 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i2.5151

Abstract

Guru merupakan elemen penting dalam pendidikan dan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter serta keterampilan siswa, terutama di era digital saat ini. Untuk memenuhi tuntutan ini, guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan profesionalisme guru di era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan globalisasi. Dengan menggunakan studi pustaka, artikel ini menganalisis tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam pengajaran dan bagaimana strategi pengembangan profesionalisme dapat diterapkan, seperti pelatihan berkelanjutan, pendekatan pembelajaran hybrid, dan manajemen kelas berbasis teknologi. Temuan menunjukkan bahwa guru profesional di era digital perlu mengadopsi metode pembelajaran inovatif yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi.
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN YANG DI GUNAKAN DALAM UPACARA ADAT MBAMA DESA WOLOLELE A, KECAMATAN WATUNESO, KABUPATEN ENDE-FLORES NTT Gago, Jumilah
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 2 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara adat Mbama merupakan warisan yang masih mengakar dan menjadi kebiasaan secara turun-temurun dari nenek moyangnya. Berbagai pembuktian bisa dilihat di Desa Wololele A dilakukan di tiap tahun oleh Suku Lio di wilayah desa tersebut. Proses ini panjang diawali aturan-aturan yang sudah melekat kemudian di akhiri adat ritual yang dinamakan Adat Po’o, dalam ritual yang di lakukan ada beberapa tanaman tumbuhan yang digunakan. Tumbuhan yang di gunakan beripa tumbuhan padi dan kelapa, tumbuhan-yumbuhan di gunakan sebagai bahan upacara adat Mbama. Adapun tujuan penelitian ini, agar dapat mengetahui tumbuh-tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan upacara adat Mbama. Metode yang digunakan survei eksploratif, observasi partisipatif dan wawancara. Survei eksploratif bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat. Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat berbagai jenis tumbuhan yang di gunakan yaitu padi dan kelapa pada proses upacara adat Mbama.
Konstruksi Makna Historis Dalam Tradisi Pi’i Pato (Studi Etnografi Pada Masyarakat Desa Ria I Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada) Mberang, Gregorius; Kenoba, Marianus Ola; Wati, Fatma
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 2 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i2.5252

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Apa makna yang terkandung dalam tradisi Pi’i Pato pada masyarakat Desa Ria I Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada. 2) Bagaimana upaya-upaya masyarakat Desa Ria I Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada dalam mempertahankan ritual tradisi Pi’i Pato. Tujuan dalam ruang lingkup penelitian ini adalah: 1) Mengetahui makna yang terkandung dalam tradisi Pi’i Pato pada masyarakat Desa Ria I Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada. 2) Mengetahui upaya-upaya masyarakat Desa Ria I Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada dalam mempertahankan ritual tradisi Pi’i Pato. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci 3 orang dan informan pendukung 7 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu: 1) Pengumpulan Data, 2) Reduksi Data, 3) Penyajian Data 4) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Dalam pelaksanaan tradisi Pi’i Pato terdapat makna historis, makna religius, makna budaya, makna pendidikan, makna bersyukur. 2) Upaya-upaya masyarakat dalam mempertahankan tradisi Pi’i Pato yaitu: dengan melibatkan masyarakat, melalui lembaga keluarga
MAKNA BELIS GADING GAJAH (SUE) DALAM TRADISI PERKAWINAN ADAT BUDAYA MASYARAKAT RAJAWAWO DI DESA EMBUZOZO KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE Cantikma, Adriana Sucinta; Dentis, Yosef; Kusi, Josef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 2 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i2.5255

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apa Makna Belis Gading Gajah (Sue) Dalam Tradisi Perkawinan Adat Budaya Masyarakat Rajawawo Di Desa Embuzozo Kecamtan Nangapenda?. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Dari Belis Gading Gajah (Sue) Dalam Tradisi Perkawinan Adat Budaya Masyarakat Rajawawo Di Desa Embuzozo Kecamtan Nangapenda Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan metodologi etnografi. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang sebagai informan kunci dan 4 orang informan pendukung. Teknik pengumpulan data adalah: Reduksi data, Presentasi data, dan Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belis memiliki dua nilai, yaitu nilai historis dan budaya. Nilai historis dalam tradisi perkawinan adat budaya masyarakat Rajawawo merupakan salah satu tradisi yang diwariskan oleh leluhur terdahulu. Nilai budaya adalah bahwa semua masyarakat Rajawawo masih melaksanakannya tradisi peninggalan nenek moyang terdahulu. Benda yang diberikan oleh laki-laki kepada perempuan merupakan penghargaan kepada pihak perempuan. Benda tersebut berupa gading gajah, sapi, emas, dan uang yang merupakan warisan budaya leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.

Page 7 of 11 | Total Record : 107