cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2015)" : 26 Documents clear
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA OBESITAS SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI MINUMAN PROBIOTIK Meti Kusmiati; Kakan Dian Herdiansyah; Suciawati Nuraeni
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.128

Abstract

Obesitas apabila menetap selama periode tertentu dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan metabolik seperti meningkatnya kadar glukosa dan kolesterol. Selain meningkatkan kesehatan usus, probiotik juga telah banyak dimanfaatkan untuk menurunkan kadar kolesterol serta dapat memelihara biota usus yang dapat memberikan efektifitas yang baik dalam memelihara sensitifitas insulin Metode penelitian yang di gunakan adalah metode yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kadar glukosa pada penderita obesitas sebelum dan sesudah mengkonsumsi minuman probiotik terhadap 19 orang sampel yang mengalami penurunan sebesar 47,4%, yang mengalami kadar glukosa tetap (tidak ada penurunan maupun peningkatan) sebesar 5,2%, dan yang mengalami peningkatan sebesar 47,4%. Sedangkan kadar kolesterol total yang mengalami penurunan sebesar 89,5% dan yang mengalami peningkatan sebesar 10,5%. Kata kunci : Obesitas, Probiotik, Glukosa, Kolesterol total
GAMBARAN KADAR GLUKOSA, PROTEIN DAN NATRIUM PADA ANAK DENGAN STATUS GIZI BURUK Rianti Nurpalah; Dewi Wahyuni; Eva Lutfiah; Lidya Mariana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.118

Abstract

Gizi buruk adalah kondisi yang paling parah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Gizi buruk merupakan kondisi kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein (KEP) dalam makanan sehari hari. Status gizi pada balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pertumbuhan gizi, mental maupun kemampuan berfikir yang pada akhirnya akan menurunkan produktifitas kerja. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kadar glukosa, protein dan natrium dalam darah anak dengan status gizi buruk, sampel yang diperiksa sebanyak 20 orang balita dengan status gizi buruk yang terdapat di wilayah Sukaresmi Kabupaten Garut. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium RSUD dr. Slamet Garut dengan menggunakan metode enzimatik untuk glukosa, metode biuret untuk protein dan metode Ion Selektif Elektrode untuk natrium. Dari hasil penelitian didapat hasil sampel dengan kadar glukosa darah normal sebanyak 60% (12 orang), persentase sampel dengan kadar glukosa darah rendah sebanyak 25% (5 orang), kadar glukosa darah tinggi sebanyak 15% (3 orang). Sedangkan untuk protein didapat hasil sebesar 10% (2 orang) rendah dan sebanyak 90% (18 orang) normal, dan untuk natrium diperoleh hasil 80 % (16 orang) kadar natriumnya normal , 10 % (2 orang) kadar natriumnya rendah, dan 10 % (2orang) kadar natriumnya tinggi. Kata Kunci : Gizi Buruk, Glukosa, Protein, Natrium
GAMBARAN INDEKS ERITROSIT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU Rochmanah Suhartati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.108

Abstract

Penyakit tuberkulosis dapat menimbulkan kelainan hematologi, baik sel-sel hematopoiesis maupun komponen plasma. Kelainan-kelainan tersebut sangat bervariasi dan kompleks. Kelainan - kelainan hematologis ini dapat merupakan petanda diagnosis, pentunjuk adanya komplikasi atau merupakan komplikasi obat - obat anti tuberkulosis. Metode penelitian bersifat deskriptif. Subjek penelitian diambil dari 20 data rekam medis pasien 2 puskesmas kabupaten Tasikmalaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran indeks eritrosit pada pasien tuberkulosis paru. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai indeks eritrosit pada pasien tuberkulosis yang diambil sampel di puskesmas cineam dan puskesmas karangnunggal didapatkan hasil gambaran eritrosit hipokrom normositik 10%, hipokrom mikrositik 20%, hiperkrom makrositik 10% normokrom makrositik 5% , normokrom normositik 55%. Berdasarkan hasil penelitian gambaran index eritrosit pada pasien tuberkulosis paru dapat disimpulkan gambaran indeks eritrosit volume sel rerata (MCV), hemoglobin sel rerata (MCH), konsentrasi hemoglobin sel rerata (MCHC) terdapat hasil hipokrom normositik 10%, hipokrom mikrositik 20%, hiperkrom makrositik 10% normokrom makrositik 5% , normokrom normositik 55%. Kata Kunci : Index eritosit, Anemia, Tuberkulosis
SINTESIS SENYAWA 1-(4-HEPHTILBENZOIL-3-METILTIOUREA) DAN UJI SITOTOKSISITAS TERHADAP SEL T47D SEBAGAI KANDIDAT ANTIKANKER Ruswanto Ruswanto; Asep Nugraha
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.123

Abstract

Telah dilakukan sintesis senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) dari reaksi asilasi antara N-metiltiourea dengan 4-heptilbenzoil klorida dalam pelarut tetrahidrofuran dengan modifikasi metode Schotten Baumann menggunakan refluks selama 8 jam dalam suasana basa. Persentase perolehan kembali hasil sintesis adalah 30,16 %. Kemurnian hasil sintesis ditunjukkan dengan adanya noda tunggal pada KLT dan jarak lebur yang sempit. Identifikasi struktur senyawa hasil sintesis dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri Ultraviolet, spektrofotometri Infra Merah, dan spektrometri Resonansi Magent Inti Proton (RMI) yang menandakan bahwa senyawa hasil sintesis merupakan senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) sesuai dengan perkiraan. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menggunakan metode MTT (3-(4,5-dimetiltiazol-2-il)-2,5-difenil tetrazolium bromid). Dari uji in vitro diperoleh IC50 dari senyawa 1-(4-heptil benzoil-3-metiltiourea) terhadap sel T47D sebesar 27,9 μg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) memiliki potensi sebagai kandidat antikanker. Kata kunci : sintesis, 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea), sitotoksisitas, MTT.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KROP KUBIS PUTIH (Brassica oleracea L. var. capitata) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA SERUM DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Tita Nofianti; Devi Windiarti; Yulius Prasetyo
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.113

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah tikus. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar dengan berat badan 100-250 gram yang berumur 2-3 bulan. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I (kontrol normal) yang diberi pakan standar dan air minum. Kelompok II (kontrol negatif) yang diberi perlakuan diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar dan air minum. Kelompok III (kontrol positif) yang diberi diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar, suspensi simvastatin 0,18 mg/200 g BB tikus, dan air minum. Kelompok IV, V, dan VI (dosis uji) yang diberi sediaan ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) secara oral dengan dosis 0,0185 g/kg BB tikus, 0,0370 g/kg BB tikus, dan 0,074 g/kg BB tikus yang telah di induksi diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar, dan air minum. Penetapan kadar trigliserida dan kolesterol total dilakukan selama 14 hari dengan menggunakan metode GPO (Glycerol-3-Phosphate Oxidase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol krop kubis putih (Brassicaoleracea L. var. capitata) berpengaruh terhadap penurunan rata-rata kadar kolesterol total tikus dan dosis yang paling efektif adalah dosis III (0,074 gram/200g BB tikus) dengan presentasi penurunan sebesar 71,35%. Sedangkan pemberian ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) mempunyai aktivitas menurunkan kadar trigliserida serum darah tikus, dan dosis efektif adalah dosis III yang mempunyai nilai persen penurunan kadar trigliserida sebesar 77,66%.Kata kunci : Ekstrak Etanol Krop Kubis, Kolesterol total, Trigliserida, Diet Lemak Tinggi.
POTENSI ANTIKANKER DARI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG DENGAN BERBAGAI TINGKAT KEPOLARAN TERHADAP SEL T47D Tresna Lestari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.104

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas sitotoksik dari ekstrak bunga kecombrang yang diekstraksi menggunakan pelarut dengan berbagai tingkat kepolaran terhadap sel T47D. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu refluks secara bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Hasil uji aktivitas sitotoksik diketahui ekstrak n-heksan memiliki potensi sitotoksisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dan metanol dengan nilai IC50 berturut-turut adalah 372,117 ppm; 455,263 ppm; 448,589 ppm.Kata Kunci : kecombrang, refluks, kepolaran pelarut, aktivitas sitotoksik
MICROBIAL FUEL CELL BERBASIS YEAST Saccharomyces cerevisiae Ummy Mardiana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.129

Abstract

Nowadays, many research on energy production have been intensively developed. MFCs are known as green technology is a new opportunity for the sustainable production of energy by converting chemical energy to electrical energy by biodegradation using microorganisms as biocatalysts.We propose a microbial fuel cellwhich Baker’s yeast Sacharomyces cereviceae as biocatalyst, whereas K3Fe(CN)6 was used as electron acceptor in the catholyte. Chronoamperometry has been selected as method to determination of the MFC operational characteristics.Several conditions to optimize current and power density of the MFC has been observed. The effect of yeast preparation, tempetarature, stability of yeast and have been characterized and prepared for MFC. The effect of yeast preparation could achieve enhancement of power output around 40%, meanwhile the optimum temperature has been achieved at 400C. The stability of yeast has been obtained during 3 weeks of observation. The MFC operation has been built during 7 days of running and the maximum current density produced by the cell was 92.5 mA.m-2 . Further developments are in progress to improve performance and power output to make yeast fuel cells applicable as one of promising biotechnology for desalination and water treatment. Keywords: Microbial fuel cell (MFC), Microbial desalination cell (MDC) Sacharomycescereviceae, biocatalyst, electrodialysis, desalination
EFEKTIVITAS EKSTRAK CABAI RAWIT (Capsicum frustecens L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes albopictus Rudy Hidana; Dea Anisa
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.119

Abstract

Tanaman buah cabai rawit (capsicum frustecens L ) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai kegunaan. Salah satu kegunaannya sebagai larvasida. Daya larvasida cabai rawit berasal dari kandungan aktifnya yaitu flavonoid, saponin, tannin, dan capsaicin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak cabai rawit dalam membunuh larva nyamuk Aedes albopictus. Penelitian ini bersifat eksperimen yaitu untuk melihat pengaruh beberapa konsentrasi dari ekstrak cabai rawit terhadap kematian larva nyamuk Aedes albopictus. Pada penelitian ini menggunakan 5 perlakuan konsentrasi ekstrak cabai rawit ( 0,5%, 1%, 2%, 3%,4%) dan 0% sebagai kontrol dengan 4 kali pengulangan. Digunakan 480 ekor larva nyamuk Aedes albopictus masing masing 20 ekor setiap wadah uji dalam 100 ml larutan ekstrak cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi dari berbagai ekstrak cabai rawit yang diaplikasikan selama 24 jam ditemukan bahwa larva nyamuk Aedes albopictus ditemukan mati seluruhnya pada konsentrasi efektiv yaitu 4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi ekstrak cabai rawit (capsicum frustecens L ) yang digunakan, maka jumlah larva nyamuk Aedes albopictus yang mati semakin banyak dan mampu menghambat pertumbuhan larva nyamuk Aedes albopictus ini dibuktikan dengan tidak terjadinya metamorfosis selanjutnya.
UJI AKTIVITAS ANALGETIK DAUN MURBEI (Morus alba L) PADA MENCIT JANTAN GALUR WEBSTER Muharam Priatna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.109

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek analgetik daun murbei (Morus alba L) pada mencit jantan putih galur webstar. Metode yang dilakukan adalah metode induksi panas dengan menggunakan pelat panas. Sebagai control positif digunakan tablet parasetamol. Hasil menunjukan bahwa daun murbei dosis 0,104 mg/20 g mencit memberikan efek yang lebih baik, disusul oleh dosis 0,052 mg/20 g menci , dan dosis 0,026 mg/20 g mencit. Efek ke tiga dosis daun murbei tersebut lebih kecil dibandingkan dengan parasetamol sebagai kontrol positif yang berbeda secara signifikan.Proteksi dari ketiga kelompok uji I, uji II, dan Uji III berturut-turut 37,30 %, 58,94 %, dan 79,37 %. Sementara efektivitas analgetiknya berturut-turut 44,34 %, 68,87 %, dan 94,34 %.
PERSEPSI PERAWAT TENTANG INFORMASI YANG DIBUTUHKAN OLEH PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) PRAOPERASI DI RUANG RAWAT INAP BEDAH III A RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Asep Robby; Teti Agustin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.124

Abstract

Tindakan operasi merupakan pengalaman yang sulit bagi hampir semua pasien. Perawat perlu mempersiapkan pasien dalam menghadapi operasi dengan edukasi praoperasi dan memenuhi aspek fisik, psikologis.Informasi dalam edukasi yang disampaikan untuk pasien praoperasi terdiri dari lima dimensi antara lain informasi berkaitan dengan 1) situasional/prosedural, 2) sensasi/ ketidaknyamanan, 3) peran pasien, 4) dukungan psikososial, dan 5) latihan. Untuk mengetahuipersepsi perawat terhadap informasi yang dibutuhkan pasien BPH preoperasi maka 12 responden yaitu perawat ruangan IIIA RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya diberi 42 pertanyaan yang berkaitan dengan persepsi terhadap informasi yang dibutuhkan oleh pasien BPH. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan rumus T mean. Hasil yang didapat yaitu bahwa persepsi perawat berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan oleh pasien BPH praoperasi Di Ruang Rawat Inap Bedah IIIA RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya terkategori unfavorable. Untuk itu disarankan untuk meningkatkan komunikasi terhadap pasien dan keluarga terutama serta mengkaji informasi apa yang dibutuhkan atau kurang dipahami pasien dan keluarganya. Selain itu diharapkan ada lanjutan penelitian tentang perbandingan informasi yang diharapkan dan yang didapat oleh pasien menjelang operasi, atau menilai adakah perbedaan persepsi antara perawat dan pasien terhadap informasi yang dibutuhkan pasien.Kata Kunci: Informasi praoperasi, pasien BPH, operasi

Page 1 of 3 | Total Record : 26