cover
Contact Name
Thienis
Contact Email
jik@usk.c.id
Phone
+62651 7555249.
Journal Mail Official
jim.fkep@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing Syiah Kuala University Jln. Teungku Tanoh Abee, Gedung petronas, Fakultas keperawatan.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27163555     DOI : 10.52199
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa of the Faculty of Nursing is a Student Scientific Journal which aims to communicate the results of research on student final assignments. The target readers are students, nurses, lecturers and nursing practitioners.
Articles 891 Documents
STUDI PERBANDINGAN PENGETAHUAN SANTRI TENTANG MITIGASI BENCANA COVID-19 Naghie Adelia; Rachmalia Rachmalia; Teuku Samsul Alam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit virus Corona 2019 (COVID-19) telah menjadi pandemi global, virus ini mudah menular sehingga memerlukan pengetahuan mitigasi bencana yang baik untuk meminimalisir resiko yang terjadi atas keberlangsungan bencana COVID-19. Prioritas pengurangan risiko bencana perlu diimplementasikan pada ranah pendidikan, sehingga diharapkan dapat mewujudkan generasi dan sekolah tangguh bencana serta siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang mitigasi bencana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan  pengetahuan antara santri pada Dayah Modern Darul Ulum Kota Banda Aceh dan Dayah Terpadu Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian berupa comparative study. Desain penelitian adalah Cross-sectional Study dengan uji Mann-Whitney Test. Populasi dalam penelitian ini adalah santri di Dayah Modern Darul Ulum Kota Banda Aceh dan dayah Terpadu Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan menggunakan tabel Cohen (1988) dengan jumlah 152 responden di Dayah Modern Darul Ulum Kota Banda Aceh dan Dayah Terpadu Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner dalam bentuk google form kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan santri tentang mitigasi bencana COVID-19 di Dayah Modern Darul Ulum Kota Banda Aceh dan Dayah Terpadu Babul Maghfirah Kabupaten Kabupaten Aceh Besar dengan p = 0,001 (α=0,05). Diharapkan agar dayah dapat memfasilitasi kebutuhan informasi tentang COVID-19 agar santri tetap dapat belajar dengan nyaman dan aman dari ancaman penularan virus SARS-CoV-2 di lingkungan dayah.
BUDAYA KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PELAYANAN DI RUANG RAWAT INAP nurlindawati nurlindawati; Noraliyatun Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun budaya keselamatan pasien dirumah sakit adalah kewajiban dan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan salah satunya perawat, karena perawat berperan penting dan memiliki kontak terbanyak dengan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran budaya keselamatan pasien oleh perawat dalam melaksanakan pelayanan di ruang rawat inap. Jenis penelitian ini deskriptif ekploratif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian seluruh perawat pelaksana sebanyak 159 orang. Teknik pengumpulan sampel menggunakan probality sampling dengan 67 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner baku yang dikembangkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien oleh perawat dalam melaksanakan pelayanan, berada pada kategori baik (91%) yang terbagi dalam 12 dimensi, yaitu kerja sama tim dalam unit berada pada kategori baik (59,7%); harapan dan tindakan supervisor berada pada kategori baik (88,1%); pembelajaran organisasi berada pada kategori baik (94,0%); dukungan manajemen untuk keselamatan pasien berada pada kategori baik (100 %); persepsi keselamatan pasien berada pada kategori baik (94,0%); umpan balik terhadap error berada pada kategori baik (97,0%); komunikasi terbuka berada pada kategori baik (98,5%); frekuensi pelaporan kejadian berada pada kategori baik (70,1%); kerja sama tim antar unit berada pada kategori baik (89,1%); penyerahan dan pemindahan berada pada kategori baik (92,5%); respon tidak menyalahkan berada pada kategori baik (52,2%); staf yang adekuat berada pada kategori cukup (79,1%). Direkomendasikan bagi perawat agar dapat meningkatkan kerja sama tim dalam mempertahankandanmeningkatkan budaya keselamatan pasien.  
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI IBU PADA KEGIATAN POSYANDU Poengky Nouse Asta; Teuku Samsul Alam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka partisipasi ibu balita kegiatan Posyandu berdasarkan data Puskemas Darussalam yaitu 44,1 %. Hal ini menunjukkan partisipasi ibu balita masih belum mencapai target pemerintah yaitu 85%.Sehubungan hal tersebut  perlu dilakukan penelitia untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi partisipasi berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan keluarga perbulan, sikap, peralatan di Posyandu dan dukungan pemerintah serta masyarakat. Jenis penelitian deskriptif dan desain penelitian cross sectional dengan populasi ibu balita yang terdaftar sebagai peserta kegiatan Posyandusebanyak 150 ibu balita. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, sebanyak 60 responden. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 22-27 Mei 2017. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan teknik pengumpulan data wawancara terpimpin. Hasil penelitian didapatkan 53,3%ibu balita berpartisipasi pada kegiatan Posyandu. Ibu balita yang paling banyak berpartisipasi berusia 19-32 tahun (desawa awal) sebanyak 35%, lulusan pendidkan menengah sebanyak 28,3%, yang bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 36,7%, dengan penghasilan keluarga perbulan dalam kategori rendah (≤ 2.500.000) sebanyak 43,3%, ibu balita yang bersikap baik sebanyak66,7%, 81,7% ibu balita mengatakan peralatan Posyandu pada kategori lengkap dan sebanyak 68,3% mengatakan dukungan pemerintah serta masyarakat pada kegitan Posyandu berada pada kategori baik. Melalui penelitian ini diharapkan Dinas Kesehatan Aceh Besar untuk dapat memfasilitasi terkait peralatan Posyandu.
DUKUNGAN KELUARGA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHTAN JIWA PENDERITA GANGGUAN JIWA cut dian risna; setiobudiraharjo setiobudiraharjo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan pasien dengan gangguan jiwa tetapi fenomena dilapangan dimana keluarga kurang mendukung proses pengobatan klien, hal ini dibuktikan dengan keluarga yang jarang membawa klien untuk melakukan kontrol ulang. Tujuan penelitian untuk mengetahuidukungan keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa penderita gangguan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Lampulo Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiandeskriptifeksploratifpada tanggal 17 sampai 21 Juli 2017. Populasi penelitian adalah seluruh penderita gangguan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Lampulo Kota Banda Aceh sebanyak 66 orang. Pengambilan sampel dilakukansecara purposive samplingberjumlah 33 responden dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara terpimpin. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa penderita gangguan jiwa berada pada kategori baik sebanyak 81.8% yang dibagi menjadi dukungan informasional cukup (54.5%), dukungan emosional baik (72.7%), dukungan instrumental baik (81.8%) dan dukungan penilaian baik (51.5%). Diharapkan bagi keluarga untuk lebih meningkatkan peran dalam memberikan dukungan dan kepedulian terhadap klien gangguan jiwa terutama dalam hal dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan penilaian.
PENGABAIAN PADA LANSIA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL Dwyna Putri RAHAYU; Juanita Juanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakankelompok yang sangat rentan untuk mengalami pengabaian oleh pihak keluarga, baik secara fisik, psikologis, maupun finansial yang nantinya akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan lansia termasuk kebutuhan spiritual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengabaian pada lansia dengan pemenuhan kebutuhan spiritual di Desa Blang Kecamatan Darussalam Aceh Besar. Desain penelitian yang digunakan adalah  deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 51 lansia. Pengumpulan data dilakukan tanggal 7-13 Juni 2016, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengabaian pada lansia yang terdiri dari 21 item pertanyaan dan kuesioner pemenuhan kebutuhan spiritual yang terdiri dari 16 item pertanyaan dalam bentuk skala likert dengan cara ukur wawancara terpimpin. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan confidence interval 95% dan α = 0,05. Hasil analisis data didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengabaian fisik (p = 0,003) dan pengabaian finansial (p = 0,009) dengan pemenuhan kebutuhan spiritual, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengabaian psikologis dengan pemenuhan kebutuhan spiritual (p = 0,144), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengabaian dengan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan nilai p = 0,082 (p α); Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengabaian tidak mempengaruhi spiritual seseorang karena terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi spiritual lansia. Diharapkan kepada keluarga untuk terus memfasilitasi segala kebutuhan lansia termasuk kebutuhan spiritual dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki oleh keluarga, baik secara fisik, psikologis maupun finansial.
PEMBERIAN IMBALAN TERHADAP PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN Asrita Vonna; Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mendukung kinerja perawat adalah pemberian imbalan. Imbalan terdiri dari imbalan langsung dan imbalan tidak langsung. Dalam hal ini pemberian imbalan tidak langsung meliputi: tunjangan, tunjangan tidak wajib, karakteristik pekerjaan, dan lingkungan kerja perawat. Dengan adanya pemberian imbalan, perawat dapat menerapkan patient safety dengan baik.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian imbalan terhadap penerapan patient safety di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2016. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan populasi 150 perawat pelaksana dan jumlah sampel 66 responden. Teknik pengumpulan data dengan membagikan angket kepada perawat pelaksana yang bertugas di ruang rawat inap tersebut dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari 45 pernyataan. Metode analisis data  menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara imbalan tidak langsung dan penerapan patient safety (p-value 0,009), tunjangan (p-value 0,023), tunjangan tidak wajib (p-value 0,026), karakteristik pekerjaan (p-value 0,019), dan lingkungan kerja (p-value 0,027) dengan penerapan patient safety di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2016. Dengan taraf signifikansi yang telah di sebutkan maka dinyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara keempat subvariabel imbalan tidak langsung dengan penerapan patient safety. Diharapkan pada Rumah Sakit agar memperhatikan keselamatan dan kenyamanan kerja perawat. Dan bagi kepala ruang diharapkan dapat memberikan reward kepada perawat pelaksana. 
KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI VAKSIN COVID-19 PADA MASYARAKAT KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Sophia Nabila Putri; Cut Husna; Laras Cynthia Kasih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksinasi COVID-19 telah menjadi program nasional semenjak munculnya pandemic COVID-19. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah gejala yang dapat dialami individu pasca vaksinasi dapat berupa reaksi loKal dan reaksi sistemik. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi KIPI Vaksin COVID-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan populasi adalah masyarakat yang telah melakukan vaksinasi COVID-19 minimal 2 dosis di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh sebanyak 2.474 orang. Metode pengambilan sampel ialah purposive sampling yaitu sebanyak 344 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner peneliti dengan nilai reliabilitas 0,902. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami KIPI ringan sebanyak 338 (98,3%) pada dosis 1, dan 336 (97,7%) pada dosis 2. Perlunya program edukasi bagi masyarakat mengenai KIPI Vaksin COVID-19 guna meningkatkan pengetahuan dan pencegahannya pada masyarakat.
RISIKO BUNUH DIRI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Nailul Wusqa; Sri Novitayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko bunuh diri sering muncul pada mahasiswa akhir dikarenakan banyaknya tugas akademik yang harus dilaksanakan. Hal ini termasuk pelaksanaan tugas akhir/skripsi yang dapat memicu stres dan ide bunuh diri. Orang yang memiliki ide bunuh diri maka berisiko untuk melakukan bunuh diri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran risiko bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Terdapat 161 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan snowball sebagai teknik sampling. Instrumen yang digunakan penelitian ini ada 2 yaitu demografi data dan Adult Suicidal Ideation Quesionnaire (ASIQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir berada pada kategori rendah (68,3%). Pada mahasiswa yang memiliki risiko bunuh diri diharapkan dapat meningkatkan kegiatan spiritual, mendapatkan dukungan keluarga dan dukungan sosial agar mencegah munculnya ide bunuh diri.
PENERAPAN ASUHAN PERKEMBANGAN DAN TRANSFUSI PADA BAYI DI NICU: SUATU STUDI KASUS T. Putri Berliana Jihan; Hilman Syarif; Nova Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahapan neonatus merupakan tahap penting dalam kehidupan karena risiko kematian yang tinggi.Kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR) sebagai penyebab tertinggi pada neonatus.Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan angka kelahiran BBLR dan prematur terbanyak.Salah satu morbiditas yang umum dijumpai adalah anemia, sehingga dilanjutkan dengan kejadian ikterus yang masih cukup tinggi. Dengan begitu BBLR akan berisiko menyebabkanikterik neonatum dan necrotikans enterocilitis (NEC). BBLR juga rentan terhadap kejadian infeksi pada neonatus.Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui penerapan asuhan perkembangan dan transfusi pada bayi di NICU Rumah Sakit di Banda Aceh. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan melalui asuhan keperawatan pada Bayi Ny. D. Masalah keperawatan yang muncul pada kasus ini adalah ikterik neonatus, termoregulasi tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, risiko syok (sepsis), defisit nutrisi, gangguan perlekatan dan risiko gangguan tumbuh kembang. Intervensi yang diberikan berdasarkan standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI), meliputi tindakan observasi, teurapetik dan kolaborasi serta penerapan intervensi berdasarkan evidence based seperti asuhan perkembangan dan pemberian transfusi darah pada BBLR. Evaluasi menunjukan bahwa masalah ikterik teratasi sebagian, termoregulasi teratasi sebagian, perfusi perifer mengalami peningkatan, tidak menunjukkan terjadinya syok (sepsis), defisiti nutrisi teratasi sebagian ditandai dengan penambahan diet ASI, dan adanya reflek hisap yang baik serta intervensi dilanjutkan oleh perawat ruangan untuk mengatasi dan pencegahan masalah.
GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH Raudhatul Husna Az-zuhra; Suryane Sulistiana Susanti; Yuni Arnita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan aset penting bagi negara untuk mewujudkan terciptanya generasi mendatang yang lebihbaik.Memasuki usia remaja atau masa pubertas, remaja dihadapkan pada berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, seperti masalah seksual, bahkan sampai terjadi peyimpangan seperti hamil diluar nikah sampai aborsi, rentan terinfeksi penyakit menular seksual, HIV/AIDS.Sehingga penting adanya pengetahuan yang memadai bagi remaja tentang kesehatan reproduksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran  pengetahuan  kesehatan  reproduksi pada  remaja  di kota Banda  Aceh.Jenis  penelitian  yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI dan XII di salah satu SMA Negeri Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 203  siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja dengan pengetahuan kesehatan reproduksi tinggi sebanyak  89,2%  (181  orang)  dan remaja dengan pengetahuan kesehatan reproduksi rendah sebanyak 10,8% (22 orang). Penelitian ini merekomendasikan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja seperti melakukan penyuluhan terhadap sekolah-sekolah yang berada di Banda Aceh.