cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
elanjaelanigroup@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
elanjaelanigroup@gmail.com
Editorial Address
Jl. Parakansaat 3 No 137 Kel Cisaraten Endah Kec Arcamanik Kota Bandung
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28292154     DOI : https://doi.org/10.59818/kontan.
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis (KONTAN) adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN 2829-2154 dan diterbitkan oleh Divisi Riset dan Publikasi Ilmiah CV. Wdiina Media Utama sejak tahun 2022. Jurnal KONTAN merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait isu dan perkembangan kontemporer terkait bidang EKONOMI, MANAJEMEN dan BISNIS, baik praktis maupun teoritis. secara umum cakupan Jurnal KONTAN meliputi: Ilmu Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis dan Kewirausahaan, Marketing, Keuangan dan Perbankan, Investasi dan Pasar Modal, Perencanaan Keuangan.
Articles 85 Documents
ANOMALI AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH DAN PEMBANGUNAN MANUSIA: ANALISIS POLA KETERKAITAN KERUGIAN DAERAH, OPINI AUDIT BPK, PDRB PER KAPITA, DAN GINI RATIO DENGAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI DI INDONESIA Norma Emilia; Hamdani Hamdani; Sarwani Sarwani
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.2870

Abstract

This study aims to analyze the anomaly in the relationship between regional financial accountability and human development across provinces in Indonesia during the pre-COVID-19 period. The research employs a qualitative descriptive approach using document analysis based on secondary data from the Audit Board of Indonesia (BPK) through the Summary of Audit Reports (IHPS) and publications from Statistics Indonesia (BPS), including regional losses, audit opinions, gross regional domestic product (GRDP) per capita, Gini ratio, and the Human Development Index (HDI). The findings reveal that the dominance of unqualified audit opinions (WTP) is not accompanied by uniformity in HDI achievements across provinces. In addition, regional losses do not exhibit a consistent pattern in relation to human development levels, while GRDP per capita tends to show a more aligned relationship with HDI compared to other indicators. These findings indicate a disconnect between administrative accountability and actual welfare outcomes. This study highlights that the success of regional financial management cannot be solely measured by audit opinions, but must also consider its effectiveness in improving the quality of life of the population. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis anomali dalam keterkaitan antara akuntabilitas keuangan daerah dan pembangunan manusia di provinsi Indonesia periode pra-pandemi COVID-19. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis analisis dokumen dengan memanfaatkan data sekunder dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) Badan Pemeriksa Keuangan dan publikasi Badan Pusat Statistik yang mencakup kerugian daerah, opini audit, PDRB per kapita, Gini Ratio, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil analisis menunjukkan bahwa dominasi opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tidak diikuti oleh keseragaman capaian IPM antarprovinsi. Selain itu, kerugian daerah tidak memperlihatkan pola keterkaitan yang konsisten dengan tingkat pembangunan manusia, sementara PDRB per kapita cenderung lebih sejalan dengan capaian IPM dibandingkan indikator lainnya. Temuan ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan antara akuntabilitas administratif dan outcome kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan keuangan daerah tidak dapat hanya diukur melalui opini audit, tetapi perlu dilihat dari efektivitasnya dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pengaruh Strategi Marketing MIX 4P Terhadap Keputusan Pembelian Batik Sungai Lemau Di Desa Padang Kedeper Kabupaten Bengkulu Tengah Nefa Stefhanie; Sazili Sazili; Meirani Meirani
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi marketing mix 4P terhadap keputusan pembelian Batik Sungai Lemau di Desa Padang Kedeper Kabupaten Bengkulu Tengah. Strategi marketing mix meliputi produk, harga, tempat, promosi yang digunakan untuk menarik minat konsumen dalam melakukan pembelian. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Subjek penelitian adalah 40 konsumen. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan Strategi Marketing Mix memiliki nilai rata-rata sebesar 60,45 berada dalam kategori baik, Keputusan Pembelian Batik Sungai Lemau memiliki nilai rata-rata sebesar 20,00 berada dalam kategori Tinggi, sehingga diperoleh hasil signifikan antara variable Marketing Mix terhadap Keputusan Pembelian. Dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 0,05 (maka Ho ditolak Ha diterima), Berdasarkan nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 55,5%, yang menunjukkan bahwa Marketing Mix memberikan kontribusi terhadap keputusan pembelian sisanya 44,5% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.
PERAN DOSEN DALAM MEMBANGUN KESADARAN MULTIKULTURAL MAHASISWA DI PROVINSI JAMBI: TINJAUAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN TATA KELOLA INSTITUSI Andini Fitri; Tiara Andrinie; Eva Iryani
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i3.2897

Abstract

This research is motivated by the increasing student heterogeneity in Jambi Province across 55 public and private universities, including the presence of international students, yet not balanced by systemic lecturer readiness to manage cultural diversity. The purpose of this study is to analyze the role of lecturers in building students' multicultural awareness and to identify institutional governance barriers hindering its optimization. This research employs a qualitative approach using library research. The findings identify four typologies of lecturer roles: inclusive learning facilitators, ethical role models, intercultural bridges, and agents of campus cultural transformation. The optimization of these roles is hindered by the unequal distribution of lecturers' cultural competence, the dominance of mono-cultural pedagogical approaches in private universities, and the absence of systematic institutional policies. The contribution of this study is to extend the multicultural education management model across three simultaneous intervention levels: individual, pedagogical, and institutional. The novelty of this study lies in identifying the structural gap between public and private universities in Jambi Province as a determining factor for successful multiculturalism management. This study concludes that simultaneous interventions at these three levels are required to create an inclusive and culturally just campus ecosystem. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya heterogenitas mahasiswa di Provinsi Jambi yang tersebar di 55 perguruan tinggi negeri dan swasta, termasuk kehadiran mahasiswa internasional, namun belum diimbangi dengan kesiapan sistemik dosen dalam mengelola keragaman budaya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran dosen dalam membangun kesadaran multikultural mahasiswa serta mengidentifikasi hambatan tata kelola institusional yang menghambat optimalisasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tipologi peran dosen: fasilitator pembelajaran inklusif, teladan etis, jembatan antarbudaya, dan agen transformasi budaya kampus. Optimalisasi peran tersebut terhambat oleh ketimpangan kompetensi kultural dosen, dominasi pedagogis mono-kultural di perguruan tinggi swasta, serta absennya kebijakan institusional sistematis. Kontribusi penelitian ini adalah memperluas model peran dosen dalam pendidikan multikultural dari perspektif manajemen pendidikan pada tiga level intervensi simultan: individu, pedagogis, dan institusional. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi kesenjangan struktural antara PTN dan PTS di Provinsi Jambi sebagai faktor determinan keberhasilan pengelolaan multikulturalisme. Penelitian ini menyimpulkan perlunya intervensi simultan pada ketiga level tersebut untuk menciptakan ekosistem kampus yang inklusif dan berkeadilan budaya.
PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN: STUDI KASUS PT. DOK BANGKA Mieke Atalia; Osly Usman
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.3038

Abstract

Employee performance is a strategic factor that determines an organization's ability to achieve operational and long-term objectives, particularly in the shipbuilding industry, where organizational success largely depends on the quality of human resources. This study aims to analyze the effects of work discipline, work motivation, and organizational commitment on the performance of production employees at PT. DOK Bangka, both partially and simultaneously. A quantitative approach with an explanatory survey method was employed. Data were collected through questionnaires administered to 55 production employees selected using purposive sampling and analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that work discipline, work motivation, and organizational commitment each have a positive and significant effect on employee performance. Furthermore, these three variables simultaneously exert a significant influence on employee performance, explaining 62.3% of the variance in performance (R² = 0.623). The results suggest that strengthening employees' compliance with workplace regulations, enhancing work motivation, and fostering organizational commitment contribute to higher productivity, stronger loyalty, and improved employee performance  ABSTRAKKinerja karyawan merupakan faktor strategis yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan operasional dan keberlanjutan perusahaan, terutama pada industri galangan kapal yang sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT. DOK Bangka, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 55 karyawan bagian produksi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja, motivasi kerja, dan komitmen organisasi masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, ketiga variabel secara simultan juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kemampuan menjelaskan variasi kinerja sebesar 62,3% (R² = 0,623). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan terhadap aturan kerja, penguatan motivasi, dan peningkatan komitmen organisasi mampu mendorong produktivitas, loyalitas, serta kualitas kinerja karyawan. 
PENGARUH WORKLOAD, MENTAL HEALTH, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN GENERASI Z DI PT QMB NEW ENERGY MATERIAL Liliany Putri Azizah; Osly Usman
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.2985

Abstract

High turnover intention among Generation Z employees has become a challenge for organizations in retaining human resources. This study aims to analyze the effects of workload, mental health, and work environment on turnover intention among Generation Z employees at PT QMB New Energy Material. A quantitative approach with a causal-associative design was employed involving 300 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that workload has a positive and significant effect on turnover intention, while mental health and work environment have negative and significant effects on turnover intention. Simultaneously, the three variables significantly influence turnover intention, with an Adjusted R² value of 0.309. The study concludes that effective workload management, improved mental health, and a supportive work environment are important factors in reducing turnover intention among Generation Z employees. ABSTRAKTingginya turnover intention pada karyawan Generasi Z menjadi tantangan bagi perusahaan dalam mempertahankan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh workload, mental health, dan lingkungan kerja terhadap turnover intention karyawan Generasi Z di PT QMB New Energy Material. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal terhadap 300 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sedangkan mental health dan lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,309. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan beban kerja, peningkatan kesehatan mental, dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif merupakan faktor penting dalam menurunkan turnover intention karyawan Generasi Z.