cover
Contact Name
Remegises Danial Yohanis Pandie
Contact Email
remegissesdypandie@gmail.com
Phone
+6281269073669
Journal Mail Official
remegissesdypandie@gmail.com
Editorial Address
Kampung Jatinunggal, RT/RW 02/06, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 30470137     DOI : -
Jurnal Shema merupakan jurnal online yang mempublikasi hasil penelitian para dosen, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Presbyterian Shema Cianjur, maupun institusi lain yang memiliki kajian serupa di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Misiologi. Jurnal Shema dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Presbyterian Shema Cianjur. Jurnal Shema diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu April dan Oktober dengan Focus dan Scope pada bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pastoral dan Pelayanan Gerejawi Misiologi Kristen Gereja dan Masyarakat Pendidikan Agama Kristen
Articles 33 Documents
Peran Gereja dalam Membangun Kesatuan Antar Generasi  di Tengah Pluralisme Berdasarkan Efesus 4:1-16 Fidar Susanti Waruwu
Jurnal Shema Vol. 9 No. 02 (2026): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh kehidupan jemaat yang terdiri dari beberapa kelompok generasi di dalam gereja. Gereja adalah tempat bagi seluruh komunitas orang percaya dari berbagai generasi, usia, budaya, latar belakang sosial, dan kondisi ekonomi yang berbeda-beda. Pluralisme antar generasi di dalam gereja seringkali menimbulkan masalah karena setiap generasi memiliki karakteristik, gaya hidup, dan kebutuhan yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah metode kepustakaan. Tujuan penulisan paper ini adalah untuk mengemukakan latar belakang yang dihadapi oleh gereja terkait pluralisme antar generasi dalam jemaat. Tulisan ini juga menunjukkan persoalan pluralisme antar generasi di gereja, di mana diperlukan cara untuk memperkuat kesatuan agar dapat menghindari konflik antar generasi. Kitab Efesus 4:1-16 menjadi pedoman dalam membangun kesatuan jemaat. Paulus dengan baik menguraikan dan menjelaskan bagaimana kesatuan dapat memperkuat jemaat di Efesus. Adapun peran gereja dalam memperkuat kesatuan dalam jemaat terhadap pluralisme antar generasi adalah: membangun kesatuan antar generasi, membangun kedewasaan rohani antar generasi, melayani sesuai kebutuhan antar generasi, dan memberdayakan karunia-karunia setiap generasi. Pada akhirnya, jemaat dibangun dalam kesatuan tubuh di dalam Kristus.
Allah Lain Dalam Kehidupan Orang Kristen Masa Kini Di Era Kecerdasan Buatan: Tinjauan Historika Gereja Eko Pujo Santoso
Jurnal Shema Vol. 9 No. 02 (2026): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep allah lain dalam Alkitab tidak hanya merujuk pada penyembahan patung atau dewa-dewa kuno, tetapi juga pada kecenderungan hati manusia yang menempatkan ciptaan menggantikan Allah Sang Pencipta. Pada era kecerdasan buatan, bentuk penyembahan berhala hadir secara lebih halus melalui pengultusan teknologi, kekayaan, kekuasaan, dan berbagai sumber otoritas selain Allah. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna teologis konsep allah lain, perkembangan historis penyembahan berhala, serta relevansinya bagi kehidupan orang Kristen di era digital berdasarkan dokumen gereja resmi dan kajian teologis periode 2024–2026. Penelitian menggunakan metode kajian kepustakaan dengan pendekatan historis-teologis dan eksegetis terhadap teks Alkitab menggunakan Terjemahan Baru Edisi Kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar penyembahan berhala terletak pada penyimpangan naluri religius manusia akibat dosa, sehingga segala sesuatu dapat menjadi allah lain ketika dijadikan sumber kebenaran dan pengharapan tertinggi. Oleh karena itu, orang Kristen dipanggil memelihara kemurnian iman dan menempatkan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah.
Model Pastoral Healing Berbasis Mazmur 147:3 bagi Lansia dengan Luka Batin Akibat Pengabaian Keluarga di Panti Jompo Werdha Yayasan Pniel Bintaro Daud Alfons Pandie; Rio Siahaan
Jurnal Shema Vol. 10 No. 01 (2026): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (On Progres)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lansia yang tinggal di panti werdha sebagai dampak perubahan struktur dan fungsi keluarga modern telah memunculkan berbagai persoalan psikososial, khususnya luka batin akibat pengabaian keluarga. Kondisi tersebut sering ditandai oleh perasaan ditolak, kesepian, kehilangan makna hidup, dan menurunnya harga diri yang tidak selalu dapat diatasi melalui pelayanan sosial konvensional. Di sisi lain, kajian mengenai Mazmur 147:3 umumnya berfokus pada aspek teologis normatif dan belum banyak dikembangkan sebagai landasan model pelayanan pastoral yang kontekstual bagi lansia yang mengalami luka batin. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna teologis Mazmur 147:3 dan mengonstruksi model pastoral healing yang relevan bagi lansia yang mengalami luka batin akibat pengabaian keluarga di Panti Werdha Pniel Bintaro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui kajian eksegetis terhadap teks Ibrani Mazmur 147:3 yang dipadukan dengan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan refleksi pastoral terhadap pengalaman hidup lansia penghuni panti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pemulihan dalam Mazmur 147:3 tidak hanya merujuk pada pemulihan spiritual, tetapi juga mencakup dimensi emosional, relasional, dan eksistensial. Allah digambarkan sebagai pribadi yang secara aktif hadir, menyembuhkan, dan membalut luka batin melalui proses pemulihan yang holistik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan Model Pastoral Healing berbasis Mazmur 147:3 yang terdiri atas empat dimensi utama, yaitu kehadiran empatik (healing presence), pendampingan relasional (healing relationship), rekonstruksi makna hidup (healing meaning), dan penguatan spiritual (healing spirituality). Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara eksegesis biblika dan praktik pastoral kontekstual dalam pengembangan model pelayanan bagi lansia yang mengalami luka batin akibat pengabaian keluarga. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian pastoral konseling Kristen serta menjadi kerangka praktis bagi gereja dan lembaga pelayanan sosial dalam menghadirkan pelayanan yang lebih transformatif, restoratif, dan berpusat pada pemulihan martabat lansia.

Page 4 of 4 | Total Record : 33