cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 5 (2023): Mei" : 9 Documents clear
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Usia Reproduksi Terhadap Pemilihan Jenis Alat Kontrasepsi Ahmad Agil; Masita Fujiko; Sri Wahyuni Gayatri; Anna Sari Dewi; Ida Royani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.195

Abstract

Sebab minimnya kesuksesan program KB atau keluarga berencana mencakup wawasan perempuan umur subur serta faktor wawasan yang lain. Guna membagikan keyakinan jika wawasan menyusut sehingga ketaatan sebagai program KB menyusut pula, sehingga peneliti hendak membahas taraf pengetahuan usia subur sebab melalui teori Lawerence Gren dkk menyimpulkan jika sikap serta individu didampaki pada dua sifat, ialah perilaku (behaviour) serta diluar perilaku (nonbehaviour) lalu perilaku tersebut ditetapkan serta dibuat melalui tiga cakupan, meliputi faktor prediksi posisi (predisposing factor) yang mana berupa pengetahuan. Mengetahui Hubungan penggunaan alat kontrasepsi dengan kaita taraf pengetahuan ibu usia reproduksi terhadap pemeliham jenis alat kontrasepsi di BTN Tirassa, Sudiang Makassar pengkajian ini ialah pengkajian kuantitatif memakai deasin pengkajian analitik pada rangkaian cross sectional. Distirbusi data berdasarkan Irama didapatkan pada penelitian yang memiliki sinus Bradikardi sebanyak.3 (9,7%) Sinus dari 60 sampel yang digunakan pada penelitian ini diperoleh hasil 37 responden (61,7%) memiliki pengetahuan yang baik. Dari 60 responden 27 responden (45%) memilih pil KB 17 responden (28,3%) memilih kondom, dan 16 responden (26,7%) memilih implant/susuk KB. Hasil iji bivariat didaptkan perolehan jika terdapatnya kaitan tingkat pengetahuan terhadap pemilihan jenis alat kontrasepsi. Adanya kaitan yang signifikan pada pengetahuan mengenai alat kontrasepsi dengan pemilihan alat kontrasepsi
Hubungan Faktor-Faktor Risiko Dengan Hiperurisemia Pada Pasien Batu Saluran Kemih Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2020-2022 Ega Fadila; Aryanti Bamahry; Ahmad Ardhani Pratama; Reeny Purnamasari; Rasfayanah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.196

Abstract

Batu saluran kemih merupakan kasus yang paling sering diantara kasus urologi yang ada di Indonesia dan prevalensi 1-20% terjadi diberbagai negara di dunia. Batu yang terbentuk di saluran kemih akibat pengendapan dan kristalisasi. Salah satu penyebab dari kristalisasi yaitu hiperurisemia. Hiperurisemia atau tingginya kadar asam urat yang dipengaruhi beberapa faktor seperti genetik, usia, jenis kelamin, berat badan berlebih (obesitas), nutrisi dan obat-obatan. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan metode total sampling. Data yang diperoleh dari data rekam medik pasien batu saluran kemih dan didapatkan 45 sampel. Penelitian ini didapatkan hasil yang signifikan antara hiperurisemia dengan umur (p = 0,050) dan tekanan darah (p = 0,050). Sedangkan hubungan hiperurisemia dengan jenis kelamin (p = 0,412) dan indeks massa tubuh (p = 0,527) didapatkan hasil yang tidak signifikan. Terdapat hubungan faktor-faktor risiko dengan hiperurisemia pada pasien batu saluran kemih yaitu umur dan tekanan darah di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2020-2022.
Karakteristik Pasien Karsinoma Nasofaring Di Rs.Pelamonia Makassar Tahun 2020-2022 Moh. Adrezki M. Yusuf; Jane Mary Carolina Rintjap; Ade Rahmy Sujuthi; Sri Wartati; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.227

Abstract

Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di lndonesia. Hampir 60 % tumor ganas kepala dan leher merupakan karsinoma nasofaring, kemudian diikuti oleh tumor ganas hidung-dan sinus paranasal (18 %), laring (16%), dan tumor ganas rongga mulut, tonsil, hipofaring dalam presentase rendah.Berdasarkan data Laboratorium Patologi Anatomik tumor ganas nasofaring sendiri selalu berada dalam kedudukan lima besar dari tumor ganas tubuh manusia bersama tumor ganas serviks uteri, tumor payudara, tumor getah bening dan tumor kulit.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian deskriptif, yang mana pengukuran variable dilakukan pada saat tertentu yang sama untuk mengetahui karaktersitik pasien Karsinoma Nasofaring di Rumah Sakit Pelamonia makassar, dengan menggunakan rekam medik sebagai data penelitian.Data penelitian ini diperoleh melalui Rekam Medis Pasien. Penelitian ini melibatkan 40 Sampel. Distribusi pasien karsinoma nasofaring di tahun 2022 yaitu sebanyak 25 (62.5%) menunjukan jumlah yang signifikan lebih tinggi dibanding tahun 2020 dan tahun 2021. Distribusi pasien karsinoma nasofaring menurut umur terbanyak terjadi pada umur lebih dari 51 tahun yaitu sebanyak 21 sampel ( 52,5 % ).Pasien karsinoma nasofaring dominan pada Perempuan sebanyak 23 sampel (57.5%).pasien karsinoma nasofaring dominan datang dengan keluhan utama obstruksi nasi sebanyak 15 (37.5%).Terbanyak pasien karsinoma nasofaring menurut stadium penyakit yaitu pada stadium IV A sebanyak 15 ( 37.5% ) .gambaran histopatologi terbanyak yaitu Undifferentiated Carcinoma who tipe 3 sebanyak 24 (60 %) dari total 40 sampel. Mendorong pemerintah dalam hal ini dalam bidang Kesehatan untuk dapat meningkatkan upaya pencegahan berupa promosi Kesehatan kepada masyarakat mengenai deteksi dini karsinoma nasofaring serta cara mencegahnya agar tidak meningkatkan resiko terjadinya karsinoma nasofaring di masyarakat , karena merujuk dari hasil penelitian ini bahwa rata-rata pasien karsinoma nasofaring terdiagnosis stadium lanjut saat datang kerumah sakit.
Hubungan Kejadian Otitis Media Supuratif Akut dengan Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak di RSUD dr. La Paloloi Andi Retno Afifah; Andi Tenri Sanna; Nur Ayu Lestari; Andi Baso Sulaiman; Muh. Alfian Jafar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.229

Abstract

OMSA merupakan penyakit yang kerap menyerang anak-anak. Hal ini dikarenakan anak lebih rentan terkena OMSA karena bentuk tuba eutachiusnya lebih pendek dan posisinya yang horisontal sehingga memungkinkan bakteri masuk dan membentuk kolonisasi dan menginfeksi telinga bagian tengah. Anak yang kerap mengalami ISPA cenderung akan mengalami OMSA. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui kejadian otitis media supuratif akut dengan riwayat Infeksi saluran napas atas pada anak. Penelitian menggunakan desain potong lintang serta menggunakan observasional secara analitik. Karakteristik penderita berdasarkan jenis kelamin yaitu memiliki persentase yang sama diantara kedua nya sebanyak 58 orang (50%). Karakteristik penderita berdasarkan umur, yaitu kelompok umur 0 - <1 tahun sebanyak 12 anak (10,3%), anak umur 1-5 tahun sebanyak 33 anak (28,4%), serta anak umur kurang dari 5-18 tahun sebanyak 71 anak (61,2%). Dari 116 anak yang didiagnosis otitis media supuratif akut, 47 orang (40,5%) diantara nya mempunyai riwayat ISPA, sedangkan 69 orang (59,48%) diantara nya tidak memiliki riwayat ISPA. Pasien yang terdiagnosis OMSA, 40,5% diantaranya memiliki riwayat ISPA di RS dr. La Palaloi.
Karakteristik Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Novia Kurniyanti; Rahmawati; Yusuf Kidingallo; Edward Pandu Wiriansya; Raden Selma
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.230

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif kronik, biasanya disebut sebagai Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), adalah sekelompok penyakit paru-paru progresif, paling umum adalah emfisema dan bronkitis kronis. Kedua kondisi tersebut menyebabkan terhambatnya aliran udara masuk sistem pernapasan dan mengakibatkan masalah pernapasan. Softwaredentifikasi karakteristik pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar berdasarkan gejala klinis dan gambaran radiologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilakukan dengan menggunakan data sekunder melalui rekam medis pasien terdiagnosis PPOK di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling, selanjutnya diolah dalam software pengolah data. softwareHasil penelitian dari 83 sampel didapatkan seluruh sampel mengalami keluhan batuk kronik, 82 sampel mengalami gejala sesak napas (98,7%), 44 sampel didapatkan software (53,01%). Gambaran radiologi pada sampel sebagian besar didapatkan hasil thoraks normal, yaitu sebanyak 50,6% dan 8 sampel didapatkan gambaran thoraks emfisema (9,6%). Semua pasien PPOK mengalami gejala klinis batuk kronik dan gambaran radiologi tertinggi pada pasien PPOK yaitu gambaran thoraks yang normal, sebanyak 50,6%.
Karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di Puskesmas Tamalate Makassar periode 2018–2021 Riski Amaliah H.R; Lisa Yuniati; Nurul Rumila Roem; Sri Vitayani; Solecha Setiawati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.231

Abstract

Kusta adalah penyakit menular karena Mycobacterium leprae. Kusta adalah penyakit menular yang tetap endemik di banyak wilayah di dunia, Brasil, India dan Indonesia menyumbang sekitar 80% dari kasus baru yang terdaftar secara global. Indonesia berada di peringkat ketiga di dunia setelah India dan Brazil, dengan jumlah Penderita Kusta baru pada tahun 2017 mencapai 15.910 Penderita Kusta (angka penemuan Penderita Kusta baru 6,07 per 100.000 penduduk). Ada beberapa hal yang menjadi distribusi Penderita Kusta menurut faktor manusia, antara lain: usia, jenis kelamin, etnik dan suku dan faktor sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di puskesmas Tamalate Makassar periode 2018–2021. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medik pasien lepra (kusta) dan pengambilannya dengan cara teknik total sampling. Ditemukan distribusi penderita lepra atau kusta yang menjalani perawatan rawat jalan di Puskesmas Tamalate Makassar periode 2018-2021 berdasarkan klasifikasinya terbanyak pada kusta tipe Multibasiller yaitu 33 orang (78%), berdasarkan usia didapatkan terbanyak pada kelompok usia 26-35 tahun (28,6%), berdasarkan jenis kelamin didapatkan lebih banyak pada kelompok laki-laki sebanyak 34 orang (81%), dan berdasarkan pekerjaan lebih banyak pada pasien yang bekerja sebagai buru harian yaitu 16 orang (38,1%). Kesimpulan Karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di puskesmas Tamalate Makassar periode 2018–2021 yaitu terbanyak pada kusta tipe Multibasiller, kelompok usia 26-35 tahun, berjenis kelamin laki-laki dan pasien yang bekerja sebagai buruh harian.
Hubungan Tingkat Kadar Kolesterol Dengan Derajat Retinopati Diabetik Dedy Kurniawan; Sri Irmandha Kusumardhani; Sarinah Mandella Rumlawan; Suliati P Amir; Fajar Armansyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.232

Abstract

Retinopati Diabetik adalah gangguan mikrovaskular yang terjadi karena efek jangka panjang dari diabetes melitus. Retinopati Diabetik adalah penyebab paling umum dari kehilangan penglihatan pada orang dewasa di kelompok usia kerja. Klasifikasi retinopati diabetik mempunyai beberapa stadium, yaitu non proliferative dan proliferative. Peningkatan tekanan darah adalah salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan perubahan patofisiologis pada sirkulasi retinal. Hipertensi yang berlangsung lama dapat menyebabkan proses arteriol sclerosis dan dapat terjadi oklusi arteriol. Peningkatan kolesterol juga dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi pada makrovaskuler seperti penyakit jantung dan mikrovaskuler seperti retinopati diabetik. Peningkatan lipid atau disebut juga dengan Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid di dalam darah. Penelitian ini menggunakan metode narrative review berdasarkan literature atau penelitian yang telah dilakukan dan dipublikasi pada jurnal internasional dan nasional terakreditasi.Terdapat hubungan antara kadar kolesterol dengan kejadian retinopati diabetik. Meskipun beberapa literature mengatakan bahwa mekanisme keterkaitan antara tingkat kolesterol dengan kejadian retinopati diabetik belum dapat dijelaskan dengan pasti, namun hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa peningkatan lipoprotein berkorelasi erat dengan kejadian retinopati diabetik. Peningkatan kolesterol mempengaruhi tingkat keparahan retinopati diabetik.
Karakteristik Pasien Varicella Pada Anak di Puskesmas Tamalanrea Jaya Makassar Indah Setiyani Ulum; Dian Amelia Abdi; Floria Eva; Nurelly N Waspodo; Jusli Aras
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.233

Abstract

Varicella atau cacar air masih menjadi masalah penyakit yang paling umum pada anak di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan morbiditas yang signifikan namun belum ada data yang memadai pada puskesmas Tamalanrea Jaya Makassar. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Karakteristik pasien varicella pada anak di Puskemas Tamalanrea Jaya Makassar. Penelitian ini bertujuan guna karakteristik pasien varicella pada anak di Puskemas Tamalanrea Jaya Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medik. Pada penelitian ini didapatkan jumlah pasien penderita varicella pada anak dari tahun 2018-2022 sebanyak 45 orang dengan prevalensi kasus terbanyak pada tahun 2019 (37,8%). Pasien penderita varicella pada anak berdasarkan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (55,6%). berdasarkan usia tertinggi pada kelompok usia 2-10 tahun (64,4%). Jenis terapi yang sering digunakan adalah penggunaan Antivirus dan antipiretik (46,7%). Dalam penelitian ini tidak didapatkan pasien varicella pada anak yang mengalami komplikasi terkait dengan infeksi varicella (100%). Kesimpulan penelitian ini kasus pasien penderita varicella pada anak terbanyak pada tahun 2019 dengan jenis kelamin terbanyak pada jenis kelamin perempuan pada kelompok usia 2-10 tahun. Terapi yang sering diberikan yaitu antivirus dan antipiretik. Semua penderita tidak mengalami komplikasi terkait dengan infeksi varicella.
Hubungan Antara Luas Lesi Foto Thorax Tuberkulosis Paru Dengan Hasil Sputum BTA Andi Azizah Nur Fadhilah Salim; Shofiyah Latief; Febie Irsandi Syahruddin; Edward Pandu Wiriansya; Ana Meliyana
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.234

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang terutama menyerang paru-paru. Pada Permenkes tahun 2016, prinsip penegakan diagnosis TB pada orang dewasa harus ditegakkan dengan pemeriksaan mikroskopis, TCM dan biakan. Penegakan diagnosis tidak dibenarkan hanya berdasarkan pemeriksaan foto thorax saja sehingga narrative review ini dilakukan untuk melihat beberapa jurnal terkait mengenai apakah ada korelasi antara hasil sputum BTA dan luas lesi di foto thorax. Mengetahui hubungan antara luas lesi foto thorax TB Paru dengan hasil pemeriksaan sputum BTA. Jenis penelitian ini adalah literature review dengan desain narrative review. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 14 artikel yang relevan untuk digunakan dalam narrative review ini yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang antara hasil pemeriksaan sputum basil tahan asam dan gambaran luas lesi radiologi pasien TB paru.

Page 1 of 1 | Total Record : 9