cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
elanjaelanigroup@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
elanjaelanigroup@gmail.com
Editorial Address
Jl. Parakansaat 3 No 137 Kel Cisaraten Endah Kec Arcamanik Kota Bandung
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28292154     DOI : https://doi.org/10.59818/kontan.
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis (KONTAN) adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN 2829-2154 dan diterbitkan oleh Divisi Riset dan Publikasi Ilmiah CV. Wdiina Media Utama sejak tahun 2022. Jurnal KONTAN merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait isu dan perkembangan kontemporer terkait bidang EKONOMI, MANAJEMEN dan BISNIS, baik praktis maupun teoritis. secara umum cakupan Jurnal KONTAN meliputi: Ilmu Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis dan Kewirausahaan, Marketing, Keuangan dan Perbankan, Investasi dan Pasar Modal, Perencanaan Keuangan.
Articles 77 Documents
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Minyak Goreng Curah dan Bermerek: Analisis Regresi Logistik pada Rumah Tangga Pedesaan di Kabupaten Jember Wulandari, Savira Putri; Zainuddin, Ahmad; Suciati, Luh Putu; Magfiroh, Illia Seldon; Setyawati, Intan Kartika; Rahman, Rena Yunita; Agustina, Titin; Utami, Ratih Apri
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 4 (2025): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v4i4.2384

Abstract

Based on the industry, cooking oil in Jember Regency is divided into two types, namely bulk cooking oil and branded cooking oil. The emergence of these two types of cooking oil influences the decision to purchase bulk or branded cooking oil. This study aims to analyze the factors that influence rural households' decisions to purchase bulk or branded cooking oil in Jember Regency. The study used primary data from 120 respondents and was analyzed using binary logistic regression. The results show that price, age, length of education, purchase size, ethnicity, and promotion have a significant effect on cooking oil purchasing decisions. Producers should hold promotions in the form of price discounts. In addition, the government needs to provide incentives to producers who use healthier production methods so that they can set an example for other producers.ABSTRAKBerdasarkan industrinya, jenis minyak goreng di Kabupaten Jember dibagi menjadi dua yakni minyak goreng curah dan bermerek. Munculnya perbedaan kedua jenis minyak goreng memengaruhi Keputusan pembelian minyak goreng curah dan bermerk. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan rumah tangga pedesaan dalam membeli minyak goreng curah atau bermerek di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan data primer dari 120 responden dan dianalisis dengan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan bahwa harga, umur, lama pendidikan, ukuran pembelian, etnis, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian minyak goreng. Produsen hendaknya mengadakan promosi dalam bentuk potongan harga. Selain itu, pemerintah perlu memberikan insentif kepada produsen yang menggunakan metode produksi lebih sehat sehingga dapat menjadi contoh bagi produsen lainnya.
PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN SUB SEKTOR FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024 Anggraeni, Sintia; Fikriyyah, Syahla Nur; Astri, Astri; Istighfari, Nafsa Qolbina; Alfiana, Alfiana
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 4 (2025): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v4i4.2484

Abstract

The food and beverage industry plays a crucial role in supporting national economic stability but faces substantial challenges due to raw material price volatility and heightened financial risk, particularly in the post COVID 19 period. Under these conditions, capital structure and profitability become key determinants of firm value. However, prior empirical studies report inconsistent findings, creating a research gap within the food and beverage subsector listed on the Indonesia Stock Exchange. This study aims to examine the effect of capital structure, measured by the Debt to Equity Ratio (DER), and profitability, proxied by Return on Assets (ROA), on firm value, represented by Price to Book Value (PBV), during the 2020–2024 period. A quantitative approach was employed using panel data regression with a Fixed Effect Model on nine firms selected through purposive sampling, based on secondary data from annual financial statements. The results indicate that DER has no significant effect on firm value, while ROA exerts a positive and significant influence. Simultaneously, both variables significantly affect firm value, with a coefficient of determination of 48.63%, supporting signaling theory by highlighting profitability as a primary signal for investors amid economic uncertainty.ABSTRAKIndustri food and beverage memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional, tetapi menghadapi tekanan akibat fluktuasi harga bahan baku dan peningkatan risiko keuangan, khususnya setelah pandemi COVID-19. Dalam kondisi tersebut, struktur modal dan profitabilitas menjadi faktor penentu nilai perusahaan. Namun, temuan empiris sebelumnya masih menunjukkan hasil yang beragam, sehingga menyisakan celah penelitian pada subsektor food and beverage di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA) terhadap nilai perusahaan yang diukur menggunakan Price to Book Value (PBV) pada periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel Fixed Effect Model terhadap sembilan perusahaan terpilih berdasarkan purposive sampling dan data laporan keuangan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV, sedangkan ROA berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan koefisien determinasi sebesar 48,63%, yang mendukung teori sinyal dalam pengambilan keputusan investor di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pengaruh Marketing Mix terhadap Keputusan Pembelian Low Involvement Product di Kota Pangkalpinang Bakti Atmaja, R Ferry
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 1 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i1.2636

Abstract

There have been many studies on purchasing decisions related to the marketing mix, but not enough have focused on low involvement products. This study aims to analyse the influence of the marketing mix on purchasing decisions for low-involvement products in the city of Pangkalpinang. Using a quantitative approach and the Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) method, data was collected from 150 consumer respondents through a questionnaire. The results show that, partially, the variables of Promotion (?=0.443; p0.01) and Place (?=0.263; p0.01) have a positive and significant effect on purchasing decisions, with promotion being the most dominant factor. Meanwhile, the variables of Product and Price do not show a significant direct effect. Simultaneously, the four elements of the marketing mix were able to explain 64.7% of the variation in purchasing decisions (R² = 0.647). These findings imply that for marketers, the main strategy for low-involvement products in Pangkalpinang should focus on strengthening distribution channels and aggressive promotional programmes, as purchasing decisions are highly influenced by ease of access and external stimuli at the point of purchase, in line with the characteristics of low-involvement purchasing.ABSTRAKTelah terdapat banyak penelitian mengenai keputusan pembelian yang dikaitkan dengan bauran pemasaran, namun belum cukup banyak yang terfokus pada produk low involvement. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing mix terhadap keputusan pembelian produk low involvement di Kota Pangkalpinang. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS SEM), data dikumpulkan dari 150 responden konsumen melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel Promosi (?=0,443; p0,01) dan Tempat (?=0,263; p0,01) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan promosi sebagai faktor paling dominan. Sementara itu, variabel Produk dan Harga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara langsung. Secara simultan, keempat elemen marketing mix mampu menjelaskan 64,7% variasi keputusan pembelian (R² = 0,647). Temuan ini mengimplikasikan bahwa bagi pemasar, strategi utama untuk produk low involvement di Pangkalpinang harus berfokus pada penguatan saluran distribusi dan program promosi yang agresif, karena keputusan pembelian sangat dipicu oleh kemudahan akses dan stimulus eksternal di titik beli, sesuai dengan karakteristik pembelian berinvolvement rendah.
ANALISIS PENERAPAN WORK LIFE BALANCE PADA KARYAWAN MILENIAL DI KOTA PALOPO Hafis, Hafis; Erwina, Erwina; Saputra, Rendi; Relon, Relon; Yikwa, Pasukan
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 4 (2025): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v4i4.2758

Abstract

This study aims to analyze the implementation of work–life balance among millennial employees in Palopo City and to describe the level of balance between work responsibilities and personal life experienced by employees. The study focuses on three main dimensions of work–life balance, namely time balance, environment balance, and satisfaction balance. The research employed a quantitative approach using a descriptive analysis method. Data were collected through questionnaires and interviews involving 100 respondents who were millennial employees working in various sectors in Palopo City. The sampling technique used was incidental sampling. The research instrument consisted of six statements representing the three main indicators of work–life balance. Data analysis was conducted by calculating the mean score of respondents’ perceptions using a four-point scale to measure the level of agreement for each indicator. The results show that the implementation of work–life balance among millennial employees in Palopo City falls into a very good category, with an overall average score of 3.57. The satisfaction balance indicator obtained the highest score, indicating a high level of employee satisfaction in balancing work, family life, and personal needs. Meanwhile, the time balance indicator showed a relatively lower score, although it still remained in the “strongly agree” category. These findings indicate that millennial employees in Palopo City have experienced a relatively good balance between work demands and personal life, supported by work flexibility and an organizational environment that tends to promote employee well-being. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi work life balance pada karyawan generasi milenial di Kota Palopo serta menggambarkan tingkat keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi yang dirasakan oleh karyawan. Fokus kajian diarahkan pada tiga dimensi utama work life balance, yaitu time balance, environment balance, dan satisfaction balance. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara kepada 100 responden yang merupakan karyawan milenial dari berbagai sektor pekerjaan di Kota Palopo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode incidental sampling. Instrumen penelitian terdiri dari enam pernyataan yang merepresentasikan tiga indikator utama work life balance. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata persepsi responden menggunakan skala penilaian empat tingkat untuk mengukur tingkat persetujuan terhadap setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi work life balance pada karyawan milenial di Kota Palopo berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,57. Indikator satisfaction balance memiliki nilai tertinggi yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan karyawan dalam menyeimbangkan pekerjaan, kehidupan keluarga, dan kebutuhan pribadi. Sementara itu, indikator time balance memiliki nilai relatif lebih rendah, meskipun tetap berada pada kategori sangat setuju. Temuan ini mengindikasikan bahwa karyawan milenial di Kota Palopo telah merasakan keseimbangan yang baik antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, yang didukung oleh fleksibilitas kerja dan lingkungan organisasi yang relatif mendukung kesejahteraan karyawan.
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL LANGSUNG TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. BPR CIPATUJAH JABAR (PERSERODA) CABANG BANTARKALONG Nisa, Nia Khoirun
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 1 (2025): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v4i1.2815

Abstract

The title of this hypothesis is "The Effect of Direct Financial Compensation on Employee Performance at PT. BPR Cipatujah JABAR (PERSERODA) Bantarkalong Branch”. This title was awarded on the basis of perceptions within the organization and after meetings, which became the basis for the execution of workers due to the disillusionment of their representatives with the direct monetary rewards they gave them. are some of the side effects of the drop problem. organization. This study is intended to determine how big the "impact of direct financial compensation on employee performance at PT. BPR Cipatujah JABAR (PERSERODA) Bantarkalong Branch”. The inspection strategy used is a graphic technique with a quantitative methodology. Library survey methods and information organization using direct perception focused the questionnaire on 40 respondents through perception, meeting, and dissemination. Based on the results of information processing through the SPPS, it is possible to conclude that direct financial compensation (X) has a significant effect on the treatment of workers (Y) in PT for this study. The guarantee factor for BPR Cipatujah JABAR (PERSERODA) Bantarkalong Branch is stated to determine the impact of the level of direct monetary payments on the implementation of representation. Solid Class has a large influence of 56.8% with a variable relationship equivalent to 0.753, and the remaining 43.2% is influenced by various factors other than those studied. ABSTRAKJudul hipotesis ini adalah “Pengaruh kompensasi Finansial Langsung Terhadap Kinerja Karyawan di PT. BPR Cipatujah JABAR (PERSERODA) Cabang Bantarkalong”. Judul ini diberikan atas dasar persepsi dalam organisasi dan setelah pertemuan, yang menjadi dasar eksekusi pekerja yang disebabkan oleh kekecewaan perwakilan mereka atas imbalan uang langsung yang mereka berikan kepada mereka. adalah beberapa efek samping dari masalah penurunan. organisasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar “dampak kompensasi finansial langsung terhadap kinerja karyawan di PT. BPR Cipatujah JABAR (PERSERODA) Cabang Bantarkalong”. Strategi pemeriksaan yang digunakan adalah teknik grafis dengan metodologi kuantitatif. Metode survei perpustakaan dan pengorganisasian informasi menggunakan persepsi langsung memfokuskan kuesioner pada 40 responden melalui persepsi, pertemuan, dan penyebaran. Berdasarkan hasil pengolahan informasi melalui SPPS, sangat mungkin untuk menarik kesimpulan bahwa kompensasi finansial langsung (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perlakuan pekerja (Y) di PT untuk penelitian ini. Faktor Penjaminan BPR Cipatujah JABAR (PERSERODA) Cabang Bantarkalong dinyatakan untuk menentukan dampak tingkat pembayaran moneter langsung terhadap pelaksanaan representasi. Kelas Padat memiliki pengaruh yang besar sebesar 56,8% dengan hubungan variabel setara dengan 0,753, dan sisanya sebesar 43,2% dipengaruhi oleh berbagai faktor selain yang diteliti.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI AREA FASHION PLAZA ASIA TASIKMALAYA Mulyati, Sri
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 2 (2025): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v4i2.2817

Abstract

This proposal is named "The Impact of the Workplace on Worker Execution in the Style Square Asia Tasikmalaya Area". This title was taken on the basis that the deputies were not ready to carry out their responsibilities on time because there was no office to assist them with their work. The pulpose off thiis explorlation iis tto fimd outt howw muchh imfluence the workplace has on the execution of representatives at Style Court Asia in the Tasikmalaya Region. In this test the creators used the Nitisemito hypothesis which states that the elements of the workplace consist of work climate, interactions with coworkers and accessibility of the work office. According to Mangkunegara, the Worker Execution Hypothesis states that the elements of representative execution include quality, quantity, ideality and obligation. This examination uses an affiliated quantitative exploration strategy using perception and survey methods. Tehe sanple im thiis studyy consisted of 60 respondents. The information tests used are the legitimacy test, dependency test, t test, relationship coefficient test and collateral coefficient test. This information is handled using the SPSS Insights 29 program. It also provides the condition Y = 9.418 + 0.891. The results of this exploration show that the autonomous factors used in this test can understand variations in representative execution of 71.4%, whille thhe remaiming 29.6% is inmfluenced byy othel factors are excluded from thiis. investigation. ABSTRAKUsulan ini diberi nama “Dampak Tempat Kerja Terhadap Eksekusi Pekerja di Kawasan Style Square Asia Tasikmalaya”. Gelar ini diambil dengan landasan para wakil yang kurang siap menjalankan tanggung jawabnya tepat waktu karena tidak adanya kantor untuk membantu pekerjaannya. Tujuan dari eksplorasi ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tempat kerja terhadap eksekusi perwakilan di Style Court Asia Wilayah Tasikmalaya. Dalam pengujian ini pencipta menggunakan hipotesis Nitisemito yang menyatakan bahwa unsur-unsur tempat kerja terdiri dari iklim kerja, pergaulan dengan rekan kerja dan aksesibilitas kantor kerja. Menurut Mangkunegara, Hipotesis Eksekusi Pekerja menyatakan bahwa unsur-unsur eksekusi yang representatif meliputi kualitas, kuantitas, idealitas dan kewajiban. Pemeriksaan ini menggunakan strategi eksplorasi kuantitatif terafiliasi dengan menggunakan metode persepsi dan survei. Contoh dalam penelitian ini terdiri dari 60 responden. Uji informasi yang digunakan adalah uji legitimasi, uji ketergantungan, uji t, uji koefisien hubungan dan uji koefisien jaminan. Informasi tersebut ditangani dengan menggunakan program SPSS Insights 29. Juga memberikan kondisi Y = 9,418 + 0,891 Hasil eksplorasi ini menunjukkan bahwa faktor otonom yang digunakan dalam pengujian ini dapat memahami variasi dalam eksekusi representatif sebesar 71,4%, sedangkan sisanya 29,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang dikecualikan dari ini. penyelidikan.
RETENSI PELANGGAN DI UKM: MENELITI PERAN KUALITAS DAN KEPUASAN PRODUK DALAM MINUMAN KEDELAI Manalu, Doni Sahat Tua; Futra, Fharel Az Zihra Adhie; Harir, Jihan Azizah; Wijaya, Raden Alika Queena Aulia; Afkar, Muhammad Riyadh; Rahman, Firzana Auliya; Haekal, Muhammad; Nisa, Wiwik Wiqoyatun
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 1 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i1.2813

Abstract

This study examines the determinants of repurchase intention in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), focusing on the roles of product quality, sales promotion, and service quality, with customer satisfaction acting as a mediating variable at Soyyum Drink, Bogor. Utilizing an explanatory quantitative approach, primary data were collected from 80 consumers via purposive sampling and analyzed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that product quality significantly affects both customer satisfaction (P=0.000) and repurchase intention (P=0.000). Conversely, service quality shows a limited effect on customer satisfaction (P=0.041), while sales promotion is not statistically significant. Customer satisfaction is proven to partially mediate the relationship between product quality and repurchase intention (P=0.003). The research model explains 52.5% of the variance in repurchase intention (R^2 = 0.525). These findings highlight the essential role of consistent product quality in driving customer retention at the MSME level. This study contributes to marketing literature by providing empirical evidence from the context of an MSME undergoing a production mechanization transition, and offers conceptual managerial insights into the importance of product standardization as a primary customer retention strategy. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji faktor penentu niat pembelian ulang pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan fokus pada peran kualitas produk, promosi penjualan, dan kualitas layanan, serta kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi pada unit usaha Soyyum Drink di Bogor. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data primer dikumpulkan dari 80 konsumen melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (P=0.000) dan niat pembelian ulang (P=0.000). Sebaliknya, kualitas layanan menunjukkan efek yang terbatas pada kepuasan pelanggan (P=0.041), sedangkan promosi penjualan tidak signifikan secara statistik. Kepuasan pelanggan terbukti memediasi secara parsial hubungan antara kualitas produk dan niat pembelian ulang (P=0.003). Model penelitian ini mampu menjelaskan 52,5% varians pada niat pembelian ulang (R^2 = 0.525). Temuan ini menyoroti peran esensial dari konsistensi mutu produk dalam mendorong retensi pelanggan di tingkat UMKM. Studi ini berkontribusi pada literatur pemasaran dengan memberikan bukti empiris dari konteks UMKM yang sedang dalam fase transisi mekanisasi produksi, serta menawarkan wawasan manajerial yang konseptual terkait pentingnya standardisasi mutu sebagai strategi utama retensi pelanggan.