cover
Contact Name
Mulin Nu'man
Contact Email
mulin.nu@uin-suka.ac.id
Phone
+6282317241748
Journal Mail Official
jppm@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika Sekolah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika
ISSN : 26560240     EISSN : 26558750     DOI : https://doi.org/10.14421/jppm
Core Subject : Education,
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika (JPPM) is a scientific journal published by Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika Sekolah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta incorporating with Asosiasi Dosen Matematika dan Pendidikan Matematika (Admapeta). It published twice a year (in February & August). This publication is available online via open access. This journal focuses on research in mathematics education including teaching and learning, teacher education, educational technology, educational developments, STEM, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 84 Documents
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berbasis Pembelajaran Pemecahan Masalah Kelas V SD Negeri Gebangsari 03 Aulia Rahmawati
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 1 Nomor 2 Agustus 2019
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2019.12.104-109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika dan mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Gebangsari 03 yang berjumlah 37 siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober-Maret 2019. Data diperoleh dengan cara observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Proses data yang diperoleh dianalisis dengan data Reduction, data Display dan Verivication. Setiap data dianalisis dalam bentuk deskriptif. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes dianalisis berdasarkan teori kesalahan yang dilakukan siswa menurut Newman. Hasil penelitian ini adalah pertama langkah-langkah dalam pembelajaran pemecahan masalah yaitu materi diberikan dengan jelas, siswa diberi masalah untuk dipecahkan, mengevaluasi masalah, memberikan kesimpulan. Kedua kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal cerita matematika menurut Newman yaitu penulisan symbol matematika, tidak menuliskan ditanya dengan tepat, tidak menggunakan metode dengan tepat, kesalahan menentukan hasil akhir dan menuliskan kesimpulan.
Upaya Meningkatkan Peran Aktif Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Mencari Pasangan (Make A Match) Kelas XI IPS MA Salafiyah Wonoyoso Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2018/2019 Ekaviana Wijayanti
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 1 Nomor 2 Agustus 2019
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2019.12.110-116

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan peran aktif siswa dengan menggunakan pembelajaran model Mencari Pasangan (Make a Match). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 MA Salafiyah Wonoyoso. Hasil penelitian menunjukkan setelah 2 siklus, pembelajaran menggunakan model pembelajaran Mencari Pasangan (Make a Match) dapat meningkatkan peran aktif siswa. Pada kondisi prasiklus peranaktif siswa dalam pembelajaran sebesar 35,42% sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 62,08%. Pada siklus ke II peran aktif siswa mencapai 77,02% dan telah menlebih dari standar keberhasilan. Pembelajaran matematika model Mencari Pasangan ( Make a Match ) dapat meningkatkan peran aktif siswa adalah dengan gambaran bahwa pada pelaksanaan pembelajaran matematika pada siklus pertama keterlaksanaanya 90%, sedangkan pada akhir siklus kedua mengalami peningkatan dengan keterlaksanaan 96,67%.
Perbandingan Model Eliciting Activities (MEAs) dan Talking Chips terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika M. Tohimin Apriyanto; Ita Rahmawati; Idha Isnaningrum
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 1 Februari 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.21.1-5

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membandingkan Model Eliciting Activities (MEAs) dan Talking Chips terhadap kemampuan komunikasi matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan post test only control design. Populasi pada penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII yang terdaftar pada sekolah SMPN 196 Jakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 peserta didik yang terbagi menjadi 25 peserta didik mewakili kelas eksperimen (kelas VI B) dan 25 peserta didik mewakili kelas control (kelas VI D). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji–t. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa hasil thitung > ttabel yaitu 6,86 > 2,0126. Dengan demikian, terdapat pegaruh Model Eliciting Activities (MEAs) terhadap kemampuan komunikasi matematika, sehingga dapat dikatakan bahwa Model Eliciting Activities (MEAs) dapat dijadikan sebagai alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, efektif, dan tidak membosankan.
Dapatkah Self Esteem Siswa Meningkat melalui Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Saintifik? Sumbaji Putranto; Gamarina Isti Ratnasari
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 1 Februari 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.21.6-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan self esteem siswa kelas X IPS 2 SMA N 1 Bantul terhadap matematika melalui pembelajaran kontekstual dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis & Mc. Taggart dengan subjek penelitian siswa kelas X IPS 2 SMA N 1 Bantul. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, angket, dan tes tertulis. Penelitian tindakan ini telah mencapai kriteria keberhasilan setelah dilakukan dua kali siklus, sehingga siklus diberhentikan sampai pada siklus kedua. Self esteem siswa kelas X IPS 2 SMA N 1 Bantul terhadap matematika mengalami peningkatan melalui penerapan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan saintifik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase self esteem terhadap matematika dengan kategori rendah dari pra tindakan sebesar 12,50 % sedangkan siklus 1 dan siklus 2 sebesar 0%. Selanjutnya, terjadi penurunan persentase self esteem dengan kategori sedang dari pra tindakan sebesar 71,88% menjadi 66% pada siklus 1 dan di siklus 2 sebesar 56,25%. Terdapat pula peningkatan persentase self esteem dari kategori tinggi yang pada pra tindakan sebesar 15,63%, siklus 1 sebesar 34%, dan di siklus 2 sebesar 43,75%. Rata-rata self esteem terhadap matematika siswa secara klasikal juga mengalami peningkatan dari pra tindakan sebesar 98,81 dengan kategori sedang, siklus 1 sebesar 104,53 dengan kategori sedang, dan siklus 2 sebesar 105,65 dengan kategori tinggi.
Hasil Belajar Matematika dan Keaktifan Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 8 Salatiga dengan Model RME Tahun Pelajaran 2018/2019 Ririn Windasari; Muhammad Istiqlal
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 1 Februari 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.21.13-19

Abstract

Hasil belajar dan keaktifan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran matematika materi penyajian data dengan model pembelajaran RME kelas VII F SMP Negeri 8 Salatiga. Jenis penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII F semester genap tahun ajaran 2018/2019 berjumlah 29 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran RME dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik pada materi penyajian data kelas VII. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar siklus I sebesar 54,06 dan persentase ketuntasan sebesar 24,13%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 80,06 dengan persentase ketuntasan sebesar 89,65%. Rata-rata keaktifan peserta didik siklus I dan II indikator 1 interaksi dari 44,36% menjadi 78,62%, indikator 2 kerjasama dengan teman sekelompok dari 41,76% menjadi 71,64%, indikator 3 mengerjakan soal dan tugas dari 40,61% menjadi 72,79%, indikator 4 motivasi dalam mengikuti pelajaran dari 43,55% menjadi 70,24%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model RME dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran matematika materi penyajian data di kelas VII F SMP Negeri 8 Salatiga.
Analisis Proses Pembelajaran Matematika pada Anak Tunagrahita di SMP Negeri 15 Yogyakarta Haya Okta Fikriya; Mazza Safana; Nurul Izzah Adi Ningsih
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 1 Februari 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.21.20-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran matematika di kelas inklusif yang meliputi kesiapan guru sebelum pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dan tindak lanjut serta keterlibatan Guru Pendamping Khusus GPK dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 15 Yogyakarta dalam memperoleh keberhasilan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Model analisis datanya adalah model interaktif dari Miles dan Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) tidak ada perbedaan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran namun guru tetap memperhatikan karakteristik siswa tunagrahita, 2) pada pelaksanaan pembelajaran guru melakukan pengkondisian dengan mempersiapkan siswa secara fisik dan psikis, serta memberikan perhatian lebih khususnya siswa tunagrahita, dan 3) evaluasi dilakukan secara tertulis atau lisan ketika satu materi bahasan selesai, serta hasil evaluasi digunakan sebagai acuan tindak lanjut yang di bimbingan khusus oleh GPK.
Implementasi Model Pembelajaran Scramble dengan Pendekatan Saintifik terhadap Kemampuan Koneksi Matematis dan Sikap Kerjasama Linda Nailil Muna; Rida Fironika Kusumadewi; Nuhyal Ulia
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 1 Februari 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.21.27-32

Abstract

Rendahnya kemampuan koneksi matematis dan sikap kerjasama membuat proses belajar kurang maksimal. Penelitian berfokus pada penerapan model scramble terhadap kemampuan koneksi matematis dan sikap kerjasama pada materi bangun datar. Penelitian kuantitatif ini mengunakan metode Pre Experimental Design dengan bentuk One - Group Pretest – Posttest. Populasinya adalah seluruh siswa kelas IV SDN Kerangkulon 02 dengan jumlah 28 siswa dan menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis data yang digunakan adalah uji coba instrumen, uji data awal dan uji data akhir. Adapun uji coba instrumen meliputi tes dan angket, sedangkan uji data awal menggunakan uji normalitas data, dan yang terakhir uji data akhir menggunakan uji normalitas data, uji hipotesis I, dan uji hipotesis II. Untuk kemampuan pembuktian matematis, berdasarkan data diperoleh thitung = 9,368 dan diperoleh ttabel = t(α)(dk=n-1)=t(0,05)(29-1) = 2,051. Dari hasil tersebut maka diperoleh thitung >- ttabel, sehingga hipotesis Ho diterima, artinya rata – rata nilai kemampuan pembuktian matematis lebih dari 70. Kemampuan pembuktian matematis melalui model scramble dengan pendekatan saintifik dapat memenuhi ketuntasan KKM. Sedangkan untuk sikap kerjasama, berdasarkan data diperoleh thitung = 11,01 dan diperoleh ttabel = t(α)(dk=n-1)=t(0,05)(29-1) = 2,051. Dari hasil tersebut maka diperoleh thitung >- ttabel, sehingga hipotesis Ho diterima, artinya rata – rata nilai kemampuan pembuktian matematis lebih dari 70. Sikap kerjasama melalui model scramble dengan pendekatan saintifik dapat memenuhi ketuntasan KKM.
Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui Penerapan Model Missouri Mathematics Project (MMP) pada Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri Matakali Hastomo Machfud
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 1 Februari 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.21.33-39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika melalui model Missouri Mathematics Project (MMP) pada siswa kelas XI MIA SMA Negeri Matakali. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 31 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan uji-t one sample test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian hipotesis diperoleh nilai sig.(2-tailed) = 0,000 < = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dismpulkan bahwa pembelajaran matematika melalui model Mssouri Mathematics Project (MMP) efektif pada siswa kelas XI MIA SMA Negeri Matakali. Dengan demikian, terjadi peningkatan yang signifikan setelah diberikan pembelajaran melalui model Missouri Mathematic Project (MMP) pada siswa kelas XI MIA SMA Negeri Matakali.
Optimalisasi Penemuan Terbimbing Guna Meningkatkan Antusiasme Belajar Matematika Nidya Ferry Wulandari
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.22.40-50

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan antusiasme belajar siswa kelas XI MIIA 3 SMA N 1 Seyegan dalam pembelajaran matematika melalui metode penemuan terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis & Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIIA 3 SMA Negeri 1 Seyegan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi, angket, dan tes tertulis. Penelitian tindakan ini mencapai kriteria yang ditetapkan pada siklus II, oleh karena itu siklus dapat dihentikan. Hasil penelitian ini adalah bahwa dengan optimalisasi penemuan terbimbing berbantuan lembar kerja siswa dapat meningkatkan antusiasme belajar matematika. Hal ini terbukti setelah dua siklus semua siswa memiliki antuasisme yang tinggi dan bahkan sangat tinggi. Sebanyak 40,6% siswa memiliki antuasiasme sangat tinggi, 59,4% siswa memiliki antusiasme tinggi, dan tidak ada siswa yang memiliki antuasiasme sedang, rendah, dan bahkan sangat rendah. Hasil penelitian ini sudah melebihi dari kriteria keberhasilan yang ditetapkan yaitu tidak ada siswa dengan antuasisme sedang, rendah dan sangat rendah serta setidaknya 60% siswa memiliki antuasisme tinggi dan 40% dengan antuasiasme sangat tinggi.
Analisis Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Nasha Nauvalika Permana; Ana Setiani; Novi Andri Nurcahyono
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.22.51-60

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa pemberian tes dan wawancara. Pengambilan subyek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII SMP. Pengambilan subjek pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada soal HOTS dengan indikator mengajukan dugaan, subjek dengan kemampuan penalaran adaptif matematis tinggi dan rendah mampu mengajukan dugaan. Berbeda dengan subjek yang memiliki kemampuan penalaran adaptif rendah tidak mampu mengajukan dugaan, 2) Pada soal HOTS dengan indikator memberikan alasan terhadap suatu kebenaran, subjek dengan kemampuan tinggi dan sedang mampu memberikan alasan terhadap suatu pernyataan dengan benar. Berbeda dengan subjek berkemampuan rendah yang tidak dapat memberikan alasan terhadap sebuah pernyataan, 3) Pada soal HOTS dengan indikator menarik kesimpulan pada sebuah pernyataan, subjek berkemampuan tinggi dan sedang mampu menunjukkan penyelesaian dengan memberikan kesimpulan yang benar dan lengkap. Berbeda dengan subjek berkemampuan rendah yang belum mampu mengerjakan soal tersebut dengan benar, 4) Pada soal HOTS dengan indikator memeriksa kesahihan suatu argumen, subjek dengan kemampuan tinggi dan sedang mampu mengecek kesahihan suatu argument dengan menunjukkan letak kebenaran atau kesalahan secara lengkap. Berbeda dengan subjek dengan kemampuan rendah yang tidak mampu mengecek kesahihan suatu argument, 5) Pada soal HOTS dengan indikator menemukan pola pada suatu gejala matematis, subjek berkemampuan tinggi, sedang dan rendah belum mampu menemukan pola dari suatu gejala matematis