cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018" : 12 Documents clear
Faktor Risiko Sindrom Premenstruasi pada Sampel Urban di Jakarta Februari-Maret 2018 Keisha D. Christie; Theresia Citraningtyas; Elly Ingkiriwang; A. Aries Soesanto
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1695

Abstract

Sindrom premenstruasi (PMS) merupakan kumpulan gejala yang dapat menganggu produktivitas dan kualitas hidup. Untuk memahami sindrom premenstruasi yang terjadi di kelompok masyarakat perkotaan, dilakukan penelitian terhadap beberapa faktor risiko. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan faktor risiko (usia saat ini, usia menarche, status perkawinan, jumlah anak, pendidikan, status sosioekonomi dan pekerjaan, riwayat keluarga) terhadap sindrom premenstruasi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive cross-sectional pada kelompok perempuan usia subur di Nafiri Discipleship Church Central Park untuk mewakilkan populasi urban. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan uji korelasi bivariat Spearman. Didapatkan sebanyak 75 subjek penelitian. Karakteristik subjek mayoritas berusia 22-29 tahun, belum kawin, mengalami menstruasi pertama pada usia 13-15 tahun, memiliki gelar D3/S1, dan memiliki riwayat keluarga dengan sindrom premenstruasi. Hasil skrining dengan Premenstrual Symptoms Screening Tool (PSST) menunjukkan 58,7% responden mengalami sindrom premenstruasi ringan atau tidak bergejala, diikuti dengan 37,3% responden sugestif PMS sedang sampai berat. Ditemukan hubungan signifikan antara hasil skrining dengan variabel usia menarche (p=0,005) dan riwayat keluarga (p=0,004). Penelitian ini menggambarkan masalah yang dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup perempuan daerah perkotaan. Satu dari tiga perempuan pada sampel ini mengalami PMS sedang sampai berat. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menelusuri peran faktor risiko terhadap timbulnya PMS. Kata Kunci: kesehatan perkotaan, kesehatan reproduksi, sindrom premenstruasi
Pengaruh Konsumsi Kopi terhadap Waktu Reaksi Mahasiswi FK Ukrida Angkatan 2014 pada Berbagai Fase Siklus Menstruasi William William; Flora Rumiati; Un Gerry Namyu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1696

Abstract

Pemeriksaan waktu reaksi adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk menilai kinerja sesorang, dan merepresentasikan tingkat koordinasi muskuloskeletal. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi pemeriksaan waktu reaksi antara lain: intensitas dan durasi stimulus, usia, jenis kelamin, efek latihan, olahraga, dan minum kopi. Waktu reaksi perempuan sangat bergantung pada fase siklus menstruasi, yang akan mempengaruhi kinerja seorang perempuan. Kopi selama ini diketahui dapat meningkatkan waktu reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi pada perempuan dalam berbagai fase siklus menstruasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Angkatan 2014 berusia 20-21 tahun. Alat yang digunakan untuk mengukur waktu reaksi adalah lakassidaya. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah meminum kopi pada ketiga fase menstruasi. Pada penelitian ini didapatkan waktu reaksi sebelum dan sesudah minum kopi pada fase menstruasi sebagai berikut: 188,53±22,61 ms dan 171,3±18,61 ms; fase proliferasi: 204,69±30,97 ms dan 180,44±25,21 ms; fase sekretori: 222,14±33,47 ms dan 188,37±22,7 ms. Terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah minum kopi pada fase menstruasi, fase proliferasi (p:0,0001) dan fase sekretori (p:0,006). Terdapat perbedaan bermakna antara fase menstruasi dengan fase proliferasi, fase menstruasi dengan fase sekretori, dan antara fase proliferasi dengan fase sekretori (p:0,0001). Simpulan: Konsumsi kopi mempercepat waktu reaksi pada semua fase menstruasi. Kata kunci: waktu reaksi, menstruasi, konsumsi kopi, lakassidaya.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung Tahun 2016 Budiman Hartono; Fitriani Fitriani
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1697

Abstract

Indeks massa tubuh (IMT) dilakukan untuk memeriksa status nutrisi seseorang. Dari hasil pemeriksaan IMT dapat diketahui apakah seseorang menderita obesitas atau tidak. Pasien yang menderita kelebihan berat badan memiliki risiko menderita beberapa penyakit, salah satunya adalah diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasien dengan obesitas memiliki hubungan dengan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan pada pasien yang datang berobat ke poliklinik penyakit dalam RSUD Dr Adjidarmo Rangkasbitung tahun 2016, yang memiliki IMT >2,3. Data yang diambil adalah data sekunder dengan populasi penelitian sebanyak 80 orang. Hasil penelitian dari 80 responden didapatkan data yaitu 16,25% pasien beresiko obesitas; 58,75% pasien dengan obesitas derajat 1, 25% pasien dengan obesitas derajat 2,18 pasien (22,5%) tidak/bukan diabetes melitus. 22 pasien (27,5%) belum pasti diabetes melitus dan 40 pasien (50.0%) dengan diabetes melitus. Dari hasil uji analisa statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,018 yang berarti menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara IMT dengan diabetes melitus tipe 2. Dari hasil penelitian, penderita obes disarankan untuk menurunkan IMT dan kontrol gula darah untuk mendeteksi dini Diabetes melitus tipe 2. Dengan adanya deteksi dini dan pengobatan yang tepat diharapkan dapat mencegah diabetes mellitus. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, diabetes melitus tipe 2, Obesitas.
Faktor Risiko Ketidakpatuhan Minum Obat Anti Hipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kecamatan Palmerah Juli 2016 Djap Hadi Susanto; S. Fransiska; Felicia AB Warubu; E. Veronika; WWP Dewi
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1698

Abstract

Salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular adalah hipertensi atau kenaikan tekanan darah. Tahun 2013 WHO menyatakan bahwa hipertensi merupakan salah satu kontributor paling penting untuk penyakit jantung dan stroke yang menjadi penyebab nomor satu kematian dan kecacatan didunia. Berdasarkan laporan dari Riskesdas pada tahun 2013 hanya 9,5% penderita hipertensi yang sedang minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, jenis kelamin, dan faktor lainnya dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien Puskesmas Kecamatan Palmerah tahun periode Juli 2016. Faktor-faktor lain yang diteliti antara lain tingkat pendidikan, status pekerjaan, tingkat pendapatan, lama menderita hipertensi, macam obat hipertensi, tingkat pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan. Desain penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Data-data didapatkan dari pemeriksaan klinis dan wawancara. Analisis data berupa univariat dan bivariat dengan taraf signifikansi 5% dengan tingkat kepercayaan 95% yang diolah dengan program SPSS v21. Hasil penelitian menunjukkan proporsi ketidakpatuhan minum obat antihipertensi sebesar 51,9%. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (p= 0,049) dan motivasi (p= 0,011) dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Perlu pemberianmotivasi oleh petugas medis dan juga keluarga kepada pasien pengidap hipertensi supaya minum obat teratur sehingga tekanan darah tinggi mereka dapat terkontrol dengan baik. Kata kunci: hipertensi, ketidakpatuhan minum obat, motivasi
Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.): Pengukuran Kadar Malondialdehid (MDA) pada Tikus Wistar (Rattus novergicus) Hiperurisemia Anna Maria Dewajanti; Erma Mexcorry Sumbayak; Maria Andriana Neno
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1699

Abstract

Pada keadaan hiperurisemia terjadi peningkatan jumlah radikal bebas. Salah satu indikator peningkatan radikal bebas pada manusia adalah meningkatnya kadar malondialdehid (MDA). Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas infusa biji kopi arabika sebagai antioksidan dengan cara mengukur kadar MDA darah. Tikus dibagi dalam 5 kelompok kontrol (tikus normal), tikus hiperurisemia tanpa perlakuan dengan kopi, serta tiga kelompok tikus hiperurisemia yang diberi perlakuan pemberian kopi dosis yang berbeda (0,5 mg/200g berat badan (BB); 0,25 mg/200g BB; dan 0,15 mg/200g BB). Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus yang diambil darahnya pada jam ke-6 dan jam ke-21. Uji posthoc menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p < 0,05 pada jam ke-21 setelah pemberian infusa kopi arabika. Penurunan kadar MDA paling efektif pada kelompok K3, yaitu tikus hiperurisemia dengan pemberian dosis kopi 0,5 mg/200g BB. Kesimpulannya adalah infusa kopi arabika memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dibuktikan dengan adanya penurunan kadar MDA tikus hiperurisemia pada penelitian ini. Kata kunci: hiperurisemia, kopi arabika, malondialdehid, tikus wistar.
Efektivitas Serbuk Buah Okra (Abelmoschus esculentus) sebagai Larvasida Aedes aegypti Monica Puspa Sari; Henricho Himawan; Rina Priastini Susilowati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1700

Abstract

Temephos 1% atau lebih dikenal dengan abate dulu efektif untuk penanganan larva nyamuk, khususnya larva Aedes aegypti yang merupakan vektor utama dari demam berdarah. Akan tetapi penggunaan yang terus menerus dan tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya resistensi temephos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari larvasida alami yang dapat digunakan sebagai alternatif atau pengganti temephos, salah satunya adalah buah okra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan lima kali pengulangan dan konsentrasi masing-masing 1%,2%,4%,8%, dan 16%, kontrol negatif, dan temephos 1% sebagai kontrol positif, dan dilakukan pengamatan selama 24 jam untuk melihat jumlah kematian larva. Hasil percobaan serbuk buah okra dengan berbagai konsentrasi terhadap larva instar III Aedes aegypti menunjukkan hasil nilai LC50 sebesar 4,143% dan LC90 sebesar 12,778%. Serbuk buah okra dapat bertindak sebagai racun dan bersifat sebagai racun kontak bagi larva Aedes aegypti. Dapat disimpulkan bahwa dosis efektif serbuk buah okra untuk mematikan larva Aedes aegypti adalah 12,778 %. Kata kunci: Aedes aegypty, temephos 1%, larvasida, serbuk buah okra
Evaluasi Metode Skrining Biofilm Enterococcus faecalis Isolat Klinik Kateter Urin Wani Devita Gunardi; Mohamad Yanuar Prasetyo Nugroho; Elisabeth D. Harahap
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1701

Abstract

Laporan National Healthcare Safety Network dari tahun 2006 - 2008, menunjukan penyebab paling umum kedua infeksi saluran kemih (ISK) terkait kateter adalah genus Enterococcus setelah Eschericia coli. Pada infeksi saluran kemih terkait kateter urin, faktor yang berperan penting dalam patogenesis infeksi ini, yaitu: pembentukan biofilm pada kateter urin. Peranan Enterococcus faecalis sebagai penyebab infeksi saluran kemih berkaitan dengan kemampuannya dalam membentuk biofilm. Ada beberapa variasi metode untuk mendeteksi pembentukan biofilm seperti Tissue Culture Plate (TCP), Tube method (TM), dan Congo Red Agar (CRA). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan metode deteksi pembentukan biofilm dari E. faecalis yang tepat, cepat, dan mudah dilakukan. Total tigabelas isolat bakteri E. faecalis yang didapat dari hasil isolasi kultur kateter urin dilakukan uji deteksi pembentukan biofilm dengan metode TCP sebagai baku emas dan CRA sebagai pemeriksaan pembanding. Hasilnya, didapatkan 61,5% dan 69,2% bakteri E. faecalis mampu menghasilkan biofilm menggunakan metode TCP dan CRA. Hasil uji diagnostik metode CRA dibandingkan dengan metode TCP untuk deteksi pembentukan biofilm, didapatkan sensitivitas dan spesifisitas dari CRA sebesar 75% dan 40%. CRA merupakan metode yang cepat dan mudah untuk dilakukan, namun memiliki spesifitas yang kurang baik. Hal ini dapat disebabkan pembacaan hasil yang bersifat subjektif dan menimbulkan kesalahan paralaks. Kata kunci : Enterococcus faecalis, Kateter Urin, Biofilm.
Aktivitas Zona Hambat Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum americanum) terhadap Candida albicans Donna Mesina Rosadini Pasaribu; Susana E. Sudrajat; Herlina J. Buarlele
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1702

Abstract

Pengobatan penyakit yang disebabkan jamur Candida albicans umumnya menggunakan antijamur sintetik. Dampak penggunaan antijamur terus menerus, dapat mengakibatkan resistensi. Daun kemangi mempuyai senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah zona hambat pada ekstrak daun kemangi (Ocimum americanum) terhadap pertumbuhan Candida albicans dan untuk mengetahui berapa kadar ekstrak daun kemangi yang menghasilkan zona hambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar, dengan cara maserasi daun kemangi menggunakan etanol 96% yang direndam 2 hari, setelah didapatkan ekstrak lalu ekstrak dipipet ke dalam cawan petri yang sudah diisi Sabouraud Dextrose Agar dengan biakan Candida albicans. kontrol (+) menggunakan ketokonazol 0,02 gram dan kontrol (-) tween 80 sebagai pebanding zona daya hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 5μL menghasilkan zona hambat 9,56 mm, sedangkan konsentrasi ekstrak 60 μL sampai 80 μL menghasilkan zona 29,65 mm sampai dengan 32,46 mm, lebih luas dari zona hambat yang dihasilkan ketokonazol (kontrol +), yaitu 28,71 mm. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas anti jamur terhadap Candida albicans, konsentrasi ekstrak daun kemangi pada volume 60 μL sampai 80 μL menunjukkan zona hambat lebih luas dari ketokonazol kontrol positif. Kata kunci : Ekstrak daun kemangi, anti jamur, metode dufusi agar, Candida albicans
Identifikasi Telur Cacing Fasciola hepatica pada Sapi di Peternakan Sapi Daerah Tangerang Esther Sri Majawati; Ardianti Erna Matatula
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1703

Abstract

Penyakit akibat cacing parasit pada sapi saat ini banyak ditemukan, salah satunya yaitu fasciolosis. Fasciolosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh parasit cacing trematoda Fasciola gigantica maupun Fasciola hepatica, termasuk kelas Trematoda filum Platyhelmintes dan genus Fasciola. Penyakit akibat cacing parasit ini menimbulkan kerugian secara ekonomis, serta dampak yang berbahaya adalah penularan pada manusia dapat menimbulkan faringeal fascioliasis yang disebut halzoun yaitu edema laring karena penempelan cacing dewasa pada mukosa faring posterior. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi telur cacing hati (Fasciola hepatica) pada sapi di salah satu Peternakan di Tangerang. Sebanyak 68 feses sapi dikumpulkan dan pemeriksaan dilakukan dengan metode natif. Dari hasil penelitian dapat ditemukan morfologi telur Fasciola spp yaitu memiliki kerabang telur yang tipis, berbentuk ovoid dan terdapat operkulum di salah satu kutubnya. Di dalam telur tersebut ditemukan blastomer yang berwarna kekuningan dengan prevalensi Fasciola sp. sebesar 8,8%. Sapi dapat terinfeksi melalui pakan atau air yang mengandung metasakaria (bentuk infektif). Hasil pemeriksaan juga menunjukan bahwa faktor umur dan jenis kelamin mempengaruhi tingkat infeksi yang disebabkan oleh Fasciola sp. Kesimpulan pada peternakan tersebut, ditemukan telur Fasciolasp. pada sapi dengan prevalensi 8,8%. Kata kunci : Fasciola hepatica, prevalensi, faktor yang mempengaruhi, fasciolosis
Mekanisme Resistensi Acinetobacter baumannii terhadap Antibiotik Golongan Karbapenem Ade Dharmawan; Nicolas Layanto
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1704

Abstract

Acinetobacter baumannii (A. baumanii) merupakan salah satu spesies Acinetobacter tersering diisolasi dari manusia, dan lebih sering dijumpai pada infeksi nosokomial dibandingkan dengan infeksi di komunitas. Eksistensi bakteri ini di lingkungan terkait dengan keragaman reservoir, kemampuan memperoleh gen pembawa sifat resisten antimikroba, dan sifat resisten terhadap pengeringan. Infeksi disebabkan strain A. baumannii yang resisten terhadap banyak antibiotik tidak mudah dikendalikan dan menjadi permasalahan di berbagai negara. Karbapenem merupakan antibiotik utama yang dipakai untuk mengobati pasien infeksi oleh Acinetobacter sehingga menyebabkan peningkatan resistensi bakteri ini terhadap karbapenem. Mekanisme kerja karbapenem yaitu dengan menghambat polimerisasi dan perlekatan peptidoglikan pada dinding sel. Kurangnya penetrasi obat (mutasi porin dan efflux pumps) dan atau carbapenem-hydrolyzing beta-lactamase enzymes seperti OXA carbapenamases dan metalo-beta-laktamase (MBL) memperantarai terjadinya resistensi karbapenem. Kata Kunci: karbapenem, resistensi antibiotik, Acinetobacter baumannii

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue