cover
Contact Name
Anting Wulandari
Contact Email
antingwulandari5@gmail.com
Phone
+6285773653505
Journal Mail Official
joseam@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Untirta, Jl. Jendral Soedirman KM. 3 Cilegon 42435 Provinsi Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Systems Engineering and Management
ISSN : -     EISSN : 29640040     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Systems Engineering and Management (JOSEAM) is a peer-reviewed, open-access journal published twice a year, in March and September. It is published by the Department of Industrial Engineering, Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia. JOSEAM aims at students, educators, and industrial engineering practitioners. It publishes articles on industrial engineering or related fields, such as production systems and control, manufacturing systems, supply chain, optimization, health and safety, ergonomics, and industrial management. Submission can be written in English or Indonesia. We welcome submission from all over the world. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2023)" : 17 Documents clear
Meningkatkan Kualitas Pengiriman U – Ditch Dengan Integrasi Servqual – Kano – QFD di PT DAY Trenggonowati, Dyah Lintang; Ferdinant, Putro Ferro; Ulfah, Maria; Kurniawan, Bobby; Dewantari, Nustin Merdiana; Sonda, Atia; Wulandari, Anting; Bahauddin, Achmad; Mubarak, Hafair
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19384

Abstract

Pemberian layanan yang baik dengan selalu berusaha memenuhi keinginan pelanggan merupakan hal yang harus dilakukan untuk dapat mempertahankan pelanggannya. PT DAY merupakan penyedia jasa pengiriman U- Ditch di PT TPI.  Penelitian ini dibuat berdasarkan terjadinya permasalahan pada jasa pengiriman yang di berikan oleh pihak PT DAY sehingga membuat kepuasan dari PT TPI menjadi rendah. U- Ditch adalah beton pracetak yang diperuntukan sebagai saluran, baik untuk saluran drainase maupun saluran irigasi, ketinggian saluran terbuka ini dapat bervariasi mengikuti kebutuhan di lapangan atau elevasi saluran yang diinginkan. Dalam pekerjaan pengiriman material berupa U-Ditch dengan total pengiriman 1075 Pcs dalam waktu yang sudah dijadwalkan selama 4 bulan berdasarkan kesepakatan bersama antara PT DAY dan PT TPI tetapi terjadi keterlambatan pengiriman U-Ditch sampai 8 Bulan, yang menyebabkan pihak PT DAY terkena sanksi dari Manager PT TPI sehingga proyek pelebaran terlambat selama 2 Tahun dan berdampak pada hubungan kerjasama kedua perusahaan dimasa depan. Pengiriman terlambat menjadi 8 bulan karena adanya jumlah permintaan yang dikirim tidak sesuai, seperti pada tanggal 2 Februari 2021 PT TPI meminta pengiriman sebanyak 148 tetapi yang terkirim sejumlah 71 dan 77 U-Ditch pada hari itu tidak terkirim. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibuatlah penelitian ini dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada pengiriman U-Ditch di PT DAY dengan menggunakan integrasi SERVQUAL - Kano - QFD. Data pada penelitian ini diambil menggunakan data primer yaitu dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 responden. Dimensi yang digunakan sebanyak 5 dimensi dari model SERVQUAL dengan hasil 15 atribut pendukungnya. Berdasarkan perhitungan integrasi SERVQUAL - Kano - QFD, atribut pelayanan yang perlu dilakukan perbaikan sebanyak 8 dari 15 atribut pelayanan. Atribut U-Ditch yang dikirim telah memenuhi spesifikasi dari PT TPI (Rl7) menjadi prioritas dengan nilai Adjusted Importance 16.24 yang harus dilakukan peningkatan kualitas pelayanannya dengan cara meningkatkan kualitas dengan melakukan pengecekan U-Ditch di gudang secara berkala (1 hari sekali) menjadi prioritas respons teknis yang dilakukan untuk perbaikan dengan bobot 29.53 %.
Analisis Potensi Risiko Lingkungan Segmen Rivercrossing Pipa Penyalur Gas Diameter 30 Inchi Akibat Penipisan Ketebalan Karena Korosi Pada PT. XX Dengan Metode Pims Muhammad Yudi Masduky Sholihin; Rifaldi Aljabbar
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.18973

Abstract

Mengingat pentingnya fungsi jaringan pipa dalam mengalirkan gas, maka diperlukan analisis potensi risiko lingkungan agar jaringan pipa tersebut selalu berada dalam kondisi siap menjalankan fungsinya sebagai jaringan transmisi, dan terhindar dari kebocoran gas yang merusak lingkungan khususnya pipa penyalur di area rivercrossing. Metoda yang digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut Pipeline Integrity Management System (PIMS). Parameter yang kritikal digunakan risk assessment menurut Kent W Muhlbauer dan matriks interval inspeksinya. Hasil penelitian ini, diketahui pipeline yang paling kritikal yaitu segmen 14. Dari pembahasan melalui metode kuantitatif didapatkan model ta = -0,0343T2 + 0,1577 + 17,356 dimana fungsi y adalah ketebalan actual dan fungsi T adalah periode. koefisien determinan R2 yaitu sebesar 0,8571berarti 85,71% pengaruh nilai risiko penurunan ketebalan karena korosi yang akan menjadi potensi kebocoran dan mempengaruhi pencemaran lingkungan sungai dipengaruhi oleh laju korosi per tahun pada pipeline area rivercrossing sebesar 0,060 mm/tahun dengan ketebalan terakhir di tahun 2017 sebesar 17,26 mm, dimana ketebalan awalnya sebesar 17,3 mm pada tahun 2013. Sisanya sebesar 14,29% dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengaruh cacat material pengaruh alam seperti gempa kerusakan akibat pihak ketiga dan lain-lain. Sedangkan nilai koefisien korelasi R sebesar 0,925797 lebih besar dari nilai R tabel sebesar 0,878 dari siginfikansi sebesar 95% berarti data ini valid. Hasil perhitungan Potensi risiko kemungkinan terjadi failure (PoF) pada level 92,10 kategori D dan (CoF) berada pada level 8, dan berada pada kategori kekritisan di High Risk dengan confidence Level di 3, maka dilakukan strategi pemeliharaan dengan metode PIMS dengan melakukan inspeksi setiap 4 tahun sekali.
Financial feasibility analysis of establishing a red ginger essential oil agro-industry Nurfauziah, Isni; Nurjanah, Sarifah; Thoriq, Ahmad; Ainina, Nurul
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19333

Abstract

Red ginger is a commodity that is capable of producing antioxidants which can also be processed into various kinds of products, one of which is red ginger essential oil. Red ginger oil production business has good prospects, with the reason that not many producers produce red ginger essential oil, the possibility of profit is quite large, and the nature of red ginger which is an antioxidant commodity increases the opportunity for red ginger essential oil to be needed in the community. The purpose of this research is to analyze the financial feasibility of establishing a red ginger essential oil agro-industry. The method used in this research is descriptive quantitative. Data processing carried out in this study uses three working capital scenarios, namely 100% personal capital, conventional bank loans with a ratio of 50:50, and Islamic bank loans, with the NPV feasibility parameter (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), BCR (Benefit Cost Ratio), and PBP (Payback Period). The results of this study indicate that all scenarios have NPV values of IDR 46.333.705.188, IDR 44.872.421.424, and IDR 46.386.954.684 respectively, IRR values of 14,29%, 13,37%, and 13,77%, BCR were 2,06, 1.92 and 1.98, and PBP values were 8 months, 8 months and 8 months. These values indicate that the establishment of this essential oil agro-industry is feasible, with the best planning falling into a scenario with the entire working capital of the founder. However, if personal capital financing has problems, borrowing through Islamic banks is the methodnet profit sharing can be an alternative.
Analisis Postur Kerja Sebagai Dasar Usulan Fasilitas Kerja Untuk Mengurangi MSDs Pada Aktivitas Produksi dan Material Handling Lady, Lovely; Susihono, Wahyu; Suherti, Suherti
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19417

Abstract

SMS merupakan sebuah Home Industry yang menghasilkan  furniture untuk hotel, perkantoran dan rumah. Permasalahan yang ada yaitu potur kerja yang tidak alamiah pada aktivitas produksi dan material handling seperti postur kerja yang selalu jongkok, membungkuk melebihi 900, mengangkat seberat 50 kg dan mengangkut dalam waktu yang lama dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan, merasakan sakit pada salah satu anggota tubuh serta dapat menyebabkan MSDs. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui apakah postur kerja para pekerja beresiko terjadinya MSDs dengan kuesioner NBM dan metode REBA, mengetahui berat beban yang seharusnya diangkat oleh pekerja menggunakan metode NIOSH Lifting Equation dan usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi risiko MSDs. Berdasarkan hasil perhitungan skor REBA para pekerja diantaranya pada kategori sangat tinggi terdapat pada pekerja proses pemotongan besi, pemotongan marble dan pewarnaan dengan skor REBA sebesar 11 sehingga perlu saat ini juga perbaikan. Hasil perhitungan berat beban yang direkomendasikan untuk diangkat oleh pekerja pada posisi awal dan akhir sebesar 9.609 dan 11.26. Nilai LI posisi awal dan akhir sebesar 5.20 dan 4.43. Usulan yang diberikan untuk mengurangi risiko MSDs pada stasiun pengelasan, pemotongan dan finishing yaitu berupa meja dengan hasil skor akhir REBA sebesar 3. Usulan yang diberikan pada aktivitas material handling yaitu berupa troli dengan nilai akhir LI posisi awal dan akhir sebesar 1. 83 dan 1.65. Kata Kunci : MSDs, NIOSH Lifting Equation, Postur Kerja, REBA,
Load Forecasting Energi Listrik Provinsi Banten Tahun 2022-2030 Menggunakan Metode Backpropagation Neural Network Hartono, Hartono; Muharni, Yusraini; Setiawan, Irvan; Saraswati, Irma; Maulana, Alief
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19265

Abstract

Kebutuhan energi listrik dimasa yang akan datang membutuhkan suatu perencanaan dan juga prediksi yang baik. Oleh sebab itu dibutuhkan perencanaan secara sistematis dengan berdasarkan data historis. Penelitian ini menggunakan neural network dengan algoritma backpropagation untuk melakukan prakiraan kebutuhan energi listrik Provinsi Banten di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil prakiraan metode jaringan syaraf tiruan (JST) dengan RUPTL PLN 2021-2030. Setelah dilakukan proses perhitungan dan simulasi diperoleh hasil prakiraan kebutuhan energi listrik Provinsi Banten pada tahun 2021–2030 dengan metode JST diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 30613.41 GWH pada tahun 2030 dengan rata–rata pertumbuhan setiap tahun sebesar 3.24%. JST backpropagation memiliki nilai kesalahan yang lebih rendah 0.39% dibandingkan dengan RUPTL PT PLN sebesar 2.74%. Berdasarkan kriteria mean average percentage error (MAPE) hasil perakiraan keseluruhan JST backpropagation dan RUPTL PT PLN berada pada kategori dapat diterima dan sangat baik.
Analisis Risiko Probability Corrosion Index Segmen Sutet Crossing Pipeline Gas 30 Inchi PT.X Dengan Metode Pipeline Risk Management Manual Sholihin, Muhammad Yudi Masduky; Nugraha, Restu Putra
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19023

Abstract

Pipeline yang digunakan sebagai alat transportasi gas, merupakan salah satu fasilitas penting dan harus mendapatkan perhatian khusus. Salah satunya pipeline yang menjadi fokus utama yaitu pipeline yang melewati persimpangan saluran tegangan listrik tinggi (SUTET) dapat menimbulkan radiasi pada pipeline yang mengakibatkan korosi sehingga mengikis atau mengurangnya ketebalan dinding pipeline. metode Pipeline risk management mencangkup proses yaitu menilai tingkat risiko yang diperoleh melalui penilaian risiko indexing model W. Kent Muhlbauer. Hasil penelitian menunjukkan pada segmen area SUTET crossing, probability of failure (PoF) berada pada kategori D dan consequency of failure (CoF) level 5 diperoleh dari hasil matriks risiko, maka tingkat risiko kritikal dan tingkat keyakinan karena dokumen tidak lengkap kategori 3 diperoleh dari hasil matriks interval inspeksi pipeline diperlukan inspeksi/maintenance setiap 4 tahun sekali. Pembahasan melalui kalkulasi kuantitatif risiko terhadap corrosion index untuk 6 segmen diperoleh model CI= -0,7293x + 30,644 yang paling significant karena koefisien korelasinya (R) paling tinggi, dimana fungsi y adalah corrosion index (CI) dan fungsi X adalah segmen (S). koefisien determinan R2 yaitu sebesar 0,9315 berarti 93,15% pengaruh nilai risiko korosi karena adanya pengaruh corrosion curent interfensi dari pengaruh SUTET di segmen 14, 15, dan 16, yang akan menjadi potensi kemungkinan laju korosinya tinggi dipengaruhi oleh radiasi dari pengaruh SUTET, laju korosi per tahun di segmen 14 sebesar 0,097mm, segmen 15 sebesar 0,115mm dan segmen 16 sebesar 0,107mm dengan ketebalan terakhir di tahun 2017 di segmen 14 sebesar 17,33 mm, segmen 15 sebesar 17,30, segmen 16 sebesar 17,43mm. Sisanya sebesar 6,85% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Sedangkan nilai koefisien korelasi R sebesar 0,96514 lebih besar dari nilai R tabel sebesar 0,811 dari siginfikansi sebesar 95%.
Penerapan Metode Six Sigma dalam Pengendalian Kualitas Produk Kabel Low Voltage Konduktor Tembaga pada PT JCC Tbk Ulfah, Maria; Trenggonowati, Dyah Lintang; Ekawati, Ratna; Arina, Faula; Sonda, Atia; Wulandari, Anting
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19398

Abstract

PT JCC Tbk. merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kabel listrik.,salah satu diantaranya kabel listrik tegangan rendah penghantar tembaga. Dalam proses produksinya, kabel low voltage konduktor tembaga masih ditemukan beberapa defect. Tujuan penelitian adalah menentukan CTQ (Critical To Quality), menghitung nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO) dan nilai sigma di PT JCC  Tbk, menentukan defect terbanyak dan faktor-faktor penyebab munculnya defect, dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi terjadinya defect pada produk kabel low voltage konduktor tembaga. Penelitian ini menggunakan metode six sigma yaitu suatu metode yang dapat membantu pihak perusahaan dalam meningkatkan kualitas produknya. Berdasarkan penelitian ini dapat ditentukan jenis CTQ sebanyak 26 jenis dan hanya terfokus pada 9 jenis. Nilai DPMO sebesar 182.235.416 dan nilai sigma yang didapatkan sebesar 5,06455730 yang berarti PT JCC Tbk merupakan industri rata-rata USA. Defect yang paling banyak terjadi ialah diameter kabel lebih dari spesifikasi, sedangkan faktor penyebab terjadinya munculnya defect adalah terdapat pada faktor manusia, mesin, material, metode, dan pengukuran dan usulan perbaikan untuk mengurangi terjadinya defect pada produk kabel low voltage konduktor tembaga adalah dengan merevisi atau memperbarui operation Standard oleh process engineering, melakukan pengadaan mesin extruder otomatis, mengadakan training atau pelatihan terhadap operator secara rutin, melakukan training terhadap operator, melakukan pengecekan dan mengupdate kalibrasi pada alat ukur, melakukan pengecekan ulang dan memastikan SPK yang tertulis benar, mengembalikan dan menerima ulang bahan konduktor dari supplier, dan melakukan perawatan terhadap mesin secara rutin oleh maintenance. 

Page 2 of 2 | Total Record : 17