cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 465 Documents
PROFILE AND CLINICAL OUTCOMES OF DRUG THERAPY FOR SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS PATIENTS IN YOGYAKARTA HEALTH SERVICES Adnan Adnan; Vivi Alna Nur Afriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i1.1305

Abstract

Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) adalah kelainan autoimun yang menyebabkan peradangan kronis. Penyebab SLE adalah jaringan sehat yang diserang oleh sistem imun tubuh. Gejala pada SLE bermacam-macam karena didasarkan pada organ yang diserang oleh autoantibodi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan dan hasil klinis pada pasien SLE. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif, dengan menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien SLE rawat jalan dan rawat inap di RS Panti Rapih Yogyakarta. Profil data pengobatan dan hasil klinis diterapkan secara deskriptif. Pasien SLE berjumlah 20 orang, 18 perempuan (90%) dan dua laki-laki (10%). Usia 20-59 tahun 19 pasien (95%), ≥ 60 tahun 1 pasien (5%). Penyakit penyertanya adalah gangguan ginjal sebanyak 10 pasien (50%) dan gangguan pernafasan sebanyak 8 pasien (40%). Terapi obat SLE yang diterima adalah kortikosteroid sebanyak 15 orang (75%), imunosupresan sebanyak 12 orang (60%), NSAID sebanyak 10 orang (50%), dan obat antimalaria sebanyak lima orang (25%). Pasien mengalami penurunan skala nyeri sebanyak tujuh orang (35%), gejala remisi dan keluhan 5 (25%), penurunan nyeri dan remisi 4 (20%), dan tidak ada hasil klinis 4 (20%). Berdasarkan usia, yang paling dominan adalah usia dewasa (20-59 tahun), dan perempuan paling banyak menderita SLE; penyakit penyerta terbanyak adalah gangguan ginjal, dan obat yang paling banyak diterima pasien SLE adalah kortikosteroid. Hasil pencapaian klinis adalah pengurangan rasa sakit dan remisi.
GAMBARAN PERILAKU KEBERSIHAN DIRI PADA ANGGOTA GENG MOTOR “X” DI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT Lia Afriliani; Hendrawati Hendrawati; Henny Yulianita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i1.685

Abstract

AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN KEREHAU (Callicarpa longifolia Lamk.) Elis Susilawati; Nita Selifiana; Widhya Aligita; Christina Betharia P.S; Elvania Fionna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.398

Abstract

Pada penelitian sebelumnya daun Kerehau (Callicarpa longifolia Lamk.) memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Antioksidan dapat menurunkan stress oksidatif pada diabetes melitus dan menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah mekanisme kerja ektrak etanol daun Kerehau dalam menurunkan kadar glukosa darah. Metode yang digunakan adalah resistensi insulin dan tes toleransi amylum meggunakan mencit Swiss Webster serta penghambatan enzim α-amylase. Metode resistensi insulin dilakukan secara preventif dengan induksi lipofundin 30 ml / kg Kg dan fruktosa 2,52g / KgBB selama 28 hari. Pada tes toleransi amilum mencit diinduksi Amylum manihot 3g/KgBB dan diukur kadar glukosa darah pada menit ke 90, 120, 150, 180, dan 210. Penghambatan enzim α-amilase dilakukan pada konsentrasi ekstrak 50, 100, 150, 200, 250 dan 300ppm berdasarkan reaksi iodin-pati dan diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotometer UV/Vis pada 620nm. Pada metode resistensi insulin diperoleh nilai KTTI pada kontrol negatif: 1,56; kontrol positif: 0,22; metformin: 1,11; EEDK 75mg/KgBB: 1,26; 150mg/KgBB: 1,55 dan 300mg/KgBB: 1,10. Sedangkan pada tes toleransi amilum menunjukkan bahwa ekstrak tidak menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Pada penghambatan enzim α-amilase diperoleh IC50 ekstrak yaitu 2.324ppm sedangkan acarbose 47ppm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kerehau bekerja meningkatkan sensitivitas insulin pada dosis 75mg/KgBB. Kata kunci : Daun kerehau (Callicarpa longifolia, Lamk.), amylum, resistensi insulin
PEMBUATAN INDIKATOR BAHAN ALAMI DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI INDIKATOR ALTERNATIF ASAM BASA BERDASARKAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN Army Yulfriansyah; Korry Novitriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.178

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan, selain itu kulit buah naga memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin. Pigmen tersebut mengalami perubahan warna pada perubahan keasamannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit buah naga dapat digunakan sebagai indikator asam basa berdasarkan pigmen warna yang dimiliki kulit buah naga dan untuk mengetahui lama waktu optimum perendaman kulit buah naga sebagai bahan indikator asam-basa. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat eksperimen untuk menentukan waktu optimum yang digunakan untuk ekstrak kulit buah naga. Ekstraksi yang dilakukan menggunakan variasi waktu perendaman, yaitu 16 jam, 18 jam, 20 jam, 22 jam, 24 jam dan 26 jam. Dengan pelarut yang digunakan yaitu etanol 96%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga dapat dijadikan sebagai indikator asam basa, waktu optimum yang digunakan untuk ekstrak kulit buah naga pada waktu 24 jam dan perubahan warna dari trayek pH 12,5-13 pada suasana basa kuat.
GAMBARAN LAJU ENDAP DARAH (METODE SEDIMAT) MENGGUNAKAN NATRIUM SITRAT 3,8% DAN EDTA YANG DI TAMBAH NaCl 0,85% Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.83

Abstract

Pemeriksaan LED adalah pemeriksaan darah yang menggambarkan kecepatan pengendapan eritrosit dalam plasma darah yang menggunakan antikoagulan Natrium Sitrat 3,8% dan dinyatakan dalam mm/jam.     Seiring dengan meningkatnya jumlah pemeriksaan, maka waktu yang diperlukan akan semakin banyak, pada cara manual waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan LED maksimal 2 jam. Pemeriksaan LED cara lain yang banyak dilakukan antara lain cara automatic dengan waktu lebih cepat  kurang lebih 15 menit. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui gambaran pemeriksaan LED (metode Sedimat) menggunakan antikoagulan Natrium Sitrat 3,8 % dan EDTA yang ditambah NaCl 0,85 %.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data dan analisa laboratorium. Sedangkan pemeriksaan Laju Endap Darah menggunakan metode (sedimat) dengan alat Sedimat 15®.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terhadap hasil pemeriksaan Laju Endap Darah metode sedimat menggunakan Natrium sitrat 3,8 % dan EDTA yang ditambah NaCl 0,85 % dari 20 sampel darah pasien rawat jalan RSUD  Waled kabupaten Cirebon  didapat hasil 100 % (normal).
PENERAPAN MANAJEMEN HALUSINASI DENGAN PSIKORELIGIUS PADA KLIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1024

Abstract

Abstrak Halusinasi termasuk gejala yang paling sering muncul pada pasien dengan gangguan jiwa. Seseorang dengan halusinasi sering kali menunjukkan perilaku agresif seperti marah, merasa tertekan, tidak dapat melakukan aktivitas dasar sehari-hari, menarik diri dari lingkungan bahkan resiko terjadinya bunuh diri. Intervensi keperawatan terhadap pasien tidak selalu mengandalkan secara farmakologi namun diberikan secara non- farmakologi yaitu melalui pendekatan religius atau keagamaan yang dikenal sebagai psikoreligius. Tujuan dilakukannya penelitian tesebut yaitu untuk melihat jenis terapi psikoreligus yang diterapkan pada pasien halusinasi. Studi literatur ini menggunakan desain berupa narrative review dengan menggunakan databased PubMed dan search engine google schoolar proses seleksi artikel dengan menggunakan diagram PRISMA flowchart sehingga ditemukan 8 artikel yang relevan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa terapi psikoreligius berpengaruh terhadap pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Terdapat berbagai cara dalam terapi psikoreligius yang digunakan dalam mengontrol gangguan persepsi sensori: halusinasi, yaitu dengan dzikir, dzikir dengan lima jari, membaca surat al-fatihah, dan membaca kitab suci Al-Qur’an. Kata Kunci:Pasien, Halusinasi, Terapi Psikoreligius 
LITERATURE REVIEW: PENGGUNAAN TRIASE EMERGENCY SEVERITY INDEX (ESI) DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) Hana Ariyani; Ida Rosidawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.606

Abstract

PENGALAMAN ORANG YANG HIDUP DENGAN HIV/AIDS (ODHA) YANG MASIH AKTIF MENGGUNAKAN NAPZA DI RSKO JAKARTA Farial Nurhayati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.65

Abstract

ODHA yang masih aktif menggunakan NAPZA membutuhkan perawatan khusus oleh tenaga kesehatan profesional yang berkompeten dalam bidang HIV/AIDS dan NAPZA. Perawat sebagai bagian pelayanan kesehatan berperan penting dalam upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman ODHA yang aktif menggunakan NAPZA. Desain penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian berjumlah 6 orang pasien yang sedang dirawat di RSKO Jakarta. Teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam. Tema yang dihasilkan penelitian ini adalah : (1) Ketidakefektian pola penyelesaian masalah, (2) Kenyamanan psikologis dan biologis  menggunakan NAPZA (3) Depresi sampai percobaan bunuh diri, (4) Ketidakefektifan peran sosial, (5) Perilaku asosial untuk memenuhi kebutuhan NAPZA, (6) Ketidakpuasan terhadap akomodasi perawatan , (7) Harapan pelayanan bebas biaya, (8) Perbaikan prosedur birokrasi dalam pemberian ARV, (9) Dukungan bersyarat dari keluarga, (10) Gangguan interaksi dalam keluarga dan (11) Upaya menjaga kepatuhan terhadap terapi ARV. Manfaat penelitian ini untuk meningkatkan peran perawat sebagai edukator dan advokator bagi pasien HIV/AIDS yang menggunakan NAPZA dan keluarga.
IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA DAUN CINCAU (Cyclea barbata Miers) dan UJI ANTAGONIS TERHADAP Salmonella typhi Khusnul Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.267

Abstract

Banyak mikroba yang dapat menyebabkan penyakit, seperti Salmonella typhi yang merupakan salah satu bakteri penyebab demam tifoid. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa dalam daun cincau terdapat senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Tetapi penggunaan tanaman ecara terus-menerus tanpa adanya pelestarian dapat merusak ekosistem tanaman itu sendiri. Jamur endofit dapat dijadikan solusi dalam penemuan antimikroba baru karena dapat diproduksi secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi jamur endofit dari daun cincau (Cyclea barbata Miers) yang mempunyai potensi antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur endofit dari daun cincau kemudian diidentifikasi dan di uji antagonis terhadap Salmonella typhi dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 3 isolat jamur endofit berhasil diisolasi dari daun cincau (Cyclea barbata Miers) yaitu 2 isolat dari genus Aspergillus sp. dan 1 isolat dari genus Absidia sp, yang memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi. Zona hambat yang di hasilkan dari setiap isolat jamur endofit adalah sebesar 22 mm, 21 mm dan 20 mm, dengan zona hambat tertinggi dihasilkan dari isolat jamur endofit genus Aspergillus sp.
ANALISIS INTERKASI NON-KOVALEN PADA KOKRISTAL KETOKONAZOL DENGAN ASAM FUMARAT Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.160

Abstract

Laju pelarutan obat adalah tahapan yang membatasi atau tahap yang mengontrol laju absoprsi obat-obat yang mempunyai kelarutan yang rendah.Pembentukan kokristal adalah salah satu cara peningkatan laju pelarutan zat aktif.Kokristal memiliki potensi untuk diterapkan pada semua zat aktif, termasuk asam, basa, dan molekul yang tidak terionisasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan ikatan hidrogen yang terjadi pada kokristal ketokonazol (KTZ) dan asam fumarat (AF) dengan menganalisis posisi donor-akseptor dan muatan atom-atom pada molekul ketokonazol dan asam fumarat.Crystallographic information file (cif) diunduhdari Open Crystallography Databasekemudian divisualisasikan menggunakan software Mercury 3.3.Analisis donor-akseptor proton dan muatan atom-atom ketokonazol dan asam fumarat dilakukan menggunakan software Marvin Sketch 5.2.5.1. Berdasarkan hasil visualisasi packing kokristal KTZ dengan AF dapat diketahui bahwa pembentukan ikatan hidrogen terjadi pada atom N21 dan O36 pada KTZ dengan dua gugus karboksilat AF. Hal ini sesuai dengan hasil analisis posisi donor-akseptor pada atom KTZ dan AF yang dilanjutkan dengan analisis muatan pada atom-atom tersebut bahwa atom N21 dan O36 pada KTZ dan asam karboksilat pada AF memiliki peluang yang paling besar untuk terbentuknya ikatan hidrogen.

Page 3 of 47 | Total Record : 465