cover
Contact Name
Thienis
Contact Email
jik@usk.c.id
Phone
+62651 7555249.
Journal Mail Official
jim.fkep@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing Syiah Kuala University Jln. Teungku Tanoh Abee, Gedung petronas, Fakultas keperawatan.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27163555     DOI : 10.52199
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa of the Faculty of Nursing is a Student Scientific Journal which aims to communicate the results of research on student final assignments. The target readers are students, nurses, lecturers and nursing practitioners.
Articles 891 Documents
PROFIL PASIEN YANG BERKUNJUNG KE IGD BERDASARKAN TRIAGE DI RUMAH SAKIT MEURAXA BANDA ACEH BULAN SEPTEMBER 2022 Fitri, Anisa; Nurhidayah, Irfanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Gawat Darurat bertujuan untuk melakukan pelayanan kesehatan kegawatdaruratan secara optimal bagi pasien dengan cepat dan tepat, serta terpadu demi mencegah kematian dan kecacatan (to save life and limb). Pendataan yang detail akan karakteristik dan jenis penyakit responden di IGD penting dilakukan sehingga dapat menjadi materi evaluasi bagi pihak IGD dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien. Selain itu penting untuk mengetahui karakteristik dan jenis penyakit responden sehingga dapat menjadi masukan bagi rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi profil pasien yang berkunjung ke IGD berdasarkan triage Di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh pada Bulan September 2022. Desain penelitian adalah deskriptif ekploratif dan bersifat retrospektif dengan teknik pengumpulan data yaitu total sampling menggunakan alat ukur lembar isian yang mengidentifikasi data tentang demografi, jenis penyakit dan level triage pasien. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 1783 responden, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 927 orang (52%), berusia 17-25 tahun sebanyak 304 orang (17%) dan pasien yang berkunjung ke instalasi gawat darurat berada pada triage hijau sebanyak 907 orang (50,9%). Diharapkan agar Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh agar dapat meningkatkan tenaga kesehatan yang professional dalam semua bidang tindakan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk tenaga kesehatan khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan manajement triase.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ACUTE RESPIRATORY FAILURE ET CAUSA UREMIC ENCEPHALOPATHY DI ICU: STUDI KASUS Nanda Fajrina; Marlina Marlina; Fikriyanti Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 4 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan ureum dan kreatinin dapat menyebabkan metabolisme otak menurun mengakibatkan rendahnya konsumsi oksigen oleh otak sehingga pasien mengalami respiratory failure yang merupakan indikasi perlunya pemasangan ventilator mekanik di ruang ICU. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada pasien acute respiratory failure akibat uremic encephalopathy. Pengkajian pada Ny.C yaitu pemeriksaan laboratorium analisa gas darah pH 7,222, pCO2 42,0 mg/dL, HCO3 17,0 mmol/L, nilai kadar hemoglobin 6,6 gr/dL, hematokrit 19%, albumin 2,6 gr/dL, ureum 234 mg/dL, kreatinin 18,10 mg/dl dengan nilai laju GFR 3,52 ml/menit, pasien sudah dilakukan hemodialisa cyto sekali di IGD sebelum dipindahkan ke ICU, keluarga mengatakan pasien memiliki riwayat hipertensi dari tahun 2012. Sehingga masalah keperawatan yang muncul adalah risiko aspirasi, gangguan pertukaran gas, hipervolemia, dan gangguan penyapihan ventilator. Setelah dilakukan tindakan keperawatan hasil evaluasi hari ketiga didapatkan bahwa kondisi pasien tidak adanya perbaikan ditandai dengan kadar ureum 146 mg/dL, kreatinin 12,10 mg/dL, pH: 7,179, pCO2: 38,9 mmHg, HCO3: 14,5, pitting edema +3, produksi urin 0 ml/jam, dan pasien direncanakan hemodialisa. Hasil asuhan keperawatan ini diharapkan dapat menjadi pedoman kepada perawat untuk melakukan perawatan yang intensive serta lebih menekankan keperawatan secara cepat dan tepat.
Gambaran Aktivitas Fisik dan Risiko Preeklampsia Pada Ibu Hamil Shafira Attallah; Dewi Hermawati; Mira Rizkia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia salah satu komplikasi yang terjadi pada 2-10% dari semua kehamilan dan menjadi penyebab kematian pada 15% ibu hamil. Salah satu gejala preeklampsia yaitu peningkatan tekanan darah yang dapat dicegah dengan melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik dan risiko preeklampsia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 86 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pregnancy Physical Activity Questionnaire (PPAQ) dan kuesioner risiko preeklampsia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58 responden (67,4%) berada pada kategori aktivitas fisik kuat, 21 responden (24,5%) pada kategori aktivitas fisik sedang, 7 responden (8,1%) pada kategori aktivitas fisik ringan, sedangkan ibu dengan risiko sedang preeklampsia 64 responden (74,4%) dan risiko tinggi preeklampsia 22 responden (25,6%). Oleh karena itu diperlukan perhatian lebih lanjut bagi petugas pelayanan kesehatan untuk dapat meningkatkan promosi edukasi terkait aktivitas fisik selama kehamilanserta kejadian risiko preeklampsia pada ibu hamil.
PEMAHAMAN PERAWAT TENTANGDISCHARGEPLANNING PASIEN DI RUANGRAWAT INAP: SUATU STUDI KASUS Fitria Melani; Muhammad Yusuf; Mayanti Mahdarsari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discharge planning mencakup komponen-komponen seperti pengkajian berkelanjutan, diagnosa keperawatan, serta intervensi agar dapat terlaksana secara efektif. Tujuan studi kasus ini adalah mengidentifikasi Gambaran Pemahaman Perawat Tentang Discharge Planning Pasien di ruang rawat Zamzam 3 RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sampel pada studi kasus ini berjumlah 17 orang perawat di ruang rawat Zamzam 3 RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Studi kasus ini menggunakan kuesioner online berupa google form yang berisi data gambaran pemahaman perawat tentang pengertian, tujuan, prinsip, proses dan pelaksanaandischarge planning. Berdasarkan hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa pemahaman perawat mengenai pengertian discharge planningsebagian besar perawat (76,47%) berada dalam kategori baik, pemahaman tentang tujuan discharge planning sebagian besar perawat (76,47%) berada dalam kategori baik, pemahaman tentang prinsip discharge planning sebagian besar perawat (53%) berada dalam kategori cukup, pemahaman tentang proses pelaksanaan discharge planning sebagian besar perawat (70,59%) berada dalam kategori baik, dan gambaran pemahaman perawat tentang discharge planning pasien sebagian besar perawat (70,59%) dalam kategori baik.
PENGETAHUAN LANSIA TENTANG PHBS PADA MASA PANDEMIC COVID-19 Devi Afridayanti Siregar; Ibrahim Ibrahim; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mewabahnya Covid-19 pada Desember 2019 merupakan tantangan penting untuk kesehatan masyarakat, penelitian, dan komunitas medis. Mengingat lansia merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19, maka dibutuhkannya upaya untuk pencegahan Covid-19. Pengetahuan lansia terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama masa pandemic Covid-19 dapat menjadi salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk meminimalisir penyebaran dan perluasan infeksi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan lanjut usia tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada masa Pandemic Covid-19 di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh berjumlah 4927 responden. Teknik pengumpulan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 370 responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lansia dikategorikan baik sebanyak 219 (59,2%) responden dan kurang baik sebanyak 151 (40,8%) responden. Diharapkan untuk penyedia layanan kesehatan agar dapat melakukan penguatan promosi kesehatan terhadap lansia untuk meningkatkan pengetahuan  lansia tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada masa pandemic Covid-19 untuk meminimalisir terjadinya penyebaran dan perluasan terinfeksi Covid-19.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA Yulia Mawaddah Indah Sari; sufriani sufriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyebab pertama kematian balita di negara berkembang.Aceh menduduki urutan ISPA tertinggi pertama dari 16 provinsi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko ISPA status gizi, status imunisasi, ASI Eksklusif, defisiensi vitamin A, kebiasaan merokok anggota keluarga, dan polusi udara. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita menderita ISPA yang berjumlah 274 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden.Teknik pengambilan sampel digunakan adalah purposive sampling.Alat ukur kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Hasil penelitian diketahui bahwa yang menjadi faktor risiko ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh yaitu status gizi balita berada pada kategori normal (41,3%), status imunisasi balita tidak lengkap (57,5%), ASI Eksklusif  baik (87,5%), defisiensi vitamin A baik ( 82,5%), polusi udara tinggi (88,75%) dan kebiasaan merokok anggota keluarga berada pada ketogri tinggi (92,50%). Diharapkan pada kader Kesehatan dalam mengurangi kejadian ISPA pada balita melakukan penyuluhan kesehatan tentang faktor risiko ISPA pada balita khususnya bahaya perokok pasif dan keadaan ventilasi rumah untuk mengurangi kejadian ISPA.
FAKTOR-FAKTOR PENCEGAHAN FOOD-BORNE DISEASE PADA PEDAGANG MAKANAN Dea Fitria; Asniar Asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka food-borne disease (penyakit yang diakibatkan makanan) membutuhkan perhatian khusus oleh pedagang makanan dalam upaya pencegahannya dengan melakukan praktik pengolahan makanan yang aman. Berdasarkan Health Belief Model (HBM) pengetahuan dan persepsi yang baik dalam melakukan praktik food hygiene dapat berkontribusi pada perilaku yang diharapkan untuk mencegah food-borne disease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan food-borne disease pada pedagang makanan di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Penelitian deskriptif korelatif ini menggunakan pendekatan cross sectional dan melibatkan 87 pedagang makanan yang dipilih dengan metode probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-report untuk mengukur pengetahuan food hygiene, pengetahuan food-borne disease, persepsi food hygiene dan praktik food hygine. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa persepsi food hygiene pedagang makanan sudah baik (55.2%), namun pengetahuan food hygiene dalam kategori kurang (59,8%), pengetahuan food-borne disease dalam kategori kurang (51,7%) dan praktik food-hygiene dalam kategori kurang (52.9%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan food hygiene dan food-borne disease serta praktik food hygiene yang kurang dapat meningkatkan resiko penularan food-borne disease. Untuk itu, diharapkan upaya dari Puskesmas atau Dinas Kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan pedagang tentang food hygiene dan food-borne disease serta melakukan monitoring praktik pengolahan makanan sebagai upaya preventif pencegahan food-borne disease. 
PELAKSANAAN FIVE MOMENTS FOR HAND HYGIENE PERAWAT PELAKSANA julita sari; noraliyatun jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patient safety adalah suatu upaya dari petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman untuk pasien. Cuci tangan merupakan salah satu langkah yang paling penting untuk mencegah terjadinya infeksi di rumah sakit dan perawat mempunyai andil besar karena berinteraksi dengan pasien selama 24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan five moments for hand hygiene perawat pelaksana di ruang rawat inap bedah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan non random sampling dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 37 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan five moments forhand hygiene perawat masih tidak tercapai yaitu sebesar (81,1%). Presentase perawat pelaksana yang tidak melakukan hand hygiene sebelum kontak dengan pasien sebesar 89,2%, sebelum melakukan tindakan aseptik sebesar 59,5%, setelah terpapar cairan tubuh pasien sebesar 62,2%, setelah kontak dengan pasien sebesar 59,5% dan setelah kontak lingkungan pasien sebesar 64,9%. Rekomendasi untuk pihak PPI RSUDZA Banda Aceh terus meningkatkan mutu audit, kepala ruang hendaknya meningkatkan supervisi dan memberikan reward kepada perawat, serta bidang keperawatan perlu meningkatkan pelaksanaan five moments for hand hygiene.
TINGKAT STRES MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI TOEFL SEBAGAI SYARAT UJIAN SKRIPSI caturi yunni noesika; Arfiza Ridwan Ridwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan dan ketidaksiapan mahasiswa  untuk mencapai skor TOEFL yang di tetapkan Universitas Syiah Kuala masih menjadi masalah yang serius. Berdasarkan data tahun 2012-2015 dari 22.776 mahasiswa Unsyiah  yang mengikuti TOEFL hanya 17% yang mendapatkan skor ≥ 450. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres mahasiswa keperawatan  dalam menghadapi TOEFL sebagai syarat mengikuti ujian skripsi di Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasinya seluruh mahasiswa keperawatan semester akhir angkatan 2012 reguler A. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan metode cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 74 responden. Alat pengumpulan data  merupakan hasil modifikasi dari  kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42)  yang terdiri dari 42 item pernyataan dimodifikasi menjadi 38 item pernyataan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 6-22 Juni 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres mahasiswa keperawatan dalam menghadapi TOEFL sebagai syarat mengikuti ujian skripsi di Universitas Syiah Kuala sebanyak 43 responden (58,1%) mengalami tingkat yang ringan dan sebanyak 31 responden (41,9%) mengalami tingkat stres yang berat, sehingga dapat disimpulkan sebagian mahasiswa berada pada kategori stres ringan. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada Fakultas Keperawatan untuk meningkatkan pembelajaran tentang TOEFL, baik secara intra maupun ekstrakurikuler bagi mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat akhir. Bagi para mahasiswa disarankan untuk melakukan persiapan-persiapan TOEFL yang tidak hanya didapatkan dari proses pembelajaran di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala melainkan juga dari luar kampus secara mandiri.
EFEKTIVITAS PELATIHAN KONTROL DIRI PADA REMAJA DENGAN RISIKO KECANDUAN TERHADAP GAME ONLINE Rilla Ernita Kassari Ponda; Budi Satria; Asniar Asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Interet Indonesia (APJII) sebesar 90.16% penduduk Indonesia yang terkoneksi internet adalah remaja berusia 13-18 tahun dimana konten internet nomor 4 paling sering digunakan adalah game online (14.23%). Hasil pengkajian pada remaja di MTsS Lam Ujong juga menunjukkan kecenderungan kecanduan terhadap game online. Terlalu sering bermain game online dapat menjadi kecanduan yang dapat mengganggu berbagai aspek pada remaja seperti aspek kesehatan fisik, aspek kesehatan psikologis, aspek kognitif dan akademik, aspek sosial serta aspek finansial untuk itu perlu dilakukan penanganan terhadap masalah ini. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menguraikan asuhan keperawatan dan melihat keefektifan pelatihan kontrol diri pada agregat remaja dengan risiko kecanduan game online di MTsS Lam Ujong Kecamatan Kreung Barona Jaya Aceh Besar. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan, bermain terapeutik, dan pengendalian diri melalui lembar tugas remind card. Evaluasi diukur melalui angket pretest dan posttest. Hasil dari studi kasus ini ditemukan bahwa pelatihan kontrol diri efektif menurunkan tingkat kecanduan game online pada remaja. Saran yang diajukan adalah diharapkan pihak sekolah, orang tua maupun pelayanan kesehatan dapat menerapkan pelatihan ini dan mengevaluasi kegiatan bermain game online agar tingkat kecanduan dapat menurun atau tidak muncul sama sekali.