cover
Contact Name
Thienis
Contact Email
jik@usk.c.id
Phone
+62651 7555249.
Journal Mail Official
jim.fkep@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing Syiah Kuala University Jln. Teungku Tanoh Abee, Gedung petronas, Fakultas keperawatan.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27163555     DOI : 10.52199
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa of the Faculty of Nursing is a Student Scientific Journal which aims to communicate the results of research on student final assignments. The target readers are students, nurses, lecturers and nursing practitioners.
Articles 891 Documents
PERAWATAN PASIEN GAGAL JANTUNG AKUT DE NOVO DI INTENSIVE CARDIAC CARE UNIT: STUDI KASUS Muhammad Zubaili; Halimuddin Halimuddin; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 3 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung akut menyebabkan kegagalan dari jantung untuk mendistribusikan darah keseluruh tubuh, sehingga membutuhkan diagnosis dan terapi yang segera karena dapat mengancam nyawa. Gagal jantung akut de novo adalah gagal jantung yang baru terjadi pertama kali. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami gagal jantung akut de novo di ICCU. Terdapat tiga masalah keperawatan yang menjadi fokus utama yang muncul, masalah pertama adalah penurunan curah jantung dengan intervensi perawatan jantung akut dan terapi oksigen; kedua kelebihan volume cairan dengan intervensi keperawatan manajemen hipervolemia, monitor cairan dan manajemen elektrolit; dan yang ketiga risiko pendarahan dengan intervensi keperawatan pencegahan pendarahan
MANAJEMEN CHRONIC KIDNEY DISEASE STAGE V e.c DIABETES MELLITUS TIPE 2: A CASE STUDY Nisrina Sari; Cut Husna; Teuku Samsul Bahri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan salah satu penyakit kronik dengan masalah kesehatan serius yang merupakan komplikasi lebih lanjut dari gagal ginjal prarenal, intrarenal dan post renal. Salah satu penyebab CKD adalah komplikasi dari diabetes mellitus. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada Ny. T dengan Chronic Kidney Disease stage V et causa diabetes mellitus tipe 2. Hasil pengkajian didapatkan keadaan umum pasien lemah, dispnea, pucat, peningkatan kadar glukosa darah, penurunan nafsu makan, infeksi pada luka operasi, nyeri pasca amputasi dan penurunan kekuatan otot. Pada kasus Ny. T didapatkan masalah keperawatan pola napas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, defisit nutrisi, infeksi, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik dan defisit pengetahuan. Intervensi difokuskan mengukur tanda-tanda vital, pemberian posisi semi fowler, melakukan pijat kaki, monitor GDS, mengajarkan diet 3J (jumlah, jenis dan jadwal), memantau tanda-tanda infeksi, memberikan kompres dingin, mengajarkan latihan ROM, dan mengedukasi diet yang diprogramkan. Hasil evaluasi pada Ny T didapatkan pola napas membaik, perfusi perifer meningkat, adanya kestabilan kadar glukosa darah, status nutrisi membaik, tingkat infeksi menurun,  tingkat nyeri berkurang, mobilitas fisik meningkat, dan pengetahuan terkait diet meningkat.
PERSEPSI IBU TERHADAP IMUNISASIPADA MASA PANDEMI COVID-19 Rubiyah Rubiyah; T. Samsul alam; Jufrizal Jufrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi masih menjadi salah satu permasalahan di Indonesia meskipun telah dilakukan berbagai upaya, namun angka imunisasi masih rendah. Aceh merupakan provinsi dengan cakupan imunisasi paling rendah yaitu 41,8% ditahun 2020. Padahal dengan adanya kasus COVID-19 yang terus meningkat, imunisasi seharusnya menjadi prioritas utama, karena kemungkinan anak tidak hanya terserang COVID-19 tetapi juga bisa terserang penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I).Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui persepsi ibu terhadap imunisasi pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dengan anak usia 0-5 tahun di gampong Merduati, gampong Lampaseh dan gampong Pande, yang berjumlah 138 orang, teknik pengambilan sampel adalah total sampling.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membagikan angket berupa kuesioner secara langsung oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 119 responden (86.2%) memiliki persepsi baik dan sebanyak 19 responden (13.8%) masih dalam kategori kurang. Direkomendasikan kepada puskesmas setempat untuk mengsosialisasikan prosedur imunisasi dimasa pandemi COVID-19.
Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Remaja Putri dalam Menjalani Pubertas Yumna Yasirah; Elka Halifah; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia remaja ditandai dengan pertumbuhan dan maturnya organ seksual yang disebut dengan masa pubertas. Munculnya tanda-tanda pubertas ini seringkali menimbulkan reaksi negatif seperti malu, tidak mau bergaul, serta gelisah terhadap penampilannya dan berdampak stress. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan terhadap perubahan pada masa pubertas. Pengetahuan yang tidak memadai akan berdampak pada sikap dan tindakan remaja putri dalam menjalani pubertas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja putri dalam menjalani pubertas di SMPN 1 Indraputri Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian berupa deskriptif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswi kelas VII dan VIII di SMPN 1 Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 84 siswi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berdasarkan tinjauan teoritis yang dirancang sendiri oleh peneliti. Kuesioner terdiri dari 3 variabel  dengan masing-masing 10 pernyataan. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berpengetahuan cukup yaitu 48 (57,1%) responden, 59 (70,2%) responden bersikap positif, dan 61 (72,6%) responden memiliki tindakan  yang baik. Direkomendasikan kepada tenaga kesehatan agar dapat melakukan edukasi kesehatan secara berkala terkait kesehatan reproduksi remaja di sekolah untuk dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja putri dalam menjalani pubertas.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT NYERI PEMASANGAN INFUS PADA ANAK PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RUMAH SAKIT shinta ramadina sari; imelda imelda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia prasekolah memiliki berbagai karakteristik respon nyeri dan kekuatan pertahanan diri yang belum optimal, sehingga anak memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami nyeri seperti saat pemasangan infus. Dukungan keluarga yang berupa penilaian, instrumental, informasional dan emosional merupakan suatu hal yang dapat mengurangi rasa nyeri akibat pemasangan infus pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat nyeri pemasangan infus pada anak prasekolah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan tanggal 05 Juni-05 Juli 2018. Populasi pada penelitian ini adalah orangtua dan anak umur 3-6 tahun yang dilakukan pemasangan infus di di Ruang Arafah 1, Arafah 2, IGD dan Thursina 1 yang bertempat di RSUDZA Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Convenience Sampling dengan jumlah sebanyak 35 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang dikembangkan peneliti dalam bentuk skala likert terdiri dari 20 item, kuesioner telah melewati uji validitas dan reliabilitas dengan nilai 0, 992. Hasil analisa data menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa: ada hubungan dukungan penilaian (p-value = 0,000), dukungan instrumental (p-value = 0,000), dukungan informasional (p-value = 0,000), dan dukungan emosional (p-value = 0,001) terhadap tingkat nyeri pemasangan infus pada anak prasekolah di RSUDZA Banda Aceh. Dari hasil penelitian disarankan tenaga kesehatan khususnya perawat dapat bekerjasama dengan orangtua ketika memberikan dukungan keluarga yang lebih efektif seperti memeluk anak, berkomunikasi dengan anak, memberikan mainan kesukaan, memberikan semangat bahkan memuji anak untuk mengurangi rasa nyeri ketika diinfus.
KARAKTERISTIK DAN KINERJA KADER KESEHATAN BERDASARKAN TINGKAT PERKEMBANGAN POSYANDU NANA RAHMITA; Rachmalia Rachmalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capaian pelayanan Posyandu dapat dibedakan berdasarkan tingkat perkembangan yang berkaitan erat dengan kapasitas dan kemampuan kader. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan kinerja kader kesehatan pada Posyandu Mandiri, Purnama, dan Madya. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi berjumlah 233 orang kader posyandu Puskesmas Darul Imarah kabupaten Aceh Besar terpilih 79 responden menggunakan rumus Slovin dan proportional random sampling untuk merespon kuisioner dengan wawancara terpimpin. Karakteristik kader, umur dewasa awal pada Mandiri (50%) dan Madya (59%) serta Purnama umur dewasa madya (61,8%). Pendidikan, Mandiri tinggi (66,7%); menengah pada Purnama (70,6%) dan Madya  (59%). Status Pekerjaan, Mandiri (66,7%)  bekerja, dan tidak bekerja pada Purnama (100%) dan Madya (97,4%). 100%  kader pernah mendapat insentif. Pelatihan, Mandiri (66,7%) dan Madya (74,4%) berada pada kategori cukup, dan Purnama (85,3%) pada  kategori kurang. Lama kerja, Mandiri (66,7%) selama 6-10 tahun, Purnama (50%) dan Madya (53,8%) selama 2-5 tahun. 100% kader memiliki kinerja tinggi dengan pengetahuan untuk Mandiri (100%), Purnama (76,5%), Madya (74,4%) berada pada kategori baik. Sikap kader, Mandiri (100%), Purnama (85,3%), Madya (53,8%) kategori positif. Motivasi, Mandiri dan Purnama (100%), Madya (94,9%) kategori tinggi. Rekomendasi pada Puskesmas agar meningkatkan pelatihan yang mampu mendorong kader lebih aktif untuk meningkatkan perkembangan posyandu.
STATUS FUNGSIONAL PASKA ORIF FRAKTUR EKSTERMITAS nazarina nazarina; teuku samsul bahri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Open Reduction Internal Fixasion (ORIF) merupakan sebuah prosedur bedah medis, yang tindakannya mengacu pada operasi terbuka untuk mengatur tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi status fungsional pada pasien paska ORIF fraktur ekstermitas di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif koleratif. Populasi pada penelitian ini pasien paska ORIF di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah nonprobability sampling sebanyak 72 responden. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara terpimpin dengan menggunakan kuesioner indeks Barthel. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa status fungsional paska ORIF berada pada ketergantungan total (48,6%), tingkat status fungsional makan  (45,8%) mengalami ketergantungan total, ketergantungan total pada status fungsional mandi, (56,9%), ketergantergantungan total pada status fungsional toileting (55,6%), ketergantungan total pada status fungsional berpakaian (52,8%), ketergantungan total pada status fungsional berpindah (66,7%), ketergantungan total pada status fungsional mengontrol BAB (48,6%), ketergantungan total pada status fungsional mengontrol BAK, (48,6%), ketergantungan total pada status fungsional membersihkan diri, (48,6%).
PENGARUH PELAKSANAAN FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA TERHADAP TERAPI DIET DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI BANDA ACEH Rosa Sofiana; Cut Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) menimbulkan berbagai komplikasi klinis berupa kelainan pada pembuluh darah besar dan kecil. Salah satu penatalaksanaan DM tipe 2 adalah terapi diet dan penting untuk melibatkan anggota keluarga yaitu dengan melaksanakan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga terhadap terapi diet pada penderita DM tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode yang digunakan ialah quasy experiment dengan design non equivalent with control group design. Pengambilan responden menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 30 responden kelompok intervensi dan 30 responden kelompok kontrol. Analisa data yang digunakan adalah paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian terdapat perbedaan nilai rerata terapi diet penderita DM tipe 2 kelompok intervensi sebelum perlakuan 19,17 dan sesudah perlakuan 23,70 dengan hasil uji paired t-test didapatkan p value 0,000 (α=0,05). Terdapat pula perbedaaan nilai rerata terapi diet penderita DM tipe 2 kelompok kontrol 19,37 dan kelompok intervensi 23,70 sesudah perlakuan dengan hasil uji independent t-test didapatkan p value 0,000 (α=0,05). Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga terhadap terapi diet pada penderita DM tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Keluarga diharapkan dapat menjalankan fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan mendukung dan terlibat dalam terapi diet yang dijalankan anggota keluarganya sesuai dengan anjuran petugas kesehatan.
GAMBARAN PENGLIHATAN LANJUT USIA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS BANDA ACEH Arief Munadar; Khairani Khairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring proses penuaan lanjut usia telah mengalami penurunan penglihatan. Penglihatan pada lanjut usia umumnya merupakan penurunan sensitivitas dan efisiensi kerja indera penglihatan. Penurunan penglihatan yang terjadi pada lanjut usia yaitu fisiologi penglihatan yang berkurang, penurunan kemampuan mata untuk melakukan akomodasi dan penglihatan warna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penglihatan lanjut usia akibat proses penuaan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72 orang dengan jumlah sampel 68 responden. Pengumpulan data penelitian dilakukan pada tanggal 24 juni sampai dengan 28 juni 2016 dengan menggunakan kuesioner melalui teknik wawancara terpimpin. Hasil analisa univariat didapatkan lanjut usia yang mengalami penurunan penglihatan sebanyak 52 responden (76,5%) dan tidak mengalami penurunan penglihatan sebanyak 16 responden (23,5%), lanjut usia yang mengalami penurunan kemampuan akomodasi mata sebanyak 60 responden (88,2%) dan lanjut usia yang mengalami penurunan penglihatan warna sebanyak 56 (82,4%). Hasil penelitian ini adalah lanjut usia yang berada di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh sebagian besar mengalami penurunan penglihatan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan kepada dinas terkait agar menciptakan penerangan yang cukup, menciptakan ruangan yang kondusif dan memfasilitasi lanjut usia untuk pemeriksaan mata secara intensif.
PENERAPAN TERAPI MUSIK PADA RESIDEN UNTUK MENGURANGI RISIKO PERILAKU KEKERASAN: SUATU STUDI KASUS Saputra, Farhan; Jannah, Syarifah Rauzatul; Alfiandi, Rudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dampak buruk dari penyalahgunaan NAPZA dapat menimbulkan fenomena gangguan jiwa jika digunakan dalam waktu yang lama. Apabila tidak diatasi dengan segera, penyalahguna NAPZA akan mengalami keadaan depresi dan mengakibatkan_gangguan pada jiwanya sehingga seseorang_mudah marah, emosi, stres serta mudah membahayakan orang lain karena akan adanya tindakan perilaku kekerasan. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi musik pada residen untuk mengurangi risiko perilaku kekerasan di Instalasi Rehabilitasi NAPZA Rumah Sakit_Jiwa Aceh. Studi kasus ini mengambil 1 orang residen yaitu dengan risiko perilaku kekerasan, residen diberikan pendekatan asuhan keperawatan berupa strategi pelaksanaan resiko perilaku kekerasan yaitu latihan fisik, minum obat secara teratur, cara verbal (meminta, menolak dan mengungkapkan rasa marah dengan baik) dan teknik spiritual (shalat dan dzikir) selama 1 hari serta penerapan terapi musik selama 2 hari. Terapi musik yang dilakukan selama 3 sesi, tiap sesi berdurasi 15 menit dengan musik yang diputar berjenis musik klasik. Didapatkan hasil bahwa penerapan terapi_musik mampu menurunkan resiko_perilaku kekerasan pada residen. Terapi musik dapat memberikan dampak positif, memperbaiki suasana hati, menghadirkan rasa nyaman, tenang dan rileks serta mampu mengurangi tanda dan gejala marah pada residen dengan risiko_perilaku kekerasan. Terapi musik sesuai diterapkan_pada residen dengan risiko perilaku kekerasan dikarenakan berpengaruh dalam menurunkan rasa marah sehingga mencegah residen melakukan perilaku kekerasan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan terapi musik mampu menurunkan risiko perilaku kekerasan terhadap residen serta mampu memunculkan rasa nyaman dan tenang. Diharapkan terapi musik dapat terus diterapkan oleh individu pada saat di instalasi rehabilitasi maupun saat dipulangkan ke rumah.