cover
Contact Name
Asep Dadan Suganda
Contact Email
asep.dadan@uinbanten.ac.id
Phone
+6281511475475
Journal Mail Official
jurnal.tazkiya@uinbanten.ac.id
Editorial Address
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jln. Jend. Sudirman, No. 30 Ciceri, Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan
ISSN : 14117886     EISSN : 30472695     DOI : https://doi.org/10.32678/tjk3.v24i2
Tazkiyya is a periodical scientific publication intended for researchers who want to publish their articles in the form of literature studies, research, and scientific development in the field of Islamic Studies, Communities, and Cultures.
Articles 104 Documents
Analisis Gaya Hidup Masyarakat dan Budaya Konsumtif Dalam Perspektif Islam Gabrita Revinda Tara; Isa Anshori
Tazkiya Vol 23 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tjk3.v23i2.5176

Abstract

Modernization is a continuous process that has lasted beyond time. He strives for various products such as lifestyle, culture, lifestyle, and many other aspects. The existence of modernism is not only to provide convenience for humans, but also to create more prominent negative impacts, such as the emergence of consumerism among society due to economic developments that move more globally. These appearance characteristics can be seen in the preference for western culture, instant lifestyle, consumerism which is finally eroded by hedonism. Consumer behavior is a process of action that is directly involved in finding, obtaining, consuming, spending and evaluating products or services, including the decision processes that precede and follow these actions. The increasingly fierce competition makes consumer behavior very vulnerable to change, so that every company is required to be able to keep up with changing consumer desires continuously. More and more manufacturers or companies are involved in fulfilling consumer needs and desires, this causes several competing companies to place an orientation to customer satisfaction as the company's main goal. The results of the discussion show: (1) Knowing the Study of Sociology of Culture according to the Opinions of the Leaders. (2) Knowing the characteristics and impact of Materialism in the Islamic View on Materialism Culture. (3) Knowing the Cultural Characteristics of Modernization, Postmodernism, Modernity and Post Modernity in an Islamic Perspective. (4) Knowing the Lifestyle and Consumer Culture with Consumer Culture Theory and Islamic perspective.
Tradisi Tibuat Dalam Sistem Pertanian Masyarakat Desa Pasirlimus Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang-Banten N. Erna Marlia Susfenti; Supriyati Supriyati
Tazkiya Vol 22 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang tradisi tibuat dalam sistem pertanian masyarakat desa Pasirlimus Banten. Metode yang digunakan penelitian kebudayaan yaitu survei, partisipasi, observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan Antropologis dan Sosiologis. Tradisi Tibuat dalam Sistem Pertanian Masyarakat Desa Pasirlimus ini merupakan sebuah rangkaian proses menuai padi dimulai dari sebelum penuaian hingga tata cara penuaian. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, serta sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Hasil penelitian yang dilakukan, kondisi masyarakat Desa Pasirlimus secara geografis wilayah ini memiliki potensi yang besar dibidang pertanian dan perkebunan sehingga mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani dan pekebun. Sedangkan secara demografis tergambar bahwa kehidupan masyarakatnya memegang teguh adat istiadat yang berlaku. Prosesi Tradisi Tibuat didalamnya berisi ritual-ritual yang diiringi dengan do’a-do’a berbahasa Arab dan Sunda dengan tahapan (1) Pipit Pare (2) Ngarit (3) Ngagiser. Nilai-nilai Islam yang terkandung dalam tradisi Tibuat yaitu (1) Nilai Akidah, dengan mempercayakan semuanya kepada sang Pencipta (2) Nilai Syariah, dengan memperlakukan sesama dengan baik dan mengajak untuk saling bekerjasama saat pelaksanaan Ngarit dan Ngagiser. (3) Nilai Syukur dilakukan dengan cara menggelar pengajian kecil-kecilan di Masjid atau sering disebut riungan atau dengan hanya memberi sedekah kepada anak yatim ataupun orang yang tidak mampu oleh pemilik sawah atau Petani
Implikasi Al-Quran Suroh Al-Mu‘minun Ayat 13-14 Terhadap Pendidikan Hafid Rustiawan
Tazkiya Vol 22 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perspektif ahli pendidikan, yang paling pertama dan paling utama yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anak adalah pendidikan. Oleh karena itu pendidikan terhadap anak harus diberikankan semenjak dini, namun tidak semua orang memiliki perspektif yang sama, sehingga pendidikan sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap awal periode pendidikan dan aspek pendidikan yang terkandung dalam al-Qur’an, khususnya dalam suroh al-Mu’minun ayat 13-14. Kajian ini menjadi penting, mengingat al-Qur’an adalah sumber pokok ajaran Islam yang pertama dan utama, dan suroh al-Mu’minun ayat 13-14 adalah diantara ayat-ayat al-Qur’an yang jadi landasan dalam memahami proses penciptaan manusia, sedangkan pendidikan juga harus memperhatikan aspek manusia. Tujuan penulisan adalah untuk mengungkap isi kandungan al-Qur’an suroh al-Mu’minun ayat 13-14, guna keperluan mendapatkan kejelasan teori pendidikan yang dapat dipahami sebagai implikasi dari makna yang terkandung dalam suroh al-Mu’minun ayat 13-14, dengan pertimbangan bahwa suroh al-mu’minun memberikan petunjuk tentang proses penciptaan manusia. Karena pendidikan harus memperhatikan manusia (peserta didik), maka kandungan ayat tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam proses pendidikan. Hasil kajian terhadap ayat al-Qur’an suruh al-Mu’minun ayat 13-14 dipahami bahwa manusia diciptakan dari dua unsur. Pertama unsur materi, yaitu unsur yang membentuk fisik/jasmaniah manusia. Materi tersebut adalah nuthfah yang berasal dari sari pati tanah (sulalah min thin). Nuthfah yang bakal tumbuh menjadi embrio (janin) adalah yang sudah terjadi integrasi/pembuahan dari sperma dan ovum. Nuthfah tumbuh berkembang dan berubah menjadi alakoh dan kemudian menjadi mudhgoh, kemudian membentuk izom dan kemudian menjadi lahm. Periode tersebut dinamakan sebagai periode ovum (periode nuthfah), sebab pada saat itu sudah mulai terjadinya pertumbuhan dan perkembangan sehingga membutuhkan perawatan. Berdasarkan proses kejadian tersebut, pendidikan fisik (jasmani) harus dimulai semenjak terjadinya pembuahan, Pendidikan yang diberikan adalah pendidikan yang terfokus pada pemeliharaan fisik, dengan tujuan agar janin tetap sehat dan kuat sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara normal. Pendidikan tersebut dinamakan pendidikan tidak langsung (indirect). Unsur kedua adalah unsur immateri, yang membentuk psikhis/ruhiyah manusia. Ruh merupakan ciptaan Alloh sebagai daya hidup manusia, sehingga manusia mampu menggunakan potensinya. Ruh ditiupkan kepada janin ketika berusia 120 hari, sehingga janin menjadi hidup, memiliki pendengaran, penglihatan, serta indera yang menangkap pengertian, gerakan dan sebagainya. Berdasarkan proses kejadian tersebut, pendidikan ruhiyah hendaknya segera dilaksanakan semenjak terintegrasi ruh kepada janin, pendidikan tersebut diberikan dalam rangka mengembangkan potensi ruhani (psikhis) anak, sebab jika ruh sudah diintegrasikan, janin menjadi hidup dan seluruh potensi psikhis (ruhani) manusia mulai berkembang
Wakaf Sebagai Instrumen Pengembangan Perekonomian Umat Syamsuri Syamsuri; Samdudin Nur Ahmadi; Muhammad Husni Mubarok; Muhammad Naufal Izzaurrahman
Tazkiya Vol 22 No 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wakaf adalah salahsatu bagian dari sedekah jariyah yang memiliki pahala besar bagi kaum muslimin. Dengan potensi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk umat Islam, perlu untuk meningkatkan kesadaran kaum muslimin akan pentingnya wakaf, khususnya wakaf produktif sebagaimana merujuk kepada UU No.1 tahun 2004, guna membantu negara dalam menyelesaikan masalah-masalah ekonomi seperti kemiskinan dan praktik riba di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat wakaf sebagi intrumen pengembangan perekonomian umat sebagai solusi untuk mengurangi kemiskinan dan praktik riba dimasyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa wakaf mempunyai pengaruh dalam memenuhi kesejahteraan ummat dan solusi problematika ummat apabila dikelola dengan profesional dan produktif. Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia dapat mengatasi problematika perekonomian seperti kemiskinan dan praktik riba, akan tetapi masyarakat Indonesia saat ini masih banyak yang memahami wakaf sebagai lahan yang tidak produktif seperti masjid, madrasah dll. Hadirnya Undang-Undang No.1 Tahun 2004 tentang pemberdayaan wakaf kearah yang produktif bisa menjadi angin segar yang bisa diproyeksikan sebagai sarana rekayasa sosial (social engineering), melakukan perubahan-perubahan pemikiran, sikap, dan perilaku ummat akan orientasi wakaf yang produktif dan lebih ditekankan pada kepentingan masyarakat
Penguatan UMKM Upaya Peningkatan Industri Halal di Indonesia Dian Febriyani; Elsa Elsa; Ma'mun Nawawi
Tazkiya Vol 23 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia Negara yang memiliki potensi yang sangat besar di industri halal dengan jumlah penduduk muslim terbanyak, serta di dukung oleh UMKM yang memiliki bagian penting dalam perekonomian Indonesia dengan jumlah penyerap tenaga kerja terbesar yaitu 99,9% dari total pelaku usaha di Indonesia. Pontensi yang sudah dimiliki oleh Indonesia ini kalua tidak segera dimanfaatkan maka akan tertinggal oleh negara lain, karena perkembangan industri halal ini juga di ikuti oleh negara lain walupun negara tersebut mayoritas bukan muslim dan perkembangan industri halal ini terus meningkat dengan seiring meningkatnya permintaan terhadap produk-produk halal, yang menjadi gaya hidup. Sehingga sangat penting untuk memperkuat UMKM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data yang di gunakan pada penelitian ini yaitu sumber data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian, artikel yang membahas topik yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian dari berbagai potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk bisa menjadi pelaku pasar di industri halal dunia dibutuhkan dukungan dari UMKM yang berbasis syariah yang bisa berdaya saing global. UMKM yang bisa berdaya saing global dengan penguatan pada sertifikasi halal, sesuai dengan UUD No 33 Tahun 2014, penguatan di pemodalan dibutuhkanya kontribusi perbankan syariah serta penguatan pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yaitu pelaku usaha agar selalu bisa berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan usaha dan perkembangan teknologi yang berkembang.
Dampak Aplikasi Islami Dalam Kegiatan Ibadah Sholat Bagi Generasi Z Alan Tri Arbani Hidayat; Imamul Arifin; Aradhea Rangga
Tazkiya Vol 23 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tjk3.v23i2.6083

Abstract

Generation Z is a generation that was born in an era of very rapid technological development. The rapidity of this technology makes this generation unable to stay away from what is called a Smartphone gadget or addiction, because the smartphone itself has a myriad of features and innovations that are very interesting. An example of innovation in religion is an Islamic application for prayer activities, Islamic applications provide various kinds of features that are easy to use. accessible, which is perfect for the tech-savvy Generation Z. We are hereby interested in conducting research with 0 Muslim respondents of generation Z through surveys and interviews, this study aims to find out how big the impact of Islamic applications in prayer activities for Generation Z is a case study of IT EEPIS students. Various opinions of respondents are presented and categorized so that from these opinions it is stated that Islamic applications have quite an impact on the spirit of generation Z to perform prayers.
Manajemen Pendidikan Pesantren Dalam Membina Sikap dan Kemampuan Wirausaha Santri Paiman Nahrodi; Hasbullah Hasbullah
Tazkiya Vol 23 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Pesantren yang berlandaskan nilai-nilai teologis untuk meningkatkan nilai-nilai taqwa yang menganut sistem pendidikan nasional yang di Kementerian Pendidikan Nasional dan agama mengadopsi Kementerian Agama. Bukti empirik bahwa pendidikan nasional mempunyai pengaruh yang besar bagi penyelenggaraan pendidikan baik umum maupun agama. Tujuan penelitian ini adalah: mendeskripsikan kegiatan dan hasil konkrit pendidikan pesantren terhadap sikap dan keterampilan kewirausahaan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan permasalahan yang berkaitan dengan: (1) strategi pendidikan pesantren untuk mengembangkan nilai dan sikap kewirausahaan santri; (2) Bagaimana pendidikan pesantren memfasilitasi santri ke dalam pendidikan berbasis penguasaan nilai-nilai agama dan berjiwa wirausaha; (3) Tantangan yang dihadapi kedua pesantren dalam mengembangkan nilai dan sikap santri di Pondok Pesantren untuk berwirausaha. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data kualitatif, terkait dengan manajemen pendidikan pesantren untuk membangun sikap dan keterampilan siswa untuk berwirausaha. Sikap dan keterampilan mahasiswa dalam berwirausaha meliputi: disiplin, mandiri, adil yang berlandaskan pada hasil, pengambilan resiko, kepemimpinan dan berorientasi pada masa depan. Ide tersebut hadir karena Kyai melihat tidak semua alumni akan diterima sebagai pegawai perusahaan.Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah alternatif dengan cara menghadirkan wirausahawan muda yang berwawasan Islam. Dalam hal ini berimplikasi pada pengembangan kewirausahaan pada mahasiswa secara perlahan akan berjalan. Penyebabnya memiliki banyak tantangan dalam mengembangkan dan menjadi mahasiswa wirausaha
Tantangan dan Peluang UMKM dalam Membangun Inovasi Bisnis Islami di Era VUCA Safiatur Rokhmah; Elsa Elsa; Asep Dadan Suganda; Anita Anita
Tazkiya Vol 23 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan keuangan syari’ah di Indonesia meningkat secara pesat sehingga menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi dunia usaha dan memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan ekonomi dan juga bisnis-bisnis di Indonesia. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki peran sebagai salah satu pondasi perekonomian diharapkan dapat memulihkan krisis ekonomi yang terjadi saat ini. UMKM berpeluang besar dalam menyerap tenaga kerja sehingga perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan. Namun sebagian besar lembaga keuangan belum memiliki kepercayaan terhadap UMKM karena penghasilan yang diperoleh oleh pelaku usaha UMKM sangat kecil sehingga hanya sedikit UMKM yang meminjam uang untuk modal usaha di lembaga keuangan Kemudian RUU Cipta Kerja juga diharapkan bagi UMKM akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan terciptanya pemerataan kesejahteraan masyarakat. Artinya, kesejahteraan dapat merata di seluruh lapisan masyarakat. Bisnis digitalisasi juga menjadi peluang besar dalam memasarkan UMKM terutama di era new normal ini. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan berbagai tantangan dan peluang pengelolaan SDM UMKM dalam Membangun Inovasi Bisnis Islami di Era VUCA. Permasalahan dan solusi yang harus dilakukan agar SDM UMKM dalam membangun Inovasi Bisnis Islami dapat terus beraktivitas dan produktif dalam menghadapi tantangan dan visi baru Indonesia yang mandiri, makmur, dan madani serta menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka dunia. Oleh karena itu, akan dibahas tentang apa saja yang menjadi tantangan dan peluang dalam Membangun Inovasi Bisnis Islami di Era VUCA serta meningkatkan daya saing UMKM di era global.
Virtual Currency Sebagai Media Transaksi Dan Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Muhamad Turmudi
Tazkiya Vol 23 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Investasi merupakan kegiatan menempatkan modal dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Penggunaan teknologi blockchain dalam setiap transaksi mata uang virtual seperti bitcoin selalu terhubung secara digital dalam satu daftar sehingga terlihat lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan mata uang virtual sebagai media transaksi dan investasi berdasarkan nilai ekonomi syariah. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif, data diperoleh melalui metode kepustakaan sehingga mendapatkan penjelasan nilai-nilai syariah tentang penggunaan mata uang virtual. Hasil penelitian diketahui bahwa mata uang virtual dibolehkan sebagai media transaksi karena berfungsi sebagai media pertukaran, diterima secara umum serta pihak yang bertransaksi berkenan untuk menggunakan dan mengakuinya. Sebagai media investasi, mata uang virtual memiliki banyak kendala diantaranya tidak semua penyedia jasa atau barang menerima, tidak diakui sebagai instrumen pembayaran yang sah dalam satu negara, tidak memiliki standar yang jelas mengenai penentu naik atau turunnya harga dan nilai tukar, tidak ada yang menjamin keberadaannya secara resmi sehingga kemungkinan besar banyak spekulasi.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Pedesaan Elsa Elsa; Dian Febriyani; Ma'mun Nawawi; Sofiatur Rohmah
Tazkiya Vol 23 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tjk3.v23i2.7793

Abstract

Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa pemerintah pusat dan daerah melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi kreatif, dalam program ini difasilitasi dengan pelatihan dan pengembangan pengetahuan agar masyarakat menciptakan ide-ide kreatif dan berinovasi. Dalam hal ini perempuan dilibatkan unntuk dapat melatih kemandirian secara ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberdayaan perempuan dalam pengembangan ekonomi kreatif dapat menciptakan kesejahteraan dan kemandirian perempuan dalam aspek ekonomi. Sehingga mampu menekan angka kemiskinan dan perempuan pedesaan memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik.

Page 9 of 11 | Total Record : 104