cover
Contact Name
I Gede Arya Wiguna
Contact Email
aryasanggem@gmail.com
Phone
+6282326881987
Journal Mail Official
aryasanggem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Eltari Km 9 Kelurahan Sasi, Kota Kefamenanu, TTU, NTT
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Journal Science of Biodiversity
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 28297385     DOI : https://doi.org/10.32938/jsb/vol3i1
Journal Science of Biodiversity adalah Jurnal Ilmu Biologi yang terbit secara berkala sebagai sarana penyebarluasan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan di bidang ilmu biologi. Adapun bidang kajian pada jurnal ini yaitu Biologi Teoritis seperti Ekologi, Botani, Mikobiologi, Zoologi dan Aplikasinya. Journal Science of Biodiversity diterbitkan oleh Program Studi Biologi Dua Kali dalam Setahun (April dan Oktober). Setiap artikel di tinjau oleh para Ahli dalam bidangnya.
Articles 36 Documents
Keanekaragaman dan Peran Ekologis Serangga Tanah di Kawasan Hutan Rafae Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu Tae, Valerian Yunito; Seran, Yoseph Nahak; Bani, Polikarpia Wilhelmina
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i2pp51-60

Abstract

Serangga tanah merupakan jenis dari serangga yang seluruh atau sebagian hidupnya ditemukan di permukaan tanah. Berdasarkan tingkat trofiknya serangga dibagi menjadi 3 jenis yaitu, serangga herbivora, serangga karnivora dan serangga dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Untuk menganalisis jenis serangga tanah yang terdapat di Kawasan hutan Rafae Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu, Untuk menganalisis Bagaimana indeks keanekaragaman serangga di Kawasan hutan Rafae Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu Penelitian dilakukan pada bulan September – November 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif-eksploratif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Pitffall trap. Hasil penelitian yang di dapat Pada Kawasan Hutan Rafae Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu Ditemukan 14 jenis serangga tanah yang terdiri dari 11 famili serangga dan 5 ordo dengan jumlah individu 364 jenis serangga, dari 12 perangkap yang di pasang pada 2 plot. Spesies serangga tanah yang ditemukan terdapat spesies serangga tanah yang berperan sebagai polinator, dekomposer, predator, parasitoid dan bioindikator.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Berbasis Kulit Buah terhadap Pertumbuhan Bayam Brasil (Althernanthera sissoo hort) dalam Sistem Hidroponik Kurnianto, Hizkia Andrian; Limeranto, Desyana Millenia; Madyaningrana, Kukuh
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i2pp41-50

Abstract

Kulit buah merupakan jenis limbah organik yang banyak dihasilkan dari konsumsi buah harian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Limbah berupa kulit buah mengandung beragam nutrien yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dampak pemberian POC berbasis kulit buah terhadap pertumbuhan tanaman bayam Brasil (Althernanthera sissoo hort) dalam sistem hidroponik. Penelitian didesain dengan 5 perlakuan berupa perlakuan K0 (tanpa pupuk), K1 (AB-Mix 500 ppm), P1 (POC 250 ppm), P2 (POC 500 ppm), dan P3 (POC 750 ppm) dengan tiap perlakuan mempunyai 5 ulangan. Data penelitian yang menjadi target adalah kandungan karbon (C-organik), nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) POC berbasis kulit buah, dan pertumbuhan bayam Brasil meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang akar, berat basah, dan berat kering. Uji one-way ANOVA digunakan dalam analisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar C-organik dan total NPK POC berbasis kulit buah masih dibawah standar POC yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Meskipun pertumbuhan bayam Brasil yang diberi POC kulit buah masih dibawah pertumbuhan tanaman yang dipupuk dengan AB-Mix, beberapa variasi dosis POC kulit buah menunjukkan hasil yang menunjang pertumbuhan bayam Brasil. Dosis 250 ppm berpengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan panjang akar; sedangkan dosis 500 ppm menunjang pertambahan berat basah dan berat kering bayam Brasil.
Identifikasi Parasit pada Ikan Bandeng (Chanos chanos F) yang Dibudidayakan pada Tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka Nahak, Maksimianus; Fallo, Gergonius; Pakaenoni, Gonsianus
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i2pp61-65

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos F) merupakan salah satu jenis ikan air payau yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mempunyai prospek cukup baik untuk dikembangkan. Budidaya ikan bandeng merupakan budidaya air payau dimana salinitasnya berada diantara salinitas air laut dan juga air tawar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi ikan bandeng, untuk mengetahui prevalensi dan intensitas serangan parasit pada ikan bandeng, unruk mengetahui parameter kualitas air di tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilaksanankan pada bulan April sampai Juli 2023. Hasil identifikasi mengenai tingkat serangan ektoparasit dan endoparasit pada 30 ekor ikan bandeng (Chanos chanos F), pada Tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka terdapat dua jenis parasit. Jenis parasit yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu Dactylogyrus sp. dan Camallanus sp. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa : Jenis parasit yang dapat mengifeksi ikan bandeng dalam penelitian ini adalah Dactylogyrus sp dan camallanus sp nilai prevalensi Dactylogyrus sp adalah 10% (infeksi sering), nilai prevalensi camallanus sp 6,67 % (infeksi kadang), sedangkan nilai kualitas air yaitu: kecerahan air 23cm tergolong sangat baik bagi tambak ikan bandeng dan salinitas air 0,66ppt maka dikategorikan kedalam air payau. Kata kunci : Identifikasi parasit, Ikan Bandeng.
Karakter Fenotip Malai dan Analisis Fenetik Padi Gogo Lokal Kabupaten Kupang Hanas, Dicky Frengky; Palege, Jeremy Jethro
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i2pp66-70

Abstract

Panicle is one part of the plant that is very decisive in rice production because it produces grain and rice grains. Each rice variety has its own characteristics including panicle morphological characters. Communities in Kupang Regency are known to still cultivate local upland rice whose panicle character has not been scientifically documented. This study used 5 varieties of local upland rice as a result of exploration from farmers in Kupang Regency which were characterized morphologically by their panicle characters. Characterization data were analyzed using descriptive qualitative and then scored for analysis using Minitab17 software. The results showed that there was a diversity of panicle morphological characters from each local upland rice variety. The differentiating panicle characters of each variety include panicle type, panicle discharge, secondary panicle branches and panicle shaft. The phenetic analysis divided the five local upland rice varieties into two clusters with a similarity index of 79.94%.
Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Teresterial pada Berbagai Ketinggian Dikawasan Taman Wisata Alam (Twa) Ruteng Kabupaten Manggarai Afrino, Godefridus; Ballo, Aprilianna; Hendrik, Arnold Christian
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i2pp71-79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kerapatan tumbuhan paku di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, Kabupaten Manggarai. Pengamatan membagi lokasi penelitian menjadi 5 stasiun, yang terdiri dari dua ekosistem antara lain ekosistem pepohonan dengan ekosistem semak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan memasang plot berukuran panjang 40 m dan lebar 40 m. Di dalam plot 40X40 meter terdapat 5 sub plot yang berukuran 10X10 meter. Setiap jenis tumbuhan paku yang ditemukan dicatat mengenai keterangan lokasi, jenis, jumlah, dan dicatat pula hasil pengukuran faktor abiotik. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis kelimpahan menggunakan rumus analisis vegetasi dan keanekaragaman menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada ekosistem pepohonan ditemukan 13 jenis tumbuhan paku antara lain: Chyateaceae sp, Angiopteris evecta, Chyathea contaminans, Davalia solida, Davalia denticulate, Pteris biaurita L, Vittaria elongate, Vittaria graminifolia, Adiantum cuninghamii, Asplenium nidus L, Nephrolepis cardifolia, Selaginella intermedia, Lygodium circinatum. Pada ekosistem semak ditemukan 9 jenis tumnuhan paku antara lain: Christella dentate, Lycopodium candesis, Glechenia linearis, Pteridium aquilinum, Adiantum cuninghami, Nephrolepis cardifolia, selaginella intermedia, Dipteris conjungate dan Chyathea contaminans. Salah satu diantara jenis tumbuhan paku tersebut yang mendominasi kawasan ekosistem pepohonan yaitu Nephrolepis cardifolia dengan jumlah sebanyak 137 individu dengan nilai kerapatan relatif 44,480 %. Nilai keanekaragaman pada ekosistem pepohonan termasuk kategori sedang dengan nilai sebesar H’=1,934. Tumbuhan yang mendominasi pada ekosistem semak yaitu Glechenia linearis dengan jumlah sebanyak 216 individu dengan nilai kerapatan relatif 49,655%. Nilai keanekaragaman pada ekosistem semak termasuk kategori sedang dengan total nilai sebesar H’=1,464.
Paparan Medan Listik Dalam Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis nilaticus) Ninu, Isabela Matkoi; wiguna, gede arya; Fallo, Gergonius
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp1-7

Abstract

Sesuai amanat dan instuksi persiden 2016 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan produksi budidaya dan pengolahan hasil perikanan. Salah satu ikan air tawar dan memiliki potensi untuk budidaya adalah ikan nila. Ikan nila adalah salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang oksigen. Kendala yang dihadapi oleh pembudidaya ikan nila yaitu salinitas air yang mengandung zat kapur tinggi, pH dan suhu yang kurang serta bagaimana menigkatkan pertumbuhan ikan denga cepat dalamwaktu yang tidak terlalu lama sehigga menghemat pakan yang diberikan pada ikan pemeliharaan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetehui paparan medan listrik terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunkana rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali perlakuan. Pengukuran perameter yaitu pertambahan panjang, pertambahan bobot dan tingkat kelulushidupan ikan nila. Perlakuan penelitian terdiri dari 4 perlakuan, dengan satu kontrol dan paparan medan listrik masing-masing adalah 12 kV/m, 18 kV/m, 24 kV/m, dengan masing-masing 15 menit. Hasil data yang diperoleh dilakukan analisis statistik menggunakan Analisis Varian (ANOVA) menggunakan statistical Paskage for the social Sciences (SPSS). Apabila hasil sidik ragam menunjukan pengaruh nyata dari perlakuan, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Tets (DMRT). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa paparan medan listrik berpengaruh terhadap pertambahan panjang, pertambahan bobot dan tingkat kelulushidupan ikan nila. Pertambahan panjang ikan nila tertinggi pada P3 dengan rata-rata 4,46b ± 4,46 cm, pertamabahan bobot ikan nila tertinggi pada P3 dengan rata-rata 8,40c ± 8,40 cm dan tingkat kelulushidupan ikan nila tertinggi pada P3 80,95C ± 80,95%.
Pengaruh Penambahan Kotoran Sapi dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelimpahan Fitoplankton pada Kolam Terpal Abani, Agustinus; Pakainoni, Gonsianus; Fallo, Gergonius
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp8-13

Abstract

Fitoplankton merupakan makanan bagi hewan seperti ikan dan udang. Kandungan unsur-unsur hara dalam kotoran sapi pada umumnya mengandung nitrogen dan fosfor. Nitrogen dan fosfor berperan penting dalam menumbuhkan fitoplankton. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk mengetahui jenis fitoplankton apa saja yang ditemukan pada saat pengamatan dibawah mikroskop, untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan kotoran sapi dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelimpahan fitoplankton, untuk mengetahui berapa nilai kelimpahan fitoplankton setelah diberi perlakuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2023 di Laboratorium FPSK Universitas Timor. Hasil identifikasi fitoplankton pada 12 kolam terpal di Laboratorium FPSK, didapatkan 3 spesies dari 2 kelas yaitu, kelas Cyanophyta (2 spesies), dan kelas Bacillariophyta (1 spesies). Jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan yaitu: Microcystis aeruginosa, Ananaena sp. dan Stenopterobia sp. kotoran sapi berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan fitoplankton dengan nilai signifikansi pada uji anova sebesar 0,003, dosis kotoran sapi 25 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton dengan total jumlah sebesar 369,93 ind/ml pada jenis fitoplankton Stenopterobia sp. dan Anabaena sp. dosis kotoran sapi 50 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton dengan total jumlah sebesar sebesar 1.233,1 ind/ml pada jenis fitoplankton Microcistys aeruginosa, sedangkan dosis kotoran sapi 75 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton terbanyak dengan total jumlah sebesar, 3.699,3 ind/ml pada jenis fitoplankton Microcistys aeruginosa dan Stenopterobia sp.
Pola Dispersi Serangga Tanah Pada Hutan Lindung Oeluan Desa Bijeli Kabupaten Timor Tengah Utara Saudale, Eunike P; Bay, Maria Marselina; Binsasi, Remigius
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp14-21

Abstract

Serangga tanah merupakan jenis hewan yang sebagian atau seluruhnya beraktivitas di tanah, baik di dalam tanah atau di permukaan tanah. Serangga tanah berperan penting dalam ekosistem dalam proses pelapukan bahan organik dan keberadaan serta aktivitasnya berpengaruh positif terhadap sifat kimia, fisik tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan populasi serangga tanah, mengetahui pola dispersi serangga tanah di Kawasan Hutan Lindung Oeluan Desa Bijeli Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif eksploratif dengan Teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan pendataan pada tiap plot pengukuran. Jenis dan populasi serangga tanah di Kawasan Hutan Lindung Oeluan Desa Bijeli Kabupaten Timor Tengah Utara teridentifikasi 8 jenis serangga tanah yaitu Dolichoderus Thoraccicus, Aedes aegypti, Musca domestica, Cocoptermes curvignathus, Trigoniulus corallinus, Corinus coereleus Mulsant, Araneus diadematus, Chlaenius amplipennis. Diklasifikasikan kedalam 7 ordo yaitu Diptera, Coleoptera, Araneae, Hymenoptera, Chilognatha, Coleoptera, Isoptera. Dan 8 famili yaitu Culicidae, Musca, Coccinellidae, Therididae, Formicidae, Chilognathae, Carabidae, rhinotermitidae dengan total 319 individu. Pola disperse serangga tanah di Kawasan Hutan Lindung Oeluan didominansi oleh kategori pola mengelompok yang di temukan pada beberapa jenis.
Karakter Morfologi Umbi-Umbian Di Kecamatan Miomaffo Barat Serah, Desriyanti J; Bria, Emilia Juliyanti; Hanas, Dicky Frengky
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp22-30

Abstract

Di Indonesia banyak jenis tumbuhan umbi-umbian. Umbi merupakan Salah satu organ tumbuhan yang termodifikasi dari organ lain pada tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk menyimpan zat tertentu (pada umumnya karbohidrat). Umbi Kentang, ubi jalar, singkong, dan lain sebagainya merupakan bahan nabati yang diperoleh dari dalam tanah. Keunggulan dari umbi-umbian yang tumbuh di lahan kering yaitu: mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi, kaya akan vitamin A dan protein, dapat tumbuh didaerah marjinal dan dapat disimpan dalam bentuk pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serta karakter morfologi umbi-umbian di Kecamatan Miomaffo Barat. Di lakukan pada bulan Februari hingga Mei 2023, dengan Metode observasi, eksplorasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan metode deskriptif untuk mendeskripsikan karakter dari umbi-umbian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman umbi-umbian yang ditemukan di Kecamatan Miomaffo Barat terdiri dari 8 jenis dengan 6 Famili yaitu: Euphorbiaceae, Convolvulaceae, Amaryllidaceae, Araceae, Solanaceae dan Apiaceae. serta 6 Genus yaitu: Manihot, Ipomoea, Allium, Colocasia, Solanum, Daucus. Setiap jenis tanaman umbi-umbian memiliki karakter morfologi yang beragam pada organ umbi, batang dan daun dengan warna, bentuk dan ukuran yang beragam.
Analisis Kualitas Air Sumur Gali Di Kelurahan Maubeli Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara Suni, Yunita; Fallo, Gergonius; Blegur, Willem Amu
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp31-38

Abstract

The existance of dug well is important for the people of Maubeli from Kefamenanu City. The society consumed it since their adults been there. As quality as water consuming needed to be tested for sanitation and hyegene issues. The aims is to analyze dug water quality in Maubeli Village for physic parameters (temperature, odor, colour, TSS), chemistry (pH, COD, and microbiology (E.coli). Water sample from 5 locations and analized locally for temperature, odor, colour, pH and in Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan from East Nusa Tenggara for TSS dan COD. Data compared to Peraturan Pemerintah No. 22/2021 and Permenkes No. 2/2023. The resulst showed that the temperature for 1st dan 2nd are 250C, 3rd to 5th: 270C, there’s good for odor and colour. TSS: 2,5 mgL-1, 3,5 mgL-1, 9 mgL-1, 4 mgL-1, and 5 mgL-1. pH: (8,1), (7,9), (8,2), (7,9), and (7,6). COD: 15,16 mgL-1, 17,02 mgL-1, 9,61 mgL-1, 12,05 mgL-1, and not found E. coli for all dug wells. Base on snapshot sampling that the water quality is good to be consumed but still need to boil it.

Page 3 of 4 | Total Record : 36