cover
Contact Name
Remegises Danial Yohanis Pandie
Contact Email
remegissesdypandie@gmail.com
Phone
+6281269073669
Journal Mail Official
remegissesdypandie@gmail.com
Editorial Address
Kampung Jatinunggal, RT/RW 02/06, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 30470137     DOI : -
Jurnal Shema merupakan jurnal online yang mempublikasi hasil penelitian para dosen, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Presbyterian Shema Cianjur, maupun institusi lain yang memiliki kajian serupa di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Misiologi. Jurnal Shema dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Presbyterian Shema Cianjur. Jurnal Shema diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu April dan Oktober dengan Focus dan Scope pada bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pastoral dan Pelayanan Gerejawi Misiologi Kristen Gereja dan Masyarakat Pendidikan Agama Kristen
Articles 29 Documents
Makna Doa Berkat Di Akhir Ibadah Kristen Berdasarkan Bilangan 6:23-27 Dan 2 Korintus 13:13 Siregar, Jundo Parasian
Jurnal Shema Vol. 9 No. 01 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the meaning of the prayer of blessing at the end of worship, as practiced by many churches. The prayer of blessing is based on Numbers 6:24-26 and 2 Corinthians 13:13. Previous research found that some prayers of blessing include additional phrases. Furthermore, some prayers are delivered incompletely or in reverse order, not in accordance with the biblical references. Furthermore, the understanding of the person delivering the blessing and the recipient is often out of sync. This paper uses theological research, a qualitative biblical theology approach, because its purpose is to discover the meaning of the biblical text. The results show that the prayer of blessing is "appropriate" for ministers who dedicate themselves fully to God. The prayer of blessing at the end of worship is not directly related to material things or their abundance. The meaning of the prayer of blessing is the assurance of God's presence, which inspires confidence. It emphasizes the grace of the Lord Jesus, the love of God, and the fellowship of the Holy Spirit. The purpose is to live according to the guidance of the Holy Spirit. Therefore, the prayer of blessing at the end of each service deserves to be believed and lived out.
Menjadi Garam dan Terang Dunia: Manifestasi Kehidupan Kristen yang Berdampak Berdasarkan Matius 5:13–16 di Jemaat GBI Shalom Imanuel Surabaya Kusworo Kus, Benjamin
Jurnal Shema Vol. 9 No. 01 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manifestasi kehidupan Kristen yang berdampak berdasarkan Matius 5:13–16 tentang panggilan menjadi garam dan terang dunia, dengan fokus pada jemaat GBI Shalom Imanuel Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Yesus tentang garam dan terang dunia memiliki relevansi teologis dan praktis yang kuat bagi kehidupan jemaat masa kini. Nilai-nilai tersebut menuntut pembinaan iman yang mendalam, integritas moral, serta keterlibatan sosial yang nyata. Faktor pendukung penghayatan nilai ini meliputi pemahaman teologis, keteladanan rohani, dan komunitas iman yang kuat, sedangkan faktor penghambatnya mencakup sekularisme, lemahnya disiplin rohani, dan rendahnya kesadaran misioner. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang menghadirkan kasih dan kebenaran Allah secara nyata, sehingga memuliakan Kristus melalui kesaksian hidup yang berdampak di tengah masyarakat.
Urgensi Dan Signifikansi Metode Mentor Terhadap Pertumbuhan Gereja GBI House of Miracle, Cabang Pamulang, Tangerang Selatan Pidianko; Soedibyo Tjandra, Daniel
Jurnal Shema Vol. 9 No. 01 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas urgensi dan signifikansi metode mentor dalam konteks pertumbuhan gereja, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dalam era modern yang ditandai oleh perubahan sosial, budaya, dan spiritual yang cepat, gereja menghadapi tantangan dalam mempertahankan relevansi dan efektivitas pelayanan. Metode mentor menjadi pendekatan strategis yang menekankan pembinaan pribadi melalui hubungan yang intensif antara mentor dan mentee, dengan tujuan membentuk karakter, memperdalam iman, dan memperkuat tanggung jawab pelayanan. Studi ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui mentoring berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan kepemimpinan rohani, keterlibatan anggota jemaat, dan reproduksi pelayanan. Pendekatan ini bukan hanya menambah jumlah anggota gereja, tetapi juga meningkatkan kedewasaan rohani komunitas iman. Dengan demikian, metode mentor memiliki peran sentral dalam membangun gereja yang dinamis, relevan, dan berorientasi pada pemuridan yang berkelanjutan.
Studi Mariologi Dalam Injil Sinoptis Menurut Pengajaran Gereja Katolik Laowo, Arys; Suhardi
Jurnal Shema Vol. 8 No. 02 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji Mariologi dalam Injil Sinoptis (Matius, Markus, Lukas) berdasarkan ajaran Gereja Katolik, dengan fokus pada pemahaman Maria sebagai Bunda Allah (Theotokos) dan perannya dalam sejarah keselamatan. Gereja Katolik meyakini Maria sebagai figur sentral yang melahirkan pribadi kedua dari Tritunggal Mahakudus, yang ditegaskan secara dogmatis dalam Konsili Efesus (431 M). Selain itu, Maria dihormati sebagai Bunda Pengantara dan Bunda Gereja, serta teladan iman dan ketaatan bagi umat beriman. Tujuan penulisan paper ini menganalisis dan mendeskripsikan pemahaman Mariologi menurut ajaran Gereja Katolik, khususnya mengenai Maria sebagai Bunda Allah (Theotokos) dan peranannya dalam sejarah keselamatan. Mengidentifikasi dan menafsirkan peranan Maria sebagaimana digambarkan dalam Injil Sinoptis (Matius, Markus, dan Lukas). Mensintesis keselarasan antara ajaran Mariologi Gereja Katolik dengan narasi tentang Maria dalam Injil Sinoptis dan menjelaskan implikasi teologis dari peran Maria sebagai Bunda Pengantara dan Bunda Gereja, serta sebagai teladan iman dan ketaatan bagi umat Kristen.
Prinsip-Prinsip Pelayanan Pastoral Berdasarkan Surat Titus 1-3 Serta Relevansinya Bagi Gereja Lokal Samuel Pardamean Pakpahan
Jurnal Shema Vol. 9 No. 01 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan pelayanan pastoral merupakan faktor penentu pertumbuhan gereja lokal secara kuantitas maupun kualitas. Banyak gereja lokal di Indonesia mengalami stagnansi karena belum mengimplementasikan prinsip-prinsip pastoral yang Alkitabiah secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prinsip-prinsip pelayanan pastoral yang terkandung dalam Surat Titus 1-3 dan mengkaji relevansinya bagi konteks gereja lokal masa kini. Metode yang digunakan adalah deskriptif-ekspositoris dengan pendekatan kajian kepustakaan teologis. Data dikumpulkan melalui analisis teks Titus 1-3 berdasarkan genre sastranya, dikontekstualisasikan dengan pandangan para pakar teologi pastoral dan pertumbuhan gereja. Hasil penelitian menunjukkan empat prinsip pastoral yang komprehensif: (1) kualitas karakter dan kualifikasi pemimpin; (2) pengelolaan jemaat lintas generasi; (3) pengajaran yang sehat sebagai fondasi transformatif; dan (4) dampak sosial-etis gereja pada komunitas sekitar. Keempat prinsip ini bukan elemen yang terpisah, melainkan membentuk satu sistem pastoral yang saling menguatkan dan menghasilkan pertumbuhan gereja yang organik dan berkelanjutan.
Manajemen Strategis Sistem Pendidikan Dalam Transisi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus Di UPT SMPN 1 Kesamben Hadi Prasetyo; Daniel Sudibyo Tjandra
Jurnal Shema Vol. 9 No. 02 (2026): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategis sistem pendidikan dalam transisi Kurikulum Merdeka di UPT SMPN 1 Kesamben Kabupaten Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan manajemen strategis melalui tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka. Sekolah membentuk tim implementasi kurikulum, melaksanakan pelatihan guru, serta menerapkan supervisi akademik secara berkala. Penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap keaktifan dan kreativitas peserta didik, namun masih ditemukan kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, beban administrasi, dan sarana digital. Oleh karena itu, evaluasi berkelanjutan dan kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan transisi kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah.  
Membangun Masa Depan Yang Lebih Baik Melalui Guru Pendidikan Agama Kristen Yunus Manafe
Jurnal Shema Vol. 9 No. 02 (2026): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidik agama mempunyai kedudukan sentral dalam membentuk kepribadian, moralitas dan spiritualitas peserta didik di tengah dinamika, zaman yang terus berganti. penelitian ini menelaah bagimana pendidik agama bisa jadi agen transformasi yang berdampak, tidak cuma lewat pengajaran doktrin keagamaan, namun pula lewat pembuatan nilai- nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta tanggung jawab ekologis. Kajian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif lewat analisis literatur teologis dan pedagogis. Hasilnya menampilkan jika pendidik agama yang berdampak wajib sanggup mengintegrasikan iman dan ide, menjembatani antara kitab suci dan konteks sosial, dan memperkenalkan pembelajaran yang memerdekakan. Pembelajaran agama yang berdampak merupakan pembelajaran yang meningkatkan pemahaman kritis, empati dan tanggung jawab sosial peserta didik dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Mandat Yang Terlupakan: Mengaktivasi Kembali Otoritas Spiritual Jemaat Awam Dalam Pelayanan Pelepasan (Sebuah Kajian Teologis) Haryo Kanigoro Arianto; Tricia Verina Saper
Jurnal Shema Vol. 9 No. 02 (2026): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deliverance ministry is a crucial dimension of the church's mission; however, in modern ecclesiastical praxis, this role is often narrowed into an exclusive ministry reserved for the clergy or individuals with specific spiritual gifts. This phenomenon has created a "forgotten mandate," where lay believers lose awareness of the spiritual authority they rightfully possess in Christ. This article aims to reconstruct the theological understanding of lay authority and propose the urgency of reactivating this mandate within deliverance ministry. Using a qualitative method with a theological-exegetical approach, this research dissects biblical foundations, such as the delegation of power to the disciples and the legal standing of believers in Christ's victory. The findings indicate that authority over the powers of darkness is not a prerogative of ecclesiastical office but rather an ontological identity of every believer (the priesthood of all believers). This study concludes that the church must undergo a reorientation of teaching to restore the spiritual confidence of the congregation. The activation of this authority must be integrated into Christ-centered discipleship, ensuring that lay believers are no longer passive objects but active agents of liberation in spiritual warfare..
Matius 28:19-20 sebagai dasar  Teologi Multikultural bagi Misi Gereja Lokal Masa Kini Ade Hartati; Ferlin Manggarai; Galuh Pandandari
Jurnal Shema Vol. 9 No. 02 (2026): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines Matthew 28:19-20 as a theological and missiological foundation for multicultural theology. Using library research and grammatical-historical exegesis, it argues that the Great Commission is a cross-cultural disciple-making mandate. The main command is matheteusate, while going, baptizing, and teaching shape the process of discipleship among all nations. The phrase panta ta ethne reveals the multicultural horizon of Christ's mission: the gospel moves toward every human community without erasing cultural dignity. Christ's authority, the Trinitarian formula, and the promise of divine presence ground a faithful, humble, and transformative mission for the contemporary church.

Page 3 of 3 | Total Record : 29