cover
Contact Name
Mohamad Ervandi
Contact Email
m.ervandi@umgo.ac.id
Phone
+628114358552
Journal Mail Official
m.ervandi@umgo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Mansoer Pateda, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis)
ISSN : -     EISSN : 29859824     DOI : -
JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis) (E-ISSN 2985-9824) is a journal published and managed by the Program Study Animal Husbandry, Muhammadiyah University of Gorontalo. it is a peer reviewed journal published Two times a year on (Januari and Juli) and now actively using Open Journal System (OJS). This journal mediates the dissemination of researchers from various disciplines and review Nutrition and Animal Feed, Feed Science and Technology, Livestock Biotechnology, Animal Reproduction and Physiology, Breeding and Genetics, Animal Production, Animal Behaviour, Socio-Economic Livestock, and Animal Products Science and Technology. The access to entrire articles in this journal is free. The editorial goal is to provide a forum exchange and an interface between academia, industry, government and society in the filed of animal science and technology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2024): Januari" : 5 Documents clear
Review: Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Produksi Susu Sapi Perah Nugraha, Primasatya; Rifa’i, Rifa’i; Maskur, Camal Adi; Ervandi, Mohamad
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.1.1-11.2024

Abstract

The production of dairy cow milk is a vital aspect in the livestock industry that requires a profound understanding of the factors influencing the quantity and quality of the produced milk. This study aims to compile a comprehensive literature review related to the factors affecting the production of dairy cow milk. Factors influencing the production of dairy cow milk include Genetics, Feed and Nutrition, Health Management, Environmental Conditions, Reproduction Management, Maintenance Management, and Technology Utilization. The role of technology and innovation is crucial in enhancing production efficiency, along with management strategies that can be adopted to optimize the potential of dairy cow milk production.Produksi susu sapi perah merupakan aspek vital dalam industri peternakan yang memerlukan pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kuantitas dan kualitas susu yang dihasilkan. kajian ini bertujuan untuk menyusun tinjauan literatur yang komprehensif terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah diantaranya yaitu Genetik, Pakan dan Nutrisi, Manajemen Kesehatan, Kondisi Lingkungan, Manajemen Reproduksi, Manajemen Pemeliharaan, dan Penggunaan Teknologi. Peran teknologi dan inovasi penting dalam meningkatkan efisiensi produksi serta strategi manajemen yang dapat diadopsi untuk mengoptimalkan potensi produksi susu sapi perah.
Pengaruh Pemberian Azolla (Malla) Dalam Ransum Pakan Terhadap Konsumsi Pakan Ayam Petelur Afikasari, Dian; MAskur, Camal Adi; Waluyo, Agus Tria Budi; Akbar, Mishbahul
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.1.12-16.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pemberian tepung Azolla di dalam ransum terhadap konsumsi pakan ayam petelur. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan informasi bagi peneliti, peternak dan masyarakat dalam pengembangan dan memanfaatkan Azolla yang dapat dijadikan sebagai alternatife pakan dalam rangka mendukung usaha ayam petelur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan P0 (pakan komersil + tanpa tepung azolla), P1 ( pakan komersil + pemberian tepung azolla 5%), P2 (pakan komersil  + pemberian tepung azolla 10%). Data Hasil Penelitian diuji dengan menggunakan ANOVA. Uji lanjut untuk mengetahui adanya perbedaan antar kelompok dilakukan dengan uji DUNCAN. Nilai konsumsi pakan terendah terdapat pada perlakuan P2 yang berbeda nyata dengan perlakuan P1 dan P0.Rata-rata nilai konsumsi pakan ayam petelur selama satu bulan perlakuan masing-masing sebesar (gram) 120,14; 119,19; dan 117,16. Azolla dapat dijadikan alternatif penambahan protein dalam ransum pakan ayam petelur, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian konsumsi pakan terendah pada perlakuan P2 117,16 g/ekor/hari. Hasil penelitian sesuai dengan konsumsi ransum normal untuk ayam petelur fase layer yaitu berkisar 100 – 120 g/ekor/hari.
Hubungan Antara Volume Ambing Dan Panjang Puting Terhadap Produksi Susu Sapi Perah Friesian Holstein Di Desa Pesanggrahan Kota Batu Marshaniswah, Ignacia Farah; Surjowardojo, Puguh
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.1.17-27.2024

Abstract

The Purpose of this study was to determine the relationship between udder volume and teats length with milk production in Friesian Holstein dairy cows in Pesanggrahan Village, Batu City, East Java. The research was conducted for one month from August to September 2023. The materials used were 30 Friesian Holstein dairy cows in lactation phase 2-3 and lactation month 2-3. The method used was case study method. Parameters measured included udder volume, teats length and milk production. Analysis of the relationship between research variables using correlation analysis and simple linear regression, where udder volume and teats length as independent variables (X) and milk production as the dependent variable (Y). The results showed that there was a relationship between udder volume and milk production and a very weak relationship between teats length and milk production. The conclusion of this study is that udder volume has a relationship with milk production, while teats leght has a insignificant relationship with milk production so that teats leght only affects milking effectiveness. Thus, udder volume is a considered more relevant as a variable in predicting the amount of milk produced by dairy cows.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara volume ambing dan panjang puting dengan produksi susu pada sapi perah Friesian Holstein di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian dilakukan selama satu bulan dari bulan Agustus hingga September 2023. Materi yang digunakan adalah 30 ekor sapi perah Friesian Holstein periode laktasi II-III dan laktasi bulan ke 2-3. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Parameter yang diukur meliputi volume ambing, panjang puting dan produksi susu. Analisis hubungan antar variabel penelitian menggunakan analisis korelasi dan regresi linier sederhana, dimana volume ambing dan panjang ambing sebagai variabel bebas (X) dan produksi susu sebagai variabel terikat (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara volume ambing dengan produksi susu dan terdapat hubungan yang sangat lemah antara panjang ambing dengan produksi susu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah volume ambing memiliki hubungan dengan produksi susu, sedangkan panjang ambing memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan produksi susu sehingga panjang ambing hanya berpengaruh terhadap efektivitas pemerahan. Dengan demikian, volume ambing dianggap lebih relevan sebagai variabel dalam memprediksi jumlah susu yang dihasilkan oleh sapi perah.
Pengaruh Substitusi Protein Tepung Ikan dengan Protein Tepung Maggot BSF Terhadap Panjang Usus Burung Puyuh Yusuf, Muhammad; Mariam, Mariam; Insani, Andi Nur
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.1.28-34.2024

Abstract

This study aims to determine the effect of substituting fish meal protein with BSF maggot meal protein on the intestinal length of quail. This research used 60 female quail that were kept from 1 week old in a battery cage measuring 90 x 60 x 30 cm made of bamboo and ram wire. This research method used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and five replications, divided randomly based on treatment as follows: P0 Ration without adding BSF Maggot flour, P1 = BSF Maggot Flour 3.183% (6.67% crude fish meal protein) , P2=BSF Maggot Flour 6.370% (3.34% fish meal crude protein), P3=BSF Maggot Flour 9.565% (0% fish meal crude protein). The variables observed were the length of the duodenum, total length of the jejunum and ileum. The data obtained were analyzed using IBM SPSS Statistics 25 software. The results of the analysis showed that the substitution of fish meal protein with BSF maggot meal protein had no significant effect (P>0.05) on the length of the quail intestine including the duodenum, the longest being P3, P1, respectively. P0 and P2. while the best total lengths of the jejunum and ileum are P2, P1, P0 and P3.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi protein tepung ikan dengan protein tepung maggot BSF terhadap panjang usus burung puyuh. Penelitian ini menggunakan 60 ekor burung puyuh betina yang dipelihara sejak berumur 1 minggu disebuah kandang batteray yang berukuran 90 x 60 x 30 cm yang terbuat dari bambu dan kawat ram. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan, dibagi secara acak berdasarkan perlakuan sebagai berikut: P0 Ransum tanpa penambahan tepung Maggot BSF, P1=Tepung Maggot BSF 3,183%(6.67% protein kasar tepung ikan), P2=Tepung Maggot BSF 6,370% (3.34% protein kasar tepung ikan), P3=Tepung Maggot BSF 9.565% (0% protein kasar tepung ikan). Variabel yang diamati adalah panjang duodenum, total panjang jejenum dan ileum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan software IBM SPSS Statistics 25. Hasil analisis menunjukkan substitusi protein tepung ikan dengan protein tepung maggot BSF berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap panjang usus burung puyuh meliputi duodenum, secara berturut-turut paling panjang adalah P3, P1, P0 dan P3.
Kualitas Berahi Pada Akseptor IB Sapi Brahman Cross Dengan Pemberian Pakan Berbeda Ervandi‬, ‪Mohamad
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.1.35-44.2024

Abstract

The success of AI is influenced, in part, by the management of providing feed that contains sufficient nutrition to support production and improve reproduction in cattle. The aim of the research was to determine the effect of feeding Feedlot type (PMP02) on the success of AI in Brahman Cross (BX) cows. The material used was 80 Brahman Cross (BX) cows, the samples were selected using purposive sampling, the hormone used for estrus synchronization was PGF2α (Lutelayse) while for AI using liquid semen from Onggol crossbreed cows (PO) with motility above 40 %according to SNI standards. The method used in this research was experimental research, with Feedlot type feeding treatment (PMP02) for 1 month and Breeding type feed (BRW) as a control, the feed given was concentrate, forage and rice straw. The method used in this research is experimental research. If there are significant results, the trial is continued with Chi-square calculations. The variables observed were the onset of estrus (by observing every 4 hours after PGF2α injection), the characteristics of estrus (by observing the visual characteristics of estrous conditions). The nutritional requirements in the form of dry matter and crude protein contained in the feed provided at the research location have not been met, so this has an impact on the quality of estrus produced by BX cattle.Keberhasilan IB salah satunya di pengaruhi oleh tatalaksana pemberian pakan yang mengandung nutrisi yang cukup untuk mendukung produksi maupun perbaikan reproduksi pada ternak sapi. Tujuan  penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan Feedlot jenis (PMP02) terhadap keberhasilan IB pada sapi induk Brahman Cross (BX). Materi yang digunakan adalah sapi Induk Brahman Cross (BX) berjumlah 80 ekor, sampel yang dipilih secara Purposive Sampling, hormon yang digunakan untuk singkonronisasi estrus yaitu  PGF2α (Lutelayse) sedangkan untuk IB menggunakan semen cair sapi Peranakan Onggol (PO) dengan motilitas di atas 40% sesuai standar SNI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental, dengan perlakuan pemberian pakan Feedlot jenis (PMP02) selama 1 bulan dan pemberian pakan Breeding jenis (BRW) sebagai kontrol, pakan yang diberikan berupa konsentrat, hijauan dan jerami padi.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental, Jika ada hasil yang signifikan, dilanjutkan uji coba dengan perhitungan Chi-square. Variabel yang diamati adalah onset birahi (dengan pengamatan setiap 4 jam setelah injeksi PGF2α), karakteristik birahi (dengan cara pengamatan karakteristik visual kondisi birahi). Kebutuhan nutrisi berupa bahan kering dan protein kasar yang terkandung dalam pakan yang diberikan dilokasi penelitian belum tercukupi sehingga berpengaruh pada kualitas birahi yang dihasilkan oleh ternak sapi BX.

Page 1 of 1 | Total Record : 5