cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017" : 11 Documents clear
Fisiologi Keseimbangan Cairan dan Hormon yang Berperan William William
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1457

Abstract

AbstrakKeseimbangan cairan merupakan salah satu faktor yang diatur dalam homeostasis. Keseimbangan cairan sangat penting karena diperlukan untuk kelangsungan hidup organisme. Keseimbangan yang diperlukan oleh tubuh adalah dimana input=output (balance concept). Terdapat dua faktor penting yang diatur yaitu volume dan osmolaritas cairan ekstraselular. Mekanisme pengaturannya sangatlah kompleks dan memerlukan kerja dari hormon. Kata kunci: homeostasis. (balance concept), volume dan osmolaritas cairan ekstraselular AbstractFluid balance is one of many factor that been controlled by homeostasis. Fluid balace is needed by human body since it supports bodily survival. The balance that body needed is where input equal to output (balance concept).  There are two factors controlled in human body, namely extracellular volume and osmolarity. The process that controlled both is very complex and need the work of hormone. Keywords : homeostasis, (balance concept), extracellular
Gambaran Infeksi Cacing Trichuris trichiura pada Anak di SDN 01 PG Jakarta Barat Evita Jodjana; Esther Sri Majawati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1458

Abstract

AbstrakInfeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminthiasis) merupakan masalah dunia terutama di negara yang sedang berkembang. Salah satu penyebabnya adalah infeksi cacing Trichuris trichiura. Pada tahun 2008 prevalensi infeksi cacing Trichuris trichiura antara 25,30% - 68,42% di Jakarta. Di Jakarta Barat sendiri adalah 25,30%. Untuk itu dilakukan penelitian lagi untuk melihat apakah prevalensi di daerah tersebut masih sama atau lebih rendah. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar di Jakarta Barat (SDN 01 PG). Diambil 90 anak sebagai sampel untuk dilakukan pemeriksaan feses dengan metode natif. Dari 90 anak, tidak ditemukan adanya telur cacing Trichuris trichiura ( prevalensi 0%). Tidak ditemukannya infeksi cacing Trichuris trichiura dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah faktor lingkungan serta perilaku bersih dan sehat setiap anak. Kata kunci : Gambaran infeksi, Trichuris trichiura, infeksi cacing usus, perilaku bersih dan sehat AbstractIntestinal  worm  infections  are  transmitted  through  the  soil  (soil-transmitted  helminthiasis)  has become world problem, especially in developing countries. One reason is the infection of  Trichuris trichiura. In 2008 showed the prevalence of  Trichuris trichiura infection between 25.30% - 68.42% in Jakarta. In West Jakarta was 25.30%. This study was conducted in one elementary school in Jakarta Barat (SDN 01 PG). 90 children were taken as samples for examination stool with native method, and there was no  founded the eggs of Trichuris trichiura (prevalence 0%). The absence of Trichuris trichiura infection is influenced by several things, which is the environmental factors as well as clean and healthy behavior of each child. Keywords: Overview of infection, Trichuris trichiura, intestinal worm infections, clean and healthy behaviors
Gambaran Pencemaran Merkuri terhadap Masalah Kesehatan Penambang dan Masyarakat di Sekitar Aliran Sungai Behe Bulan Juli - Agustus 2016 Veneranda Venny Grishela; Ernawaty Tamba
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1459

Abstract

AbstrakBahan logam merkuri yang digunakan dalam penambangan emas rakyat skala kecil di sekitar aliran Sungai Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan barat, dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi penambang emas dan masyarakat di sekitar yang mengkonsumsi air Sungai Behe untuk kebutuhan sehari-hari misalnya  kebiasaan  mandi  di  sungai  dan  mengkonsumsi  ikan  sungai.Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui distribusi masalah kesehatan penambang dan masyarakat di sekitar aliran Sungai Behe akibat pencemaraan merkuri. Penelitian ini menggunakan jenis observasional deskriptif-analitik dengan studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenient sampling. Data yang didapat berdasarkan hasil penyebaran kuesioner dan data sekunder dari pemerintah daerah. Berdasarkan hasil penelitian univariat, didapatkan pekerja penambang (70,8%) dengan lama kerja lebih  dari  lima  tahun  (49,1%).  Lama  tinggal  terbanyak adalah  lebih  dari  lima  tahun  (66,7%). Kebiasaan konsumsi ikan sungai (86,7%) dengan frekuensi lebih dari tiga kali seminggu (80%). Kebiasaan mandi di sungai (69,1%) dengan jangka waktu mandi lebih dari lima tahun (56,7%). Jarak tempat tinggal dengan tempat pengolahan emas didapatkan 66,7% orang yang tinggal kurang   dari 261 meter dari lokasi pengolahan emas. Hasil penelitian bivariat didapatkan adanya hubungan antara lama tinggal, lama kerja penambang, kebiasaan makan ikan sungai, kebiasaan mandi di sungai, dan jarak tempat tinggal dengan tempat pengolahan emas dengan masalah kesehatan (kulit dan saraf) penambang dan masyarakat di sekitar aliran Sungai Behe. Kata kunci    : Merkuri, Sungai Behe, Penambangan Emas   AbstractMercury materials which used in the small-scale public gold mining around Behe River, Landak Regency, West Kalimantan, could cause health problems for miners and people who use the water of Behe River for their daily needs such ashabits of bathing at the river and consuming some fishes. This research aims to review the distribution health problems for miners and people around Behe River due to mercury pollution. This  research  uses  descriptive-analytic  observational  with  cross-sectional  study.  The  sample collection done with the methods convenient sampling. Data obtained based on the results of questionnaire deployment and secondary data from the regional government. Based on the result of univariat research, obtained mine workers (70.8%) with a longer work over five years (49.1%). The most longer stay is more than five years (66.7%). Habits of consuming river fish (86.7%) with more than three times a week (80%). Habits of bathing at the river (69.1%) by the long bathe over 5 years (56.7%). The distance of a residence to a gold processing area obtained 66.7% of people who live less than 261 meters from the location of the gold processing. The results of bivariate study obtained that it has correlation between the longer of stay, longer miners working, river fish consumption habits, bathing in the river habits and distance of a residence to a gold processing area with the health problems (skin and nerves) of miners and people around Behe River. Keywords: Mercury, Behe River, Gold Mining 
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Siswa Kelas IV dan V di Sekolah Dasar Tarakanita Gading Serpong Patricia Renata; Anna Maria Dewajanti
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1460

Abstract

AbstrakStatus gizi berpengaruh untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar. Faktor yang mempengaruhi status gizi, diantaranya pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap gizi seimbang. Sekolah Dasar Tarakanita Gading Serpong adalah sekolah swasta di Banten, yaitu salah satu provinsi dengan masalah gizi. Penelitian ini mencari hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap gizi seimbang dengan status gizi siswa Sekolah Dasar tersebut. Hipotesis penelitian (Ho) adalah tidak adanya hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap gizi seimbang dengan status gizi siswa sekolah tersebut. Metode penelitian menggunakan studi analitik, dengan desain penelitian kros- seksional. Sampel yang diperoleh sebanyak 89 siswa meliputi siswa kelas IV dan V di Sekolah Dasar Tarakanita Gading Serpong. Data primer diperoleh menggunakan kuesioner. Kategori status gizi responden ditentukan dengan indeks massa tubuh, menggunakan data tinggi dan berat badan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi Square. Dari kuesioner diperoleh gambaran persentase responden laki-laki 53,93%, perempuan 46,07%, usia 9 tahun 31,46%, 10 tahun 66,29%, 11 tahun 2,25  %, kelas  IV  34,83%,  V  65,17%.  Dari  hasil  analisis  data  diperoleh  nilai p<0,05,  sehingga hipotesis (Ho) ditolak. Artinya ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap gizi seimbang dengan status gizi pada siswa Sekolah Dasar Tarakanita Gading Serpong. Kata Kunci: gizi seimbang, status giziAbstractGood nutrition status is important for the growth and development of elementary school children. Some  of  the  factors  that  affect  nutrition  state  are  knowledge,  attitude, and  practice  related  to balanced diet. Tarakanita Gading Serpong Elementary School is a private school in Banten, one of the provinces with nutrition problem. The research aims to determine a correlation between knowledge, attitudes and practice towards balanced nutrition and nutritional status of the elementary school students. The research hypothesis (Ho) is the absence of correlation between knowledge, attitude and practice towards balanced nutrition and nutritional status of the elementary school students. The research method uses analytic studies, with a cross-sectional study design. The subjects are 89 students include students in grade IV and V. Primary data is taken using questionnaire. Category of respondents’ nutritional status is determined with body mass index, using body weight and height data. The data is analyzed with Chi Square test. From the questionnaire, it is obtained the percentage of male respondents 53.93%, female 46.07%, aged nine 31,46% aged ten 66.29%, aged eleven 2.25%, grade four 34,83%, grade five 65.17%. The analysis shows that the value of p<0,05 s the hypothesis (Ho) is rejected. It means there is a correlation between knowledge, attitude, and practice related to balanced diet with nutrition state on students of  Tarakanita Gading Serpong Elementary School. Keywords: balanced diet, nutrition state
Menghitung Escherichia coli Fekal dari Air Cucian Selada di Pasar Wilayah Kecamatan Grogol Nevy Olianovi; Donna Mesina R.Pasaribu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1461

Abstract

AbstrakMakanan penting baik untuk pertumbuhan maupun mempertahankan kehidupan. Sayur lalapan memiliki  kelebihan  gizi  karena  dikonsumsi  dalam keadaan  mentah  sehingga  zat-zat  gizi  yang terkandung didalamnya tidak mengalami denaturasi atau perubahan. Tetapi manfaat dari sayur lalapan tersebut tidak akan berguna apabila sayur lalapan tersebut mengandung bakteri Escherichia coli fekal yang masuk ke dalam saluran pencernaan yang mengakibatkan Foodborne illness  dan gejala diare. Untuk mengetahui suatu makanan aman atau tidak untuk dikonsumsi haruslah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan biologik yaitu melakukan isolasi dan identifikasi bakteri yang mengkontaminasi. Dalam penelitian ini kami   mencoba mencari tahu apakah sayur lalapan selada yang dijual di pasar Wilayah Kecamatan Grogol, Jakarta Barat, terkontaminasi E. coli fekal, dengan cara   mengetahui MPN Escherichia coli fekal pada air cucian sayur lalapan selada. Penelitian merupakan penelitian deskriptif laboratorium dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel quota sampling. Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Universitas Kristen Krida Wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 sampel yang diuji semua sampel penelitian ditemukan positif Escherichia coli fekal, hal ini membuktikan bahwa salada tersebut tercemar dengan tinja manusia. Kata Kunci: Eschericia coli fekal, air cucian selada, Jakarta Barat AbstractFood is good and important for growth and life sustaining. The  vegetable is trusted to have an excess of nutrition due to be consumed in the raw so that nutrition compounds do not damage or change. But the benefits of vegetables will not be useful if the vegetable is containing with faecal Escherichia coli that enters into the digestive track.The purpose of this study is to know whether  there are faecal Escherichia coli bacteria that get into the digestive tract resulting in foodborne illness and diarrhea. To find the food is safe or not for consumption, we have to know that the food is free of fecal bacteria must first examination ie biological isolation and identification of bacteria that contaminate. In this study we tried to find out whether vegetable salad vegetables sold in the market area is Grogol, West Jakarta, contaminated with fecal E. coli, by analyzing and calculating the amount of faecal Escherichia coli in lettuce vegetables vegetable washing water. Laboratory research is a descriptive study with cross-sectional sampling and using a quota sampling technique. The laboratory test conducted at the Laboratory of the Krida Wacana Christian University. The results showed that all the four samples tested in this research found positive for fecal Escherichia coli, this proves that the lettuce is contaminated with human feces. Keywords: Escherichia coli fecal, dishwater of lettuce, West Jakarta 
Nilai Referensi Bentuk Vertebra pada Wanita Muda Indonesia (Ras Mongoloid) dengan Menggunakan Radiologi X-Ray Morfometri (Mrx): Implikasi terhadap Deformitas Vertebra Evan Evan
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1462

Abstract

AbstrakTelah didapatkan nilai referensi normal untuk menyatakan deformitas tulang belakang pada wanita di Amerika, Eropa, Jepang dan China, sedangkan di Indonesia belum ada nilai referensi normal tersebut. Penelitian ini bertujuan mencari nilai referensi normal tinggi vertebra pada wanita muda Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu kajian analisis eksplorasi. Sampel penelitian sebanyak 74 orang wanita Indonesia (usia 20–25 tahun). Kepada setiap sampel diambil foto rontgen torakolumbal dan lumbosakral posisi lateral.  Di bagian anterior, tengah, dan posterior diukur vertebra dari torakal 4 sampai dengan lumbal 5 dan dihitung rasio tinggi vertebra tersebut. Untuk mendapatkan nilai titik potong normal, digunakan distribusi Gaussian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korpus vertebra pada wanita muda Indonesia berbentuk bikonkaf, mulai dari torakal 4 sampai dengan lumbal 2. Terjadi perubahan bentuk mulai dari lumbal 3–5, yakni berbentuk contrawedge. Melalui data pengukuran, puncak tertinggi dari korpus vertebra yang didapat, yaitu pada lumbal 2. Nilai potong normal bentuk vertebra pada wanita muda Indonesia, yaitu -3 SD. Kata Kunci : Nilai referensi, Bentuk Vertebra, Radiologi Morfometri X-Ray, Deformitas Vertebra The Reference Value of The Vertebral Shape in Young Indonesian Women (Ras Mongoloid) Using X-Ray Morphometric Radiology (Mrs) Implication for Vertebral Deformity AbstractThese reference values of bone deformity are documented in American, European and Chinese but lack in Indonesia.. The research aims to find the reference values of normal height of vertebral shape in  young  Indonesian women.  This  research  was  an  analytic  explorative  study  presenting 74 premenopausal  Indonesian  women  aged  20-25  years  who  took  lateral radiography  view  of thoracolumbal and lumbosacral. The anterior, middle and posterior heights and the ratios of these heights were measured from 14 vertebral bodies (T4-L5). Gaussian distribution was used to get the cut off points for Indonesian women. The results of this study showed that vertebre body shape of Indonesian women from Thoracal 4 - Lumbal 2 is biconcave shape and from Lumbal 3 – 5 is contra-wedge shape. The peak of body height vertebra is Lumbal 2.  Reference values of cut off points for vertebral shape in young Indonesian women is – 3 SD. Keyword: Reference values, Vertebral shape , Morphometric x-ray radiography, Vertebra deformity
Pengaruh Pemberian Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) terhadap Kadar Enzim Alanin Transaminase (ALT) dan Aspartat Transaminase (AST) Mencit yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4) Jesica Rante Arung Laby; Flora Rumiati; Erma Mexcorry Sumbayak
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1463

Abstract

AbstrakKarbon  tetraklorida  (CCl4)  telah  terbukti  menimbulkan  efek  toksik  pada hati  hewan percobaan.  Hati  merupakan  organ  yang  sangat  rentan  terhadap pengaruh  zat  kimia,  namun memiliki  daya  regenerasi  yang  sangat  baik. Senyawa  antioksidan  dapat  menghambat  inisiasi radikal bebas dan melindungi hati terhadap kerusakan hepatoseluler. Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai antioksidan adalah bawang dayak (Eleutherine palmifolia(L) Merr) Penelitian ini adalah eksperimental dan dibagi dalam lima kelompok mencit. Kelompok kontrol tidak diberi infusa bawang dayak dan CCl4.  Kelompok I sampai Kelompok IV diberi CCl4 yang dicampur dengan minyak kelapa sebanyak 0,1 ml selama 10 hari untuk menginduksi terjadi kerusakan hati. Kelompok I tidak diberi infusa bawang dayak. Kelompok II, III, IV diberi infusa bawang dayak dengan dosis yang berbeda yaitu 0.06 ml, 0.12 ml,  dan 0.24 ml selama 10 hari. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kadar enzim Alanin Transaminase (ALT) dan Aspartat Transaminase (AST). Data kadar enzim ALT dan AST dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian infusa bawang dayak mampu menurunkan kadar enzim ALT dan AST yang meningkat akibat pemberian CCl4. Kata Kunci: Bawang dayak, enzim ALT dan AST, hati, CCl4 AbstractCarbon  tetrachloride  is  proven  to  produce  a  toxic  effect  on  the  liver  of animal experiments. Liver is an organ that is susceptible to chemical changes, however its ability to regenerate is very well known. Compound antioxidant able to retard the initiation of free radicals and protect the liver against damage hepatocellular. In this study, Dayak onions (Eleutherine palmifolia (L) Merr) are used as an antioxidant. The purpose of this experiment is to determine the effect of Eleutherine p. against Alanin Transaminase (AST)- Aspartate Transaminase (ALT) enzyme levels in CCl4 induced mice. The experiment is conducted on five groups of mice. The control  group  is  not  given  any  treatment  and  CCl4 induction.  Group  I  until  group  IV  are pretreated with 0.1 ml of CCl4 mixed with coconut oil for 10 days to induced liver damage with its hepatotoxicity effect. Group I is not given any treatment. Group II, group III and group IV are given different dosage of Dayak onion for another 10 days with a dosage of 0.06 ml, 0.12 ml and 0.24 ml respectively. After that, the enzyme level of AST-ALT for each group is measured. To determine the effect of Dayak onion infusion on the levels of AST-ALT in the CCl4 induced mice, the data is analyzed using the analysis of variance (ANOVA). The result shows that the administration of Dayak onion able to decrease the levels of AST-ALT enzymes in CCl4 induced mice. Keywords: Dayak onion, AST-ALT enzymes, liver, CCl4
Pola Klinis dan Peningkatan Enzim Hati Pasien DBD di RSUD Koja Suzanna Ndraha; Anthony Hadi Wibowo; Nicholas Wijayanto; Fathin Amirah; Putri Chairani; Nathania Putri
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1464

Abstract

AbstrakPendahuluan: Demam berdarah dengue (DBD) menunjukkan pola perjalanan yang berbeda di setiap daerah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil demam berdarah dengue di RSUD Koja.Metode: Penelitian ini dilakukan dari periode 31 Maret 2015 sampai dengan 6 Juni 2015, dengan disain deskriptif observasional dan dilakukan di Bagian Penyakit Dalam RSUD Koja. Semua datapasien didapatkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam bentuk data primer. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang. Semua sampel dilakukan pemeriksaan darah rutin, SGOT, SGPT dan USG abdomen pada hari ketujuh demam.Hasil: Dari 70 sampel, hanya 35 subjek yang memenuhi kriteria diagnosa DBD. Pada 35 subjek ditemukan keluhan demam (100%), sakit kepala (97,14%), mual (85,71%), nyeri ulu hati (85,71%) dan perdarahan (57,12%) dengan jenis perdarahan terbanyak adalah petekie (45,71%). Hampir semua subjek mengalami peningkatan SGOT (94,29%) dan SGPT (71,43%), di mana SGOT meningkat lebih banyak  berbanding  SGPT,  dan  pada  USG  abdomen ditemukan  terbanyak  gall  bladder  wall thickening.Kesimpulan: Gejala-gejala yang terbanyak didapatkan di RSUD Koja adalah demam diikuti sakit kepala, mual, nyeri ulu hati, perdarahan, hepatomegali. Sedangkan jenis perdarahan spontan yang terbanyak adalah petekie. Sebagian besar terjadi peningkatan SGOT dan SGPT, namun peningkatan SGOT  lebih  bermakna  daripada  peningkatan  SGPT. Dari  pola  hasil  USG,  hasil  yang terbanyak didapat adalah gall bladder wall thickening. Kata kunci: DBD, SGOT, SGPT, USG abdomen AbstractIntroduction: Dengue hemorrhagic fever (DHF) exhibits different patterns in different districts.Objective: The purpose of this study is to determine the profile of DHF in RSUD Koja.Methods: The study was conducted between 31st March 2015 until 6th June 2015, using observational descriptive design and performed in Internal Medicine Department of RSUD Koja. All data were obtained through history taking, physical and laboratorium examinations in forms of primary data. The study included 70 samples, all of whom underwent routine blood test, liver function tests and abdomen ultrasound examinations on the seventh day of fever.Results: Out of all 70 subjects, only 35 subjects met the criteria of DHF. All 35 subjects complained of fever (100%), headache (97,14%), nausea (85,71%), heartburn (85,71%), and bleeding (57,12%), in which petechiae is the most prevalent (45,71%). Nearly every subject exhibits markedly elevated AST (94,29%) and ALT (71,43%) levels, whereby AST levels are higher than ALT. The most common ultrasound result is gall bladder wall thickening. Conclusion: The most common symptom of DHF in  RSUD Koja is fever, followed by headache, nausea,  heartburn,  bleeding,  and  hepatomegaly,  while the  most  common  form  of  bleeding  is petechiae. Most patients had elevated AST and ALT levels, whereby AST levels are higher than ALT. Their ultrasound results showed that most patients had gall bladder wall thickening. Keywords: DHF, AST, ALT, USG abdomen 
Prevalensi Infeksi Protozoa Usus pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Papanggo 01 Jakarta Utara Tahun 2016 Ivan Yoseph Saputra; Monica Puspa Sari; Wani Devita Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1465

Abstract

AbstrakInfeksi Protozoa usus pada anak merupakan masalah kesehatan di negara tropis dan negara berkembang, khususnya di Indonesia. Infeksi protozoa usus pada anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Protozoa usus banyak menginfeksi anak-anak terutama di daerah miskin  dengan  sanitasi lingkungan  yang  buruk.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui prevalensi infeksi Protozoa usus pada siswa Sekolah Dasar Negeri Papanggo 01, Jakarta Utara. Pengambilan data diambil dengan metode cross sectional pada bulan Oktober 2016. Diagnosis infeksi protozoa ditetapkan dengan pemeriksaan feses yang dibuat dengan sediaan natif dengan pewarnaan NaCl 0,9%, lugol 1%, dan Ziehl Neelsen kemudian diperiksa dengan mikroskop. Pengolahan data dilakukan dengan program SPSS versi 20. Pada penelitian ini didapatkan prevalensi infeksi protozoa usus pada siswa Sekolah Dasar Negeri Papanggo 01 Jakarta Utara adalah 6,12% dengan rincian Entamoeba histolytica 3,06%, infeksi campuran Entamoeba histolytica dan Giardia lamblia 1,02%, dan infeksi Cryptosporidium sp 2,04%. Prevalensi infeksi protozoa usus pada siswa SDN Papanggo 01 Jakarta Utara tahun 2016 relatif rendah. Kata  Kunci:  infeksi  protozoa  usus,  Entamoeba  histolytica,  Giardia lamblia, Cryptosporidium parvumAbstractIntestinal protozoa infection in children is a health problem in tropical countries and developing countries, especially in Indonesia. Intestinal protozoa infections in children can cause stunted. Intestinal protozoan infects many children, especially in poor areas with poor environmental sanitation.  The  purpose  of this  study  was  to  determine  the  prevalence  of  intestinal  protozoan infections in elementary school students Papanggo State 01, North Jakarta. This study used a cross- sectional design. This cross sectional study is conducted in October 2016. Diagnosis of infection with the protozoan set stool examination made with native preparations stained with 0.9% NaCl, 1% Lugol, and Ziehl Neelsen then examined under a microscope. Data processing was performed with SPSS version 20. In this study, the prevalence of intestinal protozoan infections in students of State Elementary  School  01  North  Jakarta  Papanggo is  6.12%  with  details  3.06%  of  Entamoeba histolytica, Entamoeba histolytica mixed infection and Giardia lamblia 1.02 %, and 2.04% for the infection of Cryptosporidium sp. The prevalence of intestinal protozoan infections in students SDN Papanggo 01 North Jakarta in 2016 is relatively low. Keywords: Intestinal protozoan infection, Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Cryptosporidium spp.
Stevia, Pemanis Pengganti Gula dari Tanaman Stevia rebaudiana Agus Limanto
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1466

Abstract

AbstrakKebutuhan manusia akan gula sebagai bahan makanan tambahan yang memberikan rasa manis pada makanan dan minuman sangatlah tinggi. Namun konsumsi gula yang berlebih dapat menimbulkan masalah terutama penyakit obesitas dan diabetes mellitus. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pemanis pengganti gula, baik pemanis alami maupun sintesis kimia, yang tidak memiliki efek yang membahayakan  bagi  kesehatan dan rendah  kalori, sehingga  dapat dikonsumsi  oleh semua  orang termasuk penderita obesitas dan diabetes mellitus. Salah satu pemanis pengganti gula yang diusulkan adalah stevia. Pemanis stevia sudah banyak digunakan di beberapa negara tetapi pemanfaatannya di Indonesia  masih  sangat  terbatas.  Stevia  diekstrak  dari tanaman  Stevia  rebaudiana  dan  aman dikosumsi pada dosis yang wajar yaitu sebesar 0.1- 4 mg per kg berat badan per hari . Stevia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan gula, di antaranya memiliki tingkat kemanisan 300 kali lebih  tinggi  dari  sukrosa,  tidak  merusak  gigi,  dapat  menurunkan tekanan  darah,  dan  tidak meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, stevia memiliki potensi untuk meningkatkan kadar insulin dalam darah, walaupun jumlah peningkatannya relatif kecil. Selain pemanfaatannya sebagai pemanis pengganti gula, beberapa penelitian telah melaporkan potensi ekstrak Stevia rebaudiana sebagai obat anti  kanker. Diharapkan  makalah  ini  dapat menambah  informasi  mengenai tanaman  Stevia rebaudiana dan memaksimalkan penggunaan tanaman ini tidak hanya sebagai bahan makanan, tetapi juga potensinya sebagai obat anti kanker.  Kata kunci: Stevia, Stevia rebaudiana, stevioside, rebaudiosideAbstractThe demand of sugar as a food additive which provides sweetness to the food and drink is very high. However, consumption of excess sugar can cause problems, especially obesity and diabetes mellitus. Therefore, it is needed an alternative sweetener to subtitute sugar, either naturally or synthesis, which does not have a harmful effect on health and low in calories, so it can be consumed by everyone, including people with obesity and diabetes mellitus. One of the proposed substitute sweetener is stevia. Stevia is widely used in some countries but its utilization in Indonesia is still very limited. Stevia is extracted from Stevia rebaudiana plant and safely for consumption at dose is equal to 0.1- 4 mg per kg body weight per day. Compared to sugar, Stevia has several advantages which is have a level of sweetness 300 times higher than sucrose, does not damage the teeth, can lower blood pressure, and does not increase blood sugar levels. Some research also reported that stevia has the potential to increase insulin levels in the blood, although the amount of the increase is relatively small. In addition to its use as a substitute sweetener, some studies have reported potential of Stevia rebaudiana extract as an anti-cancer drug. It is expected this paper can give some information about Stevia rebaudiana plant and maximize the use of these plants not only for food, but also as a potential anti-cancer drug. Keywords: Stevia, Stevia rebaudiana, stevioside, rebaudioside

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue