cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung. Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Tijarah
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28305183     DOI : https://doi.org/10.59818/tijarah
Jurnal Ekonomi Syariah (TIJARAH) adalah jurnal dengan ISSN (2830-5183) yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Tijarah merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan oleh seluruh insan akademik, paratisi, intelektual ataupun mahasiswa dengan spesifikasi penelitian bidang ekonomi islam,adpaun cakupan artikel meliputi konsep pemikiran (conceptual idea), Penelaahan Literatur (review of the literature), dan (Pengalaman Praktis dan Studi Lapangan) practical experience. Adapun ruang lingkup TIJARAH terbatas pada Ekonomi islam, Perbankan dan keuangan islam, Manajemen ekonomi islam, Hukum ekonomi islam, Manajemen zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf, Kewirausahaan dan bisnis islam, Pemikiran ekonomi islam, Asuransi islam dan Akuntansi islam.
Articles 32 Documents
Analisis Pengaruh Kecukupan Modal, Likuiditas, dan Risiko Pembiayaan terhadap Profitabilitas: Studi pada PT Bank Mega Syariah Tahun 2015–2023 Fitria, Nita; Farhan, Mhd
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4, No 1 (2025): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v4i1.1565

Abstract

This study aims to analyze the effect of capital adequacy, liquidity, and financing risk on the profitability of PT Bank Mega Syariah for the period 2015-2023. Using a quantitative approach with multiple linear regression analysis, quarterly financial statement data were processed through SPSS 26. The results showed that partially, only capital adequacy had a significant effect on profitability. Liquidity and financing risk have no significant effect. Simultaneously, the three variables affect profitability with a contribution of 29.2%. This finding confirms the importance of capital strengthening in maintaining the financial performance of Bank Mega Syariah.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecukupan modal, likuiditas, dan risiko pembiayaan terhadap profitabilitas PT Bank Mega Syariah periode 2015–2023. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda, data laporan keuangan triwulanan diolah melalui SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya kecukupan modal yang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Likuiditas dan risiko pembiayaan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh terhadap profitabilitas dengan kontribusi sebesar 29,2%. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan modal dalam menjaga kinerja keuangan Bank Mega Syariah.
Membongkar Ambiguitas: Analisis Ambiguitas Pemahaman Masyarakat terhadap Perbedaan Keuangan Syariah dan Konvensional di Era Digital Wiraguna, Sidi Ahyar; Harahap, Pardamaian; Effendy, D. Andry
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4, No 1 (2025): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v4i1.1584

Abstract

The ambiguity of public understanding of the fundamental differences between Islamic finance and conventional finance is one of the main inhibiting factors in the development of the Islamic finance industry in Indonesia. This study aims to analyze the level of public understanding of the principles, practices, and orientation of Islamic finance compared to conventional finance, and identify the factors that cause the ambiguity. The research method used is a descriptive quantitative approach by distributing questionnaires to 400 respondents in five major Indonesian cities that have high penetration of the Islamic financial industry. Data analysis was conducted using logistic regression analysis techniques to identify the correlation between the level of financial literacy, information sources, and transaction experience on public perceptions. The results showed that 63% of respondents still equate Islamic financial principles with conventional ones, mainly due to the low level of Islamic financial literacy and the dominance of marketing narratives that do not differentiate the basic principles of the two systems. Education and experience in using sharia products also significantly influence the level of understanding. This study recommends strengthening the literacy strategy based on maqasid al-shariah values as well as a community-based educative approach to reduce the ambiguity of understanding. The findings are expected to serve as a foundation in formulating a more effective and structured public education policy. The results of this study provide a conceptual and empirical basis for developing Islamic financial literacy policies that are more adaptive to the challenges of the digital era.ABSTRAKAmbiguitas pemahaman masyarakat terhadap perbedaan fundamental antara keuangan syariah dan keuangan konvensional menjadi salah satu faktor penghambat utama dalam pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap prinsip, praktik, serta orientasi keuangan syariah dibandingkan keuangan konvensional, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ambiguitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 400 responden di lima kota besar Indonesia yang memiliki penetrasi industri keuangan syariah yang tinggi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis regresi logistik untuk mengidentifikasi korelasi antara tingkat literasi keuangan, sumber informasi, dan pengalaman bertransaksi terhadap persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% responden masih menyamakan prinsip keuangan syariah dengan konvensional, terutama disebabkan oleh rendahnya tingkat literasi keuangan syariah dan dominasi narasi pemasaran yang tidak membedakan prinsip dasar kedua sistem tersebut. Faktor pendidikan dan pengalaman menggunakan produk syariah juga berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi literasi berbasis nilai-nilai maqasid al-shariah serta pendekatan edukatif berbasis komunitas untuk mengurangi ambiguitas pemahaman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan edukasi publik yang lebih efektif dan terstruktur. Hasil penelitian ini memberikan landasan konseptual dan empiris untuk menyusun kebijakan literasi keuangan syariah yang lebih adaptif terhadap tantangan era digital.
Fundraising Zakat Ditinjau Dari Filsafat Ekonomi Islam (Landasan Ontologi, Epistomologis, dan Aksiologis) Filsafat Ilmu Ilham, Muhammad Satriana
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3, No 1 (2024): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v3i1.124

Abstract

The theories used by the author are theories about the scope of zakat, the scope around zakat fundraising and the theory of receiving zakat funds. The theory of zakat discusses the meaning of zakat, the legal basis of zakat, the history of zakat management in Indonesia. In the scope of zakat fundraising, it discusses the definition of fundraising strategy, the relationship between fundraising and marketing, methods, principles, elements, OPZ fundraising strategies, and OPZ fundraising goals. In the theory of receiving zakat funds, it discusses the factors that influence muzzaki in deciding to give zakat to LAZ. The method used in this article is the library research method. The library sources used are books and articles related to this article. The analysis used in this article is content analysis. First, identifying various related sources for the purpose of writing the article. Second, conducting content analysis techniques to find common threads from these various sources. Third, conclude or draw the final discussion of this research.ABSTRAKTeori yang digunakan oleh penulis adalah teori tentang ruang lingkup zakat, ruang lingkup seputar fundraising zakat dan teori penerimaan dana zakat. Dalam teori zakat membahas mengenai pengertian zakat, dasar hukum zakat, sejarah pengelolaan zakat di Indonesia. Dalam ruang lingkup fundraising zakat dibahas pengertian strategi fundraising, hubungan fundraising dengan marketing, metode, prinsip, unsur-unsur, strategi fundraising OPZ, dan tujuan fundraising OPZ. Dalam teori penerimaan dana zakat di bahas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi muzzaki dalam memutuskan untuk berzakat ke LAZ. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kajian Pustaka atau library research. Sumber pustaka yang digunakan berupa buku dan artikel yang berkaitan dengan artikel ini. Analisis yang digunakan di dalam artikel ini adalah analisis isi atau content anlysis. Pertama, mengidentifikasi berbagai sumber yang terkait untuk kepentingan penulisan artikel. Kedua, melakukan teknik analisis isi untuk menemukan benang merah dari berbagai sumber tersebut. Ketiga, melakukan kesimpulan atau penarikan akhir pembahasan dari penelitian ini.
Optimization of Profit-Sharing Financing for the Recovery of MSMEs in Islamic Banks During the Covid-19 Pandemic Trimulato, Trimulato; Rodoni, Ahmad; Amelia, Erika
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4, No 1 (2025): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v4i1.1569

Abstract

This study aims to analyze the development and optimization of profit-sharing financing by Islamic banks to support MSMEs' recovery during the Covid-19 pandemic. Using a qualitative library research approach, the study collected secondary data from OJK, academic journals, and relevant reports. Descriptive qualitative analysis reveals that while profit-sharing financing slightly declined during the pandemic, it remains a strategic instrument for promoting MSME resilience. Optimizing profit-sharing schemes, such as mudharabah and musyarakah, requires stronger bank-customer partnerships and adaptive financial strategies to support real sector recovery.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan optimalisasi pembiayaan bagi hasil oleh bank syariah untuk mendukung pemulihan UMKM selama pandemi Covid-19. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan kualitatif, studi ini mengumpulkan data sekunder dari OJK, jurnal akademik, dan laporan yang relevan. Analisis kualitatif deskriptif menunjukkan bahwa meskipun pembiayaan bagi hasil sedikit menurun selama pandemi, pembiayaan bagi hasil tetap menjadi instrumen strategis untuk mendorong ketahanan UMKM. Optimalisasi skema bagi hasil, seperti mudharabah dan musyarakah, membutuhkan kemitraan bank-nasabah yang lebih kuat dan strategi keuangan yang adaptif untuk mendukung pemulihan sektor riil.
Pengaruh Islamic Branding dan Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan: Studi pada BC HNI-HPAI Ambon Al Shafa, Salsabyla; Maruapey, Muammar W.; Amin, Darwis; Hamizar, Arizal; Hanifah, Hanifah; Yaman, Afdhal
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4, No 1 (2025): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v4i1.1637

Abstract

This study aims to examine the effect of Islamic branding and service quality on customer loyalty of BC HNI-HPAI Ambon. Quantitative method was used with purposive sampling technique on 62 respondents. Data were analyzed through multiple linear regression using SPSS. The results showed that both variables partially and simultaneously had a significant effect on customer loyalty. This study confirms the importance of consistency of Islamic values in branding and service strategies to retain customers in Islamic business.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguji pengaruh Islamic branding dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan BC HNI-HPAI Ambon. Metode kuantitatif digunakan dengan teknik purposive sampling terhadap 62 responden. Data dianalisis melalui regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Studi ini menegaskan pentingnya konsistensi nilai-nilai Islam dalam strategi branding dan pelayanan untuk mempertahankan pelanggan dalam bisnis syariah.
Penerapan Etika Ekonomi Islam dalam Pembiayaan Mudharabah: Studi Kualitatif pada BSI KCP Samarinda Seberang Widuri, Andi Fika; Saripudin, Udin
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3, No 2 (2024): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v3i2.1551

Abstract

This study intends to understand the awareness of sharia ethics in Islamic bank bankers based on an Islamic phenomenological approach. The object to be observed is mudharabah financing considering that this financing has a more complex scheme compared to other types of financing. This complexity can have implications for the unique behavior of Islamic bank bankers in applying Islamic economic ethics, so that mudharabah financing is very appropriate to be used as a unit of analysis. The research uses a qualitative method with a descriptive approach. The data sources used are primary data obtained through interviews with three banking actors at Bank BSI KCP Samarinda Seberang and one jurisprudence expert, as well as secondary through literature studies. The results showed that the mudarabah financing bankers at Bank BSI KCP Samarinda Seberang had an awareness of the importance of applying Islamic economic ethics in the mudarabah financing process. The assessment is based on the principles of honesty in syirkah, trustworthiness and professionalism, openness, and intelligence in managing.ABSTRAKPenelitian ini bermaksud untuk memahami kesadaran etika syariah pada banker bank syariah berdasarkan pendekatan fenomenologi Islam. Objek yang akan diamati ialah pembiayaan mudharabah mengingat pembiayaan ini memiliki skema yang lebih kompleks dibandingkan dengan jenis pembiayaan lainnya. Kompleksitas tersebut dapat berimplikasi pada keunikan perilaku bankir bank syariah dalam menerapkan etika ekonomi Islam, sehingga pembiayaan mudharabah sangat tepat dijadikan sebagai unit analisis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara terhadap tiga orang pelaku perbankan Bank BSI KCP Samarinda Seberang dan satu orang ahli fikih, serta sekunder dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bankir pembiayaan mudarabah di Bank BSI KCP Samarinda Seberang telah memiliki kesadaran akan pentingnya penerapan etika ekonomi Islam dalam proses pembiayaan mudarabah. Penilaian didasarkan pada prinsip kejujuran dalam syirkah, amanah dan profesionalisme, keterbukaan, dan kecerdasaan dalam mengelola.
Masa Depan Ekonomi Islam di Indonesia: Analisis Peluang, Tantangan, dan Strategi Parembai, Murni
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3, No 2 (2024): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v3i2.1577

Abstract

Indonesia as the country with the largest Muslim population has strategic potential in the development of regional and global Islamic economics. This study aims to analyze the growth of the Islamic economy in Indonesia, the challenges faced, and strategies to strengthen it. The method used is a literature study with a qualitative descriptive approach to government policies, the development of the halal industry, and Islamic finance. The results showed that the growth of the Islamic economy in Indonesia is increasing rapidly, but the challenges of low Islamic financial literacy, limited human resources, and institutional infrastructure are still an obstacle. Synergy between the government, industry, and society is needed to encourage Islamic financial inclusion and strengthen national halal products.ABSTRAKIndonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar memiliki potensi strategis dalam pengembangan ekonomi Islam regional dan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan ekonomi Islam di Indonesia, tantangan yang dihadapi, serta strategi penguatannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap kebijakan pemerintah, perkembangan industri halal, dan keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ekonomi Islam di Indonesia meningkat pesat, namun tantangan rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan SDM, dan infrastruktur lembaga masih menjadi hambatan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mendorong inklusi keuangan syariah dan penguatan produk halal Nasional.
Tinjauan Fikih Terhadap Akad Jual Beli Terhadap Suatu Objek Benda Tanpa diikuti Pemindahan Kepemilikan Rizki, Raden Hasnan Muhamad
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3, No 2 (2024): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v3i2.116

Abstract

Akad is a relationship or meeting of consent and acceptance which results in the emergence of law. Ijab is an offer submitted by one of the parties, and kabul is the answer to the agreement given by the partner in response to the first party's offer. The sale and purchase agreement is considered valid if there is an agreement between the two parties which is carried out with words and gestures. Buying and selling is one of the muamalah activities that many humans do. The Qur'an explains that buying and selling is lawful while Allah forbids usury. Buying and selling is the exchange of property with assets in the form of transfer of property and ownership which focuses on the words "owned" and ownership, because there is also an exchange of property with assets that do not have to be owned, such as ijarah or leasing. Ownership is the main condition for a person to use, manage and spend his wealth.ABSTRAKAkad merupakan keterkaitan atau pertemuan ijab dan kabul yang berakibat timbulnya hukum. Ijab adalah penawaran yang diajukan oleh salah satu pihak, dan kabul adalah jawaban dari persetujuan yang diberikan mitra sebagai tanggapan terhadap penawaran pihak yang pertama. Akad Jual beli dianggap sah apabila terjadi kesepakatan diantara dua belah pihak yang dilakukan dengan ucapan dan isyarat. Jual beli merupakan salah satu kegiatan muamalah yang banyak dilakukan manusia Al-Quran menerangkan bahwa jual beli itu dihalalkan sedangkan Allah mengharamkan riba. Jual beli adalah pertukaran harta dengan harta dalam bentuk pemindahan milik dan pemilikan yang menitik beratkan pada kata "milik" dan pemilikan, karena ada juga pertukaran harta dengan harta yang sifatnya tidak harus dimiliki seperti ijarah atau sewa menyewa. Kepemilikan adalah syarat utama bagi seseorang untuk memanfaatkan, mengelola serta membelanjakan hartanya.
Mendorong Transformasi Ekonomi Syariah di Indonesia: Tantangan Literasi, Inovasi, dan Regulasi di Era Digital Wiraguna, Sidi Ahyar; Effendy, D. Andry
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3, No 2 (2024): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v3i2.1579

Abstract

The transformation of Islamic economics in Indonesia faces various crucial challenges, especially related to low public literacy, limited product innovation, and insufficient regulations in supporting the digital era. This study aims to analyze the factors inhibiting the transformation of Islamic economics and formulate an acceleration strategy based on innovation and regulation in the digital era. The research method used is a qualitative approach through literature studies, regulatory analysis, and semi-structured interviews with Islamic economic experts and regulators. The results show that low Islamic financial literacy leads to slow product adoption, while the lack of innovation makes Islamic services less competitive than conventional finance. In addition, regulations that are not yet adaptive to digital developments slow down the integration of technology in Islamic finance products. This research recommends community-based literacy programs, innovation incentives for Islamic financial institutions, and regulatory updates based on maqashid sharia principles that are friendly to digital innovation. The implications of this research are expected to encourage the growth of the national Islamic economy in an inclusive and sustainable manner.ABSTRAKTransformasi ekonomi syariah di Indonesia menghadapi berbagai tantangan krusial, terutama terkait rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan inovasi produk, dan ketidakcukupan regulasi dalam mendukung era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penghambat transformasi ekonomi syariah serta merumuskan strategi akselerasi berbasis inovasi dan regulasi di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis regulasi, serta wawancara semi-terstruktur dengan pakar ekonomi syariah dan regulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi keuangan syariah menyebabkan adopsi produk yang lambat, sementara minimnya inovasi membuat layanan syariah kurang kompetitif dibandingkan keuangan konvensional. Selain itu, regulasi yang belum adaptif terhadap perkembangan digital memperlambat integrasi teknologi dalam produk keuangan syariah. Penelitian ini merekomendasikan program literasi berbasis komunitas, insentif inovasi bagi lembaga keuangan syariah, serta pembaruan regulasi berbasis prinsip maqashid syariah yang ramah inovasi digital. Implikasi penelitian ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
Tinjauan Maqashid Syariah terhadap Praktik Arisan Online di Desa Karangtunggal: Studi Kualitatif Hukum Islam Anisa, Anisa; Rukajat, Ajat; Komara, Dadang
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3, No 2 (2024): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v4i1.1556

Abstract

This research examines the practice of online arisan in Karangtunggal Village, Paseh Subdistrict, Bandung Regency, and assess its compliance with the principles of Islamic law. The findings contribute to contemporary Islamic legal literature, especially in digital-based muamalah. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observations, and document analysis. The analysis was grounded in Islamic theological foundations from the Qur’an and Hadith, as well as the Maqashid al-Shariah framework and Al-Ghazali’s concept of public interest (maslahah). The findings indicate that online arisan is conducted via social media platforms, using an online registration and number-drawing system, with financial transactions made through bank transfers. No elements of riba (usury) or additional charges were found in its implementation, suggesting that the practice aligns with the principles of justice and transparency in Islamic commercial ethics. The study concludes that online arisan is permissible under Islamic law, provided it upholds fairness, clarity, and does not contain harmful elements for any party.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji praktik arisan online di Desa Karangtunggal, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip hukum Islam. Temuan ini berkontribusi dalam literatur hukum Islam kontemporer khususnya dalam muamalah berbasis digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan landasan teologis dari Al-Qur’an dan Hadis, serta teori Maqashid Syariah dan pemikiran Al-Ghazali mengenai kemaslahatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik arisan online dilakukan melalui media sosial dengan sistem registrasi dan pengundian secara daring, serta transaksi dilakukan melalui transfer bank. Tidak ditemukan unsur riba atau tambahan biaya dalam proses pelaksanaan, sehingga praktik ini dinilai sesuai dengan prinsip keadilan dan transparansi dalam hukum Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa arisan online dapat dibenarkan secara syariah selama tidak mengandung unsur yang merugikan salah satu pihak.

Page 3 of 4 | Total Record : 32