cover
Contact Name
Aji Prasetya Wibawa
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Jalan Semarang No.5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone
ISSN : -     EISSN : 2964707X     DOI : 10.17977
Core Subject : Health,
Topik yang akan di bahas dalam seminar nasional SEXOPHONE 2024 yaitu: Subtema 1 : Mengungkap Ketimpangan Gender pada Kejadian Kekerasan dalam Pacaran sebagai Langkah untuk Mencapai SDG’s Point 5 Subtema 2 : Mengungkap Hubungan Tersembunyi antara Kekerasan dalam Pacaran, Eating Disorders, dan Obesitas Subtema 3 : Mencegah Kekerasan dalam Pacaran dengan Menciptakan Hubungan yang Lebih Sehat
Articles 20 Documents
Search results for , issue "2021" : 20 Documents clear
Implementasi Manajemen Logistik Obat di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang Demanda Firdyan Chasanah; Sapto Adi; Dian Mawarni
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pada Renstra Kementerian Kesehatan target persentase ketersediaan obat dan vaksin di Puskesmas adalah sebesar 90%. Data hasil perhitungan nilai ketersediaan obat dan vaksin periode bulan Januari sampai Desember tahun 2017 dari 38 Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur menunjukkan nilai rata-rata ketersediaan obat dan vaksin sebesar 90,50%. Akan tetapi, persentase ketersediaan obat dan vaksin di Kota Malang hanya sebesar 84,89%. Persentase obat di Puskesmas Kendalkerep yang memenuhi syarat hanya sebesar 83% sedangkan target capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 oleh Kementerian Kesehatan sebesar 94%. Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi manajemen logistik obat di Puskesmas Kendalkerep. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian mix methods. Pada penelitian ini peneliti mengamati jalannya manajemen logistik obat di Puskesmas Kendalkerep. Data pada penelitian ini adalah data deskriptif yang didapat dari hasil observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Instrumen yang digunakan peneliti adalah lembar check list dan juga pedoman wawancara. Variabel dalam penelitian ini yaitu penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan obat. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi manajemen logistik obat di Puskesmas Kendalkerep berjalan dengan baik ditandai dengan terpenuhinya indikator sebanyak 100% pada aspek tugas dan tanggung jawab gudang farmasi dan apotek, serta ketersediaan dokumen pencatatan dan pelaporan obat. Pada aspek kondisi ruangan dan fasilitas gudang farmasi terpenuhi sebanyak 85,7% dikarenakan pendingin ruangan yang rusak dan tidak terdapat alat pengusir tikus.
Literature Review : Peran Kader Posyandu Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Cendani Kusuma; Elsa Fatmasari; Jahwa Wulandari; Paramita Dewi; Reza Pahlevi; Sharina Djiara; Septa Katmawati
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mewujudkan visi “Indonesia Sehat” guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sangat diperlukan dukungan, kerjasama, dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dengan upaya memberdayakan masyarakat melalui kader Posyandu. Penelitian berupa literatur review terhadap 13 penelitian yang dilakukan pada kurun waktu tahun 2017–2020 dengan tujuan untuk mengetahui peran Kader Posyandu terhadap pemberdayaan masyarakat. Kader berperan untuk mendorong masyarakat dalam hal peningkatan kualitas hidup sehat dengan cara memberikan motivasi, menjadi contoh, hingga sebagai pelaksana program. Perlu adanya pembinaan, fasilitas, dan evaluasi guna meningkatkan kinerja kader. Selain berperan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan, pembinaan rutin dan dukungan fasilitas terbukti membuat kader merasa bangga dan dihargai, serta mendorong peningkatan kinerja kader. Evaluasi berperan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong dan penghambat kinerja kader yang sekaligus diperlukan untuk merancang program dan melakukan perbaikan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, SIKAP IBU, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN IMUNISASI HEPATITIS B0 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Della Rismay Pratama; Moch. Yunus; Desi Ariwinanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis B merupakan infeksi virus pada hati yang mengakibatkan penyakit akut maupun kronis. Salah satu cara pencegahannya adalah imunisasi hepatitis B. Pemberian pertama kali dilakukan pada bayi usia 0-7 hari dan mampu menurunkan persebaran hepatitis B. Menurut Dinas Kesehatan Kota Malang, Puskesmas Dinoyo menjadi puskesmas dengan imunisasi hepatitis B0 terendah di Kota Malang yaitu hanya 78%.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi hepatitis B0. Subjek penelitian adalah ibu yang melahirkan selama bulan Januari sampai bulan Juni 2019 dan tercatat di Puskesmas Dinoyo. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70. Pengambilan data dilakukan dengan menyebar angket. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pemberian imunisasi hepatitis B0 (p-value=0,0000,05). Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan pemberian imunisasi hepatitis B0 (p-value=0,0020,05), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi hepatitis B0 sebesar (p-value=0,4250,05). Pada analisis multivariat tidak ada variabel bebas yang bekerja bersama-sama dalam pemberian imunisasi hepatitis B0. Akan tetapi, variabel sikap merupakan variabel paling berpengaruh dalam pemberian imunisasi hepatitis B0. Sikap ibu dengan kategori baik akan melakukan pemberian imunisasi hepatitis B0 tepat waktu sebesar 8,6 kali.
Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Desa Siaga : Literature Review Ajeng Putri Dewi; Chamelia Kirana Yoandra; Fatin Ebsadiar; Nadzifa Azhar Muslim; Rahmadea Zalzabilla Amri; Septa Katmawanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Siaga Aktif adalah gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Sebuah desa dapat dikatakan sebagai Desa Siaga Aktif apabila desa tersebut telah memiliki setidaknya satu Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Desa siaga terbentuk dari petugas kesehatan seperti koordinator bidan.; Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode literature review dengan menggunakan informasi dari artikel jurnal, e-book, dan peraturan tentang pemberdayaan masyarakat secara daring.; Hasil dari literature review dapat diperoleh bahwa Desa dan Kelurahan Siaga Aktif adalah bentuk pengembangan dari Desa Siaga. Desa Siaga aktif memiliki tujuan, sasaran, strategi, dan pengembangan.; Tujuan dari adanya desa siaga yaitu agar terwujud masyarakat yang peduli terhadap masalah Kesehatan dan dapat dihadapi secara mandri, sehingga derajat Kesehatan akan meningkat. Desa siaga memilik strategi dalam pengembangannya antara lain: advokasi, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pengmbangannya desa dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dan memerlukan peran aktif berbagai pihak muali dari pusat sampai ke desa.
Analisis Pemberdayaan Masyarakat Program Kampung Keluarga Berencana (KB): Literature Review Adinda Rizkia Ramadhani; Dewi Amiroh; Dwi Rahayuning Surastia; Ikma Nur Farida; Nadia Regita Ayu Cahyani; Yupita Gravito Adhea Putri; Septa Katmawanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan merupakan suatu upaya pengembangan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat. Program Kampung KB merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga dan komunitas yang bertujuan mewujudkan promosi kesehatan terhadap penggunaan KB dan pemilihan alat kontrasepsi serta pemberantasan kemiskinan di daerah tersebut untuk memandirikan masyarakat. Kampung KB menjadi salah satu upaya pembangunan keluarga sejahtera terhadap pengelolaan program KB, namun dalam pelaksanaan Kampung KB ini masih banyak yang belum efektif. Artikel literature review ini menyajikan informasi terkait Program Kampung KB di beberapa wilayah yang diharapkan berguna untuk mengetahui efektivitas program Kampung KB serta mengetahui partisipasi masyarakat terhadap adanya program Kampung KB. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan artikel jurnal. Literatur tersebut peneliti dapatkan dari pangkalan data ilmiah seperti Google Scholar, Google Engine, dan Researchgate dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris antara tahun 2017–2020. Kata kunci yang digunakan untuk menemukan artikel tersebut terdiri dari kombinasi beberapa kata antara lain “pemberdayaan masyarakat”, “kampung KB”, serta “community empowerment”. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas dari adanya program Kampung KB tergantung dari perubahan perilaku pada masyarakat. Program ini membutuhkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat dan melibatkan seluruh bidang di lingkungan BKKBN bersama dengan kementerian/lembaga, mitra kerja, dan stakeholders instansi terkait, sehingga jenis partisipasinya yaitu partisipasi aktif. Kajian terkait program Kampung KB menunjukkan bahwa efektivitas Kampung KB di berbagai daerah masih belum efektif karena masih ditemukan berbagai hambatan. Oleh karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut mengenai Kampung KB sehingga dihasilkan rekomendasi yang tepat untuk mengatasi hambatan serta untuk meningkatan efektivitas program Kampung KB. 
Implementasi Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar Di Puskesmas Della Rismay Pratama
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan deteksi dini kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal. Keberadaan Puskesmas mampu PONED adalah salah satu jawaban untuk mendekatkan akses pencegahan komplikasi dan/atau mendapatkan pelayanan pertama saat terjadi kegawatdaruratan kebidanan dan bayi baru lahir. Dengan demikian penguatan Puskesmas mampu PONED harus menjadi prioritas dalam upaya peningkatan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menunjang penurunan AKI. Tujuan: Penulisan ini untuk mengetahui secara mendalam tentang input, proses dan output sebagai penilaian hasil kerja dalam program PONED. Metode: Metode menggunakan desain studi Scoping Literature Review. Database yang dipakai untuk pencarian literatur menggunakan Google Scholar, Springer, PubMed. Kemudian dilakukan identifikasi masalah dengan kriteris inklusi dan ekslusi dari penelusuran san screening jurnal dan terakhir dilakukan uji kelayakan pada jurnal. Hasil: Hasil akhir literatur yang diperoleh setelah melalui proses screening dengan menggunakan PRISMA Flow Diagram sebanyak 4 literatur yang membahas tentang pelaksanaan program PONED di berbagai daerah yang meninjau implementasi dari berbagai aspek khususnya input, proses, dan output. Kesimpulan: Dari berbagai aspek input, proses, maupun output sudah dilakukan tetapi dalam pelaksanaannya belum optimal karena berbagai hambatan yang ada.
HUBUNGAN ANTARA JENIS SUMBER AIR MINUM DAN KUALITAS FISIK AIR BERSIH TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN KOTALAMA KECAMATAN KEDUNGKANDANG Rara Saraswati; Supriyadi Supriyadi; Anindya Hapsari
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat yang ditandai dengan frekuensi yang lebih dan perubahan tinja menjadi lebih lembek dan cair. Setiap tahun terdapat 2 milyar kasus diare di dunia. Balita sangat rentan dengan penyakit diare. Penyebabnya ialah kurang sterilnya ekosistem seperti mata air dan kualitas fisik air bersih. Penelitian ini dilakukan di Kotalama Kedungkandang dikarenakan terdapat sebanyak 13,93% yang menderita diare. Penelitian ini mengambil variabel jenis sumber air dan kualitas fisik air bersih dikarenakan air adalah faktor utama penyebab diare pada balita.  Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis sumber air terhadap diare balita dan hubungan kualitas fisik air bersih terhadap diare balita.Metode : Rancangan penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Proses mengumpulkan data dengan cara wawancara dan pengamatan. Analisis data dilakukan dengan penghitungan Chi-square dan koefisien kontingensi melalui SPSS.Hasil : Hasil laboratorium menunjukkan bahwa 14 sampel air tidak memenuhi syarat dan 8 sampel air memenuhi syarat. Hasil penelitian menurut analisis statistik menunjukkan bahwa jenis sumber air tidak ada hubungan dengan diare balita karena didapatkan nilai p-value = 0,907 dimana apabila nilai p-value 0,05 maka tidak ada hubungan sedangkan kualitas fisik air bersih ada hubungan dengan diare balita karena didapatkan nilai p-value = 0,000 dimana apabila nilai p-value 0,05 maka ada hubungan.Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kotalama Kedungkandang menunjukkan tidak ada hubungan jenis sumber air dengan diare balita sedangkan kualitas fisik air bersih ada hubungan dengan diare balita.
Pelaksanaan Posyandu Balita Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Dini Restuningtyas; Dwi Febriyanti; Erma Amalia; Haya Mutmainah Qalbi Az-Zahra4; Muhammad Rohman Al Hasan; Niswatin Niswatin; Septa Katmawanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini di Indonesia masih menghadapi tingginya angka kematian ibu dan anak, yang diakibatkan oleh permasalahan gizi, penyakit infeksi, serta masalah kehamilan. Penurunan angka kematian ibu dan balita cenderung melambat dalam 10 tahun terakhir ini. Dalam menghadapi masalah yang terkait dengan kesehatan pada balita tersebut, salah satu jenis pemberdayaan masyarakat seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memegang peranan yang penting dalam memberikan pelayanan dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada balita. Pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan merupakan sebuah upaya pengembangan sikap, pengetahuan dan perilaku masyarakat agar mampu untuk menangani masalah kesehatan yang akan dihadapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan pelaksanaan posyandu balita terhadap upaya dalam peningkatan kesehatan. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan menggunakan artikel jurnal dan berita online peneliti dapatkan melalui pangkalan data ilmiah seperti Google Engine dengan bahasa Indonesia. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa adanya beberapa faktor yang mempengaruhi posyandu dalam hal peningkatan kesehatan pada balita.
Analisis Polindes Sebagai Salah Satu Bentuk Pemberdayaan Bidang Kesehatan Alvisar Afandi; Annisa Nanda Leilina; Aulia Nur Hasanah; Ikhda Farah Damayanti; Septralinia Auliya Sari; Widya Chairunnisa; Septa Katmawanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis pemberdayaan masyarakat pondok bersalin desa (Polindes) adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Upaya peningkatan kesehatan ibu penting untuk dilakukan pemantauan. Hal tersebut dikarenakan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator yang peka dalam menggambarkan kesejahteraan masyarakat disuatu negara. Tingginya AKI di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang paling utama karena AKI merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Metode penulisan artikel ini menggunakan literature review dari artikel jurnal dan berita online. Literature tersebut didapatkan dari pangkalan data ilmiah seperti Google Scholar dan Google Engine dengan Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, didapati bahwa hampir setiap daerah sudah memiliki Pondok bersalin desa (Polindes), hanya saja capaian keberhasilan pelayanan kesehatan yang diberikan belum maksimal. Banyaknya fasilitas yang kurang memadai dan menunjang membuat banyak masyarakat yang kuran memanfaatkan adanya Polindes ini.
Lembaga Swadaya Masyarakat Wilayah Malang sebagai Model Pemberdayaan Bidang Kesehatan Elsa Novitasari; Hera Ratna Maharsi; Muhammad Syihabuddin; Rohmah Fauzia Oktaviani; Sesilia Dongu Wini Laba; Septa Katmawanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah organisasi yang dibentuk oleh perseorangan atau sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berfungsi sebagai fasilitator dalam upaya pemulihan hak-hak masyarakat. Sarana yang dimaksud berupa segala bentuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penegak hukum dan seluruh masyarakat. Malang adalah daerah yang sangat luas. Kualitas dan kuantitas sebagai kota pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Namun, Malang merupakan salah satu contoh daerah yang memiliki beberapa permasalahan yang telah diperbaiki oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Berbagai cara atau metode digunakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk memperbaiki kerusakan. Dengan monitoring berupa evaluasi, investigasi, dan lain-lain. Kasus korupsi yang kerap menimpa semua kelompok dan kasus KDRT dapat diselesaikan dengan cara-cara yang selama ini dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sehingga tidak diragukan lagi bahwa fungsi dan tujuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah membantu memberikan pelayanan bagi kesejahteraan masyarakat.

Page 2 of 2 | Total Record : 20