cover
Contact Name
Mareks Joseph
Contact Email
mareks22fritz@gmail.com
Phone
+6281354958770
Journal Mail Official
sttpadon@sttpadonaybatu.ac.id
Editorial Address
sttpadon@sttpadonaybatu.ac.id
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi is a biblical theology and reformation journal published by STT Providensia Adonay, which regularly publishes the results of research on biblical studies, theology, history, apologetics, hermeneutics, practice, ethics, sociology, philosophy, education and other modern sciences. With an integrated approach, YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi embodies theology as an open science and dialogue with modern science, for the sake of affirming ultimate truth, in the form of material data for human knowledge and knowledge of truth that is relational and transformative for the construction of the living civilization of the congregation, society and even citizens. YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi promotes an interdisciplinary approach to the Study of biblical and reformed Theology, related fields, and invites contributions from scholars in various fields, especially: Biblical studies Theological Studies Historical studies Apologetic studies Hermeneutic studies
Articles 35 Documents
Studi 1 Timotius 4:1-16 untuk Memberikan Pemahaman bagi Hamba Tuhan dalam Menghadapi Ajaran Sesat Ratnawati Zalukhu
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 4 No. 1 (2026): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah ajaran sesat sudah ada sejak kekristenan muncul hingga masa kini. Ajaran sesat bisa dikatakan seusia dengan hadirnya kekristenan. Pengertian ajaran sesat yang dimaksud dalam artikel ini adalah ajaran yang menekankan pemahaman iman Kristen secara berat sebelah sehingga teologi dan praktek kesalehannya pada umumnya membengkokan kebenaran Injil. Bahaya ajaran sesat merupakan ancaman bagi gereja, teolog juga jemaat. Maka dalam artikel ini diuraikan dampak-dampak yang akan terjadi pada orang percaya jika hamba Tuhan tidak memiliki pemahaman yang benar dalam menghadapi ajaran sesat. Dampak-dampak tersebut antara lain: pertama, jemaat yang digembalakannya akan tersesat. Kedua, jemaat yang gembalakannya tidak mengalami pertumbuhan secara rohani. Ketiga, jemaatnya akan meninggalkan Kristus. Dampak-dampak tersebut, diharapkan dapat diatasi melalui studi 1 Timotius 4:1-16, karena dalam teks ini ada prinsip-prinsip rohani yang juga bisa diaplikasikan oleh hamba Tuhan masa kini dalam menghadapi ajaran sesat. Prinsip tersebut adalah, seorang hamba Tuhan harus mengajarkan ajaran yang benar, memperhatikan pertumbuhan iman jemaat, mengawasi diri sendiri dan pengajarannya. Di bagian akhir tesis ini diuraikan kesimpulan serta saran yang diberikan bagi para hamba Tuhan masa kini, berdasarkan hasil penelitian dari teks ini. Sehingga studi 1 Timotius 4:1-16 berguna untuk memberi pemahaman bagi hamba dalam Tuhan menghadapi ajaran sesat. Tulisan ini menggunakan riset kualitatif dengan metode eksegese untuk memahami teks 1 Timotius 4:1-16.
Integrasi Teologi Kristen dan Pendekatan Klinis dalam Penanganan Dissociative Identity Disorder Stefani Hatimurah
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 4 No. 1 (2026): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dissociative Identity Disorder (DID) adalah kondisi kejiwaan yang ditandai oleh kehadiran dua atau lebih identitas yang berbeda dalam diri seorang individu sebagai respons terhadap trauma berkepanjangan sejak masa kanak-kanak. Meskipun literatur klinis tentang DID telah berkembang dengan cukup pesat, integrasi yang bermakna antara pendekatan klinis dan teologi Kristen dalam konteks pelayanan jemaat masih sangat terbatas. Tinjauan pustaka sistematis ini mengkaji literatur yang diterbitkan antara tahun 2011 dan 2025 yang membahas DID dari sudut pandang klinis, pastoral, dan teologis. Sebanyak dua puluh tiga sumber primer dipilih melalui proses seleksi berbasis kriteria yang mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Hasil tinjauan menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terdapat kesenjangan yang signifikan antara perkembangan literatur klinis tentang DID dan respons teologi pastoral terhadapnya; kedua, integrasi model tiga fase penanganan trauma dengan sumber daya spiritual menghasilkan pendekatan yang lebih holistik dan pastoral; dan ketiga, komunitas jemaat dapat menjadi agen pemulihan yang sangat efektif bila diperlengkapi dengan pemahaman yang tepat. Artikel ini menutup dengan kerangka integratif praktis untuk konselor Kristen dan pemimpin pastoral.
Studi Eksegetis Ulangan 6:4–9 dan Implikasinya bagi Guru Sekolah Minggu Noviani Yunita Sari
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 4 No. 1 (2026): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas eksegese Kitab Ulangan 6:4–9 dan implikasinya bagi guru yang mengajar Sekolah Minggu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan iman anak di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi yang membawa berbagai pengaruh terhadap kehidupan anak-anak. Gereja, melalui pelayanan Sekolah Minggu, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai iman, moral, dan kasih kepada Allah sejak dini. Oleh karena itu, guru Sekolah Minggu dituntut tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi teladan dan menggunakan metode pengajaran yang tepat serta relevan bagi anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan studi eksegetis terhadap teks Ulangan 6:4–9. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber, seperti Alkitab, bukubuku teologi, jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan pendidikan Kristen serta metode pengajaran Alkitabiah. Sementara itu, pendekatan eksegetis dilakukan melalui kajian konteks, genre, gramatikal, dan interpretasi teks untuk memahami makna asli Ulangan 6:4–9 secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulangan 6:4–9 menegaskan pentingnya mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan, serta mengajarkan firman Tuhan secara terus-menerus kepada generasi berikutnya. Pengajaran tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan hidup dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil eksegese, penelitian ini menyimpulkan bahwa guru Sekolah Minggu perlu memiliki komitmen rohani, keteladanan hidup, dan metode pengajaran yang kreatif, inovatif, serta sesuai dengan perkembangan anak. Guru juga harus mampu melibatkan anak secara aktif dalam proses pembelajaran agar firman Tuhan dapat dipahami, dihayati, dan diterapkan dalam kehidupan mereka. Dengan demikian, pelayanan Sekolah Minggu dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk iman dan karakter anak sesuai dengan kehendak Allah.
Pentingnya Konfesional Lutheran sebagai Ketahanan Gereja di Era Disrupsi Spiritual Supriyanto; Indra Jaya Saputrs
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 4 No. 1 (2026): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja-gereja Lutheran di Indonesia dan dunia menghadapi gelombang disrupsi spiritual yang semakin intens. Disrupsi ini ditandai oleh proliferasi spiritualitas hibrida, sinkretisme teologis, dan erosi identitas eklesiologis yang berlangsung secara perlahan namun nyata. Artikel ini mengkaji pemahaman konfesional Lutheran sebagaimana tersimpan dalam Buku Konfesi (Book of Concord, 1580) sebagai fondasi ketahanan teologis yang relevan bagi gereja di era kontemporer. Melalui metode penelitian pustaka yang berfokus pada dokumen-dokumen gereja Lutheran, artikel ini menganalisis Pengakuan Augsburg, Katekismus Besar dan Kecil Luther, serta Formula Konkord. Temuan menunjukkan bahwa dokumen-dokumen konfesional ini memuat kerangka teologis yang koheren dan komprehensif untuk menghadapi tantangan relativisme doktrin, pasar spiritualitas kontemporer, dan hilangnya identitas komunal iman. Ketahanan gereja, demikian artikel ini berargumen, bersumber bukan pada kemampuan adaptasi programatik semata, melainkan pada kedalaman akar konfesional yang memungkinkan gereja mengenal dirinya sendiri, mempertahankan integritas injil, dan menavigasi lanskap religius yang kompleks dengan kejernihan teologis.
Kristologi Kolose 1:15-23 sebagai Pola Apologetika terhadap Filsafat Asketis dan Proto-Gnostisisme Umas Tabuni
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 4 No. 1 (2026): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji fungsi apologetis Kristologi dalam Kolose 1:15-23 terhadap ancaman filsafat asetis dan proto-Gnostisisme yang melanda komunitas Kolose pada abad pertama Masehi. Berbeda dari kajian sebelumnya yang cenderung mendekati teks ini dari perspektif teologi dogmatis, penelitian ini menempatkan eksegesis teks Yunani Koine sebagai fondasi analisis utama. Metode yang digunakan adalah analisis semantik leksikografis terhadap istilah-istilah Kristologis kunci seperti eikon, prototokos, dan pleroma, ditambah kajian terhadap struktur himne dan logika retoris argumentasi Paulus. Penelitian ini menemukan bahwa Paulus membangun argumentasi Kristologis berlapis yang secara sistematis menggugurkan premis-premis utama filsafat dualisme kosmis di Kolose, termasuk hierarki mediator rohani, penolakan terhadap tubuh jasmani, dan klaim kepenuhan di luar Kristus. Setiap pernyataan Kristologis dalam teks ini merespons secara presisi terhadap satu titik klaim filsafat lawan. Hasilnya adalah dokumen apologetika yang tidak sekadar reaktif, melainkan proaktif dalam membentuk imajinasi teologis komunitas berdasarkan keunggulan mutlak Kristus atas seluruh kosmos. Kontribusi artikel ini terletak pada integrasi analisis linguistik Yunani dengan pembacaan apologetis yang komprehensif, serta relevansinya bagi pengembangan apologetika kontemporer yang berakar pada Kristologi biblikal.

Page 4 of 4 | Total Record : 35