cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Scriptura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
PROSES KOMUNIKASI KELOMPOK - ANTARPRIBADI - VERBAL -NONVERBAL YANG TERDAPAT DALAM STUDI KASUS PROSES PENDAMPINGAN MASYARAKAT KELURAHAN SIWALANKERTO Asthararianty, Asthararianty
Scriptura Vol 6, No 1 (2016): JULY 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2393.159 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.6.1.42-47

Abstract

Kelurahan Siwalankerto Surabaya merupakan salah satu kelurahan yang tidak kalah berkembangnya dengan kelurahan lainnya. Bertolak dari pemberitaan di media massa mengenai kemajuan wilayah-wilayah lainnya, membuat kelurahan Siwalankerto Surabaya berkeinginan untuk lebih maju lagi baik dari SDM maupun dari lingkungannya. Kelurahan Siwalankerto Surabaya mengikuti setiap pelatihan atau pemberitahuan informasi yang diadakan oleh pihak-pihak tertentu seperti pemerintah dan lainnya, yang salah satunya adalah UK Petra. Beberapa bidang yang ditekuni oleh kelurahan Siwalankerto Surabaya antara lain, bercocok tanam dirumah, pelatihan batik, jahit menjahit dll. Diantara hal-hal tersebut yang menarik perhatian adalah minat masyarakat kelurahan Siwalankerto Surabaya terhadap jahit menjahit. Fokus pendampingan diawali dengan memperkenalkan bahwa dalam jahit menjahit tidak hanya teknik ataupun bahan yang dapat mendukung kesuksesan sebuah jahitan itu, namun pengetahuan tentang desain dan warna pun juga diperlukan. Dalam proses pengenalan inilah komunikasi yang baik dan dapat dengan sukses tercapai antara satu dengan yang lain sangat dibutuhkan. Pentingnya sebuah komunikasi yang terjadi antar satu orang dengan orang lain yang berada didalam sebuah kelompok, baik secara verbal ataupun nonverbal sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar dalam fokus pendampingan ini. Metode yang dipergunakan adalah studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan penerimaan dalam proses berkomunikasi berdasarkan dari hambatan-hambatan yang berkaitan yang terjadi di dalam kelompok.
EFEKTIVITAS IKLAN BRIGHTON DI JAWA POS PADA MASYARAKAT SURABAYA Kumala, Geraldina; Goenawan, Felicia; Monica, Vita
Scriptura Vol 7, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.732 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.7.2.80-88

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana efektivitas iklan Brighton pada masyarakat Surabaya. Brighton sebagai salah satu perusahaan agen properti terkemuka di Surabaya, memasang iklan pada Iklan Jitu Jawa Pos sejak tahun 2011. Iklan tersebut adalah iklan kartu nama agen Brighton dan iklan daftar properti Brighton. Efektivitas kedua iklan ini diukur dengan metode Customer Response Index (CRI). Untuk mengetahui bagaimana efektivitas kedua iklan tersebut, peneliti melakukan penelitian kuantitatif deskriptif, dan menggunakan metode survei dengan membagikan kuesioner. Iklan dikatakan efektif jika memenuhi tahapan komunikasi dan tujuan perusahaan. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa baik iklan kartu nama agen maupun iklan daftar properti efektif
CULTIVATION THEORY SEBUAH PERSPEKTIF TEORITIK DALAM ANALISIS TELEVISI Prijana Hadi, Ido
Scriptura Vol 1, No 1 (2007): JANUARY 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.394 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.1.1.

Abstract

Cultivation analysis focused attention on television viewing of general consequences of television audience in a long period of time. Cultivation theory strove to understand and explain television dynamics as characteristic and strength of dominant cultures nowadays. Cultivation analysis applied a survey instrument that administratively represented respondents. Responses of television viewing were analyzed using variables of demography including gender%2C age%2C race%2C education%2C income%2C and political views %28liberal%2C moderate%2C and conservative%29. The cultivation analysis was a part of cultural indicators in a project research of Gerbner and his colleagues in which cultural indicators were data about reports related to reality conceptions through television viewing on any particular program. %0D%0AIn other words%2C violence behavior as shown in television was reflection of events around us. If the violence acts reflected legal rules that could not cope with situations as depicted in television acts%2C it could be the real ones. Violence that was presented on television considered as violence that took place in the world. The applicable legal rules to cope with criminal behaviors presented on television could be stated such as the case with our laws. Analysis of television cultivation therewith provided cultural homogenization or cultivation both in mainstreaming and resonance. Abstract in Bahasa Indonesia : analysis+of+cultivation%2C+mainstreaming%2C+resonance
WHEN MEDIA AND POLITICS COLLIDE: THE INVOLVEMENT OF INDONESIAN MEDIA PRACTITIONERS IN POLITICS IN THE WAKE OF DEMOCRACY Swestin, Grace
Scriptura Vol 2, No 2 (2008): JULY 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.679 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.2.2.106-116

Abstract

Keterlibatan praktisi media dalam politik adalah topik yang kontroversial, khususnya sejak Indonesia menginjak era demokratisasi. Banyak yang berang¬gapan bahwa pemilik media dan jurnalis seharusnya dilarang untuk memasuki politik, apalagi untuk memegang jabatan di pemerintahan. Masuknya mereka ke dalam politik memperkuat pendapat bahwa politik hanya menguntungkan kaum yang berkuasa. Pada penghujung tahun 2004, ketika Indonesia mengada¬kan pemilu langsung yang pertama sepanjang sejarah pasca-kolonialnya, timbul sebuah fenomena di mana jurnalis dan pemilik media merambah ke dalam kancah perpolitikan. Hal ini membentuk simbiosis mutualisme yang berman¬faat bagi tokoh-tokoh media dan politik namun acap kali merugikan rakyat. Artikel ini diawali sebuah tinjauan teoritis mengenai demokrasi dan publik ketika berhadapan dengan media dan kekuasaan. Di sini model hubungan media dan politik dalam konteks Barat yang kerap digunakan sebagai standar (teoritis) jurnalisme di seluruh dunia dikontraskan dengan model hubungan jurnalisme dengan politik di Asia dan negara-negara dunia ketiga. Tidak adanya batas pemisah yang tegas antara jurnalisme dan politik yang umumnya didapati di negara-negara Asia didapati pula di Indonesia. Kemudian kasus-kasus praktisi media (jurnalisme) yang memasuki dunia politik di Indonesia pasca Orde Baru dipaparkan. Esei ini berargumen bahwa masuknya praktisi media ke dalam kancah perpolitikan di tengah era demokrasi dan kebebasan media menyebabkan sebuah langkah mundur dalam proses demokrasi dan mengan¬cam kebebasan pers. Apabila praktisi media berkecimpung dalam kekuasaan politik dan media pada waktu yang bersamaan maka independensinya akan terancam. Dengan demikian terancam pulalah pelayanan masyarakat yang seharusnya menjadi fokus seorang pejabat publik.
INDONESIAN–PHILIPPINE CO-PRODUCTION MOVIE: FROM RODRIGO DE VILLA TO HOLIDAY IN BALI Luik, J.E.
Scriptura Vol 3, No 1 (2009): JANUARI 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.326 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.3.1.19-23

Abstract

The movie industries in Indonesia and the Philippines were facing similar challenge during World War II period. Consequently, post-War period became the period of re-settlement the movie industry with certain efforts. Despite the internal development, expanded the cooperation to the neighbor countries was chosen to strengthen the movie industry. Pioneered by Persari and LVN Pictures, the cooperation expanded to the co-production. The historical literatures and interview to one of the people involved gives the perspective about the cooperation between Indonesia and the Philippine
WEB ANALYTIC UNTUK PENGUKURAN DAMPAK SOCIAL MEDIA CAMPAIGN BLOG SOCIALGADGETNEWS.COM Tjahyana, Lady Joanne; Luhukay, Marsefio Sevyone
Scriptura Vol 4, No 1 (2014): JULY 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.147 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.4.1.17-28

Abstract

SocialGadgetNews.com adalah sebuah situs blog berita yang memuat topik seputar teknologi komunikasi, gadget, media sosial dan aplikasi teknologi dalam beberapa bidang lain seperti bisnis, gaya hidup, dan hiburan. Blog ini dipublikasikan pada bulan Januari 2014 dan untuk menarik lebih banyak pengunjung serta partisipan pada blog baru ini, maka dilakukan kampanye media sosial yang berlangsung pada bulan Januari - Mei 2014. Target pengunjung untuk situs blog ini adalah mahasiswa, akademisi, praktisi dan wirausahawan yang merupakan pecinta teknologi. Kampanye tersebut terdiri dari beberapa tahap, yaitu menciptakan akun media sosial, mempromosikan blog post melalui media sosial, mempromosikan blog melalui iklan di media sosial, mengadakan survey dan giveaway. Rumusan masalah dari kampanye media sosial ini adalah bagaimana mendapatkan dampak yang terukur sebagai hasil dari kampanye tersebut. Metode yang digunakan adalah metode web analytic untuk mengukur dampak dari kampanye media sosial tersebut. Langkah – langkah dari metode tersebut adalah pertama – tama menentukan Objective and Key Results (OKRs) dan Key Performance Indicators (KPIs) yang diperlukan untuk didapat sebagai alat pengukuran yang konkrit dari hasil kampanye. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa faktor terpenting dari sebuah kampanye media sosial yang berhasil antara lain topik – topik blog post yang menarik serta digunakannya akun – akun media sosial untuk menunjang kampanye tersebut.
POTRET TELEVISI DI INDONESIA (Kajian Perspektif Teori Ekonomi Politik Media dan Kritis) Herdono, Ismojo
Scriptura Vol 5, No 2 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.846 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.5.2.62-70

Abstract

Barometer used to measure the success of a television media is to capture a sizeable number of spectators it, is called the rating, by simply sticking with the results of rating the rating has been like a 'God' that determine the sustainability of the television media. Television media vying to create a program that can generate the highest rating television or media tries to make a television program or mimic similar television programs from other television stations, is called the mimetisme. Namely, the passion that suddenly attacked by the media and push it, it seems very urgent, rushed to cover the incident because the other media, particularly the reference, consider it important. Approach or methodology used in this studied is a qualitative descriptive approach, by providing study case, is expected to provide a more comprehensive picture about the broadcasting industry, especially television broadcasting industry-national television in Indonesia. The conclusion is, the portrait of the television industry in Indonesia, tend to prefer the interests of the market. Market logic that led to benefit greatly, apparently ignoring the function or role of the media as an educational medium through which the information is correct, dignified and decent.
REPRESENTASI ORIENTALISME DALAM FILM THE GREAT WALL Wibisono, Jill Arista; Tjahjo, Judy Djoko Wahjono; Wahjudianata, Megawati
Scriptura Vol 7, No 1 (2017): JULY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6828.25 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.7.1.36-45

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Orientalisme direpresentasikan melalui film The Great Wall. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika televisi John Fiske melalui 3 level yaitu, level realitas, level representasi, dan level ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut, peneliti melihat adanya konsep orientalisme yang dikemas dengan gaya Barat dalam penggambaran karakter dan budaya Timur melalui film The Great Wall. Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana Timur sudah dapat berkembang dan tidak tunduk terhadap Barat dalam penggambaran di dalam film. Terlihat dengan pandangan orientalisme yang menjadi ideologi dalam film ini dengan menggambarkan karakter Timur oleh Hollywood sebagai sosok yang berenergi, berinisiatif, tulus, dan mulia. Serta budaya yang disajikan erat dengan oriental budaya Timur dari awal hingga akhir film.
ISU SOSIAL DALAM BENTUK INTERNET MEME MENJELANG PEMILIHAN PRESIDEN 2019 (Analisis Konten pada Meme Gambar dalam Instagram @memecomic.id) Puteri, Nova Rachmawati; Mahadian, Adi Bayu
Scriptura Vol 9, No 1 (2019): JULY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.263 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.9.1.1-8

Abstract

Menjelang  pemilihan  presiden  tahun  2019,  masyarakat  Indonesia  menggunakan  isu  sosial  dalam  konteks  perbincangan politik.  Perbincangan  tersebut  terepresentasikan  dalam  akun  Instagram  @memecomic.id,  salah  satu  komunitas  internet memes terbesar di Indonesia. Untuk mempelajari penggunaan internet memes yang memperbincangkan isu sosial menjelang Pemilihan  Presiden  2019,  maka  dilakukan  penelitian  menggunakan  metode  penelitian  kualitatif  analisis  isi  deskriptif. Penelitian ini dilandasi oleh konsep internet memes dikemukakan oleh Shifman (2014:7), yaitu form, content, dan stance. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Internet memes menjadi sarana menyampaikan pendapat dan kritik terhadap praktik politik  para  politikus  di  Indonesia,  dengan  memperbincangkan  masalah  sosial  yang  populer.  Penyampaian  pendapat dipresentasikan dalam bentuk meme gambar, yang berisi sindiran atau satir. Sebagian konten-konten yang dijadikan internet meme gambar dibuat secara serius atau tidak menggunakan humor dan secara tidak serius. Sebagian lainnya dibuat dengan menambahkan unsur humor atau lelucon pada setiap cerita yang terdapat pada meme-meme tersebut.
MEDIA, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT GENDER & WEBSITE Goenawan, Felicia
Scriptura Vol 1, No 2 (2007): JULY 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.447 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.1.2.

Abstract

Gender and sexuality have alikeness in biological basis to sex, and both of them are social construction, yet they are different because of being established by different social bases. Gender is also a cultural construction that is open in nature for all of changes. Therefore, the two concepts are frequently misunderstood as if they were the same. The misunderstanding is easily comprehendible, due to discoursing on the two concepts that are really similar to each other have just reverberated in the decade of 90s. Moreover, in the beginning there have not been many social scientists yet that specially examine themes related to gender and sex problems. Even though the writing is very simple and strive to contribute to inceptive exploration on gender and sex concepts in its relatedness to application of Web-site, as a socialization medium.

Page 2 of 12 | Total Record : 113