cover
Contact Name
Rahma Melati Amir
Contact Email
jasminerahma2218@gmail.com
Phone
+6281355508159
Journal Mail Official
Jurnalmimbar@uiad.ac.id
Editorial Address
Kampus UIAD Jl.Sultan Hasanuddin No.18 Kel.Balangnipa kec.Sinjai Utara Kab.Sinjai Sulawesi Selatan
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani
ISSN : 24433217     EISSN : 27163806     DOI : https://doi.org/10.47435/mimbar.v9i2
urnal Mimbar: Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani Artikel ini membahas naskah Penelitian, Kajian Ilmiah Yang membahas TENTANG; Bimbingan Penyuluhan Islam, Bimbingan konseling pendidikan Islam, Bimbingan konseling mental Islam, Bimbingan konseling karir, Bimbingan Islam , Konseling Keluarga sakinah, Bimbingan konseling paska bencana, Bimbingan konseling Islam Islam, Penyuluhan Islam, Penyuluhan Islam, Penyuluhan agama, Penyuluhan NAPZA, Penyuluhan pengaduan, Penyuluhan remaja, Artikel tulisan masalah yang terkait Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam.J
Articles 114 Documents
Konseling Traumatik: Sebuah Strategi Guna Mereduksi Dampak Psikologis Korban Bencana Alam Hayatul Khairul Rahmat; Desi Alawiyah
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i1.372

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk membahas konseling traumatik sebagai sebuah strategi untuk mereduksi dampak psikologis korban bencana alam. Indonesia adalah negara yang akan mengalami bencana yang dapat dilihat berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada tahun 2019 yang disediakan 3.721 peristiwa bencana. Bencana yang terjadi akan menimbulkan dampak psikologis maupun dampak non-psikologis. Penulisan ini menggunakan pendekatan studi literatur. Temuan dalam penelitian ini adalah (1) konseling traumatik merupakan proses memberi makna bagi klien yang mengalami trauma dan memberi makna pula bagi konselor yang membantu mengatasi trauma kliennya; (2) dampak psikologis dari bencana alam dapat diketahui berdasarkan tiga faktor yaitu faktor pra bencana, faktor saat bencana, dan faktor pasca bencana; dan (3) dalam implementasi konseling traumatik dalam mereduksi dampak psikologis korban bencana alam menggunakan beberapa strategi dalam tiga tahap yaitu tahap awal konseling, tahap pertengahan konseling, dan tahap akhir konseling.
Shalat dan Khutbah Jumat di Sinjai (Telaah Fenomena Nongkrong di Luar Mesjid Saat Khutbah) Anis Anis; Rahmatullah Rahmatullah; Kusnadi Kusnadi
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i1.374

Abstract

Penelitian ini, Pelaksanaan Shalat dan Khutbah Jumat di Sinjai (Telaah Fenomena Nongkrong di Luar Mesjid Saat Khutbah), maka ada dua frame work yang menjadi fokus penelitian, yakni: pertama, analisis konsepsi mengenai pelaksanaan shalat dan khutbah Jumat berdasarkan dalil-dalil al-Qur’an- Hadis, paradigma shalat dan khutbah Jumat perspektif mazhab fiqih ibadah. Kedua, fenomena kebiasaan nongkrong di luar mesjid saat khutbah berlangsung. Penelitian ini berusaha menemukan masalah yang menyebabkan fenomena tersebut muncul menjadi realitas yang cenderung mentradisi di seluruh mesjid tempat pelaksanaan shalat Jumat di Kabupaten Sinjai. Dalam penelitian ini dengan metode kualitatif pendekatan teori-teori sosiologi, antropologi, dan teologi. Selain itu, pada pembahasan penelitian ini akan disertai dengan rekomendasi-rekomendasi solusi pemecahan masalah atau langkah-langkah alternatif yang dapat ditempuh mengatasi masalah. Sehingga hasil penelitian ini mengemukakan bahwa, Shalat Jumat dan khutbah merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam prosesi ibadah di hari jumat. Eksistensi khutbah dalam prosesi shalat jumat sangat jelas ditinjau dari landasan dalil-dalil dan hikmah yang terkandung di dalamnya bagi kaum muslimin. Karenanya, pelaksanaan prosesi shalat dan khutbah jumat perlu ada manajemen dari pengurus/ta’mir mesjid. Untuk itu penting ada konsep tertulis mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk pelaksanaan shalat dan khutbah jumat. Selain itu, mesjid sebagai pusat ibadah kaum muslimin sekaligus sebagai tempat berkumpul menghendaki adanya fasilitas yang memadai. Fasilitas yang memadai dalam mesjid akan membuat betah jama’ah. Masalah pengadaan fasilitas di setiap mesjid biasanya terkendala dengan kemampuan dana mesjid. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan ikhtiar dari para pengurus mesjid kepada pihak-pihak donatur baik perseorangan maupun lembaga tertentu untuk pengadaan fasilitas. Satu hal yang perlu dicatat bahwa rata-rata berdirinya mesjid berdasarkan swadaya masyarakat itu sendiri.
Gerakan dan Dakwah Islam (Peran Murji’ah dalam Membangun Peradaban Islam) Amir Hamzah Amir; Asriadi Asriadi
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i1.375

Abstract

Murji’ah adalah golongan ketidak setujuan dengan pendapat kaum Khawarij, yang menghukumi kafir orang-orang yang melakukan dan menyetujui tahkim. Ajaran pokok murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan atau doktrin irja yang diaplikasikan dalam banyak persoalan, baik politik maupun teologis. Aliran Murji’ah mengalami perkembangan, yaitu dengan terbagi menjadi sub-sekte yang kecil-kecil. Hal itu dikarenakan perbedaan pendapat yang bersifat internal tentang permasalahan-permasalahan yang muncul. Di bidang politik, doktrin irja diimplementasikan dengan sikap politik netral atau nonblok, yang hampir selalu diekspresikan dengan sikap diam. Golongan Murji’ah dibagi kedalam dua kelompok besar yaitu golongan moderat dan ekstrim sehinggga murjiah dianggap memiliki peran dalam permbangnan peradaban islam.
Konseling dalam Konteks Agama Pluralisme Mulkyan Mulkyan; Suriati Suriati
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Agama dalam konteks konseling pluralisme agama merupakan suatu sistem nilai yang bersifat universal. Agama yang bersifat universal, selanjutnya akan menciptakan daya cipta rasa kepada manusia dalam konteks realitas sosial yang ada. Meskipun perhatian umat tertuju sepenuhnya kepada adanya satu dunia yang tidak dapat dilihat (akhirat), namun agama juga melibatkan dirinya dalam masalah-masalah kehidupan sehari-hari di dunia. Agama senantiasa digunakan untuk menanamkan keyakinan ke dalam hati sanubari para pemeluknya terhadap berbagai permasalahan yang tidak mampu dijangkau akal fikiran manusia. Perbedaan keyakinan tidak menjadi kendala dalam proses pelayanan konseling. Hal tersebut bisa ditemukan dalam tulisan ini yang menyajikan pelayanan konseling perspektif islami dan barat. Agama dalam konteks konseling pluralisme agama merupakan suatu sistem nilai yang bersifat universal. Agama yang bersifat universal, selanjutnya akan menciptakan daya cipta rasa kepada manusia dalam konteks realitas sosial yang ada. Meskipun perhatian umat tertuju sepenuhnya kepada adanya satu dunia yang tidak dapat dilihat (akhirat), namun agama juga melibatkan dirinya dalam masalah-masalah kehidupan sehari-hari di dunia. Agama senantiasa digunakan untuk menanamkan keyakinan ke dalam hati sanubari para pemeluknya terhadap berbagai permasalahan yang tidak mampu dijangkau akal fikiran manusia. Tulisan ini bertujuan memperkenalkan dan menjelaskan tentang konseling dalam konteks pluralisme agama
Kaidah Mubhama>t dalam Memahami Al-Qur’an Amir Hamzah Amir
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v5i1.377

Abstract

Uraian dalam penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan menegaskan kembali urgensitas kaidah-kaidah tafsir dalam menginterpretasi kalam ilahi. Hal demikian dimaksudkan agar seorang mufasir terhindar dari pemahaman menyimpang ketika melakukan interaksi intensif terhadap firman-Nya. Selain itu, kajian ini menambah pula wawasan ragam kaidah dalam diskursus tafsir, baik klasik maupun kontemporer. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang mengemukakan ulasan-ulasan dasar mengenai kaidah-kaidah tafsir, terkhusus kaidah mubhamat. Akhirnya, penelitian ini menghasilkan sebuah pemahaman baru tentang komprehensifitas tafsir di antaranya berangkat dari keahliaan mufasir mengaplikasikan kaidah mubhamat.
Syukur dalam Perspektif Al-Qur’an Firdaus firdaus
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v5i1.378

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna-makna ayat al-Qur’an dan hakikat syukur dalam perspektif al-Qur’an, selain itu sasarannya terhadap umat Islam melalui implementasinya dalam kehidupan, mengingat konteks syukur adalah ungkapan dan tindakan manusia atas anugerah Allah Swt. yang terkadang sulit diimplementasikan. Tulisan ini turut menyajikan pentingnya rekonstruksi diri manusia sebagai makhluk pelupa (kufur nikmat) hingga layak dijadikan bacaan dalam khazanah keilmuan Islam. Metode penulisan ini adalah studi kepustakaan (library research) yakni menelaah sumber-sumber normatif yang dapat dijadikan sajian informatif dalam kmonteks kehidupan manusia (umat Islam) secara luas. Oleh karena itu, rekonstruksi diri manusia penting mewujudkan diri dalam bentuk syukur dengan hati, syukur dengan lidah, syukur melalui perbuatan atas segala bentuk pemberian (nikmat/anugerah) dalam setiap dimensi kehidupan seseorang/umat Islam.
TAREQAT KHALWATIYAH SAMMAN DI DESA TONGKE-TONGKE KEC. SINJAI TIMUR (Eksistensi dan Penyebaran Ajarannya) Anis Anis; Desi Alawiyah; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i2.431

Abstract

In this study, the implementation of Friday Prayers and Sermons at Sinjai (Phenomenon of Hanging Out outside the Mosque during Khutbah), there are two frameworks that are the focus of research, namely: first, analysis of the conception of the implementation of Friday prayers and sermons based on the arguments of the Qur'an. 'an- Hadith, the paradigm of Friday prayers and sermons from the perspective of religious fiqh schools. Second, the habit of hanging out outside the mosque during the sermon. This study seeks to find the problem that causes this phenomenon to become a reality that tends to be traditional in all mosques where Friday prayers are held in Sinjai Regency. This research uses a qualitative approach to sociological, anthropological, and theological theories. In addition, in the discussion of this research there will be recommendations for problem solutions or alternative steps that can be achieved overcoming the problem. So the results of this study suggest that the Friday Prayers and the Khutbah are an inseparable part of the worship procession on Friday. The existence of the sermon in the Friday prayer procession is very clear in terms of the basis of the arguments and wisdom contained therein for the Muslims. Therefore, the implementation of the prayer procession and Friday sermons requires management from the mosque administrators / ta'mir. For this reason, it is important to have a written concept regarding the planning, implementation and evaluation of the implementation of Friday prayers and sermons. In addition, a mosque as a center of worship for Muslims as well as a gathering place requires adequate facilities. Adequate facilities in the mosque will make the congregation feel at home. The problem of providing facilities in each mosque is usually constrained by the capacity of the mosque's funding. However, this can be overcome with the effort of the mosque administrators to the donors, both individuals and certain institutions for the provision of facilities. One thing to note is that most mosques are built based on community self-help.
ISU LGBT (LESBIAN,GAY,BISEKSUAL & TRANSGENDER) DALAM AL – QUR’AN Kusnadi Kusnadi; Andi Muhammad Ilham Septian
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i2.438

Abstract

Salah satu isu kontroversial di Indonesia dewasa ini adalah munculnya komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Mereka tidak hanya menuntut hakhak mereka harus dihormati, tetapi juga berjuang agar pernikahan sejenis dapat dilegalkan Undang-Undang pernikahan.Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan fenomena yang merebak di era modern sebagai bentuk penyimpangan seks yang sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang salah, kurangnya peran seorang ayah, pendidikan agama Islam yang kurang memadai, dan pornografi yang sangat mudah terakses semua kalangan. Pertumbuhan dan perkembangan anak mencakup aspek-aspek penting yang harus diseimbangkan dan diarahkan secara proporsional. Aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi: spiritualitas (keimanan), fisik (jasmani), kejiwaan (psikis), intelektual, emosi, moral, sosial, seksual, dan ekonomi. Jika orang tua dan guru mampu menyeimbangkan aspek-aspek pendidikan tersebut, maka akan tercapai pemahaman dan penyadaran tentang bahaya yang ditimbulkan perilaku LGBT. Oleh karena itu peranan orang tua dan guru dalam memahami bahaya LGBT bagi generasi muda. Begitupun pandangan atau yang tersurat (tertulis) di dalam al – Qur’an,bagaimana al – Qur’an mengkategorikan khusus terhadap LGBT itu sendiri. Bahkan isu LGBT ini pun bukan hanyab ada pada masa sekarang melainkan di masa Nabi Luth pun telah terdapat fenomena tersebut, sebagaimana yang di gambarkan di dalam al – Qur’an. Jadi disini penulis berharap agar pengetahuan kita tentang LGBT dan pengaruh yang terjadi apabila isu LGBT ini menjadi marak di kalangan masyarakat menjadi tambah luas dan selalu berpegang pada al –Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG REMAJA DI DESA SILAM KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR muhammad ilyas ilyas; Dea Nurul Azizah
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i2.444

Abstract

This study discusses emotional intelligence for adolescents in Silam Village, Kuok Subdistrict, Kampar District. The purpose of this study was to study how emotional intelligence on families in Silam Village, Kuok District, Kampar District. The type of research used is descriptive quantitative research. The population subjects were 250 teenagers in Silam Village and a sample of 71 adolescent Cluster Random Sampling. The technique of collecting data using a questionnaire with a Likert scale. The data analysis technique in this study was carried out by simple linear regression analysis, and the processing in this study used the SPSS version 17.0 (Statistical Products and Services Solution) program for windows. The results showed a significant influence between emotional intelligence on adolescent behavior in the Silam Village, Kuok Subdistrict, Kampar District. Based on the hypothesis test (Significant Test), the Probability value of α is 0.05 ig sig (0.05 ≥ 0.00) which means Ha is accepted and Ho is rejected. Thus it can be denied that emotional intelligence is approved of adolescent behavior.
MENEMUKENALI KONSEP ETIKA DAN SIKAP KONSELOR PROFESIONAL DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Desi Alawiyah; Hayatul Khairul Rahmat; Syahti Pernanda
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i2.457

Abstract

The complexity of the problems faced by students today, of course, is followed by the endurance of the individual both physically and psychologically. Therefore, a counselor should have sufficient insight, knowledge, skills, values, and attitudes in carrying out guidance and counseling services for all types of diversity in order to create a professional counselor. Therefore, this paper tries to identify the ethical concepts and attitudes of professional counselors in guidance and counseling so that later professional counselors are formed in terms of ethics, attitudes, and personal qualities of the counselors. This writing uses a literature study approach and content analysis techniques. The findings in this paper are (1) the counselor's professional ethics are the rules of behavior that become a reference for the counselor in carrying out his duties or responsibilities in providing guidance and counseling services to the counselee; (2) the counselor's professional attitude includes being responsible, caring about professional identity and professional development, having an awareness of commitment, being skilled at using special techniques developed on the basis of broad insights and scientific principles, understanding and managing personal and professional strengths and limitations. and maintaining objectivity and maintaining the counselee's problems, and (3) the efforts made by the counselor in developing his professional attitude and ethics, namely by developing attitudes during pre-service education and developing attitudes during his tenur

Page 4 of 12 | Total Record : 114