cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung. Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Tijarah
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28305183     DOI : https://doi.org/10.59818/tijarah
Jurnal Ekonomi Syariah (TIJARAH) adalah jurnal dengan ISSN (2830-5183) yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Tijarah merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan oleh seluruh insan akademik, paratisi, intelektual ataupun mahasiswa dengan spesifikasi penelitian bidang ekonomi islam,adpaun cakupan artikel meliputi konsep pemikiran (conceptual idea), Penelaahan Literatur (review of the literature), dan (Pengalaman Praktis dan Studi Lapangan) practical experience. Adapun ruang lingkup TIJARAH terbatas pada Ekonomi islam, Perbankan dan keuangan islam, Manajemen ekonomi islam, Hukum ekonomi islam, Manajemen zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf, Kewirausahaan dan bisnis islam, Pemikiran ekonomi islam, Asuransi islam dan Akuntansi islam.
Articles 34 Documents
Optimalisasi Pengelolaan Zakat dalam Upaya Mengurai Kemiskinan di Indonesia Parembai, Murni
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2025): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v4i2.1868

Abstract

Zakat is an important instrument in the Islamic economic system that has great potential to alleviate poverty. In Indonesia, as a country with a Muslim majority, zakat has strategic value in wealth distribution and social justice. However, the realization of zakat collection is still far from its national potential, while poverty rates remain high. This article analyzes the current state of zakat management in Indonesia and proposes optimization strategies based on modern management principles and Sharia principles to strengthen zakat's role in reducing poverty sustainably. The results indicate that the integration of income redistribution and social functionalism approaches provides a comprehensive understanding of the role of zakat as an economic empowerment tool for the community, as well as a sustainable social stabilization instrument. This article is expected to contribute theoretically to the literature on Islamic economics and public policy in Indonesia.ABSTRAKZakat merupakan instrumen penting dalam sistem Ekonomi Islam yang memiliki potensi besar untuk mengatasi kemiskinan. Di Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, zakat memiliki nilai strategis dalam distribusi kekayaan dan keadilan sosial. Namun, realisasi penghimpunan zakat masih jauh dari potensi nasional, sementara angka kemiskinan tetap tinggi. Artikel ini menganalisis kondisi aktual pengelolaan zakat di Indonesia dan menawarkan strategi optimalisasi berbasis manajemen modern dan prinsip syariah untuk memperkuat peran zakat dalam mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi pendekatan redistribusi pendapatan dan fungsionalisme sosial memberikan pemahaman komprehensif terhadap peran zakat sebagai alat pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus instrumen stabilisasi sosial yang berkelanjutan. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi teoretik dalam literatur ekonomi syariah dan kebijakan publik di Indonesia.
Analisis Strategi Pemasaran Produk Kangen Water di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azz: Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Mutawakilun, Dzikrullah; Saepulloh, Cecep; Munawaroh, Siti Nurhasanah
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2025): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v4i2.2086

Abstract

This study analyzes the marketing practices of Kangen Water products at Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azz Ibun, Bandung Regency, from the perspective of Islamic economic law. The research is motivated by the phenomenon of product marketing within Islamic boarding schools that does not always reflect Islamic business ethics, even though pesantren hold a strategic role in upholding sharia-based economic values. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies involving the pesantren leaders, Kangen Water managers, consumers, and muamalah experts. Data analysis was conducted using NVivo software to assist in coding and thematic categorization, followed by SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) and AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) analyses. The results show that Kangen Water marketing in the pesantren benefits from its religious image and consumer trust but faces weaknesses in promotional innovation. Overall, the marketing practices are aligned with the principles of maqashid shariah, particularly in preserving religion, health, and transactional honesty. This study recommends strengthening digital promotion based on sharia ethics as a sustainable marketing model that can be adopted by other Islamic boarding schools.ABSTRAKPenelitian ini menganalisis praktik pemasaran produk Kangen Water di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azz Ibun Kabupaten Bandung dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena pemasaran produk di lingkungan pesantren yang belum sepenuhnya mencerminkan prinsip etika bisnis Islam, padahal pesantren memiliki peran strategis dalam menegakkan nilai-nilai syariah dalam aktivitas ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pimpinan pesantren, pengelola Kangen Water, konsumen, serta pakar muamalah. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo untuk membantu proses pengkodean dan kategorisasi tema, yang kemudian dianalisis dengan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran Kangen Water di pesantren memiliki kekuatan berupa dukungan citra religius dan kepercayaan konsumen, namun masih lemah dalam inovasi promosi. Secara umum, praktik pemasaran telah sesuai dengan prinsip maqashid syariah, terutama dalam menjaga agama, kesehatan, dan kejujuran transaksi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan promosi digital berbasis etika syariah sebagai model pemasaran yang berkelanjutan dan dapat diadopsi oleh lembaga pesantren lainnya.
TEORI KONSUMSI ISLAMI: STRATEGI MEWUJUDKAN MASLAHAH Muhammad Irawan; Ichsan Iqbal
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 5, No 1 (2026): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v5i1.3035

Abstract

Consumption in Islamic economics is not merely an activity to fulfill material needs but also encompasses spiritual and social dimensions aimed at achieving maslahah (public benefit and welfare). This study examines the concept of Islamic consumption, the hierarchy of human needs, consumption ethics, and the role of maslahah in promoting well-being. The research employs a qualitative approach through library research and content analysis of Islamic economic literature. The findings reveal that Islamic consumption is guided by a hierarchy of needs consisting of dharuriyyah (essential needs), hajiyyah (complementary needs), and tahsiniyyah (refinement needs), as well as the principles of tawhid, justice, trustworthiness, permissibility (halal), and moderation. Maslahah serves as the primary objective of consumption by safeguarding the five essential elements of maqashid al-shari’ah: religion, life, intellect, lineage, and wealth. Therefore, Islamic consumption extends beyond individual satisfaction to the realization of social welfare and sustainable prosperity in both this world and the hereafter. This study contributes to the literature by offering a novel integrative synthesis of classical maslahah theory and modern consumption ethics to establish operational boundaries for contemporary Muslim consumer behavior. ABSTRAKKonsumsi dalam ekonomi Islam merupakan aktivitas yang tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga mengandung dimensi spiritual dan sosial untuk mencapai maslahah. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep konsumsi Islami, hierarki kebutuhan manusia, etika konsumsi, serta peran maslahah dalam mewujudkan kesejahteraan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi Islami berlandaskan hierarki kebutuhan dharuriyyah, hajiyyah, dan tahsiniyyah, serta prinsip tauhid, keadilan, amanah, kehalalan, dan kesederhanaan. Konsep maslahah menjadi tujuan utama konsumsi karena berorientasi pada perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta (maqashid al-syari’ah). Dengan demikian, konsumsi dalam Islam tidak hanya berfokus pada kepuasan individu, tetapi juga pada terciptanya kesejahteraan sosial dan kebahagiaan dunia-akhirat. Kajian ini memberikan kontribusi kebaruan melalui sintesis kritis integratif antara teori maslahah klasik dengan instrumen etika konsumsi guna merumuskan batasan operasional perilaku konsumen Muslim.
MENGKAJI ULANG MANAJEMEN ASET DAN INVESTASI SOSIAL: DARI LOGIKA PASAR MENUJU ETIKA ILAHIAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Aslamuddin Lasawedy; Sunarto Zulkifli
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 5, No 2 (2026): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v5i2.2905

Abstract

Asset management and social investment in modern economic systems continue to be dominated by market-oriented logic that prioritizes material gains, often overlooking ethical values, social justice, and spiritual responsibility. This study aims to re-examine the concepts of asset management and social investment from the perspective of Islamic economics by positioning divine ethics as the fundamental basis of asset management. A qualitative approach employing a library research method was used through the analysis of scholarly literature on Islamic economics, asset management, social investment, and maqashid sharia. The findings indicate that assets are regarded as a trust (amanah) that must be managed responsibly to achieve public welfare (maslahah), while social investment emphasizes justice, sustainability, and social well-being through instruments such as zakat, waqf, and Sharia-compliant investments. The study concludes that integrating divine ethics with maqashid sharia provides a more just, sustainable, and welfare-oriented paradigm for asset management and social investment than approaches driven solely by profit maximization. ABSTRAKManajemen aset dan investasi sosial dalam sistem ekonomi modern masih didominasi logika pasar yang berorientasi pada keuntungan material sehingga sering mengabaikan dimensi etika, keadilan sosial, dan tanggung jawab spiritual. Penelitian ini bertujuan mengkaji ulang konsep manajemen aset dan investasi sosial melalui perspektif ekonomi syariah dengan menempatkan etika ilahiah sebagai landasan utama pengelolaan aset. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis berbagai literatur tentang ekonomi syariah, manajemen aset, investasi sosial, dan maqashid sharia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset dipandang sebagai amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk mewujudkan kemaslahatan, sementara investasi sosial berorientasi pada keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan melalui instrumen seperti zakat, wakaf, dan investasi syariah. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi etika ilahiah dan maqashid sharia menawarkan paradigma alternatif yang lebih adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan dibandingkan pendekatan yang semata-mata berorientasi pada keuntungan.

Page 4 of 4 | Total Record : 34