cover
Contact Name
Serepina Yoshika Hasibuan
Contact Email
serepinahasibuan1991@gmail.com
Phone
+6282337313706
Journal Mail Official
serepinahasibuan1991@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimangguk, RT.01/RW.02, Ujung Gn. Ilir, Kec. Menggala, Kab. Tulang Bawang, Lampung 34693
Location
Kab. tulang bawang,
Lampung
INDONESIA
Mawar Saron: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Gereja
ISSN : 26454857     EISSN : 29868319     DOI : https://doi.org/10.62240/msj
Core Subject : Religion, Education,
Mawar Saron: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Gereja adalah jurnal publikasi baik hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Kristen dan Gereja yang memiliki nomor ISSN 2986-8319 (Online), 2654-4857 (Print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi. Jurnal Mawar Saron terbit 2 kali dalam setahun (Maret dan Oktober).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2020): Maret" : 8 Documents clear
LANDASAN ALKITAB DAN TEOLOGIS KONSEP PELAYANAN HOLISTIK Yohannes Nahuway
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.28

Abstract

Tuhan Yesus menyatakan misi-Nya sebagai “misi pembebasan” (Lukas 4:18-19). Misi pembebasan ini menyangkut pembebasan ekonomi, pembebasan politik, pembebasan dari penyakit, pembebasan dari non-kekerasan dan pembebasan total dan pembebasan dari dosa. Ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus sendiri telah merumuskan misi-Nya sebagai misi pembebasan yang komprehensif, yang melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia (Larosa, 2001:14). Pelayanan holistik secara universal menunjukkan bahwa teologi biblika bukanlah rangkaian kitab suci tentang misi (holistik), dan melihat misi sebagai cerminan pribadi Tuhan dan selanjutnya ciptaan Tuhan, sehingga akhirnya kita mendapatkan pemahaman baru tentang ajaran Alkitab tentang misi holistik.
TUGAS MISI GEREJA KEPADA MASYARAKAT LAMPUNG Rudy Roberto Walean
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.29

Abstract

Memberitakan Injil kepada masyarakat Lampung tergolong sulit. Hal ini dapat dilihat dari respons yang ditunjukkan oleh masyarakat Lampung yang sudah menjadi Kristen. Pada umumnya mereka menghindar ketika membicarakan tentang kekristenan. Ini disebabkan adanya ketakutan yang mereka rasakan seperti takut dibenci oleh keluarga, diusir oleh masyarakat atau bahkan dianiaya sampai meninggal. Peran serta gereja, yayasan ataupun lembaga misi masih jauh dari yang diharapkan. Dalam “menjangkau” masyarakat Lampung, lembaga misi menghadapi kendala karena kurangnya dukungan dari gereja-gereja yang ada di daerah Lampung. Gereja-gereja di Lampung menyatakan bahwa masyarakat Lampung tidak terbuka (tidak mudah menerima) terhadap Injil, bersikap tertutup (keras) dan curiga terhadap orang baru. Sedangkan para penggiat misi (penginjil) yang merupakan ujung tombak penginjilan mengalami kesulitan dalam hal budaya, adanya ketidakcocokan budaya. Hal-hal inilah yang menyebabkan Injil sulit untuk tersebar di Lampung. Berbagai kendala memang dialami dalam penginjilan kepada masyarakat Lampung sehingga dibutuhkan pendekatan yang tepat sekaligus menghilangkan kendala-kendala yang menghadang.
KAJIAN TEORITIS DAN TEOLOGIS TENTANG HUKUM TABUR TUAI (II KORINTUS 9:6-7) SEBAGAI LANDASAN PENGAJARAN KEPADA JEMAAT Mathan Yunip
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.30

Abstract

Hukum tabur tuai sering dipahami untuk mendapatkan kepuasan diri dalam hal materi atau untuk medapatkan materi jauh lebih banyak dari jumlah yang diberikan. Jika pemahaman seperti ini yang menjadi pendorong dalam hal memberi persembahan, maka akan muncul hati yang penuh ketamakan dan motivasi yang salah. Tetapi Hukum tabur tuai memiliki pemahaman tentang ketaatan, kasih dan melakukan Firman Allah. Jadi "memberi" persembahan untuk pekerjaan Tuhan adalah sebagai ungkapan syukur dan ketaatan karna Anugerah-Nya yang telah rela mati gantikan kita.
METAFORA BATU HIDUP SEBAGAI IDENTITAS UMAT: ANALISIS BERDASARKAN PENGGUNAAN KUTIPAN PERJANJIAN LAMA DALAM 1 PETRUS 2:9 DAN IMPLEMENTASINYA KEPADA GEREJA MASA KINI Serepina Yoshika Hasibuan
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.31

Abstract

Intensitas teks kutipan dari PL dalam 1 Petrus membuat peran kutipan menjadi krusial. Oleh sebab itu, penggunaan PL dalam studi surat 1 Petrus layak dijadikan sudut pandang yang tepat untuk mengerti metafora Petrus yang juga intensif dalam suratnya. Artikel ini ditulis untuk menjawab apakah makna metafora “batu hidup” (living stone) yang diangkat Petrus dalam 1 Petrus 2:4. Jika dipandang dari penggunaan teks PL dalam perikop 1 Petrus 2:1-10, tampaknya metafora “batu hidup” diangkat bukan saja bertujuan kristologis (sekalipun ada formasi Kristus) melainkan juga eklesiologis. Makna eklesiologis tersebut dapat digali dari kutipan ayat 9. Implikasi makna eklesiologis dari metafora batu hidup adalah membangun identitas jemaat Allah di tengah masyarakat yang tidak percaya.
PEREMPUAN SAMARIA YANG PERCAYA: EKSPOSISI YOHANES 4:1-42 Setiaman Larosa
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.32

Abstract

Injil Yohanes adalah unik di antara keempat Injil. Injil ini mencatat banyak hal tentang pelayanan Yesus di daerah Yudea dan Yerusalem yang tidak ditulis oleh ketiga Injil yang lain, dan menyatakan dengan lebih sempurna rahasia tentang kepribadian Yesus. Penulis melakukan penelitian terhadap rahasia percakapan Yesus dengan perempuan Samaria dalam Yohanes 4:1-42. Dalam jurnal ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian literatur atau kepustakaan. Penulis menemukan bahwa percakapan tersebut bukanlah percakapan biasa namun isi percakapan itu tentang empat hal yakni air kehidupan, suami dari perempuan tersebut, tempat penyembahan, dan pribadi Yesus yang adalah Mesias.
TEOLOGI PENDERITAAN: MENGAJARKAN KONSEP PENDERITAAN BERDASARKAN ALKITAB Nova Ritonga
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.33

Abstract

Penderitaan tidak pernah lekang dari kehidupan manusia. Karena itu banyak orang termasuk orang kristen salah memahami penderitaan yang dialaminya. Mereka mempersalahkan diri sendiri, orang lain, situasi dan juga Tuhan. Ini menunjukkan ketidak mengertikan manusia akan maksud dan tujuan penderitaan itu dalam hidupnya, akibatnya orang-orang tersebut tidak mempercayai lagi Tuhan yang penuh kasih karena menganggap tidak mungkin Tuhan itu penuh kasih sedangkan Ia membiarkan manusia menderita. Penelitian ini bertujuan mengajarkan penderitaan berdasarkan pandangan Alkitab sehingga orang kristen memahami penderitaan secara benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dimana penulis mencari sumber-sumber yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang kurang tentang penderitaan membuat orang kristen mengeluh ketika mengalami penderitaan, perlu dilakukan pengajaran sejak dini kepada orang-orang kristen di berbagai lini pendidikan kristen untuk memberikan pemahaman yang benar tentang penderitaan, penderitaan tidak selalu diartikan sebagai hukuman Tuhan, melalui penderitaan kuasa Tuhan nyata.
MEMAHAMI FRASA “HILANGNYA KASIH MULA-MULA” WAHYU 2:1-7 DALAM PELAYANAN GEREJA MASA KINI Sorni Lami
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.34

Abstract

Kasih Allah yang begitu besar akan dunia (Yoh. 3:16), menjadi dasar dalam setiap pelayanan kepada Allah. Jemaat di Efesus (Why. 2:17), merupakan jemaat Allah yang menunjukkan kasih yang besar kepada Allah dalam pelayanan awalnya, ketika mereka memiliki kasih mula-mula. Namun, sering berjalannya waktu Tuhan mencela pelayanan mereka, karena sebab mereka telah kehilangan kasih mula-mula dalam pelayanan mereka. Pelayanan kepada Tuhan bukan ditunjukkan banyaknya aktivitas seseorang yang berbau rohani. Pelayanan yang Allah rindukan kepada setiap kita adalah pelayanan yang lahir dari kasih mula-mula, kasih yang selalu merindukan hadirat Allah dalam kehidupan seseorang.
GEREJA YANG BERDAMPAK DI TENGAH PANDEMI Saedo Marbun
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.35

Abstract

Gereja yang berdampak adalah gereja yang melakukan pengajaran Firman Tuhan dengan konsisten. Ketika pandemi melanda bangsa Indonesia, gereja menghadapi tantangan yang besar, karena besarnya penyebaran covid-19 di Indonesia. Selama ini, pelayanan gereja dilakukan oleh pelayanan khusus, melibatkan pertemuan kontak fisik antara satu rumah atau jejaring sosial keagamaan di gedung gereja. Namun pandemi Covid-19 membatasi semua orang melakukan peribadatan dalam jumlah besar sehingga muncul banyak gereja rumah. Tetapi hal ini sebenarnya tidak boleh menjadi alasan bagi gereja untuk tidak berdampak. Oleh sebab itu, penulis mencoba mengamati dan meneliti apakah gereja masih berdampak bagi pelayanan Kristen di Indonesia bahkan masyarakat pada umumnya secara khusus di GBI Podorejo Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana dampak yang sudah dilakukan oleh GBI Podorejo selama masa pandemi covid-19. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan teknik wawancara pada lima anggota jemaat. Dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa gereja yang berdampak adalah gereja yang terus mewartakan firman Tuhan dengan konsisten serta menerapkannya di lingkungan masyarakat. Dalam masa pandemi ini, GBI Pringsewu memang mengalami banyak kendala untuk menjalankan pelayanannya, namun masih dapat konsisten menerapkan pelayanan di lingkungan masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8