cover
Contact Name
Mareks Joseph
Contact Email
mareks22fritz@gmail.com
Phone
+6281354958770
Journal Mail Official
sttpabatu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mawar Gg, Bougenville No.1 Batu 65312 - Jawa Timur - Indonesia
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Yada
ISSN : 28089960     EISSN : 2986416x     DOI : -
YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi is a journal that accommodates biblical, theological, historical, practical and didactic mission approaches with the principle of integration of faith and science, in order to build an approach that is relevant to the practical needs of Christians in particular and society (public space) in general, as a field of service community for the extended family of the STTPA academic community. This publication concern includes studies of: (1) Biblical studies (2) Theological Studies (3) Historical studies (4) Apologetic studies (5) Hermeneutic studies
Articles 26 Documents
Analisis Deskriptif Pola Asuh Otoriter dan Pola Asuh Otoritatif berdasarkan Efesus 6:4 Selvieana Indrawati; Aripin Tambunan
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 1 No. 2 (2023): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berusaha untuk menggali lebih dalam, menganalisa kritis dan jugamendeskripsikan tipe pola asuh otoriter dan tipe pola asuh otoritatif ditinjau secaraeksegetikal dari pola asuh alkitabiah pada Efesus 6 : 4, manakah yang sesuai diterapkandalam keluarga Kristen dalam mendidik anak-anak mereka. Penelitian ini bertujuanmembantu para orangtua menerapkan pola asuh yang terbaik untuk membentuk anakmereka sesuai dengan kehendak Tuhan dan juga tidak bertentangan dengan kebenaranAlkitab. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan studi kepustakaan (libraryresearch) yang melakukan penggalian dan analisa melalui sumber pustaka yang baik.Penelitian ini didasarkan pada teori pola asuh dari Baumrind dan penggalian eksegeseEfesus 6:4.
Menghormati Orang Tua: Satu Tinjauan Etika Kristen Rudy Hartono
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 1 No. 2 (2023): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak menghormati orang tua adalah suatu kewajiban moral. Kewajiban moral inisebenarnya tidak hanya menuntut anak untuk menjalankannya, namun juga menuntutperan dari orang tuanya. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, artikel iniakan menyajikan tinjauan etika Kristen yang bersifat resiprokal. Etika Kristen ini bersumberdari pengajaran Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru yang akan dilihatsebagai satu kesatuan yang utuh, sehingga melalui artikel ini diharapkan bisa memberikanlandasan moral, konseptual, praktis, dan reflektif bagi orang tua, khususnya bagi anakdalam menjalankan kewajiban moralnya. Kesimpulan dari penelitian ini terletak pada peranpenting Allah dan anugerah-Nya, yang memberikan otoritas kepada orang tua untukmendidik, mengasuh, dan memelihara anaknya. Sedangkan tindakan anak yangmenghormati orang tuanya adalah sebuah masalah spiritual, bukan sekedar kewajibanmoral, yakni sebagai sebuah respons yang tepat terhadap anugerah Allah.
Signifikansi Nilai Kemakmuran dalam Perjanjian Lama Steven
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 1 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir terhadap arti kemakmuran dalam Perjanjian Lama tampaknya menimbulkanperbedaan pandangan di dalam kekristenan. Beberapa menilai kemakmuran sebagai sesuatuyang sepenuhnya negatif dan sebagian lain mengejarnya sebagai bentuk berkat Allah. Untukmemberikan pandangan yang Alkitabiah terhadap persoalan ini, tulisan ini akanmemanfaatkan metode studi induktif pada Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama pada teksMasoret (MT) dengan mengumpulkan data-data terkait teologi kemakmuran dalamPerjanjian Lama lewat ayat-ayat yang secara langsung menyebut kata Ibrani עשר maupun katalainnya seperti sinonim, antonim, dan kata yang berhubungan maknanya (cognate). Tanpabermaksud memberikan daftar dan tafsir ayat yang komprehensif, dan denganmemanfaatkan pengetahuan latar belakang pandangan dunia Timur Dekat Kuno terhadapsistem keadilan sosial, kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa pada dirinya sendiri,kemakmuran tidak pernah dianggap jahat dalam Perjanjian Lama. Akhirnya, walaupun baikpada dirinya sendiri, kemakmuran perlu diwaspadai, sebab dalam dunia yang telah jatuh kedalam dosa ini, sekalipun umat-Nya telah ditebus oleh Kristus, segala sesuatu yang baik padadirinya sendiri selalu bisa diselewengkan sampai kemakmuran itu muncul dalam bentuknyayang murni pada tahap pemuliaan kelak bersama Kristus di hadirat-Nya.
Eksistensi Yesus sebagai Tuhan dan Manusia: Kajian Teologis dalam Berapologetika Kiamani, Andris; Pattinaja, Aska Aprilano; Manurung, Well Therfine Renward
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 1 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan kekristenan hari ini adalah kesulitan untuk mempertahankan argumen imandalam berapologetika. Kecenderungan perdebatan yang menjebak banyak orang awammaupun rohaniawan adalah tentang eksistensi Yesus sebagai Tuhan dan manusia.Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab problematika ini, dengan mengkaji nilaiteologis mengenai pribadi Yesus Kristus dan pelayanan-Nya, yang membuktikan bahwaDia adalah Tuhan yang berkuasa tetapi juga manusia. Beberapa penelitian terdahulu hanyamemberikan penjelasan umum mengenai hubungan keterkaitan Yesus yang adalah manusiadan juga Tuhan, tetapi tidak memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang konteksdimaksud sebagai dasar berapologetika. Berdasarkan metode penulisan kualitatif denganpendekatan studi literatur, maka artikel ini menjelaskan beberapa hal, yakni pertama,eksistensi Yesus sebagai Tuhan kelahiran Yesus membuktikan Dia sebagai Tuhan; kedua,eksistensi Yesus sebagai manusia; ketiga, pelayanan Tuhan Yesus membuktikan eksistensiNya sebagai Tuhan dan manusia; dan keempat, jaminan hidup kekal yang diberikanmenguatkan eksistensinya sebagai Tuhan. Hasil penelitian ini menjadi fondasi imankepercayaan setiap orang percaya dalam berapologetika agar bisa berargumen dan bertahandalam menghadapi berbagai serangan.
Konsistensi Rancangan Allah Menurut Keluaran 2:1-10 dan Aplikasinya bagi Kehidupan Orang Percaya Lase, Jondris Roiman
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 1 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekonsistenan Allah terhadap apa yang telah Ia rancangkan sejak penciptaan hinggakini tidak dapat diragunakan lagi, sebagai contoh karya keselamatan yang sudah dimulaisejak zaman Perjanjian Lama hingga penggenapan pada Perjanjian Baru dan terusberlangsung hingga pada kekekalan. Kenyataan ini, membuktikan bahwa Allah telahmendesain rancangan-rancangan untuk mencapai suatu tujuan dari yang telah Ia rencanakansejak awal terhadap segala sesuatu yang terjadi. Hal ini pula tidak terlepas dari kehidupanorang percaya, sebab Allah telah mendesain setiap pola-pola yang akan dijalani. Namundalam keberlangsungannya pola tersebut tidaklah statis, melainkan akan ada berbagai corakyang dihadapi, baik itu suka maupun duka. Dalam situasi seperti ini menggambarkanperistiwa yang terjadi dalam Keluaran 2:1-10, di mana umat pilihan Allah mengalamipenderitaan bahkan pemusnahan, dan harus melakukan hal yang sangat sulit untukmenyelamatkan nyawa anak mereka, yaitu dengan membuang anak kandung sendiri. Jikademikian muncul pertanyaan penelitian, apakah aplikasi bagi orang percaya berdasarkankeluaran 2:1-10, dalam menyingkapi kekonsistenan rancangan Allah. Untuk menemukanjawaban terhadap permasalahan tersebut, maka riset yang digunakan dalam penelitian iniadalah kepustakaan menurut eksegese Perjanjian Lama. Sehingga menemukan interpretasiyang tepat untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan orang percaya. Memberi jawabanterhadap maksud dan tujuan Tuhan terhadap situasi kehidupan yang orang percaya alami,serta memberikan semangat bagi orang percaya dalam menjalani kehidupan sehari-haridalam keadaan suka dan duka.
Interpretasi Yosua 6:1-27 berdasarkan Analisis Naratif untuk Menjawab Isu Genosida dalam Teks Zai, Yafarman; Hasibuan, Serepina Y; Manalu, Nicholas Anderson
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 1 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab Yosua acapkali mendapat tuduhan dari kalangan Ateis Baru sebagai catatankuno tentang kekerasan yang diinisiasi oleh Allah, salah satunya isu genosida dalam konteksperang. Salah satu cerita yang juga dituduh sebagai aksi genosida adalah peristiwapenakhlukan Yerikho dalam Yosua 6:1-27. Tujuan penelitian ini adalah menginterpretasiYosua 6:1-27 berdasarkan analisis naratif sekaligus menyanggah tuduhan genosida tersebut.Metode yang dipakai adalah studi literatur dengan pendekatan analisis naratif. Hasilpenelitian menyatakan bahwa Yosua 6:1-27 ditulis dengan tujuan menunjukkan YHWHsebagai Pahlawan Perang serta kesetiaan YHWH terhadap janji-Nya kepada umat Israel. Isugenosida tidak cocok dituduhkan terhadap teks. Tiga argumentasi yang ditemukan untukmenyanggah tuduhan genosida antara lain, pertama peristiwa perang dalam Yosua 6:1-27lebih cocok disebut sebagai invasi Bangsa Israel dalam konteks penggenapan janji tanah.Kedua, penumpasan penduduk di Yerikho bukan supaya etnis Kanaan terhapuskan darimuka bumi ini melainkan sebagai tindakan antisipatif terjadinya sinkritismeagama/pengudusan umat. Ketiga, tidak ada unsur pemaksaan identitas dalam diri Rahabdan kaumnya. Selanjutnya, teks-teks bernuansa kekerasan seharusnya dipahami sebagaibahasa anthrophomorfisme dengan gaya sastra Timur Dekat Kuno dan tidak bersifat normatifuntuk umat Kristen masa kini.
Penerapan Mazmur 6 (Mazmur Keluhan) dalam Kehidupan Orang Percaya di Tengah Pandemi Covid-19 Joseph, Mareks
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 1 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak akhir tahun 2019 pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia dan masuk keindonesia pada Maret 2020, Pandemi Covid-19 telah menyebabkan semua orang ada dalamsituasi yang sangat sulit tanpa terkecuali orang percaya. Juni 2021 tercatat sebanyak 1,93 jutajiwa yang terkonfirmasi positif Covid-19, sedangkan 1,76 juta jiwa yang berjuang dan telahdinyatakan sembuh dari Covid-19. Walaupun demikian, tidak sedikit juga angka kematianyang telah mencapai 53 ribu jiwa. Bahkan dengan munculnya varian baru Covid-19, karenamutasi virus ini, angka kematian semakin hari semakin bertambah. Hal ini menimbulkanbanyak ketakutan, kekuatiran, bahkan pertanyaan serta keluhan dalam hati, seperti: mengapaini terjadi padaku atau keluargaku? Apakah saya boleh mengeluh dan bertanya kepadaTuhan? Dalam situasi yang demikian, ada Mazmur-Mazmur yang dikategorikan sebagaiMazmur Keluhan (Ratapan). Salah satunya adalah Mazmur 6 sebagai Mazmur keluhan yangjuga disebut sebagai Mazmur Sickness. Jika demikian muncul pertanyaan penelitian, apakahMazmur 6 sebagai Mazmur Keluhan relevan untuk diterapkan dalam kehidupan orangpercaya di Tengah Pandemi Covid-19? Selanjutnya, apakah Mazmur 6 sebagai MazmurKeluhan dapat menolong, menghibur dan memberikan pengharapan serta keyakinan yangkokoh kepada orang percaya dalam menghadapi situasi yang sulit di Tengah Pandemi Covid19? Untuk menemukan jawaban terhadap permasalahan tersebut, maka riset yang akandigunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatankualitatif. Riset Kepustakaan yang digunakan dalam penelitian ini didukung denganpendekatan analisa bentuk dan analisa stilistika, sehingga menemukan interpretasi yangtepat dan dapat diterapkan dalam kehidupan orang percaya yang bergumul karena PandemiCovid-19. Akhirnya, adapun hasil yang ingin didapatkan dari penelitian ini adalah bahwaMazmur Keluhan dapat menolong, menghibur, dan memberikan pengharapan sertakeyakinan yang kokoh kepada orang percaya dalam menghadapi pergumulan karenapandemi Covid-19, sehingga mereka tetap kuat dan teguh di dalam Tuhan, tidak terpengaruhlagi oleh situasi dan kondisi Pandemi Covid-19
Martir: Kesaksian Akhir Hidup Para Murid Yesus dalam Pemberitaan Injil pada Awal Kekristenan dan Implikasinya bagi Penginjil di Masa Kini Lenny; Purnama, Ferry
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 2 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kisah para martir awal Kekristenan dan esensinya bagi penginjil modern. Para murid Yesus mula-mula dianiaya karena iman dan kesaksian mereka, dan kematian dianggap sebagai kesaksian kebenaran pemberitaan Injil. Selama tiga abad pertama Kekristenan, para pengikut Yesus hidup di bawah tekanan besar untuk meninggalkan iman mereka. Sepanjang sejarah, umat Kristiani berulang kali berjuang melawan tantangan iman dan menjadi pengorbanan dan pembunuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi perpustakaan untuk mengungkap dan memperoleh sumber-sumber sejarah gereja mula-mula tentang para martir, mendengarkan kesaksian hidup para murid Yesus tentang pemberitaan Injil pada masa awal Kekristenan. Meskipun menghadapi pertentangan, sia-sia, dan penangkapan terus-menerus, para pengikut Kristus menyebarkan Injil ke seluruh dunia dengan penuh semangat dan keberanian. Kisah mereka dalam Kisah Para Rasul dan sumber sejarah tradisi gereja menunjukkan bagaimana gereja mula-mula tetap teguh dalam iman meskipun menghadapi berbagai rintangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa bukti para martir awal Kekristenan menjadi inspirasi bagi penginjil modern untuk berani memberitakan Injil dengan penuh iman dan keteguhan, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan tantangan
Belajar dari Kepemimpinan Daud, Berdasarkan Analisa SWOT Thamrin, Gandadinata; Yulianto, Heri; Hartono, Rudy
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 2 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan jurnal ini untuk melihat kepemimpinan Daud dengan metode manajemen strategi analisa SWOT (strengths, weaknesses, opportunities dan threats) dalam perjalanan hidupnya sebelum dan sesudah menjadi raja Israel. Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan Daud dari segi internal dan bagaimana Daud menyelesaikan persoalannya bagi peluang dan ancaman yang dihadapinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan studi pustaka dimana hipotesis yang diharapkan adalah kekuatan Daud pada penyertaan Tuhan dalam hidupnya, walau banyak kelemahan, Daud menekankan penyerahan dirinya untuk taat kepada Tuhan dalam menghadapi tantangan dan ancaman yang ada. Hasil dari penulisan artikel ini dharapkan dapat berguna bagi pemimpin gereja, pengajar, kaum awam dan pembaca siapapun yang melihat contoh kehidupan Daud sebagai refleksi hidup.
Israel dalam Rencana Allah Menurut Roma 11 Manuain, Johanes Eklemius
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 2 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relasi Gereja dengan Israel merupakan satu topik yang diperbincangkan sejak zaman Perjanjian Baru. Roma pasal 11 mengemukakan pemahaman Paulus tentang masa depan Israel dalam rencana Allah. Paulus melihat masalah ini berdasarkan konsep “yang tersisa”, yaitu kelompok kecil orang-orang Yahudi yang telah menerima Yesus sebagai Mesias. Ada aspek kontinuitas dan diskontinuitas dalam pemahaman Paulus tentang relasi Gereja dengan Israel. Umat Allah yang dalam Perjanjian Lama merupakan label untuk Israel sekarang mencakup juga orang percaya dari bangsa-bangsa lain. Akan tetapi, keselamatan yang disediakan Allah bagi Israel tetap tidak berubah oleh karena pilihan-Nya atas mereka berdasarkan anugerah. Paulus mengantisipasi terjadinya penggenapan keselamatan bagi seluruh Israel melalui iman kepada Kristus bilamana jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah percaya.

Page 2 of 3 | Total Record : 26