cover
Contact Name
Mareks Joseph
Contact Email
mareks22fritz@gmail.com
Phone
+6281354958770
Journal Mail Official
sttpabatu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mawar Gg, Bougenville No.1 Batu 65312 - Jawa Timur - Indonesia
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Yada
ISSN : 28089960     EISSN : 2986416x     DOI : -
YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi is a journal that accommodates biblical, theological, historical, practical and didactic mission approaches with the principle of integration of faith and science, in order to build an approach that is relevant to the practical needs of Christians in particular and society (public space) in general, as a field of service community for the extended family of the STTPA academic community. This publication concern includes studies of: (1) Biblical studies (2) Theological Studies (3) Historical studies (4) Apologetic studies (5) Hermeneutic studies
Articles 30 Documents
Tinjauan Teologis terhadap Karantina di Masa Pandemi dari Perspektif Imamat 13 Masela, Fredrik Nathan
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 2 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karantina menjadi hal yang penting dalam upaya-upaya pencegahan penularan virus dewasa ini. Pemberlakuan karantina, baik secara individu hingga sosial beriringan dengan perkembangan kasus infeksi Covid-19 secara kuantitatif. Namun, permasalahannya, pemberlakuan karantina juga diiringi oleh stigmatisasi terhadap penderita yang sedang dalam masa karantina maupun penyintas yang telah melewati masa-masa tersebut. Stigmatisasi negatif tersebut diawali maupun juga berujung pada miskonsepsi terkait terminologi karantina itu sendiri di masyarakat awam. Orang-orang percaya pun tak terlepas dari misskonsepsi serta stigma-stigma tersebut, dan bahkan, seringkali menggunakan dasar-dasar rohani untuk melegitimasi misskonsepsi mereka. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana sebenarnya konsep karantina telah dibahas ribuan tahun sebelum masehi dalam Alkitab. Tuhan telah menggunakan hukum karantina, seperti yang termaktub dalam Imamat 13 untuk menegaskan bagaimana kasihNya terekspresikan kepada umatNya. Bagaimana bentuk konsep karantina yang diberikan oleh Tuhan untuk mengatur kesehatan sosial, fisik, dan spiritual umatNya dalam Imamat 13?
Signifikansi Responsibilitas dan Akuntabilitas sebagai Pilar Utama dalam Kepemimpinan Kristen yang Beretika Butarbutar, Ferdinandus
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 2 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konteks kebutuhan yang akan diriset dan diudar dalam artikel pendek ini adalah tentang kepemimpinan Kristen sebagai sebuah prioritas yang mendesak. Lebih jauh adalah soal pentingnya kebutuhan kepemimpinan yang bertanggungjawab, mampu dan terbuka untuk dimintai pertanggungjawaban etis atas kepemimpinan dan capaiannya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur pada sumber-sumber literatur kepimpimpinan yang umum, biblikal, teologis dan etis. Tujuannya tentu untuk mendapatkan dokumen dan pemahaman yang lebih luas serta padat, sehingga dapat mendorong atau memantik lahirnya calon-calon pemimpin di masa depan. Selain itu dipandang perlu juga untuk mengoreksi para pemimpin Kristen pada masa kini yang sedang menjabat atau melakonkan fungsi-fungsi kepemimpinan tersebut. Lebih jauh hasil yang diharapkan dari riset ini adalah terbangunnya kepemimpinan Kristen pada masa kini dan masa depan yang memiliki kapasitas responsif atas segala tantangan dan tentangannya, dan kesediaannya untuk mempertanggungjawabkan jabatan dan fungsi-fungsi tersebut secara biblikal, teologis dan etis.
Korelasi Konsep Mempergunakan Waktu dengan Mengerti Kehendak Tuhan dalam Efesus 5:16-17 Tupamahu, Chresty Thessy; Lumban Gaol, Kurnia Sondang Evalina; Silitonga, Putri Yanti; Danga Lila, Marselina; Lende, Apliana
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 1 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu adalah kesempatan yang tidak dapat diulang kembali. Mempergunakan waktudengan baik, akan mampu mengarahkan seseorang melakukan hal-hal yang baik dan menjadiproduktif. Namun, masih ada yang belum bisa mempergunakan waktu dengan bijaksana.Waktu berlalu begitu cepat tanpa meninggalkan hasil yang maksimal. Ada orangmenghabiskan waktu dengan rutinitas yang memberikan rasa nyaman, sehingga merekatidak melakukan hal-hal yang lebih berguna. Metode yang dipergunakan dalam penelitianini adalah dengan pendekatan studi kepustakaan dan eksegesis. Data dalam penelitian inididapatkan dari berbagai sumber pustaka seperti buku, jurnal penelitian-penelitiansebelumnya, dokumen dan literatur lainnya yang relevan dengan topik penelitian ini. Tujuanpenelitian adalah untuk mendeskripsikan korelasi penggunaan waktu secara tepat denganhidup mengikuti kehendak Tuhan. Mempergunakan waktu yang ada dengan baik, memberibanyak sekali keuntungan, sesuai dengan konteks dalam Efesus 5:16-17. Mempergunakanwaktu yang dengan baik bukan sekedar mengisi waktu-waktu yang ada dengan kesibukanatau rutinitas sehari-hari, tetapi memakai waktu yang ada dengan sungguh-sungguh, sebabdalam setiap waktu, kesempatan, peluang, moment yang ada, seseorang akan menjadisemakin bijak dalam bertindak dan mengenal kehendak Tuhan dalam hidupnya.
Peran Sentral Roh Kudus Bagi Pertobatan Orang Kristen di Tengah Relativisme Budaya Etis Blegur, Romelus; Yudas, Andre; Eliana, Eliana; Solsepa, Cindy C.; Waromi, Isac Orgenos
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 1 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertobatan merupakan prinsip hidup yang penting bagi orang Kristen, sebabmelaluinya seseorang mengalami anugerah Allah dan diperkenankan menjadi milikkepunyaan-Nya. prinsip tersebut penting tetapi kini diperhadapkan dengan relativismebudaya etis yang turut menawarkan patokan-patokan etis guna memperbaharui hidup daridampak kejahatan. Hal tersebut turut menjerumuskan generasi orang percaya masa kini,karena itu mesti ditegaskan kembali. Melalui penelitian ini penulis menyelidiki sentralitaspertobatan Kristen melalui karya Roh Kudus dan melihat relevansinya dimasa kini. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan melaluipenyelidikan literatur baik dalam bentuk cetak maupun elektronik. Hasil dari penelitian iniadalah: pertama, peranan Roh Kudus sangat penting dalam hidup orang Kristen, karenahidup Kristen bergantung sepenuhnya pada kehadiran Roh kudus. Kedua, budaya etis masakini yang bersifat relatif tidak dapat menyelesaikan masalah moral manusia, karena itu tidakmungkin dapat menyaingi otoritas Roh Kudus dalam menyelesaikan dosa. Ketiga, perananRoh Kudus sangat sentral dan sebagai satu-satunya jalan bagi orang percaya untukmengalami pertobatan, dan hal tersebut tetap relevan pada masa kini dan masa yang akandatang.
Perspektif Alkitabiah Makanan Persembahan Berhala dan Implikasinya bagi Orang Percaya Setiawan, Iwan; Honin, Ronald Y.G; Dendo, Aristoporus; Taihuttu, Carlin; Simanjuntak, Inka Butet
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 1 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan persembahan berhala adalah makanan yang sudah dipersembahkan kepadaalah-alah lain atau kepada dewa-dewa asing. Makanan persembahan berhala menjadi topikpembahasan yang serius, ada berbagai pendapat mengenal hal ini, ada yang mengijinkanmemakannya, ada pula yang melarang untuk memakannya. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode studi pustaka yaitu dengan cara memahami dan mempelajariteori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan makan persembahan berhalaberdasarkan persepektif alkitabiah. Tujuan penelitian untuk menjelaskan secara alkitabiahdan komprehensif mengenai makanan persembahan berhala supaya orang percaya memilikipemahaman yang benar sesuai dengan Firman Tuhan. Hasil penelitian yang diperolehberdasarkan kajian alkitabiah adalah bahwa makanan persembahan berhala adalah makananyang sudah dipersembahkan kepada allah-allah lain dan bukan kepada Allah pencipta didalam Tuhan Yesus Kristus, sehingga tidak boleh memakannya. Semua makanan yang sudahdipersembahkan kepada allah-allah lain itu adalah makanan berhala sehingga itu perludiperhatikan, akan tetapi makanan persembahan berhala boleh dimakan jika seseorang tidakmengetahui asal-usul makanan itu, apakah sudah dipersembahkan kepada berhala. Secaraalkitabiah, orang percaya perlu memperhatikan dan memahami akan hal-hal yang berkenaandengan makanan persembahan berhala, bersikap tegas dan tidak kompromi. Orang percayaperlu berdiri teguh dalam keyakinan kepada Yesus Kristus di atas segala-galanya, termasukterhadap makanan yang diberikan kepada berhala dan juga tindakan menduakan Tuhandengan menyembah berhala.
Penyelidikan Mazmur 32:1-11 dan Penerapannya Bagi Orang Percaya dalam Pergumulan Dosanya Logo, Ika Kurniawati
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 1 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dosa sampai dengan hari ini berhubungan erat dengan kehidupan manusia karenadosa merupakan natur manusia sebagai ciptaan Allah. Hal ini tidak terlepas dari kehidupanorang percaya, sehingga mendorong setiap individu setiap hari harus berjuang untuk terlepasdari dosa dan menjaga iman mereka kepada Tuhan. Namun hari-hari ini fakta yang terjadiberdasarkan berbagai fenomena yang dapat dilihat menunjukkan orang percaya masih adadalam situasi hidup yang menunjukkan keraguan atas dirinya oleh karena dosanya. Hal iniberdampak kepada situasi yang sulit sehingga membawa orang tersebut tidak mampu untukmengatasi permasalahan dosa yang sedang digumuli sehingga menimbulkan pergejolakanbatin sebagai rasa bersalah kepada Tuhan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, seperti; Apakahorang percaya tidak memahami secara benar bahwa dosanya telah diampuni oleh Tuhan?Dalam situasi yang demikian, ada Mazmur-mazmur yang dikategorikan sebagai Mazmurkeyakinan. Salah satunya adalah Mazmur 32:1-11 sebagai Mazmur keyakinan. Jika demikianmuncul pertanyaan penyelidikan, Apakah Mazmur 32:1-11 sebagai Mazmur keyakinanrelevan untuk diterapkan bagi kehidupan orang percaya yang bergumul dengan dosanya?Untuk menemukan jawaban terhadap permasalahan tersebut, maka penyelidikan yang akandilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatankualitatif. Penyelidikan yang digunakan dalam penelitian ini didukung dengan pendekatananalisa bentuk dan analisa stilistika, sehingga menemukan interpretasi yang dapat diterapkanbagi kehidupan orang percaya.
Otoritas Firman dalam Kesaksian Tertulis: Analisis Teologis Penutup Injil Yohanes 21:24-25 Silalahi, Binsar Pandapotan; Iroth, Aily Vilia; Dumais, Veren Leoni Gabriela; Paath, Girlline Trivena D.
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 2 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Artikel ini mengkaji Yohanes 21:24-25 sebagai penutup Injil yang menegaskan manifestasi otoritas Firman melalui kesaksian yang diungkapkan dalam bentuk tulisan, bukan sekadar epilog literer. Kajian sebelumnya umumnya berfokus pada aspek retoris, tekstual, dan historis, sehingga dimensi teologis dari klaim bahwa karya Yesus tidak terbatas untuk diungkapkan secara penuh oleh tulisan manusiawi, namun telah diwahyukan secara cukup melalui kesaksian tertulis Yohanes, belum mendapat perhatian memadai. Penelitian ini bertujuan menyingkap fungsi klaim kesaksian sebagai kunci hermeneutik yang menentukan cara komunitas memahami relasi antara kesaksian hidup dan teks tertulis. Sekalipun penelitian terdahulu menekankan sisi literer dan kritik naskah, penelitian ini menegaskan bahwa otoritas iman terletak pada integrasi antara saksi, teks, dan komunitas. Metode yang digunakan adalah eksegesis teologis dengan analisis teks Yunani (NA28), leksikon, struktur literer, dan sintesis intratekstual melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan oposisi ὁ μαρτυρῶν dan ὁ γράψας, penguatan kolektif melalui οἴδαμεν, serta hiperbola κόσμον χωρήσειν, yang menampilkan kesaksian sebagai realitas performatif yang terintegrasi dalam tulisan dan meneguhkan identitas komunitas.
Image of God: Humans as God’s Visible Messengers Steven
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 2 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munus Triplex dalam Katekismus Heidelberg: Sebuah Analisis Teologi tentang Jabatan-jabatan Kristus dan Implikasinya bagi Konstruksi Identitas Kristen di Indonesia Butarbutar , Ferdinandus
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 2 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konteks historis-sosiologis Kekristenan Indonesia, yang diwarnai stigma kolonial, persekusi sebagai minoritas, dan tantangan teologis seperti pluralisme. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan eksistensial tentang perlunya pembentukan identitas Kristen yang tangguh dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah analisis teologis terhadap konsep Munus Triplex (Tiga Jabatan Kristus) dalam Katekismus Heidelberg (Pert. 31-32), dengan mempertimbangkan pemikiran John Calvin, Herman Bavinck, dan khususnya eklesiologi Edmund Clowney yang menerapkan jabatan tersebut kepada gereja. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan kerangka identitas dan misi yang relevan. Hasil temuan menunjukkan bahwa konsep Munus Triplex menawarkan paradigma yang seimbang dan transformatif: gereja dipanggil untuk menjadi Nabi yang menyuarakan kebenaran dan keadilan, Imam yang mendamaikan dan melayani, serta Raja yang memerintah dengan melayani. Penerapan kerangka ini memampukan gereja Indonesia merespons tantangannya dengan identitas yang pro-aktif, berpengharapan, dan relevan, mengubah beban sejarah menjadi kesaksian yang efektif.
Peran Gereja terhadap Lingkungan Hidup Lay, Melkisedek Djara; Miru , Enjel Florensia
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 2 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Artikel ini mencoba untuk menjawab persoalan tentang tanggung jawab gereja dalam menjaga lingkungan hidup yang semakin terabaikan di tengah meningkatnya kerusakan alam. Banyak umat Kristen belum memahami bahwa merawat ciptaan merupakan bagian dari mandat Allah, sehingga gereja seringkali tidak memberikan respons teologis dan praksis yang memadai terhadap krisis ekologis. Padahal, Alkitab secara jelas menegaskan bahwa Allah adalah Pencipta, manusia ditetapkan sebagai pengelola bumi, dan dosa telah membawa dampak buruk tidak hanya bagi relasi manusia dengan Allah, tetapi juga bagi seluruh ciptaan. Melalui pemahaman ini, muncul beberapa pertanyaan penting bagi gereja masa kini, seperti: bagaimana gereja seharusnya memaknai hubungannya dengan alam? Nilai apa yang harus ditanamkan kepada umat dalam memperlakukan ciptaan? Dan bagaimana gereja dapat mengambil peran yang nyata dalam menanggapi persoalan lingkungan hidup? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menelaah dasar teologi penciptaan serta melihat praktik-praktik gereja yang dapat mendorong kepedulian ekologis. Dengan demikian, tanggung jawab gereja terhadap lingkungan hidup bukan sekedar isu sosial, tetapi bagian integral dari panggilan iman Kristen untuk memuliakan Allah melalui pemeliharaan bumi sebagai rumah bersama bagi seluruh ciptaan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30