cover
Contact Name
Ainurrahman Hidayat
Contact Email
anik_mamang@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
biologiyayan@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Panglegur KM 04 Pamekasan Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : https://doi.org/10.19105/nuansa
Nuansa is a journal that publishes scientific articles that have been derived from research on social sciences and Islamic studies This journal is published biannually in June and December and published articles reviewed by experts on related issues Journal Nuansa scope includes culture politics law economy theology philosophy communication and history
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2023)" : 7 Documents clear
Penguatan Kompetensi Professional Guru PAI Dalam Menghadapi Era Society 5.0 (Studi Deskriptif Strategi Peningkatan Mutu Guru PAI di SMP Negeri 16 Samarinda) Muhammad Nasikin; Umar Fauzan; Noor Malihah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.6350

Abstract

The era of Society 5.0 brought extraordinary changes in all human life in various fields, including health, economy, technology and education. In the field of education, the existence of teachers is very important in order to shape the character building of students to control the negative effects of technology and make good use of technology. The purpose of this study is to find out how the challenges of PAI teachers are in the era of society 5.0', how is the strategy for strengthening the professional competence of PAI teachers at SMP Negeri 16 Samarinda in accordance with the demands of the era of society 5.0. and what are the inhibiting and supporting factors. This study uses a qualitative approach with descriptive data analysis, researchers provide analysis and descriptions of various sources of information. The main data collection techniques are in-depth interviews, non-participant observation, and documentation studies. The results of this research are the various challenges faced by teachers in the era of society 5.0, making strengthening the professional competence of PAI teachers an absolute must, as is the program for strengthening the professional competence of PAI teachers was conducted at SMP Negeri 16 Samarinda. The program for strengthening the professional competence of PAI teachers includes: making learning contracts at the beginning of meetings with students, thinking out of the box in overcoming student problems, making HOTS questions, and making Classroom Action Research (PTK) every semester. The obstacle is the limited facilities and infrastructure in schools such as IT-based laboratories and scientific publications for the work of teachers. The spirit of learning from the teacher is a supporting factor that can help the success of the strategy for strengthening the competence of PAI teachers at SMP Negeri 16 Samarinda. (Era Society 5.0 membawa perubahan luar biasa dalam seluruh kehidupan manusia diberbagai bidang baik kesehatan, ekonomi, teknologi dan juga pendidikan. Dalam bidang pendidikan keberadaan guru menjadi sangat penting dalam rangka membentuk karakter building peserta didik untuk mengendalikan pengaruh negatif teknologi dan memanfaatkan teknologi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tantangan guru PAI di era society 5.0’, bagaimana strategi penguatan kompetensi profesioal guru PAI di SMP Negeri 16 Samarinda yang sesuai dengan tuntutan di era society 5.0. dan apa saja yang menjadi faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data deskriptif, peneliti memberikan analisis dan deskripsi dari berbagai sumber informasi. Teknik pengumpulan data yang utama adalah wawancara mendalam, observasi non participant, dan studi dokumentasi Adapun hasil penelitian ini adalah adanya berbagai tantangan yang dihadapi oleh Guru di era society 5.0 menjadikan penguatan kompetensi profesional guru PAI mutlak harus dilakukan, sebagaimana program penguatan kompetensi profesional guru PAI yang dilakukan di SMP Negeri 16 Samarinda. Program penguatan kompetensi profesional guru PAI meliputi: pembuatan kontrak belajar pada saat awal pertemuan dengan siswa, berfikir out off the box dalam mengatasi persoalan siswa, membuat soal HOTS, dan membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) setiap semester. Adapun hambatannya adalah keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di sekolah seperti laboratorium berbasis IT dan publikasi ilmiah untuk hasil karya guru. Semangat belajar dari guru merupakan faktor pendukung yang dapat membantu suksesnya strategi penguatan kompetensi guru PAI di SMP Negeri 16 Samarinda.)
Perlindungan Hukum Keris Aeng Tong-Tong Sumenep Dalam Hukum Nasional dan Konvensi Internasional Yenny Eta Widyanti
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.7319

Abstract

Kris is an object of Indonesian culture which has beautiful artistic and high economic values. Kris making is still maintained in several areas, one of which is in Sumenep Regency. Since 2014, Sumenep Regency has been recognized by UNESCO as the area that has the most Mpu (makers of heirlooms) in the world and most of them are in Aeng Tong-Tong Village. The tradition of making kris in Sumenep has existed since the time of the Majapahit Kingdom and has continued to this day. The rapid development of the industry and the number of kris makers in Sumenep have made Sumenep the Indonesian Kris City. The aim of this research is to analyze the legal protection of the Aeng Tong-Tong Sumenep Kris based on national laws and international conventions using a statutory approach. The legal protection of the Aeng Tong-Tong Sumenep Kris in national law is contained in Law Number 28 of 2014 concerning Copyright and Law Number 5 of 2017 concerning the Promotion of Culture, while the legal protection of the Aeng Tong-Tong Sumenep Kris in International Conventions is contained in The Convention on the Protection and Promotion of the Diversity of Cultural Expressions 2005, The Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage 2003, and The Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work. In realizing optimal legal protection for the Aeng Tong-Tong Sumenep Kris in national law and international conventions, a comprehensive legal protection must be provided including legal protection for Intellectual Property and Non-Intellectual Property. (Keris merupakan benda hasil budaya bangsa Indonesia yang memiliki nilai seni yang indah dan nilai ekonomi yang tinggi. Pembuatan keris tetap dipertahankan di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Sumenep. Sejak Tahun 2014, Kabupaten Sumenep diakui oleh UNESCO sebagai daerah yang memiliki Mpu (pembuat benda pusaka) terbanyak di dunia dan sebagian besar ada di Desa Aeng Tong-Tong. Tradisi pembuatan keris di Sumenep sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan masih terus bertahan hingga kini. Pesatnya perkembangan industri dan jumlah perajin keris di Sumenep menjadikan Sumenep sebagai Kota Keris Indonesia. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis perlindungan hukum Keris Aeng Tong-Tong Sumenep berdasarkan hukum nasional dan konvensi internasional dengan menggunakan pendekatan perundangan. Perlindungan hukum Keris Aeng Tong-Tong Sumenep dalam hukum nasional terdapat dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, sedangkan perlindungan hukum Keris Aeng Tong-Tong Sumenep dalam Konvensi Internasional terdapat dalam The Convention on the Protection and Promotion of the Diversity of Cultural Expression 2005, The Convention for the Safeguarding of the lntangible Cultural Heritage 2003, dan The Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work. Dalam mewujudkan perlindungan hukum yang optimal terhadap Keris Aeng Tong-Tong Sumenep dalam hukum nasional dan konvensi internasional, maka harus dilakukan perlindungan hukum secara menyeluruh meliputi perlindungan hukum atas Kekayaan Intelektual dan Non Kekayaan Intelektual.)
The Potential of Cyber Attacks in Indonesia's Digital Economy Transformation Beny Abukhaer Tatara; Bisma Abdurachman; Desta Lesmana Mustofa; David Yacobus
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.7362

Abstract

In the era of the industrial revolution 4.0, many activities use the internet and computers, including economic activities. Many activities in real space are transformed into cyberspace. Currently, the world economy is transforming from conventional methods to digital. Thus, almost all countries in the world are competing to adapt to these changes, one of which is Indonesia which, based on the McKinsey report, ranks first as the country with the fastest growth in adopting the digital economy. The purpose of writing this article is to analyze the potential for cyber attacks that can affect the transformation of Indonesia's digital economy. The research method used is qualitative with data collection techniques in the form of literature studies. The results of the study found that there are several potential cyber attacks in the transformation of Indonesia's digital economy, including: Denial-of-service (DoS) and distributed denial-of-service (DDoS) attacks, Man-in-the-middle (MitM) attacks, Phishing attacks, Drive-by-download attack, Password Attack, SQL Injection Attack, Cross-site scripting (XSS) attack, Eavesdropping attack, Birthday Attack, and Malware Attack. (Pada era revolusi industri 4.0, banyak aktivitas yang menggunakan internet dan komputer, termasuk aktivitas ekonomi. Banyak aktivitas di dunia nyata ditransformasikan ke dunia maya. Saat ini, perekonomian dunia sedang berubah dari metode konvensional ke digital. Oleh karena itu, hampir semua negara di dunia sedang bersaing untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini, salah satunya adalah Indonesia yang, berdasarkan laporan McKinsey, menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat dalam mengadopsi ekonomi digital. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis potensi serangan cyber yang dapat mempengaruhi transformasi ekonomi digital Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa ada beberapa potensi serangan cyber dalam transformasi ekonomi digital Indonesia, di antaranya: Serangan Denial-of-service (DoS) dan distributed denial-of-service (DDoS), Serangan Man-in-the-middle (MitM), Serangan Phishing, Serangan Drive-by-download, Serangan Password, Serangan SQL Injection, Serangan Cross-site scripting (XSS), Serangan Eavesdropping, Serangan Birthday, dan Serangan Malware.)
Love for All Hatred for None: Ajaran Teologis dan Respon Ahmadi terhadap Perusakan Masjid Miftahul Huda di Media Sosial Muhammad Rizkita; Arfi Hidayat
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.7378

Abstract

As a result of their religious understanding that is considered different by the dominant group (mainstream), Ahmadiyah - especially those of the Qadian faith - are often the object of persecution in Indonesia with hatecrime nuances. Persecution involves collaboration between community organizations as civil society and the state, forming the phenomenon of godless nationalism. One form of persecution became the public spotlight due to the destruction of the Miftahul Huda mosque in Sintang Regency, West Kalimantan. Although the mosque attack ended on September 3, 2021, in fact, violence against the Indonesian Ahmadiyah Congregation (JAI) continued to occur afterwards. JAI was attacked through social media. This research method is qualitative with a virtual ethnography approach, which is further analyzed using social construction of technology (SCOT). This research tries to see how Ahmadiyah's religious doctrine responds to the violence they experience. And to what extent the teachings of Ahmadiyya's love of peace are realized in Ahmadi when responding to attacks after the destruction of the Miftahul Huda mosque, especially attacks that target JAI's official Instagram account, @ahmadiyah.id. The findings in this article show that the Ahmadiyya teachings have experienced persecution since their birth in India, and throughout the world. Facing this, Ahmadiyya responded with a religious doctrine of love and peace represented by the phrase love for all, hatred for none which is a form of interpretative flexibility in the review of social construction of technology. The response given by the Ahmadis looks passive and tends to be defensive, it is in accordance with their religious doctrine not to reply to anyone who hurts them. (Akibat pemahaman keagamaannya yang dianggap berbeda oleh kelompok dominan (mainstream), Ahmadiyah – khususnya yang beraliran Qadian – sering menjadi objek persekusi di Indonesia yang bernuansa kebencian (hatecrime). Persekusi melibatkan kolaborasi antara organisasi masyarakat sebagai civil society dengan negara membentuk fenomena nasionalisme bertuhan. Salah satu bentuk persekusi menjadi sorotan publik akibat peristiwa perusakan masjid Miftahul Huda di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Meski penyerangan masjid telah usai pada 3 September 2021, nyatanya kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) terus terjadi setelahnya. JAI mendapat serangan lewat media sosial. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual, yang lebih lanjut dianalisis menggunakan social construction of technology (SCOT). Penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana doktrin keagamaan Ahmadiyah merespon kekerasan yang mereka alami. Dan sejauh apa ajaran cinta damai Ahmadiyah terealisasi dalam diri Ahmadi ketika merespon serangan pasca perusakan masjid Miftahul Huda khususnya serangan yang menyasar akun instagram resmi JAI yakni @ahmadiyah.id. Temuan dalam artikel ini memperlihatkan ajaran Ahmadiyah yang telah mengalami persekusi sejak awal kelahirannya di India, dan seluruh dunia. Menghadapi itu, Ahmadiyah membalasnya dengan doktrin keagamaan cinta damai yang diwakili dengan kalimat love for all, hatred for none yang merupakan bentuk dari interpretative flexibility dalam tinjauan social construction of technology. Respon yang diberikan oleh para Ahmadi terlihat pasif dan cenderung defensif, hal itu sesuai dengan doktrin keagamaan mereka untuk tidak membalas siapa saja yang menyakiti mereka.)
Diversitas dan Dialog Lintas Agama: Konstruksi Wacana Perdamaian Pada Siswa Multi-Agama di Sidoarjo Agik Nur Efendi; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Moh. Arif Susanto
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.8111

Abstract

This article examines the use of children's language in religious dialogue in schools. Language is a means of communication and a means of forming one's understanding. Through language, they are able to respond to and explore various religious ideas of each other. This study uses the conceptual theory of dialogueism from Mikhail Bakhtin on the assimilation of language and meaning which is a feature of children's religious discourse construction. In addition, Martin and Bartlett's concept of positive discourse and Fairclough's lingual device were also used in this study. This research was conducted in one of the private elementary schools in Sidoarjo Regency. . The choice of location cannot be separated from the fact that the school has diverse students and teachers, both in terms of ethnicity, religion, economy, and background. Students at the school are synonymous with diversity. Observations and interviews were used for data collection in this article. The results showed that children's language got various concepts and language related to religion. They engage with narratives of various beliefs and position their own understanding of religion in confluence with the words and meanings they have assimilated from the encounters of each of these traditions. In addition, the various features of language that children show positive and diverse words, This article is important to review language for religious education from a broader understanding of children's religious dialogue. (Artikel ini mengkaji penggunaan bahasa anak dalam dialog keagamaan di sekolah. Bahasa menjadi sarana komunikasi dan sarana membentuk pemahaman seseorang. Melalui bahasa, mereka mampu menanggapi dan mengeksplorasi berbagai ide agama masing-masing. Penelitian ini menggunakan teori konsepsi tentang dialogisme dari Mikhail Bakhtin pada asimilasi bahasa dan makna yang merupakan ciri konstruksi wacana keagamaan anak-anak. Selain itu, konsep wacana positif Martin dan Bartlett serta piranti lingual Fairclough turut digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar Swasta yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Pemilihan lokasi tidak terlepas bahwa sekolah tersebut memiliki siswa dan guru yang beragam, baik dari segi etnis, agama, ekonomi, dan latar belakang. Siswa di sekolah identik dengan keberagaman. Observasi dan wawancara digunakan untuk pengumpulan data pada artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa anak-anak mendapatkan berbagai konsep dan bahasa terkait dengan agama. Mereka terlibat dengan narasi berbagai kepercayaan dan memposisikan pemahaman agama mereka sendiri dalam kaitannya dengan kata-kata dan makna yang telah mereka asimilasi dari pertemuan dengan masing-masing tradisi tersebut. Selain itu, berbagai fitur lingual yang diungkapkan oleh anak-anak menunjukkan kosa kata yang positif dan membangun keberagaman, Artikel ini penting untuk meninjau implikasi bahasa bagi pendidikan agama dari pemahaman yang lebih luas tentang proses membangun makna dalam dialog keagamaan anak.)
Modal Sosial Perawat Perempuan Pada Masa Pandemi Covid-19 di RSUD Kota Bogor Afifah Bidayaturrohmah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.8605

Abstract

The purpose of writing this article is to explain the social capital obtained by female nurses during handling in the Covid-19 room. The spread of the Covid-19 virus has had a severe impact in the city of Bogor with a population density that is mostly mobilised in DKI Jakarta, thus triggering an increase in the spread of the Covid-19 virus. The recent Covid-19 pandemic strengthens the evidence that cities are vulnerable to disease, even the Covid-19 pandemic has become a big problem for female nurses, where they face a lot of pressure, anxiety, and stress while on duty in the Covid-19 room. Nurses need social capital as a form of interpersonal relationships among colleagues, superiors and faith in Allah SWT that can reduce workload while on duty in the Covid-19 treatment room. The methodology used in this study is a qualitative approach with a case study research type. Data sources were obtained through observation and interviews using purposive sampling with specialised snowball sampling through semi-structured interviews with four informants. Some characteristics of the informants involved in the study are: female aged approximately 35 years; nurse with permanent employee status; married status; and served in the special treatment room for Covid-19 virus patients. The findings of this study show that social capital owned by female nurses has three components, namely: bonding, bridging, and linking. In addition, religious values are also important as social capital which is divided into three aspects, namely: Tauhid, Patience, Tawakal, and Ikhlas. These four aspects can play an important role as a form of spiritual support to Allah SWT and as a self-strengthener while on duty in the Covid-19 treatment room at Bogor City Hospital. (Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan modal sosial yang diperoleh perawat perempuan selama melakukan penanganan di ruang Covid-19. Penyebaran virus Covid-19 memberi dampak cukup parah di Kota Bogor dengan kepadatan penduduk yang sebagian besar bermobilitas di DKI Jakarta, sehingga memicu peningkatan penyebaran virus Covid-19. Pandemi Covid-19 belakangan ini memperkuat bukti bahwa kota rentan menjadi sasaran penyakit, bahkan pandemi Covid-19 telah menjadi masalah besar bagi para perawat perempuan, di mana mereka menghadapi banyak tekanan, kecemasan, dan stres selama bertugas di ruang Covid-19. Perawat membutuhkan modal sosial sebagai bentuk hubungan interpersonal di antara rekan kerja, atasan serta keyakinan kepada Allah SWT yang dapat mengurangi beban kerja selama bertugas di ruang perawatan Covid-19. Metodologi yang digunakan di dalam studi ini berada dalam pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diperoleh melalui observasi dan wawancara secara purposive sampling dengan secara khusus menggunakan snowball sampling melalui wawancara semi-terstruktur kepada empat orang informan. Beberapa karakteristik informan yang dilibatkan di dalam penelitian yaitu: perempuan berusia kurang lebih 35 tahun; perawat berstatus pegawai tetap; status menikah; dan bertugas di ruang perawatan khusus pasien virus Covid-19. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki perawat perempuan memiliki tiga komponen, yaitu: bonding, bridging, dan linking. Selain itu, penting juga nilai agama sebagai modal sosial yang terbagi menjadi tiga aspek yaitu: Tauhid, Sabar, Tawakal, serta Ikhlas. Dari ke-empat aspek ini dapat berperan penting sebagai bentuk dukungan spiritual kepada Allah SWT dan sebagai penguat diri selama bertugas di ruang perawatan Covid-19 di RSUD Kota Bogor.)
Portrait of Islamic Religious Education in Public Universities in the 5.0 Era Bachrul Ulum; Mohammad Hasib; Moh. Zaini
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.8687

Abstract

In the 5.0 era, Islamic religious instruction in higher education is crucial as in forming students' morality and character. With a correct and deep understanding of religion, students can internalize these values in their daily lives and make good and responsible decisions. The article's aim is to give an outline of the Islamic religious teaching and learning processes in public colleges as of 5.0. A qualitative research methodology was adopted, and instructors and students were interviewed as well as observed to obtain data involved in the learning and teaching process of Islam in public universities. Then, content analysis is used to assess the acquired data utilizing qualitative data analysis techniques. The findings indicated that there is still room for improvement in the standard of Islamic religious instruction in public universities, especially in terms of subpar teaching and learning. Lack of emphasis on character education, poor teaching, and minimal use of technological in the process of learning and instruction are some of the reasons that contribute to the poor quality of Islamic religious education in public universities. Thus, character education, raising the bar of instruction, and implementing better technology in the learning and teaching process of Islam in the 5.0 era are necessary to improve the quality of Islamic religious instruction in public universities. (Di era 5.0, pengajaran agama Islam di perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam membentuk moralitas dan karakter mahasiswa. Dengan pemahaman agama yang benar dan mendalam, mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang proses pengajaran dan pembelajaran agama Islam di perguruan tinggi umum di era 5.0. Metodologi penelitian kualitatif diadopsi, dan para pengajar serta mahasiswa diwawancarai serta diobservasi untuk mendapatkan data yang terlibat dalam proses belajar dan mengajar agama Islam di perguruan tinggi umum. Kemudian, analisis isi digunakan untuk menilai data yang diperoleh dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam standar pengajaran agama Islam di perguruan tinggi umum, terutama dalam hal pengajaran dan pembelajaran yang masih di bawah standar. Kurangnya penekanan pada pendidikan karakter, pengajaran yang buruk, dan minimnya penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar merupakan beberapa alasan yang berkontribusi terhadap rendahnya kualitas pendidikan agama Islam di universitas umum. Oleh karena itu, pendidikan karakter, peningkatan standar pengajaran, dan penerapan teknologi yang lebih baik dalam proses pembelajaran dan pengajaran agama Islam di era 5.0 sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengajaran agama Islam di perguruan tinggi umum.)

Page 1 of 1 | Total Record : 7