cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Kompleks PGRI No. 46A Gunung Pangilun RT 001/RW 001 Kel. Kampung Olo Kec. Nanggalo Padang 25143, Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Socio-political Communication and Policy Review
ISSN : -     EISSN : 30465141     DOI : https://doi.org/10.61292/shkr
Socio political Communication and Policy Review is an academic journal that focuses on research and analysis in the fields of social, humanities, communication, and policy. The journal aims to be an intellectual platform that provides a platform for researchers, academics, and practitioners to share thoughts, research findings, and critical views related to various aspects of social life and policy. The journal s topic coverage includes, but is not limited to: Social and Humanities Examines aspects of human life, including culture, history, sociology, anthropology, and psychology. Communication Explores communication dynamics in various contexts, such as mass media, interpersonal communication, organizational communication, and communication technology. Policy: Presents policy analysis in various fields, such as public policy, social policy, education policy, and environmental policy.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025)" : 18 Documents clear
Implementasi Kebijakan E-Jasa terhadap Kinerja Pegawai Kontrak pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung Tantri, I Gusti Ayu Agung Putri Kalyana; Lukman, ⁠Juwita Pratiwi; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.205

Abstract

Employee performance is the most important thing in an organization or government institution so that employees work according to their abilities so as to achieve good work results. This study aims to determine how the Implementation of the E-Jasa Policy affects the performance of contract employees at the Public Works, Spatial Planning, Housing and Settlement Areas Service of Klungkung Regency. This research method uses qualitative descriptive with data collection through interviews, observations, and document studies. The analysis in this study uses the policy implementation theory from Richard E. Matland whose indicators consist of policy accuracy, implementation accuracy, target accuracy, and environmental accuracy. The results of the study show that the implementation of the E-Jasa policy at the PUPRPKP Service of Klungkung Regency has been implemented since 2021 and is running optimally. In the process of implementing the E-Jasa application policy, it received a positive response from contract employees at the PUPRPKP Service of Klungkung Regency because they felt the benefits of using the E-Jasa application. The main obstacles include limited human resources in the use of technology and problems with the application server itself. This study recommends periodic evaluation and training in the use of E-Jasa applications, the existence of special policies for field employees and the imposition of sanctions on contract employees who do not use the E-Jasa application. Abstrak Kinerja pegawai menjadi hal terpenting dalam suatu organisasi atau lembaga pemerintahan agar pegawai bekerja sesuai dengan kemampuannya sehingga mencapai hasil kerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Kebijakan E-Jasa terhadap kinerja pegawai kontrak pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatid dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan dari Richard E. Matland yang indikatornya terdiri dari ketepatan kebijakan, ketepatan pelaksanaan, ketepatan target, dan ketepatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan E-Jasa di Dinas PUPRPKP Kabupaten Klungkung sudah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan berjalan dengan optimal. Dalam proses pengimplementasian kebijakan aplikasi E-Jasa mendapat tanggapan positif dari pegawai kontrak pada Dinas PUPRPKP Kabupaten Klungkung karena merasakan manfaat dari penggunaan aplikasi E-Jasa. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia dalam penggunaan teknologi dan masalah pada server aplikasi itu sendiri. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi berkala dan pelatihan dalam penggunaan aplikasi E-Jasa, adanya kebijakan khusus untuk pegawai dilapangan dan pemberian sanksi kepada pegawai kontrak yang tidak menggunakan aplikasi E-Jasa. Kata Kunci: E-Jasa, Pegawai Kontrak, Kinerja Pegawai, Impelemtasi Kebijakan
Eksploitasi Tubuh Perempuan Dalam Ruang Media Sosial Tiktok (Studi Kasus: Akun Tiktok Good Ponsel) Cintami, Rizky Taqiyyah; Erviantono, Tedi; Noak, Piers Andreas
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.206

Abstract

This research aims to see how the exploitation of the body in the social media space is studied through the TikTok account of the Good Ponsel company and what causes the exploitation of the female body to occur. Good Ponsel's TikTok account is one example of how marketing can be done through social media by objectifying women. This is to see how women's body ownership and its relationship with the marketing process in social media. This research was conducted using qualitative research methods, content analysis, and interviews as data collection techniques. In addition, the author uses the theories of semiotics, objectification of the female body, and sensuality of the female body as theoretical foundations and concepts. The author finds that the exploitation of women's bodies in social media by looking at the TikTok Good Ponsel account is carried out by encouraging female talent to dress openly and move sensually. This condition can occur because of efforts to attach meaning to increase the popularity of Good Ponsel through the markers displayed in the content, coupled with the stigma attached to society regarding the position of women who are below men. Therefore, this practice is a strategy that is still not widely challenged due to patriarchal power and the concept of ownership of women's bodies. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk eksploitasi tubuh dalam ruang media sosial yang dikaji melalui akun TikTok milik perusahaan Good Ponsel dan apa saja yang menyebabkan eksploitasi tubuh perempuan tersebut dapat terjadi. Akun TikTok Good Ponsel merupakan salah satu contoh dari bagaimana pemasaran dapat dilakukan melalui media sosial dengan mengobjektifikasi perempuan. Hal ini untuk melihat bagaimana kepemilikan tubuh perempuan dan keterkaitannya dengan proses pemasaran di media sosial. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, analisis konten, dan wawancara sebagai teknik pengumpulan datanya. Selain itu, penulis menggunakan teori semiotika, objektifikasi tubuh perempuan, dan sensualitas tubuh perempuan sebagai landasan teori serta konsep. Penulis menemukan jika eksploitasi tubuh perempuan dalam media sosial dengan melihat akun TikTok Good Ponsel dilakukan dengan mendorong talent perempuan untuk berpakaian terbuka dan bergerak secara sensual. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya upaya pelekatan makna untuk meningkatkan popularitas Good Ponsel melalui penanda yang ditampilkan dalam konten, ditambah dengan stigma yang melekat di masyarakat terkait tentang kedudukan perempuan yang berada di bawah laki-laki. Oleh karena itu, praktik ini menjadi strategi yang masih belum ditentang secara luas karena kekuasaan patriarki dan konsep kepemilikan tubuh perempuan. Kata Kunci: Good Ponsel, TikTok, Eksploitasi Tubuh Perempuan, Semiotika, Patriarki
Efektivitas Pelayanan Mobil Keliling Dalam Meningkatkan Kesadaran Wajib Pajak PBB-P2 di Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar Dewi , Kadek Ayu Sintya Candra; Lukman, Juwita Pratiwi; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.207

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effectiveness of mobile car services in increasing awareness of PBB-P2 taxpayers at the Denpasar City Regional Revenue Agency. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques, namely interviews, observations, and documentation. Based on the results of research in the field, the effectiveness of the program was assessed using the theory of service effectiveness by Richard M. Steers which consists of: (1) Achievement of goals, (2) Integration, (3) Adaptation. The results of the study indicate that the implementation of this program has been effective, although there are still some obstacles in it. These obstacles are especially in the integration and adaptation indicators. This study produces policy recommendations including the creation of alternatives for network problems, direct socialization to the community, renewal of mobile cars and extension of operational service schedules. This is an effort to improve the implementation of mobile car services at the Denpasar City Regional Revenue Agency. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pelayanan mobil keliling dalam meningkatkan kesadaran wajib pajak PBB-P2 di Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan efektivitas program dikaji menggunakan teori efektivitas pelayanan oleh Richard M.Steers yang terdiri dari : (1) Pencapaian tujuan, (2)Integrasi, (3) Adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program ini sudah efektif, walaupun masih mengalami beberapa kendala di dalamnya. Kendala ini khususnya pada indikator integrasi dan adaptasi. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi kebijakan meliputi pembuatan alternatif untuk permasalahan jaringan, sosialisasi secara langsung ke masyarakat, pembaharuan mobil keliling dan perpanjangan jadwal operasional pelayanan. Hal ini sebagai upaya perbaikan pelaksanaan pelayanan mobil keliling di Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar. Kata Kunci : Pelayanan, Mobil Keliling, Wajib Pajak,Efektivitas
Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Melalui LBH Bali Women Crisis Centre Dalam Perspektif Collaborative Governance di Kabupaten Tabanan Febantari, Ni Made Almira; Wijaya , Komang Adi Sastra; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.208

Abstract

The purpose of this research is to find out how the women’s empowerment and protection program through LBH Bali WCC is implemented from the perspective of a collaborative governance process. The type of research used is qualitative with descriptive methods. The findings of this research were analyzed using the collaborative process theory (Ansel and Gash, 2008), which consists of face to face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding and intermediate outcomes. The collaboration process between the government, private sector, academics, NGOs and the mass media has been running quite well, but there are shortcomings which make the implementation less than optimal, namely about no scheduled-binding meetings and there is no joint work agreement between all parties, but only an MoU on each program implementation. Through this analysis, two indicators shows that the collaboration process that exists between LBH Bali WCC and other parties is not optimal, from the five indicators. Nevertheless, the results obtained from the implementation of this collaborative process show a positive impact on society and the prevention of violence against women. The recommendation that can be given is to form a joint MoU as soon as possible and maximize the expansion of the role of the paralegal community formed by LBH Bali WCC collectively. So that collaborative actions are more structured and expand reach to lower levels of society who do not receive special attention. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perwujudan program pemberdayaan dan perlindungan perempuan melalui LBH Bali WCC dalam perspektif proses collaborative governance. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil temuan penelitian ini dianalisis menggunakan teori proses collaborative governance (Ansel dan Gash, 2008) yang terdiri dari indikator face to face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding dan intermediate outcomes. Proses kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, organisasi masyarakat dan media massa yang terlaksana sudah berjalan dengan cukup baik, namun terdapat kekurangan yang membuat pelaksanaannya menjadi kurang optimal yaitu belum adanya pertemuan yang terjadwal dan mengikat serta belum terdapat perjanjian kerja bersama antara semua pihak yang berkolaborasi melainkan hanya MoU per-pelaksanaan program. Melalui analisis tersebut, dari dua indikator, menunjukkan kurang optimalnya proses kolaborasi yang terjalin antara pihak LBH Bali WCC dengan pihak-pihak lainnya, dari lima indikator yang digunakan. Kendati demikian, hasil yang diperoleh pelaksanaan proses kolaborasi ini menunjukkan dampak yang positif terhadap masyarakat dan pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan adalah pembentukan MoU bersama sesegera mungkin dan memaksimalkan perluasan peran dari komunitas paralegal bentukan LBH Bali WCC secara kolektif. Supaya tindakan kolaborasi lebih terstruktur dan memperluas jangkauan kepada masyarakat bawah yang kurang mendapat perhatian yang khusus. Kata Kunci: Collaborative Governance, Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, Tindakan Kekerasan Perempuan, LBH Bali WCC
Sinergitas Intelijen dan Penindakan Keimigrasian dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar dalam Pengawasan Wisatawan Asing Darmayanti, Ni Kadek Paramita; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.209

Abstract

The purpose of this study is to determine the synergy of intelligence and immigration action with Denpasar City Police in supervising foreign tourists. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Based on the results of field research, it is studied using the Synergy theory from Najiyati and Rahmat, which consists of: (1) Communication with 3 sub-indicators, namely Specific, Measurable, and Result-oriented, (2) coordination with sub-indicators, namely opportunity and commitment, competence, awareness, and continuity. The results of the study indicate that the synergy between Intelligence and Immigration Enforcement with the Denpasar City Police in Supervising Foreign Tourists has been implemented quite well. However, there are still some shortcomings in its implementation. Communication is still not optimal and needs to be improved in terms of response speed and more proactive communication strategies to prevent violations by foreign tourists. Coordination also needs to be improved, especially in making official agreements so that performance is more optimal. Recommendations for these problems include optimizing human resources and technology, increasing coordination and more intensive communication, simplifying bureaucratic procedures for quick response, and increasing socialization for foreign tourists. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sinergitas intelijen dan penindakan keimigrasian dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar dalam pengawasan wisatawan asing. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, obsrvasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian lapangan dikaji menggunakan teori Sinergitas dari Najiyati dan Rahmat, yang terdiri dari: (1) Komunikasi dengan 3 sub indikator yaitu Spesific, Measurable, dan Result-orientated, (2) koordinasi dengan sub indikator yaitu kesempatan dan komitmen, kompetensi, kesadaran, dan kontinuitas. Hasil penelitian penunjukkan bahwa sinergitas antara Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar Dalam Pengawasan Wisatawan Asing telah terlaksana dengan cukup baik. Walaupun demikian masih ditemukan beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya. Dalam komunikasi masih belum optimal dan perlu ditingkatkan dalam aspek kecepatan respons serta strategi komunikasi yang lebih proaktif untuk mencegah pelanggaran wisatawan asing. Dalam koordinasi juga perlu ditingkatkan terutama dalam pembuatan perjanjian resmi agar kinerja lebih optimal. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi optimalisasi sumber daya manusia dan teknologi, peningkatan koordinasi dan komunikasi yang lebih intensi, penyederhanaan prosedur birokrasi untuk respon cepat, dan peningkatan sosialisasi bagi wisatawan asing. Kata Kunci: Sinergitas, Pengawasan, Wisatawan Asing, Kota Denpasar, Pelanggaran
Strategi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tabanan Bidang Hubungan Masyarakat dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 Swandari, Koming Ayu Dila Puteri; Lukman , Juwita Pratiwi; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.210

Abstract

This research aims to examine the strategies implemented by the Tabanan Regency KPU in increasing community political participation in the 2024 regional elections. This research uses a qualitative method with a descriptive approach supported by primary and secondary data collected through purposive sampling techniques. Data was collected through interviews, observation and documentation. The results of this research were analyzed using Wheelen and Hunger's strategic management theory which includes four stages: (1) Environmental Observation, (2) Strategy Formulation, (3) Strategy Implementation, and (4) Evaluation and Control. The results of the analysis show that the Tabanan Regency KPU's strategy in increasing community political participation is quite optimal through programs such as Democracy Ambassadors, DP3 (Potential Election Voter Data), Go To School, and outreach through various media. Apart from that, the SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) analysis by Freddy Rangkuti highlighted the KPU's strengths in utilizing regulations and facilities, opportunities in collaboration and technology, as well as challenges in overcoming the KPU's apathy and limited resources. Recommendations from this research include more focused outreach, improving the quality of outreach materials, optimizing information technology, and strengthening collaboration with various parties to create an ecosystem that is conducive to increasing community political participation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh KPU Kabupaten Tabanan dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada pilkada 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang didukung oleh data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teori manajemen strategi dari Wheelen dan Hunger yang mencakup empat tahap: (1) Pengamatan Lingkungan, (2) Perumusan Strategi, (3) Implementasi Strategi, serta (4) Evaluasi dan Pengendalian. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi KPU Kabupaten Tabanan dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat sudah cukup optimal melalui program-program seperti Duta Demokrasi, DP3 (Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan), Go To School, dan sosialisasi melalui berbagai media. Selain itu, analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) oleh Freddy Rangkuti menyoroti kekuatan KPU dalam memanfaatkan regulasi dan fasilitas, peluang dalam kolaborasi dan teknologi, serta tantangan dalam mengatasi apatisme dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki KPU. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi sosialisasi yang lebih terfokus, peningkatan kualitas materi sosialisasi, optimalisasi teknologi informasi, dan penguatan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi peningkatan partisipasi politik masyarakat. Kata Kunci: Partisipasi Politik Mayarakat; Komisi Pemilihan Umum (KPU); Strategi; Pemilih; Pilkada.
Implementasi Program Desa Bersinar Dari Badan Narkotika Nasional (Bnn) Kota Denpasar Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan Tinida, Nadine Theresya; Wijaya, Komang Adi Sastra; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.212

Abstract

The purpose of this study is to analyze the implementation of the Desa Bersinar program from the National Narcotics Agency (BNN) of Denpasar City in Preventing Drug Abuse in Sidakarya Village, South Denpasar. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was studied using the program implementation theory by Charles O. Jones which consists of 3 (three) indicators, namely (1) Organization, (2) Interpretation, and (3) Application. The results of the study indicate that the organizational indicator cannot be said to be optimal due to limitations in financial resources and infrastructure resources. The interpretation indicator cannot be said to be optimal because the socialization activities have not touched all elements of society. While the application indicator cannot be said to be optimal because there is no routine activity schedule and there are obstacles. The organizational and application indicators need to be improved. Recommendations for the above problems are to increase the number and quality of drug counseling teams, increase socialization of the Desa Bersinar program, search for sources of funds or budgets, and innovation from the village (Pokja and IBM Siwa Berana) in designing other activities in the Desa Bersinar program. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi program Desa Bersinar dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dikaji menggunakan teori implementasi program oleh Charles O. Jones yang terdiri dari 3 (tiga) indikator, yaitu (1) Organisasi, (2) Interpretasi, dan (3) Aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator organisasi belum dapat dikatakan optimal dikarenakan adanya keterbatasan dalam sumber daya finansial dan sumber daya sarana prasarana. Indikator interpretasi belum dapat dikatakan optimal dikarenakan kegiatan sosialisasi belum menyentuh seluruh elemen masyarakat. Sedangkan indikator aplikasi juga belum dapat dikatakan optimal dikarenakan tidak adanya jadwal kegiatan yang rutin serta terdapat hambatan. Indikator organisasi dan aplikasi perlu untuk ditingkatkan. Rekomendasi atas permasalahan diatas, yaitu peningkatan jumlah dan kualitas tim penyuluh narkoba, peningkatan sosialisasi program Desa Bersinar, pencarian sumber dana atau anggaran,dan inovasi pihak desa (Pokja dan IBM Siwa Berana) dalam merancangkan kegiatan lain pada program Desa Bersinar. Kata Kunci: Implementasi Program, Desa Bersinar, BNN Kota Denpasar, Narkoba, Desa Sidakarya
Kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar Dalam Menerapkan Program Kota Layak Anak (Studi Kasus: Klaster Perlindungan Khusus) Natali, Katrin Denisa; Prabawati, Ni Putu Anik; Wirantari, ⁠I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.213

Abstract

This study aims to analyze the performance of the Denpasar City Women's Empowerment and Child Protection, Population Control and Family Planning Service in implementing the Child-Friendly City program, especially in the special protection cluster. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was studied using the performance theory by Agus Dwiyanto which consists of: (1) Productivity, (2) Service Quality, (3) Responsiveness, (4) Responsibility, and (5) Accountability. The results of the study indicate that the productivity of the Denpasar City DP3AP2KB in implementing the KLA program is quite good, but still faces obstacles in service coverage and program effectiveness. The quality of service is considered less than optimal due to limited human resources and budget. The responsiveness of the Denpasar City DP3AP2KB in handling cases of child violence is quite high, but there are still gaps in the reporting system and case follow-up. Then from the aspect of responsibility, the service has tried to run the program in accordance with regulations, but it has not been fully distributed throughout Denpasar City. Meanwhile, the accountability aspect shows that DP3AP2KB Denpasar City has coordinated with various stakeholders, although transparency in reporting and evaluation still needs to be improved. Recommendations for these problems include increasing human resource capacity, more adequate budget allocation, and more effective communication strategies in socializing the KLA program. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar dalam menerapkan program Kota Layak Anak, khususnya pada klaster perlindungan khusus. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dikaji menggunakan teori kinerja oleh Agus Dwiyanto yang terdiri dari: (1) Produktivitas, (2) Kualitas Layanan, (3) Responsivitas, (4) Responsibilitas, dan (5) Akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas DP3AP2KB Kota Denpasar dalam implementasi program KLA cukup baik, namun masih menghadapi kendala dalam cakupan layanan dan efektivitas program. Kualitas layanan dinilai belum optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Responsivitas DP3AP2KB Kota Denpasar dalam menangani kasus kekerasan anak cukup tinggi, namun masih terdapat kesenjangan dalam sistem pelaporan dan tindak lanjut kasus. Kemudian dari aspek responsibilitas, dinas telah berupaya menjalankan program sesuai dengan regulasi, namun belum sepenuhnya merata di seluruh Kota Denpasar. Sementara itu, aspek akuntabilitas menunjukkan bahwa DP3AP2KB Kota Denpasar telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, meskipun transparansi dalam pelaporan dan evaluasi masih perlu ditingkatkan. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi peningkatan kapasitas SDM, alokasi anggaran yang lebih memadai, serta strategi komunikasi yang lebih efektif dalam sosialisasi program KLA. Kata Kunci: Kinerja, Kota Layak Anak, Perlindungan Khusus Anak, Kekerasan Anak, Kota Denpasar
Implementasi Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dalam Menangani Tindakan Kekerasan Terhadap Anak di Desa Tegal Kertha Kota Denpasar Sari, Ni Kadek Diah Puspita; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Lukman, Juwita Pratiwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.214

Abstract

The purpose of this study was to understand in depth the implementation of the PATBM program in dealing with acts of violence against children in Tegal Kertha Village. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. This study was studied using the theory of program implementation by Charles O. Jones which consists of: Organization, Interpretation, and Application. The results of the study indicate that the implementation of the PATBM program has been carried out by PATBM Tegal Kertha but has not been fully implemented optimally. Deficiencies are still found in the organizational indicators that still experience obstacles in the aspect of human resources, namely the difficulty of recruiting volunteers and budget limitations in implementing the program, the interpretation indicator that still has obstacles, namely the uneven distribution of socialization given to the community and the application indicator that has not been met because there is no definite schedule for providing socialization of the PATBM program to the community. Recommendations for these problems include the need to strengthen human resources, find alternative sources of program funding, increase socialization of the PATBM program and provide online complaints. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam mengenai pelaksanaan implementasi program PATBM dalam menangani tindakan kekerasan terhadap anak di Desa Tegal Kertha. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dikaji menggunakan teori implementasi program oleh Charles O.Jones yang terdiri dari: Organisasi, Interpretasi, dan Aplikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program PATBM telah dilaksanakan oleh pihak PATBM Tegal Kertha namun belum sepenuhnya terlaksana secara optimal. Kekurangan masih ditemukan pada indikator organisasi yang masih mengalami kendala pada aspek sumber daya manusia yakni sulitnya merekrut relawan dan keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan program, indikator interpretasi yang masih terdapat kendala yaitu kurang meratanya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat serta indikator aplikasi yang belum terpenuhi karena belum terdapat jadwal pasti pemberian sosialisasi program PATBM kepada masyarakat. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi diperlukannya penguatan sumber daya manusia, mencari alternatif sumber pendanaan program, peningkatan sosialisasi program PATBM dan penyediaan pengaduan secara online. Kata kunci: Implementasi Program, Kekerasan Anak, Perlindungan Anak, Program PATBM, Desa Tegal Kertha
Efektivitas Pelaksanaan Aplikasi M-Paspor dalam Pelayanan Pengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar Dewi, Ni Komang Astiti Purnama; Lukman, Juwita Pratiwi; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.215

Abstract

E-Government as the application of information and communication technology in public services, aims to improve the efficiency and transparency of services. The M-Passport application is a digital platform launched by the Directorate General of Immigration to facilitate online passport application and processing, thereby increasing the efficiency and convenience of public services. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The data used in this study were obtained through observation, interviews and documentation. This study was analyzed using the dimensions of effectiveness by Sutrisno which consisted of program understanding, right on target, on time, achievement of goals and real changes. The main objective of this study was to determine and understand the effectiveness of the implementation of the M-Passport Application in passport processing services at the Class I TPI Denpasar Immigration Office. The results of this study indicate that the M-Passport application at the Class I Immigration Office, Denpasar Immigration Checkpoint (TPI) has been running well and has provided significant benefits in reducing time and queues at the Class I Immigration Office, Denpasar Immigration Checkpoint (TPI), but it cannot be said to be fully effective because there are several things that are not yet optimal. Therefore, it is necessary to take steps to strengthen the five dimensions so that the implementation of digital-based public services through the M-Passport Application innovation can run effectively, such as implementing comprehensive socialization, especially for the elderly, improving the obstacles experienced by the M-Passport Application so that it does not often experience server disruptions, and reducing the activities of brokers. Abstrak E-Government sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan. Aplikasi M-Paspor merupakan platform digital yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memudahkan pengajuan dan pengurusan paspor secara online, sehingga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan dimensi efektivitas oleh Sutrisno yang terdiri dari pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata. Tujuan pokok atas penelitian ini dilakukan yakni untuk mengetahui dan memahami terkait efektivitas pelaksanaan Aplikasi M-Paspor dalam pelayanan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi M-Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar sudah bejalan dengan baik dan memberikan manfaat signifikan dalam pengurangan waktu serta antrean di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar, namun belum dapat dikatakan efektif sepenuhnya dikarenakan terdapat beberapa hal yang belum optimal. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah penguatan terhadap kelima dimensi tersebut agar pelaksanaan pelayanan publik berbasis digital melalui inovasi Aplikasi M-Paspor dapat berjalan efektif seperti melaksanakan sosialisasi secara menyeluruh terkhusus kepada masyarakat berusia lanjut, peningkatan kendala yang dialami Aplikasi M-Paspor agar tidak sering mengalami gangguan server, dan mengurangi aktivitas calo. Kata Kunci; Efektivitas, Aplikasi M-Paspor, Kantor Imigrasi, Kota Denpasar

Page 1 of 2 | Total Record : 18