cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
elanjaelanigroup@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
elanjaelanigroup@gmail.com
Editorial Address
Jl. Parakansaat 3 No 137 Kel Cisaraten Endah Kec Arcamanik Kota Bandung
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28292154     DOI : https://doi.org/10.59818/kontan.
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis (KONTAN) adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN 2829-2154 dan diterbitkan oleh Divisi Riset dan Publikasi Ilmiah CV. Wdiina Media Utama sejak tahun 2022. Jurnal KONTAN merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait isu dan perkembangan kontemporer terkait bidang EKONOMI, MANAJEMEN dan BISNIS, baik praktis maupun teoritis. secara umum cakupan Jurnal KONTAN meliputi: Ilmu Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis dan Kewirausahaan, Marketing, Keuangan dan Perbankan, Investasi dan Pasar Modal, Perencanaan Keuangan.
Articles 95 Documents
PERAN DIGITALISASI DALAM MENDORONG DAYA SAING USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KOTA SURABAYA Siswati, Endang; Miftachul, Miftachul; Wardani, Shintia Aulia; Unmehopa, Barbara Veronika
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3147

Abstract

This research is a descriptive qualitative study that aims to describe the implementation of digitalization in culinary MSMEs in Surabaya City, identify supporting factors of digitalization in increasing the competitiveness of MSMEs, explore the obstacles faced by MSMEs in the digitalization process, and formulate a digitalization optimization strategy to increase the competitiveness of MSMEs in Surabaya City. This study used informants from 9 culinary MSMEs that are still active and more than 6 months located in Surabaya, using at least one digital channel on social media. The results of the study found that the majority of culinary MSMEs in Surabaya City showed that the digitalization process has become a primary strategy to increase competitiveness, especially in the marketing and branding sectors. There are factors that inhibit digitalization, including unstable internet infrastructure and the existence of human resources that are resistant to change, while factors that encourage digitalization in MSMEs in Surabaya include easy access to social media, government support, efficiency, changes in consumer behavior in Surabaya and competitiveness. The digitalization optimization strategy is carried out by optimizing the use of social media, integration with marketplace platforms and delivery services, as well as visual branding.  ABSTRAKPenelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi digitalisasi pada UMKM kuliner di Kota Surabaya, mengidentifikasi faktor pendukung digitalisasi dalam meningkatkan daya saing UMKM, mengeksplorasi hambatan yang dihadapi UMKM dalam proses digitalisasi, dan merumuskan strategi optimasi digitalisasi untuk meningkatkan daya saing UMKM di Kota Surabaya. Studi ini menggunakan informan dari 9 UMKM kuliner yang masih aktif dan telah beroperasi lebih dari 6 bulan di Surabaya, yang menggunakan setidaknya satu saluran digital di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas UMKM kuliner di Kota Surabaya menunjukkan bahwa proses digitalisasi telah menjadi strategi utama untuk meningkatkan daya saing, terutama di sektor pemasaran dan branding. Terdapat faktor-faktor yang menghambat digitalisasi, antara lain infrastruktur internet yang tidak stabil dan keberadaan sumber daya manusia yang resisten terhadap perubahan, sedangkan faktor-faktor yang mendorong digitalisasi pada UMKM di Surabaya meliputi akses mudah ke media sosial, dukungan pemerintah, efisiensi, perubahan perilaku konsumen di Surabaya, dan daya saing. Strategi optimasi digitalisasi dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan media sosial, integrasi dengan platform marketplace dan jasa pengiriman, serta visual branding.
PENGARUH INOVASI PRODUK DAN DIGITAL MARKETING TERHADAP MINAT BELI PADA UMKM UM HABIB GALERY Dinda Tri Anjani; Rini Loliyani; Hairudin Hairudin; Astrid Aprica Isabella
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3117

Abstract

This study aims to determine the effect of product innovation and digital marketing on purchasing interest in UMKM Um Habib Galery. This study uses a quantitative approach. Data was obtained from primary and secondary data. The sample in this study consisted of 43 respondents. Data analysis was conducted through validity testing, reliability testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. Based on the analysis results, it can be concluded that product innovation has a significant effect on purchasing interest at Um Habib Gallery. However, digital marketing does not have a significant effect on purchasing interest at Um Habib Gallery. Nevertheless, product innovation and digital marketing simultaneously have a significant effect on purchasing interest at Um Habib Gallery. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi produk dan digital marketing terhadap minat beli pada UMKM Um Habib Galery. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Sampel pada penelitian ini berjumlah 43 responden. Analisis data yang dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa inovasi produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada Um Habib Galery. Sedangkan digital marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada Um Habib Galery. Namun, inovasi produk dan digital marketing secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli pada Um Habib Galery.
SEGMENTASI PELANGGAN BERBASIS RFM UNTUK PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN PADA INDUSTRI PERCETAKAN Ari Kristina; Yulita Santi; Timothy Sulistio; Yen Efawati; Athasyahri Syawal Fahrezy
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.2867

Abstract

This study aims to formulate marketing strategies in the printing industry through customer segmentation based on Recency, Frequency, and Monetary (RFM). The research problem is the absence of transaction behavior-based customer mapping that can distinguish loyal customers, high-value customers with declining activity, new or potential customers, low-active customers, and churned/passive customers. The novelty of this study lies in integrating active and churned customer separation, RFM indicator construction, comparison of K-Means and K-Medoids methods, and translation of cluster results into operational STP and CRM strategies in the printing industry context. This study applies a descriptive quantitative approach involving data cleaning, order-level deduplication, customer anonymization, RFM construction, active and churned customer separation, data transformation and normalization, clustering, model evaluation, and marketing strategy interpretation. The results show that of 11,268 customers, only 529 customers (4.69%) are active, while 10,739 customers (95.31%) are categorized as churned or passive. The best model is K-Means with k=4, DBI 0.8366, and Silhouette Score 0.4364. The segmentation produces four active customer groups used as the basis for loyalty, high-value customer retention, repeat purchase improvement, and customer reactivation strategies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran pada industri percetakan melalui segmentasi pelanggan berbasis Recency, Frequency, dan Monetary (RFM). Permasalahan penelitian adalah belum adanya pemetaan pelanggan berbasis perilaku transaksi yang mampu membedakan pelanggan loyal, pelanggan bernilai tinggi yang mulai menurun aktivitasnya, pelanggan baru atau potensial, pelanggan aktif rendah, dan pelanggan churned/pasif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pemisahan pelanggan aktif dan churned, pembentukan indikator RFM, pembandingan metode K-Means dan K-Medoids, serta penerjemahan hasil cluster ke dalam strategi STP dan CRM yang operasional pada konteks industri percetakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tahapan pembersihan data, deduplikasi order, anonimisasi pelanggan, pembentukan RFM, pemisahan pelanggan aktif dan churned, transformasi dan normalisasi data, clustering, evaluasi model, serta interpretasi strategi pemasaran. Hasil menunjukkan bahwa dari 11.268 pelanggan, hanya 529 pelanggan (4,69%) yang aktif, sedangkan 10.739 pelanggan (95,31%) tergolong churned atau pasif. Model terbaik adalah K-Means dengan k=4, DBI 0,8366, dan Silhouette Score 0,4364. Segmentasi menghasilkan empat kelompok pelanggan aktif yang menjadi dasar strategi loyalitas, retensi pelanggan bernilai tinggi, peningkatan pembelian ulang, dan reaktivasi pelanggan.
Implementasi Core Tax Administration System (CTAS) dalam Pelaporan Pajak: Studi Kasus pada PT X Dilla Salsabilla; Heriyanto Heriyanto
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3124

Abstract

ABSTRACTThe implementation of coretax represents a key component of the digital transformation of tax administration aimed at improving the effectiveness and efficiency of tax reporting. This study aims to find out how Coretax is implemented in tax reporting at PT X, the challenges faced during implementation, and the effectiveness of Coretax in improving accuracy and saving time in the company's tax reporting. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the implementation of coretax has integrated tax administration and reporting into a single system, resulting in a more streamlined reporting process. From a technology perspective, Coretax makes tax administration easier and improves reporting efficiency, even though there are still technical issues like system errors, difficulties in access, and tax data not appearing in the tax return. From an organizational perspective, the implementation of Coretax is supported by internal company coordination, human resource readiness, and the process of users adapting to the new system. From an environmental aspect, the implementation of coretax is influenced by government policies related to digital-based tax administration reforms and the support of the Directorate General of Taxes in the system implementation process. The research conclusion shows that the implementation of coretax at PT X has generally aligned with the Technology Organization Environment (TOE) theory because it involves the interconnection between technological, organizational, and environmental aspects in applying the digital tax system. ABSTRAKCore Tax Administration System (CTAS) dikembangkan sebagai bagian dari transformasi digital administrasi perpajakan yang bertujuan mengintegrasikan berbagai layanan perpajakan sehingga proses pelaporan pajak menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian ini berfokus pada analisis implementasi coretax dalam proses pelaporan pajak di PT X, termasuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi serta mengevaluasi efektivitas penerapannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengindikasikan proses administrasi dan pelaporan pajak ke dalam satu sistem yang lebih terstruktur. Ditinjau dari aspek teknologi, coretax memberikan kemudahan dalam pengelolaan administrasi perpajakan sekaligus meningkatkan efisiensi pelaporan. Di sisi lain, penerapan sistem masih menghadapi berbagai hambatan teknis, antara lain munculnya system error, kendala akses, serta belum sinkronnya sebagian data perpajakan pada Surat Pemberitahuan (SPT). Dari aspek organisasi, implementasi coretax didukung oleh koordinasi internal perusahaan, kesiapan sumber daya manusia, serta proses adaptasi pengguna terhadap sistem baru. Dari aspek lingkungan, implementasi coretax dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait reformasi administrasi perpajakan berbasis digital dan dukungan Direktorat Jenderal Pajak dalam proses implementasi sistem. Secara keseluruhan, implementasi coretax di PT X menunjukkan kesesuaian dengan kerangka Technology Organization Environment (TOE), yang tercermin dari keterkaitan faktor teknologi, organisasi, dan lingkungan dalam proses implementasinya.
EVALUASI KEPUASAN PELANGGAN MELALUI PENDEKATAN SERVICE QUALITY (SERVQUAL) PADA KEDAI KOPI LOKAL SUKABUMI COFFEE CENTER Ratih Hendra Ningsih; Liliawati Lia; Mochamad Arief Firman Nurdin
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.2967

Abstract

ABSTRAKSukabumi Coffee Center (SCC) merupakan usaha kedai kopi lokal di Kota Sukabumi yang mengusung misi memberdayakan petani lokal melalui penyajian komoditas biji kopi asli daerah (Arabika dan Robusta). Sebagai kedai kopi independen, optimalisasi kualitas pelayanan menjadi faktor krusial untuk bersaing dengan kedai kopi waralaba nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pelanggan di Sukabumi Coffee Center menggunakan dimensi Service Quality (SERVQUAL), mengidentifikasi kendala operasional yang dihadapi, serta merumuskan strategi solutif bagi manajemen. Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengumpulkan data primer melalui kuesioner berskala Likert kepada 99 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling berdasarkan rumus Slovin dari total populasi 15.816 pengunjung. Pengujian instrumen pada 30 responden menunjukkan tingkat reliabilitas yang sangat tinggi dengan koefisien Cronbach's Alpha sebesar 0,940. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan secara umum merasa puas terhadap kinerja pelayanan SCC, dengan tingkat kepuasan tertinggi dicapai pada dimensi Reliability (Keandalan), khususnya pada indikator kesesuaian pesanan yang disajikan dengan tingkat persetujuan sebesar 64,6%. Namun, kelemahan operasional kritis teridentifikasi pada dimensi Responsiveness (Ketanggapan), yaitu ketidakpastian informasi estimasi waktu tunggu produk (waiting time) saat kondisi ramai yang dikeluhkan oleh 35,4% responden, serta dimensi Tangibles (Bukti Fisik) berupa keterbatasan kapasitas parkir yang dinilai tidak memadai oleh 60,7% responden (gabungan skor tidak setuju dan sangat tidak setuju). Rekomendasi manajerial yang diusulkan meliputi standardisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penyampaian waiting time oleh barista, optimalisasi tata letak interior (servicescape), dan kerja sama penyediaan kantong parkir dengan area sekitar. ABSRACTSukabumi Coffee Center (SCC) is a local coffee shop in Sukabumi City that aims to empower local farmers by serving regional coffee bean commodities (Arabica and Robusta). As an independent coffee shop, optimizing service quality is a crucial factor in competing with national franchise coffee shops. This study aims to evaluate the level of customer satisfaction at Sukabumi Coffee Center using the Service Quality (SERVQUAL) dimension, identify operational obstacles, and formulate strategic solutions for management. This quantitative descriptive study collected primary data through a Likert scale questionnaire from 99 respondents selected using the accidental sampling technique based on the Slovin formula from a total population of 15,816 visitors. Instrument testing on 30 respondents demonstrated very high reliability with a Cronbach's Alpha coefficient of 0.940. The findings indicate that customers are generally satisfied with SCC's service performance, with the highest satisfaction achieved in the Reliability dimension, specifically in the conformity of served orders with a 64.6% agreement rate. However, critical operational weaknesses were identified in the Responsiveness dimension, where the uncertainty of waiting time information during peak hours was complained of by 35.4% of respondents, and the Tangibles dimension in the form of limited parking capacity, which was rated inadequate by 60.7% of respondents (combined disagree and strongly disagree scores). Managerial recommendations proposed include standardizing Standard Operating Procedures (SOP) for communicating waiting times by baristas, optimizing the interior layout (servicescape), and collaborating with surrounding areas to provide shared parking lots. 

Page 10 of 10 | Total Record : 95