cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 5 (2026): Juni" : 10 Documents clear
Integrasi Artificial Intelligence dalam Pengembangan Pertanian Presisi: Systematic Literature Review Wahyu Putra Satrio; Wijaya, Novan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7436

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya kebutuhan pangan mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan efisien melalui konsep pertanian presisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital dalam pengembangan pertanian presisi serta dampaknya terhadap efisiensi dan produktivitas pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji sebanyak 20 artikel yang diperoleh dari database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode Artificial Intelligence yang paling dominan digunakan adalah Machine Learning dan Deep Learning, dengan penerapan pada prediksi hasil panen, deteksi penyakit tanaman, serta analisis kondisi lingkungan pertanian. Selain itu, teknologi digital yang paling banyak terintegrasi dengan AI adalah Internet of Things (IoT), sensor, UAV atau drone, serta Big Data dan Cloud Computing yang mendukung pengolahan data secara real-time dan akurat. Penerapan integrasi teknologi ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumberdaya, seperti penghematan air hingga 30% serta peningkatan akurasi prediksi hasil panen sebesar 15-20%. Namun demikian, implementasi AI dalam pertanian presisi masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, biaya implementasi yang tinggi, serta rendahnya literasi teknologi di kalangan petani. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong penerapan teknologi ini secara lebih luas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan dan potensi integrasi Artificial Intelligence dalam pertanian presisi.  
Pemanfaatan Chatbot AI untuk Efektivitas Pembelajaran di Era Digital Nasrudin, Muhammad; Wijaya, Novan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran mahasiswa di era digital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah mengubah metode pembelajaran konvensional menjadi lebih fleksibel, interaktif, dan berbasis teknologi, di mana Chatbot berfungsi sebagai asisten virtual yang mampu memberikan jawaban, penjelasan, serta panduan pembelajaran secara instan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal, artikel ilmiah, buku, dan publikasi ilmiah lainnya yang berkaitan dengan penggunaan Chatbot AI dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chatbot berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui kemudahan akses informasi, peningkatan keterlibatan mahasiswa, dukungan terhadap pembelajaran mandiri, serta pemberian umpan balik secara cepat sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal. Selain itu, Chatbot juga membantu pendidik dalam mengurangi tugas-tugas repetitif dan mendukung metode pengajaran yang lebih adaptif. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan dalam memahami konteks yang kompleks, ketergantungan pada koneksi internet yang stabil, potensi ketidakakuratan jawaban, serta risiko ketergantungan berlebihan terhadap teknologi. Oleh karena itu, penerapan Chatbot berbasis AI dalam pendidikan perlu disertai dengan bimbingan yang tepat, peningkatan literasi digital, dan upaya menjaga kemampuan berpikir kritis mahasiswa
Analisis Pemanfaatan Generative AI Dalam Pendidikan Tinggi Yohanes Billy Wicaksono; Wijaya, Novan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi Generative AI dalam mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generative AI memberikan manfaat dalam membantu mahasiswa memahami materi, mempercepat pencarian informasi, serta mendukung penyusunan tugas akademik. Selain itu, teknologi ini juga membantu dosen dalam mengembangkan materi ajar dan menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Namun, penggunaan Generative AI juga menghadapi beberapa tantangan, seperti potensi penyalahgunaan dalam kegiatan akademik, ketergantungan terhadap teknologi, serta kurangnya pemahaman mengenai etika penggunaan AI. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan yang bijak disertai literasi digital dan kebijakan yang jelas agar teknologi ini dapat digunakan secara optimal. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kemampuan pengguna dalam memverifikasi informasi secara mandiri sehingga hasil penggunaan teknologi tetap dapat dipertanggungjawabkan. Dengan penggunaan yang seimbang dan dukungan institusi pendidikan, Generative AI diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan dan tetap sesuai dengan prinsip etika akademik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MAPEL PAI KELAS V SD NEGERI CANDIREJO MOJOTENGAH WONOSOBO Ahmad Isroruddin; Sri Haryanto; Darul Muntaha
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas V SD Negeri Candirejo Mojotengah Wonosobo, serta menganalisis dampak dan kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru mata pelajaran PAI, dan siswa kelas V. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual di SD Negeri Candirejo telah mencakup tujuh komponen utama CTL, yaitu konstruktivisme, bertanya, inkuiri, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik. Penerapan model ini mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai ajaran Islam secara aplikatif. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa mengaitkan konsep agama dengan pengalaman nyata di lingkungan sekolah dan keluarga. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sarana pembelajaran dan kemampuan guru dalam menyusun perangkat CTL, secara umum penerapan model ini berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter Islami siswa.
Hubungan Durasi Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Konveksi PT. X Di Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya Amelia; Wulan Nur Aini; Panji Setyawan; Aulia Nuri Najmi Rindani; Marisha Adzani Poetri; Neni
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7545

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja konveksi akibat durasi kerja yang panjang dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi kerja dan posisi kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja konveksi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2026 di salah satu usaha konveksi sektor informal di Kecamatan Cibeureum dengan jumlah responden sebanyak 37 orang menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), kuesioner penelitian, dan observasi posisi kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki durasi kerja ≥8 jam (75,7%), posisi kerja tidak ergonomis (75,7%), dan mengalami keluhan MSDs (67,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara durasi kerja dengan keluhan MSDs (p-value=0,005) dan posisi kerja dengan keluhan MSDs (p-value=0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa durasi kerja yang panjang dan posisi kerja yang tidak ergonomis berhubungan dengan meningkatnya risiko keluhan MSDs pada pekerja konveksi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan ergonomi kerja dan pengaturan waktu kerja untuk mengurangi risiko keluhan MSDs pada pekerja.
Efektivitas Rekrutmen dan Seleksi Tenaga Kerja pada UMKM Keripik Tempe di Kabupaten Trenggalek Fitriani Eka Hariyati; Isti Restu Sa’diyah; Desi Indra Lestari; Rafika Meilia Sari
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7496

Abstract

Sistem rekrutmen dan seleksi tenaga kerja yang terstruktur dapat menciptakan tenaga kerja yang memiliki kualitas dan kemampuan terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya penerapan sistem rekrutmen dan seleksi tenaga kerja pada UMKM, khususnya pada UMKM Keripik Tempe di Trenggalek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses rekrutmen dan seleksi tenaga kerja serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya manusia pada UMKM tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif observatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rekrutmen dan seleksi tenaga kerja masih dilakukan secara informal melalui hubungan keluarga dan lingkungan sekitar tanpa standar penilaian yang jelas. Sistem tersebut dinilai cukup efektif dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja secara cepat dan menciptakan hubungan kerja yang bersifat kekeluargaan. Namun, proses tersebut juga memiliki kelemahan karena kualitas tenaga kerja yang diperoleh masih beragam, tingkat kedisiplinan pekerja belum optimal, serta keterbatasan kemampuan tenaga kerja dalam bidang pemasaran digital dan inovasi usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan sistem rekrutmen, seleksi, dan pengembangan sumber daya manusia sangat diperlukan agar UMKM mampu memperoleh tenaga kerja yang lebih kompeten dan mampu mendukung perkembangan usaha secara berkelanjutan.  
ANALISIS TEORITIS GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Otani Sari Telaumbanua
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7556

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami definisi kepemimpinan transformasional dan pengaruhnya  dalam meningkatkan kinerja karyawan ,serta  bagaimana budaya organisasi dapat mempengaruhinya guna keberhasilan kinerja karyawan serta pengaruh karyawan dari nilai kompetensi, kompensasi dan motivasi. Metode yang digunakan adalah metode literature review atau tinjauan literatur, di mana penelitian ini mengumpulkan, mengevaluasi, dan menganalisis secara kritis berbagai sumber pustaka seperti jurnal, buku, laporan terdahulu dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik tertentu. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci“Kepemimpinan Transformasional”dan“Kinerja Karyawan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi sebesar 33,40%. Disarankan agar manajemen memberikan penghargaan (reward) yang adil untuk menjaga motivasi pegawai.
Analisis kualitas layanan: Dimensi,prinsip, dan faktor penyebab rendahnya layanan Depi Indriani; Kaysa Hasnah Mumtaaza; Arinal Nasir; Rafi Kenny Akhdan; Aish Kinar Naqiya
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7572

Abstract

Kualitas layanan menjadi faktor penentu utama kepuasan dan loyalitas pelanggan di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun, banyak organisasi masih menghadapi permasalahan serius berupa rendahnya kualitas layanan yang bersumber dari berbagai faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kualitas layanan secara komprehensif, meliputi karakteristik, dimensi, analisis kesenjangan (gap), prinsip-prinsip pelayanan, serta faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas layanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis terhadap artikel jurnal akademik dan buku referensi yang relevan dan terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, sintesis lintas sumber, serta komparasi temuan dengan teori yang ada. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas layanan tersusun atas lima dimensi utama dalam model SERVQUAL, yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles). Kesenjangan antara harapan pelanggan dan persepsi aktual terhadap layanan merupakan akar permasalahan yang paling dominan. Faktor-faktor penyebab buruknya kualitas layanan meliputi keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, lemahnya sistem manajemen dan standar operasional prosedur, keterbatasan infrastruktur fisik, budaya organisasi yang tidak berorientasi pelanggan, serta buruknya komunikasi internal. Penelitian ini berkontribusi dalam menyajikan kerangka analisis faktor yang terintegrasi dan relevan bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, baik pada sektor publik maupun swasta di Indonesia.
Pengaruh Pola Tidur Malam terhadap Kesehatan dan Prestasi Akademik Mahasiswa Muhammad Adysya Sukmagunawan; Muhammad Shidqi Sasmita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kurang tidur terhadap tingkat konsentrasi belajar mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebiasaan begadang yang  semakin meningkat di kalangan mahasiswa, yang berpotensi memengaruhi kemampuan kognitif. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki durasi tidur kurang dari 6 jam cenderung mengalami penurunan konsentrasi saat belajar, seperti sulit fokus, mudah mengantuk, dan kurang memahami materi. Sebaliknya, mahasiswa dengan waktu tidur cukup menunjukkan tingkat konsentrasi yang lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kurang tidur berpengaruh signifikan terhadap penurunan konsentrasi belajar mahasiswa. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk menjaga pola tidur yang teratur guna meningkatkan efektivitas belajar.
“ANALISIS PENGAWASAN PEMILU DALAM MENCEGAH PRAKTIK POLITIK UANG PADA PEMILU 2024” Zeldi Januarif Akhtiar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7619

Abstract

Politik uang tetap menjadi persoalan struktural dalam penyelenggaraan pemilu Indonesia, termasuk pada Pemilu 2024. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan strategi pencegahan, namun efektivitasnya masih dipertanyakan mengingat laporan pelanggaran yang terus masuk selama masa kampanye hingga hari pemungutan suara. Artikel ini bertujuan menganalisis mekanisme pengawasan Bawaslu dalam mencegah praktik politik uang pada Pemilu 2024 serta mengidentifikasi kendala-kendala yang mempengaruhi efektivitas pengawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi dokumen, telaah laporan resmi Bawaslu, regulasi kepemiluan, dan kajian literatur terkait. Data dianalisis menggunakan kerangka teori pengawasan pemilu dan teori patronase politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu menjalankan tiga strategi utama, antara lain pengawasan berbasis komunitas melalui pembentukan desa/kelurahan antipolitik uang, penguatan kapasitas pengawas ad hoc di tingkat kecamatan dan desa, serta koordinasi lintas lembaga dengan aparat penegak hukum. Namun demikian, sejumlah tantangan struktural masih menghambat implementasi strategi tersebut, yakni adanya keterbatasan sumber daya manusia pengawas di lapangan, budaya permisif terhadap pemberian uang atau barang dalam konteks sosial-budaya masyarakat, serta rendahnya keberanian saksi dan pelapor menjadi hambatan utama yang mereduksi efektivitas pengawasan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10