cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014): April 2014" : 10 Documents clear
Fitoremediasi limbah budidaya sidat menggunakan filamentous algae (Spirogyra sp.) Tri Apriadi; Niken TM Pratiwi; Sigid Hariyadi
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1282

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari filamentous algae (Spirogyra sp.) sebagai agen bioremediasi dalam mereduksi kandungan bahan organik limbah budidaya sidat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan perbedaan dosis limbah (25 %, 50 %, 75 %, 100%).  Wadah penelitian berupa akuarium resirkulasi menggunakan sistem carrousel. Dilakukan pengukuran secara rutin terhadap beberapa parameter kualitas air serta perubahan bobot Spirogyra sp. selama dua minggu retensi. Diperoleh hasil bahwa penurunan konsentrasi bahan organik menggunakan Spirogyra sp. berlangsung efektif hingga hari keenam. Spirogyra sp. mampu mentolelir limbah budidaya sidat pada dosis limbah 25% dan 50%. Spirogyra sp. pada perlakuan dosis limbah 50% memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menurunkan bahan organik limbah budidaya sidat.Kata kunci : Bahan organik; Limbah budidaya sidat; Spirogyra sp.
Komposisi jenis dan struktur komunitas ikan yang bermigrasi melewati tangga ikan pada Bendung Perjaya, Sungai Komering, Sumatera Selatan Muhammad Nizar; Mohammad Mukhlis Kamal; Enan M Adiwilaga
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1280

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komposisi spesies dan struktur komunitas ikan yang dapat bermigrasi melewati tangga ikan pada Bendung Perjaya, Sungai Komering, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan pada 2013 dengan tiga kali sampling yaitu pada Maret, Mei, dan Juli mengikuti musim. Pengambilan sampel ikan menggunakan alat tangkap yang tidak selektif, yaitu langgian (hand operated scoop net). Hasil penelitian didapatkan 5 famili yang meliputi 21 spesies, dengan jumlah spesies terbesar berasal dari famili Cyprinidae (15 spesies). Beberapa spesies yang dominan adalah Labeobarbus leptocheilus dan Crossocheilus sp. Kondisi musim berpengaruh terhadap struktur komunitas ikan, dimana keanekaragaman dan kemerataan cukup tinggi terjadi pada musim hujan (Maret) dan peralihan (Mei) tetapi rendah pada musim kemarau (Juli). Dominansi tinggi terjadi pada musim kemarau (Juli) tetapi rendah pada musim hujan (Maret) dan peralihan (Mei).Kata kunci: Tangga ikan; Bendung Perjaya; Migrasi ikan; Struktur komunitas ikan; Cyprinidae
Distribusi patogen dan kualitas lingkungan pada budidaya perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau Romi Novriadi; Sri Agustatik; Saipul Bahri; Didi Sunantara; Endang Wijayanti
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1357

Abstract

Abstract. Increasing of aquaculture production is playing an important contribution to increase of environmental and pathological problems in several aquaculture production centers. Therefore, prevention and control of diseases are now become a top priority for the sustainability of this industry. The objective of the present study was to evaluate the distribution of fish pathogen in some mariculture production centers in Riau Islands Province. The study was conducted from Febrari 2011 to December 2013. The study showed that Nodavirus and Iridovirus as a viral disease-causing agents were commonly found in marine fish farm. While Vibrio spp., Aeromonas spp. and Edwardsiella spp. were general pathogenic microorganism in marine and freshwater fish farms. Furthermore, there were also found various parasites such as Diplectanum sp., Gyrodactilus sp., Caligus sp., Trichodina sp., Rhexanella sp., Hirudinae sp., Benedenia sp.  and Cylodonela sp. in various marine and freshwater fish production centers in the Riau Islands Province. Keywords: Monitoring; Fish diseases;Parasite; Bacteria; Virus. Abstrak. Peningkatan laju produksi perikanan budidaya secara umum berperan penting dalam peningkatan masalah lingkungan dan patogen di beberapa unit produksi budidaya. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian penyakit saat ini menjadi prioritas untuk menjamin keberlanjutan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan menilai distribusi patogen pada beberapa sentra produksi perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau. Monitoing dilakukan mulai Februari 2011 sampai Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nodavirus dan Iridovirus merupakan agen penyebab penyakit virus yang umum ditemukan di budidaya ikan laut. Sementara Vibrio spp., Aeromonas spp. dan Edwardsiella spp. merupakan mikroorganisme patogen yang umum ditemukan di sentra budidaya ikan laut dan ikan air tawar. Hasil kajian monitoring juga menunjukkan bahwa Diplectanum sp., Gyrodactilus sp., Caligus sp., Trichodina sp., Rhexanella sp., Hirudinae sp., Benedenia sp. dan Cylodonela sp. merupakan parasit yang memiliki distribusi tinggi di berbagai sentra produksi ikan air laut dan tawar di Kepulauan Riau.Kata Kunci : Monitoring; penyakit ikan; ; parasit; bakteri; virus; Kepulauan Riau.
Kondisi perairan dan struktur komunitas makrozoobentos di Sungai Belumai Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Erni Dian Fisesa; Isdradjad Setyobudiandi; Majariana Krisanti
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1087

Abstract

Abstract. The objective of the present study was to examine the water quality and macrozoobenthos community of Belumai, North Sumatra. The study was conducted from March to May 2013 at three  sampling locations for three times sampling with one month interval. The water quality parameters which recorded in the study was temperature, current velocity, stream width, depth, turbidity, pH, DO, COD, TOM. The results shows that the Belumai River has a high turbidity level (163.57 - 242.6 NTU) and COD have passed the threshold standard class 1, which is intended to standards drinking water. The dominant macrozoobenthos was the Oligochaeta (79%). The Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) is displaying 2 group where the group A (station 1) has a fairly good water conditions characterized by the presence of organisms that are facultative i.e. Gastropoda, while group B (station 2,3, and 4) was considered as polluted areas indicating by the present of a dominant macrocoobenthos fauna of Oligochaeta. The Oligocheata is a tolerant fauna and as indication of pollution.Keywords: Belumai River; Water quality; Macrozoobenthic diversity Abstrak. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi perairan dan komunitas makrozoobentos di Sungai Belumai, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret sampai Mei 2013 di empat 4 stasiun, pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval sebulan sekali. Parameter yang diukur adalah suhu air, kecepatan arus, lebar sungai, kedalaman, kekeruhan, pH, DO, COD, TOM, dan Makrozoobentos.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Belumai memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi yaitu 163,57 – 242,6 NTU dan nilai COD telah melewati ambang batas baku mutu kelas 1, yang diperuntukkan untuk baku mutu air minum. Makrozoobentos yang mendominasi yaitu dari kelas Oligochaeta sebesar 79%. Analisis Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC), menghasilkan 2 kelompok dendogram, yaitu  kelompok A (Stasiun 1) memiliki kondisi perairan yang cukup baik ditandai dengan keberadaan organisme yang bersifat fakultatif yaitu dari kelas Gastropoda sedangkan kelompok B (Stasiun 2,3, dan 4) telah tercemar ditandai dengan keberadaan organisme dari kelas Oligochaeta yang jumlahnya mendominasi. Oligochaeta merupakan organisme yang memiliki sifat toleran terhadap bahan pencemar dan menjadi indikasi adanya pencemaran.Kata kunci : Sungai Belumai; Kualitas air; Keanekaragaman Makrozoobentos 
Kualitas perairan Natuna pada musim transisi Mariska Astrid Kusumaningtyas; Rikha Bramawanto; August Daulat; Widodo S. Pranowo
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1277

Abstract

Abstrak. Perairan Natuna, khususnya pada Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) I diprioritaskan untuk mendukung kegiatan perikanan berkelanjutan, sehingga penting diketahui kualitasperairannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kualitas air berdasarkan parameter fisika maupun kimia sebagai basis data terkini mengenai kualitas perairan Natuna pada musim transisi. Penelitian dilakukan di 31 stasiun pada bulan November 2012. Parameter kualitas air yang diukur antara lain kecerahan, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut, suhu, salinitas, padatan tersuspensi total atau Total Suspended Solids (TSS) dan nutrien (nitrat, fosfat, silikat). Parameter pH, oksigen terlarut, suhu, dan salinitas diukur secara in-situ menggunaan alat water quality meter (TOA-DKK), kecerahan diukur menggunakan secchi disk, sedangkan sampel air di bawa ke laboratorium untuk dianalisis konsentrasi nutrien dan TSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai kisaran kecerahan yaitu 2-20,9 (m), pH 8,09-8,27, oksigen terlarut 6,34-7,96 (mg/l), suhu 29,2-30,6 (°C), salinitas 27,9-30,4 (PSU), TSS 3-26 (mg/l), nitrat 0,005-0,078 (mg/l), fosfat 0,005-0,015 (mg/l) dan silikat 0,045-0,704 (mg/l). Hasil penelitian dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk biota laut berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi perairan Natuna masih tergolong baik untuk menunjang kehidupan biota laut.Kata kunci: Parameter kimia; Parameter fisika; Natuna; musim transisi
Keragaman genetik ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) dari dua populasi di Laut Maluku, Indonesia Nebuchadnezzar Akbar; Neviaty P Zamani; Hawis H Madduppa
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1304

Abstract

Abstract. Yellowfin tuna (Thunnus albacores) is a large, pelagic, and migratory species of tuna that inhabits Moluccas Sea in Indonesia, and most sea environment worldwide. However, high fishing activities tend to happen in the Indonesia region and catch product appear to be decreasing. A better understanding of yellowfin tuna genetic diversity is required to plan better conservation strategy of tuna. The study was conducted to infer the genetic diversity of yellowfin tuna (T. albacores) in the Moluccas Sea. A total of 41 tissue samples of yellowfin tuna were collected from two regions in the Moluccas Sea (North Moluccas and Ambon) during an expedition in February 2013. The results showed that genetic diversity and nucleotide diversity of yellowfin tuna from North Moluccas population was 0.984 and 0.021, respectively; while in Ambon population, the genetic and nucleotide diversities were 1.00 and 0.018, respectively. The high genetic diversity (0.990) and nucleotide diversity (0.020) between two populations were observed. Based on phylogenetic analysis, no genetic differentiation between the two populations in Moluccas Sea was revealed .Keywords :  Population genetics; Haplotype diversity; Coral Triangle; Phylogenetics; Polymerase Chain Reactions (PCRs) Abstrak. Tuna sirip kuning (Thunnus albacores) adalah ikan komersial penting dan ditemukan di Laut Maluku, Indonesia. Tetapi, aktivitas penangkapan ikan tuna sirip kuning dapat menurunkan kualitas dan kuantitas stok ikan, sehingga perlu adanya pengkajian keragaman genetik ikan tuna sirip kuning. Pemahaman yang baik tentang keragaman genetika dibutuhkan untuk merencanakan strategi konservasi tuna yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik  ikan tuna sirip kuning dari dua populasi di Laut Maluku. Sebanyak 41 sampel jaringan dari tuna sirip kuning dikumpulkan dari dua populasi di Laut Maluku (Maluku Utara dan Ambon) selama ekspedisi pada bulan Februari 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik populasi tuna sirip kuning pada perairan Maluku Utara dan Ambon masing-masing sebesar 0,984 dan 1,00 sedangkan nilai keragaman nukleotida masing-masing bernilai 0,021 dan 0,018. Nilai keragaman genetik dan keragaman nukloetida yang tinggi didaptkan antar kedua populasi masing-masing sebesar 0,990 dan 0,020. Berdasarkan analisis filogenetik, dua populasi di Laut Maluku ini memiliki kedekatan secara genetik.Kata kunci : Genetika populasi; Keragaman haplotipe; Segitiga Terumbu Karang; Filogenetika; Polymerase Chain Reaction (PCR)
Kelimpahan dan komposisi fitoplankton di perairan Teluk Kodek Pemenang Lombok Utara Nunik Cokrowati; Sadikin Amir; Zaenal Abidin; Bagus Dwi Hari Setyono; Ayu Adhita Damayanti
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1279

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi fitoplankton di Teluk Kodek Pemenang Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey pada 4 stasiun di perairan Teluk Kodek pada Bulan Agustus 2012 dan analisa fitoplankton dilakukan di Laboratorium Perikanan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton di perairan Teluk Kodek pada bulan Agustus 2012 adalah 6557 ind/l.  Tercatat 20 spesies  fitoplankton yang ditemukan yang dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu diatom dan dinoflagelata. Kelompok diatom terdiri 11 spesies, yaitu; Guinardia flaccida, Rhizosolenia setigera, Navicula sp., Chaetoceros sp., Thalassionema nitzschioides, Pleurosigma normanii, Planktoniella sol, Pseudo-nitzchia brasiliana, Lauderia annulata, Socphanopysis palmeriana, Oscillatoria sp., sedangkan dari kelompok dinoflagelata terdiri dari 9 spesies, yaitu; Pyrocytis noutiluca, Dinophysis cudate., Prorocentrum lima, Alexandrium tamarence, Ceratium fusus, C. incisum, C. boehmii, Torodium teredo and Odontella sinensis.  Indeks keragaman phytoplankton Teluk Kodek adalah 0,1307 dan masuk kategori keanekaragaman rendah, sedangkan indek keseragaman diperoleh nilai 0,207 dan masuk kategori keseragaman rendah. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton di perairan Teluk Kodek pada Bulan Agustus 2012 tidak stabil.Kata Kunci: Diatom; Dinoflagelata; Keanekaragaman; Budidaya Laut.
Kajian potensi kawasan mangrove di kawasan pesisir Teluk Pangpang, Banyuwangi Apriadi Budi Raharja; Bambang Widigdo; Dewayani Sutrisno
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1281

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekonomi kawasan mangrove serta potensi luas kawasan yang dapat dijadikan sebagai sempadan pantai. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu nilai ekonomi mangrove di bagian barat Teluk Pangpang dengan menggunakan metode effect on production (EOP) dan kesesuaian kawasan sempadan pantai. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh utilitas konsumen dari kawasan mangrove adalah sebesar Rp.33.187.626,12. Dengan jumlah nelayan mangrove sekitar 350 orang dan luas daerah penangkapan sekitar +489 Ha, maka nilai ekonomi sumberdaya kawasan mangrove dilihat dari fungsi pemanfaatan langsung adalah sebesar Rp.32.189.744,06 per hektar per tahun. Sedangkan untuk potensi kawasan yang dapat dijadikan sebagai kawasan sempadan pantai dari hasil perhitungan tumpang-tindih (overlay) dapat dihasilkan wilayah yang termasuk dalam kategori sangat sesuai yaitu + 127,5 ha, sedangkan sesuai luas + 257 Ha, dan kurang sesuai seluas + 442,1 ha dan tidak sesuai yaitu + 1.910,1 ha.Abstrak dalam bahasa indonesia, tidak lebih dari 250 kata (garamond fond 11)Kata kunci : Teluk Pangpang; Ekonomi mangrove; Sempadan pantai; Rehabilitasi
Kualitas perairan Sungai Cileungsi bagian hulu berdasarkan kondisi fisik-kimia Nuralim Pasisingi; Niken TM Pratiwi; Majariana Krisanti
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1376

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menentukan status mutu kualitas air di bagian hulu Sungai Cileungsi serta membandingkan beberapa parameter kualitas air dengan baku mutu kelas II berdasarkan PP RI No.82 Tahun 2001. Penelitian dilakukan bulan September, Oktober dan November 2013 pada empat stasiun pengambilan contoh di bagian hulu Sungai Cileungsi. Data hasil penelitian dianalisis mengggunakan Indeks Kualitas Air-NSF serta secara deskriptif dibandingkan dengan baku mutu kelas II menurut PP RI. No.82 tahun 2001. Hasil penelitian (Suhu air: 23 – 29,3 oC; pH: 6; Oksigen Terlarut: 6,23 - 6,88 mg/L; DHL: 139,6 - 186,3 µS/cm; Kekeruhan: 4,77 - 41,8 mg/L; TDS: 70 - 94 mg/L; TP: 0,026 - 0,099 mg/L; Ortofosfat 0,002 mg/L; Nitrat: 0,36 - 0,959 mg/L) menunjukkan kualitas perairan yang masih memenuhi baku mutu. Sedangkan untuk parameter (BOD5: 3,97 - 5,7 mg/L; COD: 14,68 - 48,06 mg/L) menunjukkan nilai yang telah melampaui ambang batas baku mutu kelas II PP RI. No.82 tahun 2001. Namun, secara keseluruhan hasil analisis dengan menggunakan IKA-NSF menunjukkan bahwa kualitas air di semua stasiun memiliki kualitas perairan yang baik dengan rentang skor 78 - 83.Kata kunci : Sungai Cileungsi; Kualitas Air; Pencemaran
Dinamika batimetri alur pelayaran Pelabuhan Cirebon, Provinsi Jawa Barat Muhammad F. A. Ismail
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1356

Abstract

Abstract. The Port of Cirebon is one of the largest port in West Java Province. The main problem in the Port of Cirebon is shallowing of the shipping channel due to sedimentation. The objective of this research was to assess the dynamics of the the bathymetry of shipping channel in Cirebon Port. The data used in this research are bathymetric survey data and ocean current data in the year 2006 and 2007 that was measured by PT. Pelabuhan Indonesia II. Bathymetric map was created using Surfer program version 8.0. Research results showed that the shipping channel depth of Cirebon Port varies in the range of 0.36 m to 6.97 m in 2006 and 0.79 m to 6.87 m in 2007. During the period of the year 2006 to the year 2007 sedimentation was occurred that marked by the increase of the volume of the sediment surface reached 6,818 m3. The ocean current around the Port of Cirebon is dominated by the tidal current with the direction to the northwest and to the southwest parallel to the shoreline which transported sediment into the shipping channel of Cirebon Port. Keywords: Port of Cirebon; Bathymetry; Sedimentation; Ocean current.   Abstrak. Pelabuhan Cirebon merupakan salah satu pelabuhan paling besar di Jawa Barat. Permasalahan utama dari Pelabuhan Cirebon yaitu terjadinya pendangkalan alur kapal sebagai akibat dari adanya sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika batimetri perairan Pelabuhan Cirebon. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data pengukuran batimetri dan arus laut yang dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia II di daerah perairan Pelabuhan Cirebon pada tahun 2006 dan tahun 2007. Pembuatan peta batimetri menggunakan program Surfer versi 8. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedalaman alur pelayaran Pelabuhan Cirebon sangat bervariasi dengan kisaran sebesar 0,36 m sampai 6,97 m pada tahun 2006 dan 0,79 m sampai 6,87 m tahun 2007. Selama periode tahun 2006 sampai tahun 2007 terjadi sedimentasi di alur pelayaran Pelabuhan Cirebon dengan penambahan volume sedimen permukaan sebesar 6.818 m3. Arus laut disekitar perairan Pelabuhan Cirebon didominasi oleh arus pasang surut dengan arah yang bergerak ke arah Barat Laut dan Tenggara yang membentuk arah yang sejajar dengan garis pantai yang dapat memuat sedimen masuk ke dalam alur pelayaran Pelabuhan Cirebon.Kata kunci: Pelabuhan Cirebon; Batimetri; Sedimentasi; Arus laut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014