cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
HUKUM TAWASUL MENURUT MUHAMMADIYAH DAN NAHDATUL ULAMA Sintya Ayu Rahmah; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1887

Abstract

Dalam surat Al-Maidah ayat 35 Allah Swt memerintahkan kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt, diantaranya dengan cara bertawassul. Maksud maksud dari bertawassul adalah meminta kepada Allah Swt melalui perantara atau wasilah agar apa yang dihajatkan dapat terkabul. Tawassul pada umumnya berkaitan dengan meminta pertolongan, adapun secara ‘ubudiyah, tawassul berkaitan erat dengan doa, dimana seseorang yang memiliki hajat kepada Allah Swt dan agar cepat terkabulnya doa maka berdoanya dengan cara bertawassul. Berdoa kepada Allah Swt dengan cara bertawassul adalah semata-mata agar doa maupun hajatnya dapat segera tercapai dengan ridlo Allah Swt. Karena hal ini dilandaskan kepada surat Al-Maidah ayat 35 dan suarat Al-Baqoroh ayat 186 yang pertanda kita terus berdoa kepada Allah Swt dan agar doa kita lebih mustajab maka salah satunya dengan cara bertawassul. Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian ini bersifat deskriptif yaitu memaparkan, menggambarkan tema kajian secara proposional kemudian menginterpretasikan kondisi yang ada dan akhirnya dianalisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara normatif dan Ushul Fiqh. Pendekatan secara normatif yaitu cara mendekati permasalahan yang diteliti dengan merujuk pada teks-teks nas terkait berdasarkan al-Qur’an, Hadits, Fiqih. Secara umum cara bertawassul ada tiga macam, yakni bertawassul dengan asma Allah Swt atau kalimah thoyyibah, bertawassul dengan amal sholih sendiri dan bertawassul dengan meminta kepada orang sholih untuk mendoakan agar hajatnya dapat terkabul. Pada masyarakat Islam di Indonesia, dimana terdapat dua organisasi terbesar yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, yang memiliki perbedaan pemahaman tentang tawassul, terutama perbedaan mengenai bertawassul dengan orang sholih. Menurut muhammadiyah, orang berdoa tidak memerlukan perantara atau wasilah, karena berdoa hendaknya langsung kepada Allah Swt, maka muhammadiyah jadi kurang berkenan dengan adanya wasilah apalagi meminta kepada orang yang sudah meninggal. Sedangkan Nahdlatul Ulama sangat mentradisikan amalan tawassul baik kepada orang sholih yang masih hidup maupun kepada orang sholih yang sudah meninggal sekalipun. Dan hal ini merupakan khilafiyah ulama karena masing-masing ulama memiliki pendapat dengan berlandaskan dalil yang kuat.
FAKTOR-FAKTOR PENUNJANG KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA: FASILITAS UNIT PKP-PK DAN PROGRAM LATIHAN UNIT PKP-PK Hasibuan, Harliansyah; Hidayah Nurhasana; Nawang Kalbuana
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1888

Abstract

Maksud dari pelatihan ini adalah memberi personel Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di bandara pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mereka butuhkan. Untuk materi teori, pendekatan berbasis kompetensi digunakan, sedangkan praktik dilakukan dengan instruktur dan simulator. Dengan peraturan yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan saat ini, keselamatan merupakan prioritas utama industri penerbangan. Unit ARFF di setiap bandara bertanggung jawab untuk menangani situasi darurat darat dan udara. Semua infrastruktur dan fasilitas bandara harus dipelihara dan diukur secara teratur untuk memastikan kinerjanya optimal. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi kondisi dan efektivitas Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di bandara, yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan.
Optimalisasi Personel PKP-PK Terhadap Pelayanan Gawat Darurat Dan Kesiapsiagaan Menghadapi Kecelakaan Penerbangan Di Bandar Udara Hafidz Mubarak; Abid Wujud Putranto; Sinaga, Togi Adnan Maruli; Rany Adiliawijaya Putriekapuja
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1896

Abstract

Transportasi udara memiliki peranan penting untuk menjalankan ekonomi di suatu negara, maka dari itu diperlukan standar keamanan dan keselamatan penerbangan di bandar udara. Unit PKP merupakan salah satu persyaratan keselamatan di bandar udara. Unit PKP-PK harus mengikuti regulasi dan menyediakan sarana dan prasarana untuk pelayanan keselamatan di bandar udara. Dan personel PKP-PK merupakan pelaku utama di unit PKP-PK yang menjalankan pelayanan tersebut. Diperlukan fasilitas yang memadai, pendidikan dan program latihan yang bagus untuk mengembangkan kemampuan maupun kesiapan personel PKP-PK, serta jam kerja yang sesuai dengan peraturan sehingga personel PKP-PK bisa lebih optimal terhadap pelayanan Gawat Darurat Dan Kesiapsiagaan Menghadapi Kecelakaan Penerbangan Di Bandar Udara.
GERAKAN DAWAH ISLAM DI INDONESIA KEPADA KAUM MUSTADH’AFIN Shandy Abisena; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1906

Abstract

Artikel ini berisikan tentang pengetahuan soal Gerakan dakwah islam di indonesia terhadap kaum mustadha’afin. Selaian itu tulisan ini berisikan juga soal sejarah pamjang Gerakan da’wah islam yang di bawa oleh para ulama ulama zaman dahulu. Dan juga di lihat dari metode yang di gunakan dan juga acuan acuan da’wah yang di pakai oleh para penda’wah zaman dulu sehingga mampu menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada karya karya literatur dan tulisan-tukisan resmi dari berbagai sumber buku sejarah yang ada. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang lebih baik tentang metode dan landasa dalam melakukan da’wah dan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang keragaman dan dinamika dalam tradisi da’wah di indonesia .
TINGKAT PEMAHAMAN GURU MI MUHAMMADIYAH KALIBEBER TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN SANTIFIK Neli Agustina; Izzatul Fitriani; Kharistia Capriati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1912

Abstract

In the history of curriculum development in Indonesia, the Ministry of National Education Research and Development since 1979 has pioneered this prestigious development program in the Supervision Project and CBSA (Active Student Learning Method). The results of this project were then replicated in a number of regions and developed through training of teaching staff throughout Indonesia. This effort, which began at the elementary school level, then encouraged the implementation of an active learning approach at the secondary school level. The results of these efforts were gradually integrated into the 1984 Curriculum, the 1994 Curriculum, and the 2004 Competency-Based Curriculum, which was followed by the Content Standards which are better known as the 2006 Educational Unit Level Curriculum (KTSP) (Mushfiqon and Nanda, 2015) . The scientific approach is a learning model that provides space for students to explore and elaborate on the material being studied. Apart from that, this education model also provides students with the opportunity to hone their abilities through learning activities designed by the teacher (Rusman, 2015). The scientific approach method is a teaching and learning process that is designed in such a way that students actively construct concepts and laws through manifestation in various stages of observing (to identify or find problems), describing problems, formulating hypotheses, collecting data using various techniques, analyzing data, draw conclusions, and communicate the concepts, laws or principles found (Karar and Yenice, 2012). This research uses a survey method. The data was obtained using a questionnaire/questionnaire. The research was carried out at MI Muhammadiyah Kalibeber, Mojotengah District, Wonosobo Regency with all teachers who were still active in teaching and learning activities. Bearing in mind that the target of this research is all teachers at MI Muhammadiyah Kalibeber, Mojotengah District, Wonosobo Regency, totaling 7 teachers. This research uses three types of data analysis, namely percentage analysis, chi square (x2), and Pearson product moment correlation. Percentage analysis is used to describe factors that influence teacher understanding. Chi square and product moment analysis to find out how much influence these factors have on teachers' understanding and response to the scientific approach. Learning with a scientific approach is a learning process that is designed in such a way that students actively construct concepts, laws or principles through the stages of observing (to identify or find problems), describing problems, proposing or compiling hypotheses, collecting data using various techniques, analyzing data, draw conclusions and communicate “discovered” concepts, laws or principles.
DISPENSASI MENIKAH DIBAWAH UMUR MENURUT PANDANGAN MUHAMMADIYAH Fazrineka Ramadani; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1918

Abstract

Perkawinan merupakan suatu praktik keagamaan yang mengikat hati antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dengan tujuan untuk hidup rukun, tenteram, dan penuh kasih sayang. Perkawinan memiliki makna yang sangat penting dan menempati posisi yang krusial dalam kehidupan manusia. Undang-undang perkawinan mengatur bahwa usia ideal bagi laki-laki untuk menikah adalah 19 tahun, sedangkan bagi perempuan adalah 16 tahun. Apabila pasangan tersebut belum mencapai usia yang ditentukan, maka mereka harus mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Dalam agama Islam, tidak ada batasan usia tertentu untuk melakukan perbuatan tertentu. Akan tetapi, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang adalah telah mencapai usia dewasa, memiliki kemampuan intelektual, dan telah menunjukkan kemampuan untuk memilih antara yang benar dan yang salah. Pemohon mengajukan permohonan dispensasi nikah untuk mendapatkan izin dari pengadilan agar perkawinan dapat dilangsungkan, meskipun syarat-syarat calon pengantin belum terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji analisis hukum tarjih Muhammadiyah yang digunakan oleh hakim untuk menilai dasar dan pertimbangan pemberian dispensasi nikah. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini diperbolehkan menurut hukum Islam. Menurut Muhammadiyah, khususnya Aisyiyah dan Muhammadiyah, pernikahan dini dianggap kurang dapat diterima secara sosial.
Analisis Sistem Pengendalian Piutang Pada PT DBL Indonesia Azizah, Nur; Andhaniwati, Erry
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1926

Abstract

Piutang adalah bagian yang terus berputar dalam siklus modal kerja yang mencakup kas, persediaan, dan piutang. Salah satu tantangan yang akan dihadapi perusahaan dalam pengendalian piutang adalah terjadinya piutang tak tertagih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian piutang untuk meminimalisir risiko piutang tak tertagih pada PT DBL Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Adapun data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui analisis hasil wawancara dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil wawancara tersebut. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa penerapan sistem pengendalian piutang pada PT DBL Indonesia telah berjalan secara baik dan efektif. Hal ini dapat dilihat dengan PT DBL Indonesia memiliki prosedur yang terstruktur dan efisien untuk pencatatan dan pengendalian piutang.
Analisis Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Atas SPP DBL Academy Di PT DBL Indonesia Cahyani, Nita Putri; Andhaniwati, Erry
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian penerapan sistem akuntansi penerimaan kas atas SPP DBL Academy di PT DBL Indonesia dengan teori relevan dan menilai efisiensinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui proses wawancara dan observasi. Data yang digunakan berasal dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi penerimaan kas di perusahaan ini sudah efektif dan sesuai dengan teori, meskipun masih terdapat perbedaan dokumen, fungsi dan prosedur. Kesimpulannya, PT DBL Indonesia telah berhasil mengimplementasikan sistem akuntansi penerimaan kas yang tidak hanya sesuai secara teoritis, tetapi juga efektif dan efisien dalam memastikan kelancaran dan kesuksesan operasional perusahaan melalui prosedur yang terstruktur dan sistematis.
PERAN MUHAMMADIYAH DALAM PERKEMBANGAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM ANTI KORUPSI DI INDONESIA DQ Wafiq Azizah; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1932

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi pembaharuan Islam yang mengedepankan kemajuan melalui pendidikan. Sebelum berdirinya, tokoh utamanya, K.H. Ahmad Dahlan, sempat bercita-cita memberikan pendidikan agama bagi seluruh masyarakat. Muhammadiyah mendirikan sekolah negeri yang memadukan sistem pesantren dengan metode pendidikan Barat. Sekolah-sekolah ini tidak hanya memberikan pendidikan yang berfokus pada Islam tetapi juga pengetahuan umum. Oleh karena itu, Muhammadiyah meyakini pendekatan pendidikan yang seimbang, dimana ilmu sekuler dan ajaran agama dipadukan secara harmonis untuk memastikan pembelajaran sekuler sejalan dengan prinsip agama. Latar belakang penelitian ini berasal dari kenyataan bahwa banyak sekolah, baik pemerintah maupun swasta, sering kali gagal memenuhi kebutuhan pendidikan secara memadai dan mengalami korupsi yang meluas di kalangan penguasa di lembaga pendidikan. Pendidikan saat ini cenderung mengutamakan pengetahuan dan keterikatan duniawi, seringkali mengesampingkan pendidikan agama, dan hanya menggunakannya sebagai komponen kurikulum pelengkap. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menggunakan metode sejarah, yang bertujuan untuk mengkaji perkembangan pendidikan Muhammadiyah dari awal berdirinya hingga saat ini. Pengumpulan data meliputi penelitian terhadap buku, dokumen, internet, dan sumber lain yang relevan. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa menurut Muhammadiyah, pendidikan itu penting dan harus bersifat holistik, memadukan ilmu Islam dengan pendidikan umum untuk menghasilkan individu yang mampu secara intelektual dan berkarakter moral yang kuat. Oleh karena itu, Muhammadiyah menganjurkan sistem pendidikan modern yang memenuhi tuntutan kontemporer.
HUKUM MUSIK MENURUT PANDANGAN SALAFI DAN MUHAMMADIYAH Amallia Putri Kusuma Wardani; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1935

Abstract

Musik populer di kalangan Milenial. Islam mempunyai aturan-aturan yang menjadi pedoman dan petunjuk dalam kehidupan umat Islam. Dalam bidang musik, sebagian ulama melarangnya, sementara sebagian lagi menoleransi musik itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hukum musik menurut pandangan Salafi dan Muhammad serta menjelaskan bahaya dan kerugian yang ditimbulkan oleh musik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan mengambil gaya survei perpustakaan yang mengumpulkan banyak artikel dan studi jurnal. Pendekatan yang digunakan adalah historis dan terdiri dari pengumpulan data tentang fenomena sosial yang dijadikan objek penyelidikan atau penelitian. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari buku “Lagu, Musik dan Hukum Nashid Menurut Syariat Islam” karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas dan buku “Pertanyaan Keagamaan Jilid V (2013)”. Kelompok Salafi dan Muhammadiyah berupaya menemukan keseimbangan antara mempertahankan ajaran dan identitas serta pemahaman Islam serta menerima keragaman budaya dan seni, termasuk musik. Oleh karena itu, hukum bermain dan mendengarkan musik dalam Islam tidak bersifat mutlak dan bergantung pada evaluasi berdasarkan berbagai faktor, termasuk situasi, tujuan, dan dampaknya terhadap individu dan masyarakat.

Page 29 of 107 | Total Record : 1069