cover
Contact Name
Remegises Danial Yohanis Pandie
Contact Email
remegissesdypandie@gmail.com
Phone
+6281269073669
Journal Mail Official
remegissesdypandie@gmail.com
Editorial Address
Kampung Jatinunggal, RT/RW 02/06, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 30470137     DOI : -
Jurnal Shema merupakan jurnal online yang mempublikasi hasil penelitian para dosen, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Presbyterian Shema Cianjur, maupun institusi lain yang memiliki kajian serupa di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Misiologi. Jurnal Shema dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Presbyterian Shema Cianjur. Jurnal Shema diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu April dan Oktober dengan Focus dan Scope pada bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pastoral dan Pelayanan Gerejawi Misiologi Kristen Gereja dan Masyarakat Pendidikan Agama Kristen
Articles 23 Documents
Implikasi Pendidikan Agama Kristen dalam Teknologi Glory mawuntu, Shekinah; Sigalingging, Lasmi
Jurnal Shema Vol. 8 No. 01 (2024): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan Agama Kristen (PAK) pun tak luput dari pengaruh ini. Artikel ini akan membahas implikasi teknologi terhadap PAK, baik peluang maupun tantangan yang ditimbulkannya. Di satu sisi, teknologi menawarkan akses yang lebih mudah terhadap sumber belajar agama, namun di sisi lain, juga menghadirkan tantangan seperti distraksi, relativisme, dan individualisme. Artikel ini akan mengkaji lebih dalam mengenai dampak teknologi terhadap PAK serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Implikasi Etika Dalam Pendidikan Agama Kristen Paly, Yunita; Koro, Desriani Fitrin
Jurnal Shema Vol. 8 No. 01 (2024): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

        Pendidikan agama Kristen memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Namun, dalam praktiknya, sering kali terdapat tantangan terkait penerapan etika yang sesuai dengan ajaran Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implikasi etika dalam pendidikan agama Kristen serta dampaknya terhadap pengembangan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan analisis kualitatif terhadap berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika dalam pendidikan agama Kristen tidak hanya berfokus pada pengajaran doktrin, tetapi juga pada pengembangan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi etika dalam kurikulum pendidikan agama Kristen sangat penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata.
Hakekat Dosa Dalam Prespektif Teologi Dan Psikologi Manusia Lami, Sandro
Jurnal Shema Vol. 8 No. 02 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Dalam kehidupan sehari-hari, dosa biasanya dipahami sebagai pelanggaran terhadap aturan agama atau nilai-nilai moral. Dalam teologi kristen, dosa bukan Cuma soal perbuatan salah, tetapi juga tentang kondisi manusia yang terpisah dari Tuhan karena dosa asal. Dosa merusak hubungan manusia dengan Tuhan, dan hanya bisa dipulihkan lewat pertobatan dan pengampunan. Sementara itu, dari sudut pandang psikologi, dosa dilihat dari efeknya pada mental seseorang. Orang yang melanggar nilai yang ia yakini bisa merasa bersalah, malu, atau cemas, dan ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan hubungan sosial.             Tujuan penelitian ini adalah memahami hakekat dosa dari dua perspektif yang berbeda, Kalo dilihat dari teologi, dosa itu adalah pelanggaran terhadap kehendak Tuhan. Jadi, dosa bukan Cuma soal salah, tetapi tentang memutus hubungan kita dengan Tuhan. Dosa bisa muncul dari pikiran, perkataan, atau perbuatan, bahkan niat saja di hati pun sudah dianggap dosa. Sementara dari sudut pandang psikologi, dosa dilihat sebagai perasaan bersalah setelah melanggar nilai moral. Rasa bersalah ini bisa membuat orang stres, minder, atau tertekan. Tetapi psikologi lebih fokus membantu orang memahami kesalahannya dan belajar memperbaiki diri, bukan sekedar menghukum.             Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Artinya, penelitian dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen lai yang membahas tentang konsep dosa dari sudut teologi dan psikologi. Data yang didapat bukan berupa angka atau statistik, tetapi berupa pemikiran, konsep, dan penjelasan yang kemudian diolah dan disusun untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Dengan cara ini, penelitian bisa membandingkan dan memperjelas kedua bidang tersebut memandang dosa. Kata kunci: Hakekat dosa, perspektif teologi, psikologi   Abstract In everyday life, sin is usually understood as a violation of religious rules or moral values. In Christian theology, sin is not only about wrongdoing, but also about the condition of humans separated from God because of original sin. Sin damages the relationship between humans and God, and can only be restored through repentance and forgiveness. Meanwhile, from a psychological perspective, sin is seen from its effects on a person's mentality. People who violate the values ​​they believe in can feel guilty, ashamed, or anxious, and this can have an impact on mental health and social relationships. The purpose of this study is to understand the nature of sin from two different perspectives. From a theological perspective, sin is a violation of God's will. So, sin is not just about being wrong, but about breaking our relationship with God. Sin can arise from thoughts, words, or actions, even intentions in the heart are considered sin. Meanwhile, from a psychological perspective, sin is seen as a feeling of guilt after violating moral values. This guilt can make people stressed, inferior, or depressed. But psychology focuses more on helping people understand their mistakes and learn to improve themselves, not just punishing them. This study uses a qualitative method with a literature review approach. This means that the study was conducted by collecting and analyzing various written sources such as books, journals, articles, and other documents that discuss the concept of sin from a theological and psychological perspective. The data obtained are not in the form of numbers or statistics, but in the form of thoughts, concepts, and explanations which are then processed and compiled to gain a deeper understanding. In this way, the study can compare and clarify the two fields' views on sin. Keywords: The nature of sin in the perspective of theology  
Doktrin Allah Dalam Prespektif Louis Berkhof dan Relevansinya Bagi Dialog Antar Agama di Indonesia Tirai Niscaya Harefa
Jurnal Shema Vol. 8 No. 01 (2024): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas doktrin Allah dalam perspektif Louis Berkhof dan relevansinya bagi dialog antaragama di Indonesia. Dalam konteks pluralisme agama yang terdiri atas enam agama utama yang dianut oleh masyarakat Indonesia, penting untuk memahami konsep Allah. Keberagaman agama menjadi tantangan dalam kehidupan beragama di masyarakat Indonesia karena terdapat perbedaan pandangan tentang ajaran Tuhan. Pluralisme agama di Indonesia menuntut adanya upaya dialog antaragama yang melibatkan semua pihak, termasuk umat Kristen. Berkhof menekankan bahwa Allah adalah pusat dari segala sesuatu, dan pemahaman tentang doktrin Allah dapat menjadi landasan untuk membangun hubungan yang harmonis antarumat beragama. Melalui pengakuan akan kesamaan nilai-nilai atribut spiritual, intelektual, dan moral yang ada dalam diri manusia, dialog antaragama dapat difasilitasi. Anugerah umum Allah (common grace) memungkinkan semua agama memiliki persamaan. Oleh sebab itu, doktrin Allah dalam perspektif Berkhof tidak hanya memperkaya pemahaman teologis tentang Allah, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan untuk menciptakan dialog antaragama dan menjadi dasar dalam membangun hubungan dialog antar agama.
Studi Naratif Bilangan 27:1-11 Transformasi Hak Waris Perempuan di Desa Lauri Arniwati Bu’ulolo; Tirai Niscaya Harefa
Jurnal Shema Vol. 8 No. 01 (2024): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menjelaskan narasi kitab Bilangan 27:1-11, yang mengisahkan anak-anak perempuan Zelafehad yang memperjuangkan hak waris atas tanah ayah mereka dalam budaya Israel yang patriarkal. Teks ini menunjukkan transformasi budaya di mana Allah melalui Musa mengakui hak waris perempuan ketika tidak ada ahli waris laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dalam Bilangan 27:1-11, dengan menganalisis plot, karakter, dan setting, serta membandingnya dengan kasus dalam konteks budaya patrilineal di Desa Lauri, Nias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi Bilangan 27:1-11 tidak hanya menegaskan keadilan ilahi bagi perempuan tetapi juga menjadi inspirasi untuk menantang ketidakadilan hak waris perempuan di Desa Lauri. Budaya Nias yang menempatkan laki-laki sebagai pewaris utama mencerminkan ketimpangan gender yang serupa dengan Israel kuno. Melalui pendekatan teologis, studi ini menawarkan perspektif transformatif tentang kesetaraan gender dalam hak waris, menekankan peran pemimpin agama dan tokoh masyarakat dalam menerapkan keadilan sesuai prinsip Alkitab.
Tradisi Manganjab dari Perspektif Kristen: Kajian Ekoteologis Evangelikal Tradisi Batak Toba Ian Raja Barita Silalahi
Jurnal Shema Vol. 8 No. 01 (2024): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Manganjab dalam masyarakat Batak Toba merupakan ritual yang memadukan nilai-nilai budaya dan spiritualitas, di mana masyarakat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kesuburan tanah dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Manganjab dari perspektif ekoteologi evangelikal Kristen, dengan menekankan hubungan harmonis antara Allah, manusia, dan alam. Metode yang digunakan adalah studi literatur, mencakup analisis simbolisme dan praktik dalam tradisi Manganjab serta pandangan ekoteologi Kristen mengenai tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal, seperti pelestarian lingkungan dan gotong royong, terintegrasi dalam praktik Manganjab, mencerminkan komitmen masyarakat Batak Toba terhadap kelestarian alam. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya inkulturasi antara ajaran Kristen dan tradisi lokal untuk menciptakan pemahaman yang lebih dalam mengenai tanggung jawab ekologis dalam konteks iman. Dengan demikian, tradisi Manganjab tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga sebagai praktik spiritual yang selaras dengan ajaran Alkitab tentang pelestarian lingkungan.
Prinsip Good-Relationsip dalam Kepemimpinan Pastoral Dan Organisasi Gereja Serta Penerapannya Di Sinode Gereja Baptis Anugerah Indonesia Papua Barat Ian Raja Barita Silalahi; Pollung Siagian
Jurnal Shema Vol. 8 No. 02 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur yang memanfaatkan konsep, teori dan penjelasan dari sumber sumber primer berupa buku, paper jurnal dan sumber akademik lainnya. Analisis disajikan secara deskriptif untuk mendalami prinsip “Good-Relationship” sebuah pola hubungan yang tercipta didalam kepemimpinan pastoral. Pendalaman prinsip di fokuskan pada usaha yang perlu dikembangkan oleh seorang pemimpin dalam memengaruhi dan berfungsi maksimal terhadap para pengikutnya untuk bergerak bersama-sama mewujudkan tujuan Tuhan bagi GerejaNya dan organisasi Kristiani. Diperoleh kesimpulan bahwa kepemimpinan transformatif adalah kepemimpinan yang mengembangkan aspek Good-Relationship melalui empat komponen utama yakni: pemimpin yang menyingkirkan psikologi ketakutan, pemimpin yang berkomunikasi efektif, pemimpin yang bersifat terbuka atau transparan, serta pemimpin yang bersifat empati dan mendengarkan dalam tugas pastoral. Seluruh komponen tersebut ternyata memberikan dukungan kuat bagi terbentuknya pola Good-Relationship didalam organisasi manapun termasuk Gereja. Bahkan melaluinya dapat diperoleh komitmen afektif di kalangan pengikut. Juga ditemukan bahwa keempat komponen ini merupakan bagian penting didalam praktik kepemimpinan Pastoral dan Organisasi di Sinode Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI) Papua Barat.
Keberhasilan Kepemimpinan Musa Membawa Keluar Bangsa Israel Dari Tanah Perbudakan Dan Kegagalannya Ke Tanah Perjanjian Reinhard Sianipar; Daniel Sudibyo Tjandra
Jurnal Shema Vol. 8 No. 02 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemimpin ideal adalah mereka yang mampu mempengaruhi orang lain dan dipilih oleh Tuhan, sebagaimana dicontohkan dalam Alkitab. Pemimpin rohani sejati menyadari bahwa Yesus adalah pemimpin utama yang menjadi teladan dalam menghadapi tekanan dan kesulitan. Seorang pemimpin rohani dituntut untuk bersikap positif, sabar, mengasihi, mengendalikan emosi, dan menjalin persahabatan. Musa adalah contoh pemimpin besar dalam Perjanjian Lama, yang kepemimpinannya terbentuk melalui pengalaman hidup dan dipakai Tuhan untuk membebaskan Israel dari perbudakan. Tuhan memilih dan memperlengkapi Musa bukan hanya karena kemampuannya, tetapi juga karena ketekunan dan semangatnya. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif teologis dengan kajian literatur, bertujuan untuk menggali makna kepemimpinan Musa dalam konteks kekristenan masa kini. Meskipun Musa gagal masuk Tanah Perjanjian karena ketidakpercayaannya, kisahnya tetap relevan sebagai inspirasi bagi pemimpin rohani masa kini.
Keteladanan Paus Fransiskus sebagai Pemimpin Gerejawi dengan Pendekatan Servant Leadership Yeheskiel Obehetan; Febrianto Sutomo Rompis
Jurnal Shema Vol. 8 No. 02 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri keteladanan pemimpin gerejawi yang memimpin dengan pendekatan pemimpin yang melayani. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan akan krisis pemimpin yang melayani melainkan dilayani. Oleh sebab itu, penelitian ini akan berfokus kepada Paus Fransiskus yang memberikan teladan sebagai pemimpin gerejawi dengan pendekatan servant leadership. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi literartur untuk menjawab fenomena krisis kepemimpinan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa servant leadership sejatinya harus membayar harga dalam pelayanan, memanusiakan manusia dan gaya hidup sederhana. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mempersiapkan para pemimpin gerejawi untuk meneladani Paus Fransiskus dalam pendekatan Servant Leadership dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. 
Pola Asuh Anak: Tinjauan Kitab Amsal 29:17 Zakarias, Dewi; Ngongo, Valensia; Obehetan, Yeheskiel
Jurnal Shema Vol. 9 No. 01 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (On Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine parenting based on the principles of Proverbs 29:17 and its impact on the formation of children's character and personality. This study is motivated by the importance of the role of parents in educating children effectively according to biblical teachings, in order to create a harmonious family environment and support the development of children as a whole. This research uses a library research method with a qualitative approach, in which data is collected from various written sources such as books, journals, and relevant documents, then analyzed in depth. The results show that parenting based on biblical values can positively shape children's moral, spiritual and social character. This research is expected to contribute to parents in implementing faith-based parenting and biblical values, so as to help produce a generation that is independent, ethical, and has good character according to the teachings of the Christian faith.

Page 2 of 3 | Total Record : 23