cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
elanjaelanigroup@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
elanjaelanigroup@gmail.com
Editorial Address
Jl. Parakansaat 3 No 137 Kel Cisaraten Endah Kec Arcamanik Kota Bandung
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28292154     DOI : https://doi.org/10.59818/kontan.
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis (KONTAN) adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN 2829-2154 dan diterbitkan oleh Divisi Riset dan Publikasi Ilmiah CV. Wdiina Media Utama sejak tahun 2022. Jurnal KONTAN merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait isu dan perkembangan kontemporer terkait bidang EKONOMI, MANAJEMEN dan BISNIS, baik praktis maupun teoritis. secara umum cakupan Jurnal KONTAN meliputi: Ilmu Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis dan Kewirausahaan, Marketing, Keuangan dan Perbankan, Investasi dan Pasar Modal, Perencanaan Keuangan.
Articles 100 Documents
PERAN DIGITALISASI DALAM MENDORONG DAYA SAING USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KOTA SURABAYA Endang Siswati; Miftachul Miftachul; Shintia Aulia Wardani; Barbara Veronika Unmehopa
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3147

Abstract

This research is a descriptive qualitative study that aims to describe the implementation of digitalization in culinary MSMEs in Surabaya City, identify supporting factors of digitalization in increasing the competitiveness of MSMEs, explore the obstacles faced by MSMEs in the digitalization process, and formulate a digitalization optimization strategy to increase the competitiveness of MSMEs in Surabaya City. This study used informants from 9 culinary MSMEs that are still active and more than 6 months located in Surabaya, using at least one digital channel on social media. The results of the study found that the majority of culinary MSMEs in Surabaya City showed that the digitalization process has become a primary strategy to increase competitiveness, especially in the marketing and branding sectors. There are factors that inhibit digitalization, including unstable internet infrastructure and the existence of human resources that are resistant to change, while factors that encourage digitalization in MSMEs in Surabaya include easy access to social media, government support, efficiency, changes in consumer behavior in Surabaya and competitiveness. The digitalization optimization strategy is carried out by optimizing the use of social media, integration with marketplace platforms and delivery services, as well as visual branding.  ABSTRAKPenelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi digitalisasi pada UMKM kuliner di Kota Surabaya, mengidentifikasi faktor pendukung digitalisasi dalam meningkatkan daya saing UMKM, mengeksplorasi hambatan yang dihadapi UMKM dalam proses digitalisasi, dan merumuskan strategi optimasi digitalisasi untuk meningkatkan daya saing UMKM di Kota Surabaya. Studi ini menggunakan informan dari 9 UMKM kuliner yang masih aktif dan telah beroperasi lebih dari 6 bulan di Surabaya, yang menggunakan setidaknya satu saluran digital di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas UMKM kuliner di Kota Surabaya menunjukkan bahwa proses digitalisasi telah menjadi strategi utama untuk meningkatkan daya saing, terutama di sektor pemasaran dan branding. Terdapat faktor-faktor yang menghambat digitalisasi, antara lain infrastruktur internet yang tidak stabil dan keberadaan sumber daya manusia yang resisten terhadap perubahan, sedangkan faktor-faktor yang mendorong digitalisasi pada UMKM di Surabaya meliputi akses mudah ke media sosial, dukungan pemerintah, efisiensi, perubahan perilaku konsumen di Surabaya, dan daya saing. Strategi optimasi digitalisasi dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan media sosial, integrasi dengan platform marketplace dan jasa pengiriman, serta visual branding.
PENGARUH INOVASI PRODUK DAN DIGITAL MARKETING TERHADAP MINAT BELI PADA UMKM UM HABIB GALERY Dinda Tri Anjani; Rini Loliyani; Hairudin Hairudin; Astrid Aprica Isabella
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3117

Abstract

This study aims to determine the effect of product innovation and digital marketing on purchasing interest in UMKM Um Habib Galery. This study uses a quantitative approach. Data was obtained from primary and secondary data. The sample in this study consisted of 43 respondents. Data analysis was conducted through validity testing, reliability testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. Based on the analysis results, it can be concluded that product innovation has a significant effect on purchasing interest at Um Habib Gallery. However, digital marketing does not have a significant effect on purchasing interest at Um Habib Gallery. Nevertheless, product innovation and digital marketing simultaneously have a significant effect on purchasing interest at Um Habib Gallery. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi produk dan digital marketing terhadap minat beli pada UMKM Um Habib Galery. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Sampel pada penelitian ini berjumlah 43 responden. Analisis data yang dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa inovasi produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada Um Habib Galery. Sedangkan digital marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada Um Habib Galery. Namun, inovasi produk dan digital marketing secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli pada Um Habib Galery.
SEGMENTASI PELANGGAN BERBASIS RFM UNTUK PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN PADA INDUSTRI PERCETAKAN Ari Kristina; Yulita Santi; Timothy Sulistio; Yen Efawati; Athasyahri Syawal Fahrezy
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.2867

Abstract

This study aims to formulate marketing strategies in the printing industry through customer segmentation based on Recency, Frequency, and Monetary (RFM). The research problem is the absence of transaction behavior-based customer mapping that can distinguish loyal customers, high-value customers with declining activity, new or potential customers, low-active customers, and churned/passive customers. The novelty of this study lies in integrating active and churned customer separation, RFM indicator construction, comparison of K-Means and K-Medoids methods, and translation of cluster results into operational STP and CRM strategies in the printing industry context. This study applies a descriptive quantitative approach involving data cleaning, order-level deduplication, customer anonymization, RFM construction, active and churned customer separation, data transformation and normalization, clustering, model evaluation, and marketing strategy interpretation. The results show that of 11,268 customers, only 529 customers (4.69%) are active, while 10,739 customers (95.31%) are categorized as churned or passive. The best model is K-Means with k=4, DBI 0.8366, and Silhouette Score 0.4364. The segmentation produces four active customer groups used as the basis for loyalty, high-value customer retention, repeat purchase improvement, and customer reactivation strategies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran pada industri percetakan melalui segmentasi pelanggan berbasis Recency, Frequency, dan Monetary (RFM). Permasalahan penelitian adalah belum adanya pemetaan pelanggan berbasis perilaku transaksi yang mampu membedakan pelanggan loyal, pelanggan bernilai tinggi yang mulai menurun aktivitasnya, pelanggan baru atau potensial, pelanggan aktif rendah, dan pelanggan churned/pasif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pemisahan pelanggan aktif dan churned, pembentukan indikator RFM, pembandingan metode K-Means dan K-Medoids, serta penerjemahan hasil cluster ke dalam strategi STP dan CRM yang operasional pada konteks industri percetakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tahapan pembersihan data, deduplikasi order, anonimisasi pelanggan, pembentukan RFM, pemisahan pelanggan aktif dan churned, transformasi dan normalisasi data, clustering, evaluasi model, serta interpretasi strategi pemasaran. Hasil menunjukkan bahwa dari 11.268 pelanggan, hanya 529 pelanggan (4,69%) yang aktif, sedangkan 10.739 pelanggan (95,31%) tergolong churned atau pasif. Model terbaik adalah K-Means dengan k=4, DBI 0,8366, dan Silhouette Score 0,4364. Segmentasi menghasilkan empat kelompok pelanggan aktif yang menjadi dasar strategi loyalitas, retensi pelanggan bernilai tinggi, peningkatan pembelian ulang, dan reaktivasi pelanggan.
Implementasi Core Tax Administration System (CTAS) dalam Pelaporan Pajak: Studi Kasus pada PT X Dilla Salsabilla; Heriyanto Heriyanto
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3124

Abstract

ABSTRACTThe implementation of coretax represents a key component of the digital transformation of tax administration aimed at improving the effectiveness and efficiency of tax reporting. This study aims to find out how Coretax is implemented in tax reporting at PT X, the challenges faced during implementation, and the effectiveness of Coretax in improving accuracy and saving time in the company's tax reporting. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the implementation of coretax has integrated tax administration and reporting into a single system, resulting in a more streamlined reporting process. From a technology perspective, Coretax makes tax administration easier and improves reporting efficiency, even though there are still technical issues like system errors, difficulties in access, and tax data not appearing in the tax return. From an organizational perspective, the implementation of Coretax is supported by internal company coordination, human resource readiness, and the process of users adapting to the new system. From an environmental aspect, the implementation of coretax is influenced by government policies related to digital-based tax administration reforms and the support of the Directorate General of Taxes in the system implementation process. The research conclusion shows that the implementation of coretax at PT X has generally aligned with the Technology Organization Environment (TOE) theory because it involves the interconnection between technological, organizational, and environmental aspects in applying the digital tax system. ABSTRAKCore Tax Administration System (CTAS) dikembangkan sebagai bagian dari transformasi digital administrasi perpajakan yang bertujuan mengintegrasikan berbagai layanan perpajakan sehingga proses pelaporan pajak menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian ini berfokus pada analisis implementasi coretax dalam proses pelaporan pajak di PT X, termasuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi serta mengevaluasi efektivitas penerapannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengindikasikan proses administrasi dan pelaporan pajak ke dalam satu sistem yang lebih terstruktur. Ditinjau dari aspek teknologi, coretax memberikan kemudahan dalam pengelolaan administrasi perpajakan sekaligus meningkatkan efisiensi pelaporan. Di sisi lain, penerapan sistem masih menghadapi berbagai hambatan teknis, antara lain munculnya system error, kendala akses, serta belum sinkronnya sebagian data perpajakan pada Surat Pemberitahuan (SPT). Dari aspek organisasi, implementasi coretax didukung oleh koordinasi internal perusahaan, kesiapan sumber daya manusia, serta proses adaptasi pengguna terhadap sistem baru. Dari aspek lingkungan, implementasi coretax dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait reformasi administrasi perpajakan berbasis digital dan dukungan Direktorat Jenderal Pajak dalam proses implementasi sistem. Secara keseluruhan, implementasi coretax di PT X menunjukkan kesesuaian dengan kerangka Technology Organization Environment (TOE), yang tercermin dari keterkaitan faktor teknologi, organisasi, dan lingkungan dalam proses implementasinya.
EVALUASI KEPUASAN PELANGGAN MELALUI PENDEKATAN SERVICE QUALITY (SERVQUAL) PADA KEDAI KOPI LOKAL SUKABUMI COFFEE CENTER Ratih Hendra Ningsih; Liliawati Lia; Mochamad Arief Firman Nurdin
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.2967

Abstract

ABSTRAKSukabumi Coffee Center (SCC) merupakan usaha kedai kopi lokal di Kota Sukabumi yang mengusung misi memberdayakan petani lokal melalui penyajian komoditas biji kopi asli daerah (Arabika dan Robusta). Sebagai kedai kopi independen, optimalisasi kualitas pelayanan menjadi faktor krusial untuk bersaing dengan kedai kopi waralaba nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pelanggan di Sukabumi Coffee Center menggunakan dimensi Service Quality (SERVQUAL), mengidentifikasi kendala operasional yang dihadapi, serta merumuskan strategi solutif bagi manajemen. Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengumpulkan data primer melalui kuesioner berskala Likert kepada 99 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling berdasarkan rumus Slovin dari total populasi 15.816 pengunjung. Pengujian instrumen pada 30 responden menunjukkan tingkat reliabilitas yang sangat tinggi dengan koefisien Cronbach's Alpha sebesar 0,940. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan secara umum merasa puas terhadap kinerja pelayanan SCC, dengan tingkat kepuasan tertinggi dicapai pada dimensi Reliability (Keandalan), khususnya pada indikator kesesuaian pesanan yang disajikan dengan tingkat persetujuan sebesar 64,6%. Namun, kelemahan operasional kritis teridentifikasi pada dimensi Responsiveness (Ketanggapan), yaitu ketidakpastian informasi estimasi waktu tunggu produk (waiting time) saat kondisi ramai yang dikeluhkan oleh 35,4% responden, serta dimensi Tangibles (Bukti Fisik) berupa keterbatasan kapasitas parkir yang dinilai tidak memadai oleh 60,7% responden (gabungan skor tidak setuju dan sangat tidak setuju). Rekomendasi manajerial yang diusulkan meliputi standardisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penyampaian waiting time oleh barista, optimalisasi tata letak interior (servicescape), dan kerja sama penyediaan kantong parkir dengan area sekitar. ABSRACTSukabumi Coffee Center (SCC) is a local coffee shop in Sukabumi City that aims to empower local farmers by serving regional coffee bean commodities (Arabica and Robusta). As an independent coffee shop, optimizing service quality is a crucial factor in competing with national franchise coffee shops. This study aims to evaluate the level of customer satisfaction at Sukabumi Coffee Center using the Service Quality (SERVQUAL) dimension, identify operational obstacles, and formulate strategic solutions for management. This quantitative descriptive study collected primary data through a Likert scale questionnaire from 99 respondents selected using the accidental sampling technique based on the Slovin formula from a total population of 15,816 visitors. Instrument testing on 30 respondents demonstrated very high reliability with a Cronbach's Alpha coefficient of 0.940. The findings indicate that customers are generally satisfied with SCC's service performance, with the highest satisfaction achieved in the Reliability dimension, specifically in the conformity of served orders with a 64.6% agreement rate. However, critical operational weaknesses were identified in the Responsiveness dimension, where the uncertainty of waiting time information during peak hours was complained of by 35.4% of respondents, and the Tangibles dimension in the form of limited parking capacity, which was rated inadequate by 60.7% of respondents (combined disagree and strongly disagree scores). Managerial recommendations proposed include standardizing Standard Operating Procedures (SOP) for communicating waiting times by baristas, optimizing the interior layout (servicescape), and collaborating with surrounding areas to provide shared parking lots. 
Penerapan PSAK 241 pada Akuntansi Agrikultur Bawang Merah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung Yati Nurhajati; Ujang Wildan; Shofura Naila Syahidatulhaq; Siti Hanifah; Sopyan Dwi Agustin
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3207

Abstract

ABSTRACTFinancial management in small-scale agricultural businesses—particularly those managed by farmer groups—continues to face challenges due to a limited understanding of the Financial Accounting Standards (SAK) for Agriculture. This issue is particularly evident in the application of accounting treatments regarding the recognition, measurement, presentation, and disclosure of biological assets and agricultural produce. This study aims to analyze the extent to which accounting practices in shallot farming businesses in Cimenyan District, Bandung Regency, align with the provisions of PSAK 241 (Agriculture). The agricultural sector is characterized by continuous biological transformation processes, necessitating accounting treatments that reflect the specific nature of biological assets. A qualitative descriptive approach utilizing a case study method was employed. Data were gathered through in-depth interviews with business operators and an examination of production and financial records used in shallot cultivation. The findings reveal a gap between the farmers' record-keeping practices and the requirements of PSAK 241, specifically regarding the recognition and measurement of biological assets at fair value, as well as the presentation and disclosure of financial information. Current record-keeping focuses on cash transactions and operational costs without adequately accounting for biological transformation processes or changes in the value of biological assets. The study recommends enhancing accounting knowledge and providing guidance to farmer groups—specifically regarding the implementation of PSAK 241—to improve the quality of record-keeping and financial information presentation in small-scale agricultural businesses. ABSTRAKPengelolaan keuangan pada usaha agrikultur skala kecil, khususnya yang dikelola oleh kelompok tani, masih menghadapi berbagai kendala akibat keterbatasan pemahaman mengenai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Agrikultur. Kondisi tersebut terutama terlihat dalam penerapan perlakuan akuntansi yang meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan aset biologis serta hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan perlakuan akuntansi agrikultur pada usaha budidaya bawang merah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dengan ketentuan PSAK 241 tentang Agrikultur. Sektor agrikultur memiliki karakteristik khusus berupa proses transformasi biologis yang berlangsung secara berkelanjutan, sehingga memerlukan perlakuan akuntansi yang sesuai dengan karakteristik aset biologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha serta telaah terhadap catatan produksi dan pencatatan keuangan yang digunakan dalam kegiatan budidaya bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara praktik pencatatan yang dilakukan petani dengan ketentuan PSAK 241, terutama dalam pengakuan dan pengukuran aset biologis berdasarkan nilai wajar, serta penyajian dan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan. Pencatatan yang dilakukan masih berorientasi pada transaksi kas dan biaya operasional tanpa mempertimbangkan karakteristik transformasi biologis serta perubahan nilai aset biologis secara memadai. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pemahaman dan pendampingan akuntansi bagi kelompok tani, khususnya terkait penerapan PSAK 241, guna meningkatkan kualitas pencatatan dan penyajian informasi keuangan pada usaha pertanian skala kecil.
Peran Mediasi Corporate Social Responsibility dalam Pengaruh Transformasi Digital terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Sektor Keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023 Siti Nuraisyah; Aceng Kurniawan
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3155

Abstract

ABSTRACTThe topic of tax avoidance techniques by financial sector corporations is still relevant, even if digital transformation and corporate social responsibility (CSR) are becoming more important. Thus, this study will examine how digital transformation affects tax avoidance, with CSR serving as a mediating variable. This investigation primarily focuses on entities that were registered on the Indonesia Stock Exchange between 2019 and 2023. The goals of this study are accomplished by the use of quantitative methods, more especially an associative approach. The sample consists of 38 companies, which total 190 observations, and was selected via purposive sampling. Using STATA 17 software, path analysis, the Sobel test, and multiple linear regression were employed to analyse the data. According to the results, digital transformation has a positive and statistically significant effect on CSR, but a negative and statistically significant effect on tax avoidance. Although a negative correlation between CSR and tax avoidance was noted, the results did not reach statistical significance. According to this research, digital transformation is more effective than CSR strategies at reducing tax avoidance. ABSTRAKDi tengah evolusi transformasi digital yang berkelanjutan dan peningkatan fokus pada tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), praktik penghindaran pajak di perusahaan sektor keuangan tetap menjadi subjek diskusi yang penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh transformasi digital terhadap penghindaran pajak, dengan menggunakan CSR sebagai variabel perantara. Penelitian ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2019 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif yang dikombinasikan dengan teknik asosiatif untuk mencapai tujuan yang telah diuraikan. Sampel terdiri dari 38 perusahaan, menghasilkan total 190 observasi, yang diperoleh melalui metodologi pengambilan sampel bertujuan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis jalur, uji Sobel, dan regresi linier berganda, dengan perangkat lunak STATA 17 digunakan untuk eksekusi. Temuan menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap tanggung jawab sosial perusahaan, sementara secara bersamaan menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap tax avoidance. Hubungan antara tanggung jawab sosial perusahaan dan penghindaran pajak tercatat negatif; namun, observasi ini tidak mencapai signifikansi statistik. Studi ini mengungkapkan bahwa transformasi digital memberikan pengaruh yang lebih langsung terhadap tax avoidance dibandingkan dengan mekanisme CSR.
PEMAHAMAN APLIKASI CORETAX ADMINISTRATION SYSTEM TERHADAP MINAT KARIR BIDANG PERPAJAKAN PADA MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS TEKNOLOGI DIGITAL Rosita Nur Awaliyah; Rola Manjaleni
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3120

Abstract

ABSTRACTThis study aims to identify how accounting students at Universitas Teknologi Digital perceive the CoreTax Administration System and how this understanding influences their interest in a career in taxation. A qualitative approach was employed, gathering data through interviews with taxation-focused accounting students from the 2022–2024 cohorts. The findings indicate that while most students are aware of the CoreTax Administration System, their understanding remains at a basic level, lacking in-depth knowledge of its technical application. Nevertheless, student interest in pursuing a career in taxation is high, driven by broad job prospects and the alignment of the field with their current academic background. The study demonstrates a link between understanding the CoreTax Administration System and students' career interests in taxation, underscoring the importance of practical CoreTax Administration System training to enhance student readiness for the digital taxation workforce. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pemahaman mahasiswa mengenai CoreTax Administration System terhadap minat karir bidang perpajakan pada mahasiswa akuntansi Universitas Teknologi Digital. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara kepada mahasiswa akuntansi perpajakan angkatan 2022-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa sudah mengetahui CoreTax Administration System, namun pemahamannya masih berada di tahap dasar belum memahami penggunaan teknis secara mendalam.  Akan tetapi, minat mahasiswa untuk berkarir di bidang perpajakan tergolong tinggi karena memiliki prospek kerja yang luas dan sesuai dengan latar belakang yang sedang mereka jalani. Penelitian ini menunjukkan keterkaitan antara pemahaman CoreTax Administration System dengan minat karir mahasiswa di bidang perpajakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran CoreTax Administration System yang aplikatif untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja perpajakan digital.
Analisis Peran Etika dan Budaya Lingkungan Kerja Terhadap Kualitas Audit pada PT Bagi Kopi Indonesia Mukhlis Joko Wicaksono; Rola Manjaleni
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3125

Abstract

ABSTRACTInternal audit quality is important for effective internal control and corporate governance. This study aims to analyze the role of auditor ethics, work environment culture, and the obstacles encountered in implementing internal audits at PT Bagi Kopi Indonesia. A qualitative case study design was employed. One informant was selected purposively because of direct involvement in and knowledge of the internal audit process. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation, and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that integrity, objectivity, professionalism, responsibility, and confidentiality contribute to internal audit quality. The work environment culture has not fully supported audit effectiveness because work standards and coordination patterns differ across divisions. The main obstacles are management pressure and inconsistent implementation of standard operating procedures. From an Agency Theory perspective, auditor ethics and a work environment culture that supports independence strengthen the monitoring function and help reduce information asymmetry. This study contributes contextual empirical evidence to the development of internal audit research in the food and beverage sector by illustrating how ethics and work environment culture operate in the internal audit process. ABSTRAKKualitas audit internal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pengendalian internal dan tata kelola perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran etika auditor, budaya lingkungan kerja, dan hambatan pelaksanaan audit internal di PT Bagi Kopi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah satu orang yang dipilih secara purposive karena terlibat langsung dan memiliki pengetahuan mengenai proses audit internal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas, objektivitas, profesionalisme, tanggung jawab, dan kerahasiaan informasi berperan dalam mendukung kualitas audit internal. Budaya lingkungan kerja belum sepenuhnya mendukung efektivitas audit karena masih terdapat perbedaan standar kerja dan pola koordinasi antar divisi. Hambatan utama berupa tekanan manajemen dan belum seragamnya penerapan standar operasional prosedur (SOP). Berdasarkan perspektif Agency Theory, etika auditor dan budaya lingkungan kerja yang mendukung independensi memperkuat fungsi monitoring serta membantu mengurangi asimetri informasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian audit internal pada sektor food and beverage dengan memberikan gambaran kontekstual mengenai praktik etika dan budaya lingkungan kerja dalam pelaksanaan audit.
The Effect of Sustainability Reporting and Green Accounting on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (2022–2024) Afifah Nadiatul Muslihah; Vino Febryanto
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3143

Abstract

ABSTRACTTax avoidance is a company’s effort to minimize tax expenses legally; however, excessive practices may cause losses to the state. Companies must now not only make money, but also think about things like sustainability and the earth. As a result, the purpose of this study is to look into how sustainability reports and "green accounting" affect companies traded on the Indonesia Stock Exchange that make things and avoid paying taxes from 2022 to 2024. The novelty of this study lies in simultaneously examining sustainability disclosure through the Sustainability Report Disclosure Index (SRDI) based on the Global Reporting Initiative (GRI) and the implementation of green accounting measured using the PROPER rating, thereby comparing the role of sustainability disclosure and environmental management practices in influencing tax avoidance.This study employed quantitative methods and secondary data from Indonesia Stock Exchange-listed manufacturing businesses' 2022–2024 annual and sustainability reports. Through purposive sampling, 62 research samples were obtained. The study variables' effects were examined using IBM SPSS, classical assumption tests, multiple linear regression, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. Results revealed sustainability reporting did not affect tax avoidance. Meanwhile, green accounting had a negative and significant effect on tax avoidance,. Simultaneously, sustainability reports and green accounting significantly affected tax avoidance. This study concludes that sustainability reports have not been able to significantly influence corporate tax avoidance practices. On the other hand, green accounting has been proven to reduce tax avoidance practices because companies that are concerned about the environment tend to be more transparent and compliant with tax obligations. In addition, sustainability reports and green accounting simultaneously influence tax avoidance, although the explanatory power of the research model remains limited. ABSTRAKTax avoidance merupakan upaya perusahaan untuk meminimalkan beban pajak secara legal, namun praktik yang berlebihan dapat menimbulkan kerugian bagi negara. Perusahaan saat ini dituntut tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sustainability reporting dan green accounting memengaruhi tax avoidance pada perusahaan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian secara simultan antara aspek pengungkapan keberlanjutan melalui Sustainability Report Disclosure Index (SRDI) berbasis Global Reporting Initiative (GRI) dan implementasi green accounting yang diproksikan menggunakan peringkat PROPER, sehingga dapat membandingkan peran pengungkapan keberlanjutan dan praktik pengelolaan lingkungan dalam memengaruhi tax avoidance. Studi kuantitatif ini mencakup laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2022–2024.  Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 62 sampel penelitian. Untuk melihat bagaimana variabel penelitian memengaruhi data, IBM SPSS digunakan untuk melakukan uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sustainability report tidak memiliki dampak besar pada tax avoidance. Sementara itu, green accounting berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tax avoidance. Secara simultan, sustainability report dan green accounting berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance Penelitian ini menyimpulkan bahwa sustainability report belum mampu memengaruhi praktik tax avoidance perusahaan secara signifikan. Sebaliknya, green accounting terbukti mampu menurunkan praktik tax avoidance karena perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan cenderung lebih transparan dan patuh terhadap kewajiban perpajakan. Selain itu, sustainability report dan green accounting secara bersama-sama berpengaruh terhadap tax avoidance meskipun kemampuan model penelitian masih tergolong terbatas.  

Page 10 of 10 | Total Record : 100